
Happy reading....
đđđđđđđđ
âYa sudah kalau begitu, aku permisi dulu. Dan terima kasih sekali lagiâ
âHanya itu?â
âMaksudnya?â
âTidakkah kamu seharusnya mencium kekasihmu ini sebelum pergi?â
Sekali lagi Putra membuat Gadis nampak kikuk.
âA â aku permisi dulu....â
âTungguâ
âAlamak..â
Gadis merasa was â was
âApa dia akan memaksakan kehendaknya lagi???!â
Batin Gadis berspekulasi.
âTidak! Tidak boleh!. Tidak boleh kubiarkan lagi dia menciumku... apalagi ini di tempat umum.. dan sekitar tempat tinggalku!â
Gadis masih membatin dan melangkah mundur saat Putra keluar dari mobilnya.
Alis Putra terangkat sebelah saat ia menyadari kalau Gadis nampak seperti menghindarinya.
âJa â jangan ...â
âApanya yang jangan?..â
âJa â ngan memaksaku menciummu!â
âApa?..â
Putra sedikit terkejut dengan pernyataan Gadis barusan.
Namun kemudian ia menunjukkan senyum setelah sebelumnya dia mendengus geli sendiri.
âI â ini Indonesia!.. bukan seperti di luar negeri sana, di tempat kamu yang bebas melakukan apa saja, termasuk berciuman dipinggir jalan. Dan.. aku tidak mau orang berpikiran buruk tentangkuâ
âSudah bicaranya?â
Gadis menatap Putra yang jauh lebih tinggi darinya itu dari tempatnya sekarang.
âEeenggg....â
âKotor sekali pikiranmu itu..â
âEnak saja!...â
âTadi kamu katakan soal berciuman?â
â........â
âBerarti kamu memang sedang memikirkannya bukan?â
âEnak saja. Tadi kamu sendiri yang menyuruh untuk menciummu!â
Gadis menjaga nada bicaranya. Namun begitu, ia melemparkan tatapan sebal pada Putra yang terkekeh kecil.
âMemangnya aku menyuruhmu?â Ucap Putra.
âTadi kamu bilang, âTidakkah kamu seharusnya mencium kekasihmu ini sebelum pergi?â..â
Putra terkekeh lagi.
âTetap di tempatmu!...â Gadis mengangkat tangannya kala Putra kembali mengayunkan langkah untuk mendekatinya.
âKalau aku tidak mau? ...â
âOh Tuhanâ Gadis membatin.
âApa kamu mau berteriak?â
Putra tersenyum jahil.
Gadis malas untuk menjawabnya.
âSudah ya, aku permisi!..â Gadis hendak berbalik.
âTunggu ..â
Namun tak jadi, karena sebuah tangan menahan pelan lengannya.
âPutra, jangan macam â macam!â
âHanya satu macam sajaâ
âPutra!.. apa -..â
âMemberikan tasmuâ
âEhh..â
âOtakmu perlu dibersihkan Suster Gadisâ
âEnak aja!â Sarkas Gadis. âKamu aja itu yang mesum!â
Kalimat sarkasme yang bernada pelan itu kembali keluar lagi dari mulut Gadis, sambil menatap Putra dengan sebal.
Putra pun terkekeh melihatnya. âIni tasmu, mau kamu ambil tidak?â
âBerikanâ Jawab Gadis dengan wajah datar sembari mengulurkan satu tangannya.
Putra pun memberikan tas Gadis yang tertinggal di dalam mobilnya saat Gadis yang tadi begitu kikuk itu lupa membawanya saat suster yang membuat Putra mulai jatuh hati itu keluar dari mobil.
âTerima kasih ..â
âTerima kasih kembali, Suster Gadis ..â
Gadis mencebik dan Putra tersenyum lebar.
âYa sudah kalau begitu, kali ini aku benar â benar permisi...â
âOkayâ Sahut Putra yang masih berdiri di tempatnya. Dan berbalik pergi menuju ke salah satu gang.
Putra memperhatikan sosok Gadis hingga suster cantik itu menghilang setelah berjalan masuk ke dalam sebuah gang kecil, baru kemudian Putra kembali masuk ke dalam mobilnya dan bergegas kembali ke tempat tinggalnya yang berada di Ibukota ini.
**
âThere are only two things as my priority in life. Taking a very good care of Anth, and paying revenge for Rery and Madelaine, also our brothers death than chasing a woman (Ada dua hal yang menjadi prioritas dalam hidupku. Menjaga Anthony dengan baik, dan membalaskan dendam atas kematian Rery, Madelaine dan saudara â saudara kita daripada mengejar seorang wanita)â
Putra tahu betul kata â kata itu.
Kata â kata yang sudah menjadi prinsipnya sejak kematian Rery, Madelaine dan beberapa sahabatnya. Mereka yang setia pada Rery seperti dirinya, Addison, Garret dan Damian.
__ADS_1
âDan sekarang aku sedikit harus mengingkari prinsipku sendiri. Huhâ Gumam Putra. âDan itu karena dirimu Gadisâ
Putra terkekeh kecil kemudian sembari geleng â geleng sembari bercermin dalam kamar mandi di kamarnya, setelah ia tiba di tempat tinggalnya itu.
**
Sebesar apapun keseriusan seseorang dalam berkomitmen, terutama pada mereka yang enggan untuk membuka hati mencintai lawan jenisnya.
Tapi tetap saja, jika panah asmara sudah menancapkan busurnya pada hati seseorang sulit untuk mengelak meski yang namanya âCintaâ itu tidak berwujud.
Dan itu yang menimpa Putra saat ini. Sudah keras dia berusaha meyakinkan dirinya kalau rasa dalam hati yang ia miliki untuk seorang wanita bernama Gadis hanya sebatas kekaguman saja. Karena wanita yang berprofesi sebagai perawat itu sangat disukai oleh Anthony dan nampak menyayangi anak itu juga.
Selama ini Putra menghindari kedekatan yang berlebih dengan lawan jenis demi menghindari rasa yang menurutnya tak berlogika itu masuk ke dalam hidupnya meski dia sudah melihat bentuk cinta Rery dan Madelaine.
Meski almarhum Rery sendiri sering sekali menyarankan Putra untuk membuka hati dan memiliki pasangan dalam hidupnya.
Namun selalunya juga Putra seringnya menghindari atau mengalihkan pembicaraan jika Rery sudah mulai membahas hal tersebut.
Dan sekarang, rasa yang disebut cinta itu sudah menelusup ke relung hati Putra karena seorang wanita bernama Gadis yang mampu membuat Putra merasa tak menentu.
Senyuman Gadis selalu membayangi Putra.
Entah sejak kapan.
Kembali Putra menggelengâgelengkan kepalanya sembari menyunggingkan senyuman kala ia teringat kembali tentang Gadis.
Wajah Gadis, senyumannya, dan rasa bibir Gadis yang sudah ia âcicipiâ sedikit saat di mobil tadi. âSweet ....â
Putra menyunggingkan senyumnya lagi, sembari menyentuh bibirnya sendiri dengan ibu jarinya.
âYouâre mine Gadisâ
**
Putra melangkahkan kakinya keluar kamar setelah Anthony lelap tertidur. Di dengarnya suara dari ruang tengah rumah yang sedang ia tinggali bersama keluarganya itu jika mereka sedang berada di Ibukota.
Waktu sudah menunjukkan hampir jam sembilan malam. Putra pun menyambangi ruang tengah yang terdapat saudara â saudaranya yang sedang bercengkrama santai itu.
âIs Anth been sleeping?.... (Apa Anth sudah tidur?)â
âYes, he is. (Iya, sudah)â
Bruna manggut-manggut.
**
âDanny not coming?. (Danny tidak datang?)â Tanya Putra.
âHeâll come. (Dia akan datang)â
âHe will bring some sales agreement papers of this house. (Dia akan membawa beberapa berkas perjanjian jual beli rumah ini)â
âI see. (Begitu)â Putra manggut â manggut.
**
Pembicaraan soal jual beli rumah yang saat ini Putra dan saudara-saudaranya dan satu saudari yaitu Bruna dimulai setelah kedatangan Danny. Berikut juga pembicaraan mengenai Danny yang akan bertolak ke Inggris dalam beberapa hari ke depan, tepatnya setelah berbagai macam dokumen yang ia butuhkan untuk pergi ke luar negeri selesai dengan bantuan salah seorang kenalannya yang sudah ia percaya.
Termasuk juga pembicaraan soal beberapa bisnis yang akan mereka mulai yang sudah diawali dengan bisnis restoran yang juga sedang direncanakan kepemilikannya secara utuh oleh orang â orang setianya almarhum Rery yang sudah memposisikan diri mereka sebagai orang tua Anthony, terutama Putra. Tidak ketinggalan juga usaha yang akan di rintis dari perkebunan teh yang mereka miliki di Villa milik Rery dan beberapa perkebunan di sekitarnya yang sudah juga mereka beli.
âLet us go out to find some entertainment?. (Ayo kita keluar untuk mencari hiburan?)â Ajak Damian. âWe are going back to Villa the day after tomorrow right?.. (Kita akan kembali ke Villa esok lusa bukan?) ..
â.........â
âThen after that, I think we will getting busy. (Dan setelahnya, aku rasa kita akan mulai sibuk)â
âYou guys can go. Iâll stay. (Kalian saja yang pergi. Biar aku yang tinggal)â Ucap Putra.
âNo, no .. You guys, four single men that supposed to go out. Me and Bruna will stay as usualâ
âTsk! You still havenât married Bruna yet. Feel not single, huh?. (Kau masih belum menikahi Bruna. Merasa bukan single, huh?)â
Putra sedikit berkelakar.
âAd was right. You guys know that me and him donât like to go out to the pub if itâs not necessary . (Ad benar. Kalian semua tahu kalau aku dan dia tidak begitu suka pergi ke Pub jika tidak terlalu penting)â
Bruna menimpali setelah sempat terkekeh kecil atas ucapan Putra yang menyindir Addison.
âAsk him to marry you as soon as possible, B (baca-Bi) .. (Minta dia menikahimu secepatnya, B) ..â
âI couldnât agree more. If Ad not serious to you, we are very delightful to find you a gentleman better than this nerd. (Aku setuju sekali. Jika Ad tidak serius padamu, kami akan dengan senang hati mencarikanmu pria sejati yang
lebih baik dari si aneh ini)â
âCih!..â Decih Ad.
Bruna dan empat pria selain Addison yang bersamanya terkekeh kecil.
âDonât you guys worry mio fratello .. he purposed me already. (Kalian tidak perlu khawatir kakak-kakakku, dia sudah melamarku)â
Bruna menatap penuh arti dengan senyuman serta rona bahagia di wajahnya pada Addison yang langsung kemudian merengkuh Bruna  dengan tersenyum dan rona bahagia juga terpancar di wajah Addison.
Membuat Damian, Garret, Danny apalagi Putra tersenyum lebar secara spontan.
Rona bahagia juga terpancar di wajah ke empat pria tampan tersebut. âCongratulation!. (Selamat!)â
âAh we canât wait for that day .. (Kami tak sabar menunggu harinya) ..â
âWe will talk about it later. Now four of you better get out and hopefully you guys will find âsomeoneâ out there to fulfill your life. (Kita bicarakan itu nanti. Sekarang sebaiknya kalian berempat pergi keluar dan semoga saja kalian dapat menemukan âseseorangâ yang akan menemani kalian sepanjang hidup)â
Dan tanpa aba-aba Addison, Bruna, Garret, Danny dan Damian serempak menatap pada Putra.
âWhat?!. (Apa?!)â Sahut Putra sambil memandangi lima orang itu bergantian.
"You will follow after Ad (Kau selanjutnya setelah Ad)"
"What after Ad? (Apa yang setelah Ad?)"
"Married!. (Menikah!)"
"Ppfffhhttt!"
âDonât you comeback to the Hospital to come after Gadis and take her home this afternoon?. (Bukankah kau kembali ke Rumah Sakit untuk menjemput Gadis dan mengantarnya pulang siang tadi?)â
âSo what?. (Lalu kenapa?)â
âStill ask?!. (Masih bertanya?!)â
âA man come after a woman and take her home. Whatâs wrong with that?â
â(Seorang pria menjemput seorang wanita dan mengantarnya pulang. Apa yang salah dengan itu?)â
âNothing was wrong with that, Indeed. (Tidak ada yang salah dengan itu memang)..â Sahut Bruna. âBut weird!. (Tapi aneh!)â
âWeird? ..â Tanya Putra dan Bruna manggut â manggut. Begitupun empat lainnya.
âWeird, because it is you who did that! To a woman that you just know not too long .. (Aneh, karena itu kau yang melakukannya! Pada seorang wanita yang belum lama kau kenal) ..â
âJust admit it!. You captivated by Gadis donât you?. (Akui saja!. Hatimu sudah terpikat pada Gadis bukan?)â
Ucapan yang menyiratkan pernyataan, tudingan sekaligus pertanyaan dengan penuh keyakinan meluncur dari mulut Bruna.
__ADS_1
âChatterer!. (Dasar penggunjing!)â
Namun Putra menyunggingkan senyum.
âSee, look how fool you face now?! (Lihat, betapa bodohnya wajahmu sekarang?!)â
âA fool face of Putra Adjieran who his heart was already falling to a woman!.. (Wajah bodoh seorang Putra Adjieran yang hatinya sudah jatuh pada seorang wanita!) ....â
âWise man say .. only fools rush in..... but I canât help, falling in love with you ..â Damian menambahkan ledekan pada Putra dengan sebuah lagu milik Elvis Presley.
âHahaha ..â
Ke enam orang itu pun terkekeh geli, sembari menahan untuk tidak terbahak kencang.
Karena sadar Anthony yang sudah terlelap dan khawatir jika bocah itu terbangun akibat terusik oleh suara mereka.
Kemudian Danny, Putra, Damian serta Garret pergi untuk menghabiskan waktu mereka pergi ke sebuah pub terkenal yang pernah mereka sambangi sebelumnya.
**
âGar!â Panggil Putra pada Garret kala dirinya, Garret, Danny dan Damian sudah nampak siap untuk pergi dan saat ini sedang berada di area pekarangan tempat tinggal mereka. âYou go with me with a different car from Danny and
Dami. (Kau ikut denganku gunakan mobil yang berbeda dengan Danny dan Dami)â
âWhy?. (Kenapa?). This car is enough for four of us. (Mobil ini cukup untuk kita ber â empat)â Tanya Damian.
âI would like to ask Gadis. (Aku ingin mengajak Gadis)â
âWoah, want to show up (Mau pamer), heh?â
âEnvy heh?!.. (Iri ya?!..)â
Damian pun terkikik dan diikuti oleh Putra, Garret dan Danny juga.
**
âAre you sure her house is around here, Putra? .. (Kau yakin rumahnya disekitar sini, Putra?)..â Tanya Garret dan Putra mengangguk yakin. Dia dan Garret sudah keluar dari mobil.
Mobil yang ditumpangi Danny dan Damian sudah juga berhenti dibelakang mobil yang ditumpangi Garret dan Putra.
Danny dan Damian ikut keluar dari mobil. âHave you made an appointment with Gadis?. (Apa kau sudah janjian sebelumnya dengan Gadis?)â
Putra menggeleng. âNot yet (Belum)â
Danny memperhatikan sekelilingnya.
âBut isnât it her friendâs house area?. (Tetapi bukankah ini daerah rumah temannya?)â
Danny mengenali tempat tersebut.
Putra menggeleng lagi. âShe was lied. (Dia berbohong)â Ucap Putra. âThis is her own house area. (Ini area rumahnya sendiri)â
âYou know where her house is?. (Kau tahu dimana rumahnya?)â Tanya Danny lagi.
Putra menoleh ke sebuah jalanan kecil. âI just know that she come through that way. (Aku hanya tahu kalau dia masuk ke jalanan itu)â Tunjuk Putra.
Danny, Garret dan Damian manggut â manggut. Kemudian mereka bertiga sedikit celingak â celinguk dari tempat mereka, begitu juga Putra.
âYou guys wait here, I will go inside that way and try to find her house. Maybe I also can meet someone and ask. (Kalian tunggu disini. Aku akan masuk ke jalan itu dan mencoba menemukan rumahnya. Mungkin aku bisa bertemu
seseorang dan bertanya padanya)â
âMaybe you can ask to them. (Mungkin kau bisa bertanya pada mereka)â Ucap Garret sambil menunjuk sepasang muda â mudi yang baru saja keluar dari jalanan kecil yang tadi ditunjuk Putra.
Putra yang menoleh itupun langsung mengangguk.
âPermisi ..â
Putra menegur dengan sikap yang sopan, dua orang yang tadi ditunjuk oleh Garret dan kebetulan keduanya juga berjalan ke arah dimana Putra, Danny, Damian dan Garret berada sekarang.
Sepasang muda â mudi itupun langsung menghentikan langkah mereka.
âMaaf, saya ingin bertanya ..â
âIya, silahkan ..â
âApa anda berdua mengenal Gadis?â
âGadis.. Gadis Subiantoro bukan? ..â
Salah satu dari muda â mudi yang ditanya Putra, balik bertanya.
âAduh!..â
Pemuda yang balik bertanya pada Putra itu mengaduh karena pemudi yang bersamanya itu memukul lengannya.
âYa pasti dia lah. Memang ada perempuan lain yang namanya Gadis disini?â
âYa mungkin aja beda..â
âGadis yang seorang perawat?.. karena saya tidak tahu nama lengkapnya ..â
âIya benar. Itu Gadis Subiantoro. Mbak Gadis..â Sahut si pemudi.
Putra menyunggingkan senyum. âKalian mengenalnya?â Tanya Putra yang sedikit antusias.
âKenal. Kenal banget malahan! Pas disamping rumah saya, itu kontrakannya Mbak Gadisâ
âKontrakan.. apa itu? Contract?â
Putra membatin, sedikit bingung.
âAh whatever!. (Terserahlah!)â
Putra membatin lagi. Nanti saja pikirnya akan mencari tahu tentang apa itu kontrakan.
âKalau begitu .. bisa tolong antarkan saya ke rumahnya?â Tanya Putra.
âBisa. Bisa bangetâ Sahut kedua muda â mudi tersebut.
âTapi Mbak Gadis ga ada di kontrakannya sekarangâ
âOh ya?â
âIya. Udah berangkat kerja dari tadiâ
Putra mengernyitkan dahinya. âKerja?â
âIya kerja!â
âBukankah dia sudah pulang kerja dari Rumah Sakit sejak siang tadi?â
Kedua muda â mudi itu mengangguk bersamaan. âIya kalo dari Rumah Sakit sih memang sudah pulang sejak siang tadiâ
âLalu pekerjaan yang anda berdua maksud?â
âKerjaan lainnya Mbak Gadis kalau malam..â Sahut si pemudi.
âPekerjaan apa yang Gadis lakukan malam â malam begini?â
Putra bertanya â tanya dalam hati.
__ADS_1
**
To be continue and enjoy