LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 85


__ADS_3

Happy reading ....


“Then according to the Bank account, I think you should go to the Capital tomorrow ( Lalu sehubungan mengenai akun Bank tadi, aku pikir kau sebaiknya pergi ke Ibukota besok )”


Putra pun nampak menimbang-nimbang kemudian. ‘Hem, good idea. I can meet Gadis then ( Ide bagus. Aku kan bisa bertemu dengan Gadis )’


Sementara Putra sedang membatin, Addison memperhatikan Putra yang nampak mesam-mesem itu.


‘What’s wrong with his face that show a goofiness ? ( Ada apa dengan wajahnya yang tampak konyol itu? )’


“What? ( Kenapa? )” Putra yang kemudian sadar jika Addison sedikit memperhatikannya pun sontak bertanya pada satu saudaranya itu.


Addison menggeleng. “Nothing ( Bukan apa-apa )” Jawab Addison datar saja, namun hatinya sedikit tersenyum.


“Then what time that we should go to the capital tomorrow?”


“( Lalu pukul berapa kita berangkat ke Ibukota besok? )”


“Morning of course ( Tentu saja pagi hari )”


Putra mengangguk kemudian.


***


Waktu makan malam


“So both of you will go to the Capital tomorrow?..... ( Jadi kalian berdua akan pergi ke Ibukota besok?... )” Itu Bruna yang bertanya dengan polosnya saat ia dan lima orang lainnya sudah duduk bersama di ruang makan.


Tanpa Bruna tahu, jika Putra tidak ingin Anthony mendengar dirinya akan ke Ibukota yang mana tempat dimana perawat kesayangan Anthony berada, yang tentunya juga sudah menjadi perawat kesayangan Putra. Bukan apa-apa sih, Putra hanya takut Anthony merengek untuk ikut serta.


Karena dirinya dan Addison memang harus mengurus beberapa hal yang mendadak, dan mereka akan sedikit menemui kendala waktu jika Anthony ikut serta. Dan lagi baru kemarin mereka kembali ke Villa, jadi Putra tidak ingin juga Anthony jatuh sakit karena kelelahan nantinya.


Putra akhirnya spontan mendelik pada Bruna yang kemudian mengangkat bahunya dan bertanya kenapa pada Putra dengan ekspresi wajahnya. Dan Putra langsung juga menjawab Bruna dengan lirikan matanya yang mengarah pada Anthony. Bruna pun yang paham maksud Putra itu, kemudian menunjukkan barisan giginya


pada Putra.


“Capital, it means the town where Gadis is there ya Papa? ( Ibukota itu, kota dimana Gadis berada ya Papa? )” Anthony yang memang jelas mendengar ucapan yang berupa pertanyaan dari ibu angkatnya pada sang Papa itu, juga langsung bertanya pada Putra kemudian. Putra berdehem singkat.


“Yes, Anth... ( Ya, Anth ) ..”


Putra menjawab seraya menoleh dan tersenyum pada Anthony.


“But me and Padre Ad will going there for a work ( Tapi aku dan ayah Ad akan pergi kesana untuk urusan pekerjaan )”


“So, I can’t go with you then? ( Jadi, aku tidak bisa ikut bersamamu kalau begitu? )”


“I believe so ( Iya )”


“So you will not going to meet Gadis then? ....”


“( Jadi Papa juga tidak akan bertemu dengan Gadis? )”


‘Of course I will find a chance to meet her ( Tentu saja aku akan mencari kesempatan untuk bertemu dengannya )’


Putra membatin.


“Maybe not ( Mungkin tidak )” Ingkar Putra yang meringis dalam hati karena merasa sedikit bersalah membohongi Anthony.


‘Heh! Liar! ( Dasar pembohong! )’


Bruna, Addison, Damian dan Garret mengatakan hal yang sama dalam hati mereka.


‘Hehe. Sorry Anth. I won’t drown any tap to meet Gadis if I have it ( Maaf Anth. Aku tidak akan menghilangkan kesempatan untuk bertemu dengan Gadis saat memilikinya )’


Putra kembali membatin dengan memasang wajah datar saat menjawab pertanyaan Anthony.


“Me and Padre Ad will comeback here as soon as possible ... ( Aku dan ayah Ad akan kembali kesini secepatnya ) ....”


“But why you don’t want to meet Gadis? ( Tapi kenapa Papa tidak ingin menemui Gadis? )”


“Let’s say... that I don’t want to become selfish if I meet Gadis without you?.. ( Katakanlah.. aku tidak ingin egois jika aku menemui Gadis tanpamu? )..”


Putra menunjukkan ekspresi wajah malaikat pada Anthony.


‘Cih!’ Batin empat orang tua angkat Anthony yang melihat ekspresi sok suci Putra itu.


“But, I thought you love Gadis, Papa?... ( Tapi, aku pikir Papa mencintai Gadis? .... )” Kata Anthony dengan polosnya.


“Uhuk!” Putra sedikit tersedak mendengarnya, dimana tiga saudara dan satu saudarinya terkekeh kecil. “What makes you think like that ( Kenapa kamu berpikir seperti itu ), hem?”


Putra bertanya canggung pada anak angkat kesayangannya itu.


“I don’t think .. I saw ( Aku tidak berpikir.... Aku melihat )” Jawab Anthony.


“Hemm? ...”


“You always keeping your smile when you see Gadis and blushing sometimes ..”


“( Papa selalu menahan senyummu saat sedang melihat Gadis dan kadang-kadang Papa juga merona ) ..”

__ADS_1


“Uhuk! Uhuk!”


“Hahahaha!! ..”


**


Esok hari


“Why you’re not going to the Capital Papa?.. I thought you will go there with Padre Ad?”


“( Kenapa Papa tidak jadi pergi ke Ibukota? .. Bukankah Papa bilang akan pergi kesana dengan Padre Ad? )”


Itu Anthony yang bertanya, karena melihat Addison yang hendak pergi ke Ibukota bukan dengan Putra melainkan dengan Garret.


“I forgot that I also have a lot of things to do here also Anth .. ( Aku lupa jika aku juga harus melakukan banyak hal disini juga Anth.. )”


Putra berkata seraya tersenyum pada Anth yang digandengnya saat akan pergi naik kuda untuk kembali melihat lahan perkebunan teh mereka yang akan mulai ditanami bibit baru.


Damian dan Bruna juga akan menyertai mereka dengan menunggangi kuda yang berbeda.


“By the way Papa .. ( Ngomong-ngomong Papa ) ..”


“Hemm? .. What is it? .. ( Ya, kenapa? )..”


“You haven’t answer my question .. ( Papa belum menjawab pertanyaanku )..”


“Which one? ( Yang mana? )”


“Do you love Gadis?.. ( Apa Papa mencintai Gadis? .. )”


‘Haish..’ Putra mendengus dalam hati.


“Papa..” Panggil Anthony.


“Hemm?” Sahut Putra.


“Answer ( Jawab )”


Putra mendengus geli akhirnya pada Anthony yang kukuh dengan pertanyaannya itu.


“Why my boy become a person who is knowing every particular object .. ( Mengapa anakku ini menjadi orang yang sangat ingin tahu sekali ) .. Hem?”


“Because if you love Gadis, then I can ask Gadis whether if she loves you too .. ( Karena jika Papa mencintai Gadis, lalu aku akan bertanya padanya apakah dia juga mencintai Papa.. )”


Putra sontak terkekeh. “And if she says no? ( Dan jika Gadis bilang tidak? )”


“I will push her to love you!.. ( Aku akan memaksanya untuk mencintaimu! )..”


“Papa I’m serious! ( Papa aku serius! )”


Anthony yang sudah berada diatas kuda bersama Putra itu kemudian mencebik.


“Okay, okay..” Kekeh Putra.


“But answer me first, do you love Gadis, Papa?”


“( Tapi jawab aku dulu, apa Papa mencintai Gadis? )”


Anthony mengulang pertanyaannya seperti diawal.


“Ya, I love Gadis ..” Putra tak mengelak. ‘That much, I guess.. ( Sangat, sepertinya .. )’


Anthony pun spontan sedikit menoleh seraya mendongak menatap Putra yang tersenyum padanya.


“Happy now? ( Bahagia sekarang? ) Knowing that I love your beloved nurse ( Mengetahui jika aku mencintai perawat kesayanganmu itu ), hem?”


Anthony mengangguk dengan sangat antusias.


“Yes Papa, I’m happy! ( Aku bahagia! )”


Putra melebarkan senyumnya.


“Have you tell Gadis that you love her?. Did she say yes that she loves you too?. Cause if not I will push her to love you!”


“( Apa Papa sudah mengatakannya pada Gadis?. Apakah dia juga bilang iya kalau dia mencintaimu?. Karena jika tidak aku akan memaksanya untuk  mencintaimu! )”


Putra spontan tergelak kembali mendengar cerocosan Anthony. “Why are you insist to push her loving me ( Mengapa kamu bersikeras sekali untuk memaksanya mencintaiku ), hem?”


Putra bertanya kemudian, sembari masih terkekeh setelah tergelak.


“Because I want you to be happy ( Karena aku ingin Papa bahagia )” Ucap Anthony yang membuat hati Putra begitu terasa hangat.


‘Oh Anth..’


Putra tersenyum tulus sembari mengacak pelan rambut Anthony dan merengkuh sama bocah yang duduk bersamanya diatas kuda itu.


‘Your happiness is the most important for me in this world Anth.. ( Kebahagiaanmu lah yang paling penting untukku di dunia ini Anth ).. ‘


*****

__ADS_1


Seperti yang sebelumnya Putra katakan pada Anthony jika banyak yang harus dia lakukan hari ini itu memang benar adanya. Selepas berkeliling dengan menunggangi kuda menyusuri seluruh kebun teh mereka yang serempak ditanam bibit baru sekaligus memperkenalkan diri ke orang-orang yang bekerja di kebun teh mereka itu dan sedikit mengobrol, Putra langsung mengurus tentang renovasi kamar Anthony.


Dimana Pak Abdul sudah mendapatkan beberapa orang pekerja untuk membuat kamar tersebut persis seperti apa yang Anthony inginkan.


Dan, sesuai keinginan Anthony juga, kamar yang tadinya adalah kamar yang diperuntukkan untuk Rery dan Madelaine, akan Putra tempati karena Garret, Damian, Bruna dan Addison tidak mau pindah dari kamar mereka dan merasa juga jika Putra yang lebih layak untuk menempati kamar yang tadinya diperuntukkan untuk Rery dan Madelaine tersebut.


Jadi, ya sudah Putra mau tidak mau menyetujui untuk menempati kamar tersebut jika Anthony sudah bisa pindah ke kamar barunya, selain juga Putra mengkhawatirkan Anthony jika tidur di kamar barunya sendirian.


Meskipun memang nantinya Anthony sudah merengek agar dia dibiarkan tidur sendiri dalam kamarnya, setidaknya kamar yang tadinya diperuntukkan untuk Rery dan Madelaine itu menyambung dengan kamar Anthony dan Putra nantinya akan leluasa untuk menjaga Anthony dari kamar tersebut.


“Putra ..” Panggil Damian pada Putra yang baru saja menjelaskan apa-apa yang harus dikerjakan oleh para pekerja yang akan membereskan kamar Anthony berikut kamar yang akan Putra tempati.


“Yes Dam?.. ( Ya Dam? ) ..” Sahut Putra.


“Ad was called ( Ad barusan menelepon )”


“Any problem? ( Ada masalah? )”


“No”


“Then? ( Lalu? )”


“Ad was said, that Con was informed that the man named Budi was ask to do the acquisition asap then Arthur said that he could make an management for it..”


“( Ad bilang, kalau Con menginformasikan bahwa orang yang bernama Budi itu meminta proses akuisisinya dipercepat, dan katanya Arthur dapat mengatur untuk itu ) ..”


“By today? ( Hari ini juga? )” Tanya Putra lagi dan Damian mengangguk. “Then do it ( Ya sudah lakukan saja )” Ujar Putra kemudian.


“And Ad said better you catch him and Garret to the Capital ( Dan Ad mengatakan, sebaiknya kau menyusulnya dan Garret ke Ibukota )”


“What for?. The Restaurant is Ad who manage and bought the half share at the first, why my presence needed? ( Untuk apa?. Saham Restaurant yang dibeli kan Ad yang mengurusnya sejak awal, mengapa keberadaanku dibutuhkan? )”


“He is, but Ad said that the guy, the one that we took from that bastrd house .. ( Iya, tapi Ad bilang kalau pria itu, yang kita bawa dari rumah bajingn satu itu.. )”


“Dalu? ..”


“Ya whoever he’s name is.. ( Terserahlah siapa namanya )..”


“What’s wrong with him? ( Kenapa dengan dia? )” Tanya Putra.


“He told Arthur that he want to introduce all of us to one of Casino Boss at the Capital....”


“( Dia bilang pada Arthur kalau dia ingin mengenalkan kita semua pada salah seorang Bos Kasino di Ibukota )..”


“When? ( Kapan? )”


“Tonight ( Malam ini )”


Putra dengan cepat menggeleng.


“It’s impossible if we left Anth with Bruna here ( Tidak mungkin kita membiarkan Anth dan Bruna saja disini )”


“Ya I think you were right ( Ya kurasa kau benar )”


Damian manggut-manggut.


“But it’s an opportunity you know?..”


“( Tapi ini juga suatu kesempatan bukan? )”


“It is, but.. ( Iya, tapi .. )”


“How about this .. ( Bagaimana kalau begini )..”


Damian mempunyai ide di kepalanya.


“I’ll stay here with Bruna, you go to the Capital with Pak Abdul or Suheil ( Aku akan tinggal disini dengan Bruna, kau pergilah ke Ibukota dengan diantar Pak Abdul atau Suheil )”


“Hemm..”


“Who knows the Casino Boss will so much useful for us?”


“( Siapa tahu Bos Kasino itu bisa sangat berguna bagi kita? )”


Putra nampak sedang berpikir.


“Beside, you also can find an opportunity to meet and kiss that nurse, hem, hem?..”


“( Lagipula, kau kan juga bisa curi-curi kesempatan untuk bertemu dan mencium perawat itu, hem, hem? ) ..”


“Tsk”


Putra berdecak kecil selepas Damian membisikkan celotehannya.


‘But Dami was right, I miss her lips .. ( Tapi Dami benar juga, aku merindukan bibir Gadis ) ..’


Dan Putra tersenyum mesm.


****

__ADS_1


To be continue .....


Like jika berkenan.


__ADS_2