
Happy reading....
“Kerjaan lainnya Mbak Gadis kalau malam..” Sahut si pemudi.
‘Pekerjaan apa yang Gadis lakukan malam – malam begini?’
Putra bertanya – tanya dalam hati.
“Memang Gadis... bekerja apa malam – malam begini? ...”
“Kalau itu sih kurang tahu juga ya. Mbak Gadis ga terlalu terbuka juga orangnya walaupun baik banget”
“Anda berdua juga tidak tahu tempat bekerja Gadis saat malam?...” Tanya Putra.
“Engga” Jawab sepasang muda – mudi bersamaan. Putra pun manggut – manggut.
“Baiklah terima kasih”
“Sama – sama..”
***
Putra melangkahkan kakinya untuk kembali mendekat pada tiga saudaranya yang masih berdiri menunggu Putra di tempat mereka berdiri sejak tadi. Putra menghela nafas sedikit frustasi kala tiga saudaranya itu menanyakan hasil dari percakapan Putra dan dua orang yang ditanyai nya tadi mengenai rumah Gadis.
“Work?. (Bekerja?)”
“Hem” Putra mengangguk.
“She has another job than as nurse? ..”
“(Dia memiliki pekerjaan lain, selain sebagai seorang perawat?)”
“That was they said. (Itu yang tadi mereka katakan)”
“What job?. (Pekerjaan apa?)”
“They said that Gadis is not too open about herself around the place that she is living. So both of them don’t really know .. (Mereka bilang Gadis tidak terlalu terbuka tentang dirinya di daerah tempat tinggalnya. Jadi mereka berdua kurang tahu)..”
“So how it’s going to be?. (Jadi bagaimana?)” Tanya Garret. “Are we still want to relax or you want us to find out what that nurse another job?. (Apa kita masih mau mencari hiburan atau kau mau kita mencari tahu tentang pekerjaan lain perawat itu?)”
“Let us do our first plan .... (Sesuai rencana awal saja) ... I can ask Gadis tomorrow. (Aku bisa bertanya pada Gadis besok)” Sahut Putra meski ia sedikit memendam rasa penasaran dalam hatinya.
Garret, Damian dan Danny pun manggut – manggut dan mereka berempat kembali memasuki mobil masing – masing dan pergi menuju ke tempat untuk sekedar melepas penat, seperti yang telah mereka sepakati bersama sebelumnya.
***
“Woah, this place is more crowded than last time we came ..... (tempat ini lebih ramai dari yang terakhir kali kita datang....)” Damian sedikit terpukau dengan keadaan Pub yang mereka sambangi malam ini.
“I think so.... (Kurasa begitu .....)”
Putra manggut – manggut, begitupun Garret dan Danny.
Lalu ke empat pria tampan itu melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam Pub tersebut.
***
🎶Strumming My Pain With His Fingers ..... Singing My Life With His Words .....🎶
“Heeemmm .....” Damian manggut – manggut saat mereka sudah masuk ke dalam Pub yang pernah mereka sambangi sebelumnya sembari melihat ke arah panggung saat Danny sedang berbicara dengan seorang pramusaji.
“Still curious with the lady singer in this place?..... (Masih penasaran dengan penyanyi wanita di tempat ini... Hem?)” Ucap Putra seraya meledek Damian yang sepertinya intens memperhatikan seorang penyanyi wanita berpakaian sangat seksi diatas panggung dalam pub tersebut.
“Hahaha! .... If she be keen on to spend one night with me then why not? .. (Jika memang dia berminat untuk menghabiskan satu malam denganku lalu mengapa tidak? .....)”
Dami menyunggingkan seringai jahilnya.
“Beside, I wonder how wild ladies in this country. (Lagipula, aku ingin tahu seberapa liar para wanita di negara ini)”
“Che stronzo! (Dasar ba**ngan!)” Cibir Garret yang kemudian terkekeh.
Lalu Garret, berikut Putra, Damian dan Danny langsung pergi ke lantai dua Pub tersebut.
Meski ini kali kedua empat pria tampan dari luar negara itu datang ke Pub tersebut, namun nyatanya wajah mereka masih di kenali oleh para waitress di tempat tersebut.
Pasalnya, selain dari penampilan mereka yang terlihat nampak lebih elegan daripada tamu – tamu ekspatriat lainnya, toh empat orang tersebut memesan tempat di bagian eksklusif pub besar, yang tidak terlalu banyak orang dapat menyanggupi untuk membayar biaya sewa dari tempat eksklusif dalam pub yang berada di lantai dua.
Dan malam ini lebih banyak mata yang memperhatikan Putra, Damian, Garret serta Danny.
“Well, seems that you have a lot of choices tonight. (Yah, sepertinya kau punya banyak pilihan malam ini)”
“I will start from the sexy lady singer then. (Aku mulai dari penyanyi wanita itu kalau begitu)”
Dan mulut ke empat pria perlente itu pun kembali terbuka lebar.
Asyik bersenda gurau menaiki tangga menuju tempat eksklusif yang mereka pesan.
****
“Totally interesting to that lady singer. (Benar – benar tertarik pada penyanyi wanita itu), huh?”
Garret berkelakar karena Damian berdiri di reling dekat tempat mereka berada sembari memperhatikan dengan intens kearah panggung.
“Haha! ...”
Damian tergelak.
“Well, she’s hot! I admit it... (Yah, dia sangat ****! Aku akui itu.....”
Damian menyunggingkan senyum ke arah panggung sambil mengangkat gelasnya, karena si penyanyi wanita nampak sedang menatapnya dengan tatapan ketertarikan dari bawah sana.
“But I think that she is not the former singer who performed at the first time we came into this place (Tapi kurasa dia bukanlah penyanyi wanita yang sebelumnya tampil saat pertama kali kita datang ke tempat ini)”
“Are you sure that the different singer lady?. We were not that close seeing her face that time ....”
“(Kau yakin itu penyanyi wanita yang berbeda?. Kita tidak terlalu dapat memperhatikannya wajahnya waktu itu)”
“I can recognize a woman only by seeing her body slope (Aku bisa mengenali seorang wanita hanya dari lekuk tubuhnya saja)”
__ADS_1
Damian berkelakar dengan wajah tengil seorang Don Juan yang ia tunjukkan pada tiga saudaranya.
“What an as***le Casanova! .... (Memang dasar petualang cinta brengsek!) ...”
“Women hunter eyes.... (Mata pemburu wanita.....)” Putra dan Garret bersahutan melontarkan umpatan dan cibiran pada Damian.
Sementara Damian tertawa lebar saja mendengarnya.
***
“Still disrupted with Gadis another job, hem?. (Masih terganggu dengan pekerjaan lain Gadis, hem?)”
“Just a little bit curious ... (Hanya sedikit penasaran.....)”
“Then, your progressive relation with her? (Lalu, perkembangan hubunganmu dengannya?)”
“She’s mine! .... (Dia milikku!) ...” Sahut Putra sembari tersenyum penuh arti lalu menyesap minuman dalam gelasnya.
“Heeemmm????” Selidik Garret, Damian dan Danny pada Putra. “What did you said? (Kau bilang apa?)”
“Gadis is mine! (Gadis itu milikku!)” Sahut Putra lagi sembari menatap satu-satu tiga saudaranya yang sedikit tercengang itu.
“Haha finally!. (akhirnya!) ...”
Danny, Garret dan Damian nampak sumringah.
“And she’s agree?!. (Dan apa dia setuju?!)”
“I guess so... Gadis didn’t refuse my kiss ... ( Kurasa begitu ... Gadis tidak menolak ciumanku)...”
“Damned you Boss! (Sialan kau Bos!)” Celoteh Damian. “Still water runs deep (Diam – diam menghanyutkan), hem?.....”
“Just do something that necessary to do... (Hanya melakukan sesuatu yang perlu dilakukan)...”
“Hahaha!!! ...”
“Hello Gentlemen...”
Suara seorang wanita menyapa lembut berikut sosoknya yang muncul di tempat dimana empat ekspatriat tampan nan elegan itu berada, yang kemudian spontan menoleh.
*****
“Play save, Dudes!...... (Main aman!)....”
“We will, Boss! (Pasti Bos!)”
Garret dan Damian menyahut serempak pada Putra kala mereka sudah menggandeng satu wanita dan membawa masing – masing pasangan dadakan mereka itu ke sebuah lantai lain dimana disediakan juga tempat untuk memadu kasih dalam pergulatan berkeringat yang memabukkan.
Wanita yang datang mendekati ke tempat empat pria tampan nan elegan itu berada ada dua orang, yang langsung disambat oleh Damian dan Garret, karena Putra dan Danny enggan menanggapi.
“Just one round, please!. (Satu ronde saja!)” Celoteh Putra.
“Yes, Boss!”
Damian dan Garret menjawab serempak.
“You don’t want to choose one also, Dan? .... (Kau tidak mau memilih satu juga, Dan?....)”
“No, thank you!. (Tidak, terima kasih!)”
“Good\, means that only two as*ho*e we have in this family”
“(Bagus. Itu artinya kita hanya punya dua ba**ngan dalam keluarga ini)”
Danny dan Putra pun tergelak bersama.
*****
“Tsk! That two ashole! Dare to make us waiting this long while they have fun up there!* ( Dua ba**ngan itu berani – beraninya membuat kita menunggu lama sementara mereka asik bersenang – senang di atas sana!)”
Putra yang sudah berkali – kali menggerutu sembari melirik jam tangannya itu kembali menggerutu lagi.
Danny hanya terkekeh saja melihat Putra yang sudah mulai sedikit kesal itu.
“If they are not coming in the last ten minutes, leave that two ashole!* (Jika mereka tidak datang dalam sepuluh menit, tinggalkan saja dua ba**ngan itu!)”
Kembali Danny terkekeh melihat Putra yang kini semakin bersungut tak sabar. “Maybe you should took one, so you are not getting bored like this (Mungkin seharusnya tadi kau ambil satu, jadi kau tidak menjadi bosan seperti ini), Putra”
Danny berkelakar sembari terkekeh. Dan Putra spontan berdecih.
“I thought both of you were dead in a hole! (Kupikir kalian berdua mati di dalam lubang!)”
Putra langsung berkata dengan sarkasme saat tak lama Garret muncul bersama wanita pasangannya tadi, di susul oleh Damian.
“Hahahaha!!! Sorry Boss” Sahut Garret dan Damian.
“Have you changed your mind, Boss? ... (Apa kau berubah pikiran, Boss?...)”
“Maybe they have an exclusive lady, here? ... We’re okay to waiting!!!!!..... until you finish ..... (Mungkin mereka memiliki wanita eksklusif, disini? ... kami akan setia menunggu!!!... sampai kau selesai ...)”
Garret dan Damian dengan kelakarnya meledek Putra. “Not bad service you know (Servisnya lumayan tahu)”
“HUH!”
Putra sedikit memandang sinis pada keduanya.
Alih-alih merasa bersalah, Garret dan Damian malah terkikik.
“Just move your both as!!!* (Ayo cepat pulang!!!)”
“Five minutes! (Lima menit!)”
“What now?! (Apalagi?!)”
“I’m curious to Delima ...... (Aku penasaran pada Delima)”
“Delima?...”
__ADS_1
“Hu’um. The former lady singer! (Penyanyi wanita yang waktu itu!)”
“Cih!”
Putra berdecih.
“Leony said that the other lady singer than that one, her name is Delima! ... (Leony berkata penyanyi wanita yang satu lagi, namanya Delima!) ....”
“Like I care! (Memang aku perduli!)”
Putra berkata dengan malas sembari bangkit dari duduknya.
“But I am! (Tapi aku iya!)”
Putra memutar bola matanya malas.
“Oh come on Putra, I really curious to see Delima closely! ... (Ayolah Putra!, aku benar – benar penasaran untuk melihat Delima lebih dekat!) ...”
Damian masih mencoba membujuk Putra.
“Leony said that Delima is totally gorgeous .....”
“(Leony mengatakan kalau Delima benar – benar mengagumkan ...)”
“Could both of you make this jerk shut up?! ... (Bisakah kalian berdua membuat si brengsek ini diam?!) ....”
Garret dan Danny terkikik saja. Mereka berdua berjalan di depan Putra dan hendak turun dari lantai tempat mereka sekarang.
“We all know, that nobody can’t stop Mister Damian if he get curious to a woman! ... ( Kita semua tahu, kalau tidak ada yang bisa menghentikan Tuan Damian jika dia penasaran pada seorang wanita!)...”
“For a gorgeous woman, hot and beautiful.... of course!. (Untuk seorang wanita yang mengagumkan, seksi dan cantik.... tentu saja!) ...”
“.....”
“Five minutes Putra!..... (Lima menit Putra!)...”
Putra tidak mau menanggapi permintaan Damian.
“Leony said that the lady singer name Delima, will finish entertaint their special guest tonight not quite longer! ..... (Leony mengatakan kalau penyanyi wanita yang bernama Delima itu, akan selesai menghibur tamu spesial mereka malam ini tidak lama lagi!)...”
“Well seems that she’s not unusual singer, heh?.... (Sepertinya dia bukan penyanyi biasa, ya?) ...” Cibir Putra. Lalu ia pun mendengus sembari berjalan.
Damian mengekorinya.
“That’s why I’m curious okay? ... (Itulah makanya aku penasaran, oke? ...)”
Putra memekakkan telinganya pada Damian yang memintanya untuk tidak bergegas pergi dulu sampai dia bisa bertemu dengan penyanyi yang membuat Damian penasaran.
“Won’t be long, I promise!.... (Tidak akan lama, aku janji!) .....”
“Just move your as, or I will make you to work at the tea garden for a very long time ...*”
“(Pulang, atau aku akan membuatmu bekerja di perkebunan teh untuk waktu yang sangat lama).....”
Putra melemparkan ancamannya pada Damian.
“As I make sure that your junior will be rusty!... (Seperti aku juga akan memastikan kalau juniormu akan berkarat!)...”
“What a meaan Boss and Brother!. (Sungguh Bos dan Saudara yang kejaam!)”
Damian menyerah pada akhirnya.
Putra, Damian, Garret dan Danny pun sudah berada di luar pub untuk masuk ke dalam mobil masing – masing dan kembali ke tempat tinggal mereka.
Dengan langkah ringan ke empatnya berjalan menuju parkiran. “Sir!”
“Yes?!” Putra yang menyahut, karena Garret dan Danny sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil yang akan masing – masing mereka kendarai.
“Is this yours, Sir? (Apa ini milikmu, Tuan?)” Seseorang yang muncul dan mendatangi Putra yang adalah salah seorang waitress itu menunjukkan sebuah zippo berwarna emas.
“Ah, yes it is mine (iya ini milikku)”
“Here, Sir (Ini, Tuan)”
“Thank you! (Terima kasih!)”
“You are very welcome Sir ... (Dengan senang hati) ...”
Waitress itu berlaku ramah pada Putra.
“Wait! (Tunggu!)”
“Yes Sir? (Iya Tuan?)”
“Here! Take it! (Ini! Ambillah!)”
“Oh no, please Sir.... (Oh tidak, tidak perlu Tuan ...)”
“Just take it ... (Ambil saja....)” Putra menyodorkan selembar uang pada waitress itu.
Waitress itu menerima uang tip yang diberikan Putra padanya dengan cukup sopan.
Putra tersenyum dan mengangguk saat waitress itu berterima kasih sembari sedikit merunduk hormat.
Putra pun langsung mengayunkan langkahnya menuju mobil saat pelayan tersebut telah pamit undur diri.
Mobil yang ditumpangi Putra dengan Garret yang mengemudikan bergerak setelah mobil yang ditumpangi oleh Danny dan Damian dengan Danny yang menyetir berjalan lebih dulu.
Mata Putra tidak sengaja menatap spion mobil yang ada di sisi kirinya. Pantulan yang terlihat dari spion mobil membuat Putra mengernyitkan dahinya.
‘Gadis?..’
*****
To be continue ...
Jangan lupa dukungan untuk karya ini.
__ADS_1