
Happy reading..
“Seems that this is a big Mansion ( Sepertinya Kediaman ini sangat besar )”
Putra yang mendengar ucapan Garret itu pun mengangguk. “It is ( Memang )”
“And—“
Ucapan Garret terpotong.
“HEY!”
Saat sebuah suara berat nan sangar terdengar dan sosok pria berbadan besar sudah berada di dekat Putra dan Garret dengan wajah yang sangat tidak ramah.
“Wie ben jij?! ( Siapa kalian?! )”
Pria berwajah sangar itu segera mendekat dan berteriak pada Putra dan Garret, sembari menodongkan senjatanya ke arah Putra yang berdiri didepan Garret.
Lalu bertanya dengan nada dan sikap yang sama tentang bagaimana Putra dan Garret bisa berada di tempatnya sekarang, yang sudah keluar dari gapura taman yang terlarang untuk dimasuki oleh orang asing, bahkan para pengawal kediaman Ramone juga tidak diperbolehkan masuk ke dalam taman tersebut.
Dimana rumor yang tersebar dalam seisi kediaman mewah Ramone yang nampak seperti kastil itu, bahwa ada tanaman langka di dalam taman tersebut.
Jadi Ramone tidak mau tanaman langka itu sampai rusak, jika ada orang selain dirinya dan orang-orang yang ia ijinkan untuk masuk ke dalam area taman tempat Putra dan Garret nampak muncul dari sana.
Dan tentu saja, pria berbadan besar dan berwajah sangar itu heran ada dua orang asing yang ia temukan saat dirinya sedang berkeliling mansion milik Ramone.
Yang pastinya pria yang merupakan bodyguard itu berpikir bisa saja Putra dan Garret adalah musuh yang menelusup ke kediaman Bos Besar mereka untuk mencelakai Ramone.
“Wij leveren alleen wijn ( Kami hanya pengantar wine )”
Putra mengangkat tangannya, setelah menunjukkan botol wine yang ia dan Garret pegang.
“En we zijn veerdwald ( Dan kami tersesat ).....” ucap Putra lagi dengan berpura-pura polos.
Tapi bodyguard tersebut nampak menatap Putra dan Garret penuh curiga lalu menyuruh Putra untuk berlutut di tanah bersama satu temannya lagi yang tak lama menyusul dengan juga memegang senjata api.
“Ga jongens! ( Pergi kalian! )”
Tepat sebelum Putra dan Garret dipaksa berlutut, sebuah suara bariton yang tegas terdengar.
“Who do you talk too? ( Kau bicara pada siapa? )” Putra bersuara, dimana bodyguard pertama yang menghadang Putra dan Garret langsung membentaknya.
Plak!.
Sebuah tamparan melayang di pipi bodyguard yang menghardik Putra dengan sangat keras dari pria yang tadi menyuruh pergi.
Bukan pada Putra dan Garret, melainkan pada si bodyguard yang membentak Putra karena pria yang baru tiba itu adalah si Jungleman.
Yang kemudian menarik kasar kerah baju bodyguard pertama dan berbisik di telinga bodyguard tersebut, lalu dua bodyguard yang hendak melumpuhkan Putra dan Garret itu kemudian pergi dengan berjalan mundur sembari menundukkan kepala mereka.
Lalu si Jungleman membawa Putra dan Garret menuju suatu pintu yang akan tembus pada dapur Kediaman Ramone.
Putra dan Garret pun berjalan dibelakang si Jungleman.
“All of them are all here already? ( Mereka sudah datang semua? )”
Putra bertanya dengan sangat pelan pada si Jungleman. Namun meski suara Putra terdengar pelan, si Jungleman yang indera pendengarannya cukup tajam itu dapat mendengarnya.
“Only the fckin’ Jiltk that hasn’t come yet* ( Hanya gerombolan Jiltk sialan yang belum datang )” jawab si Jungleman.
“Hemmm”
Kemudian si Jungleman berlagak bicara untuk menyuruh Putra dan Garret meletakkan tiga botol wine yang mereka bawa ke dalam suatu ruangan, saat mereka sudah berada disatu bagian dapur dengan beberapa orang yang nampak sibuk menyiapkan makanan.
“That guy? ( Pria itu? )”
__ADS_1
“Hem”
Putra mengangguk samar menjawab pertanyaan si Jungleman yang telah berada dalam ruangan yang tadi ia tunjuk, setelah memberi tahu Ramone tentang seorang pria berpakaian pelayan, di dapur Kediaman Ramone.
“Alright then ( Baik jika begitu )” ucap si Jungleman kemudian dengan samar, lalu ia keluar dari dalam ruangan tersebut.
***
“You recognize that waitress? ( Kau mengenali pelayan itu? )”
Garret yang berdiri di dekat Putra langsung bertanya dengan nada suara yang pelan pada saudara angkatnya itu.
Putra pun mengangguk samar.
“I saw him met the rat that I want to repell yesterday, after he met another man in the toilet restroom that I was ‘took care’ ( Aku melihatnya bersama dengan tikus yang ingin ku basmi kemarin, setelah ia bertemu dengan pria lainnya dalam kamar mandi restoran yang sudah aku ‘urus’ )”
Putra menjelaskan dengan cepat pada Garret dengan nada suara yang pelan dan Garret pun manggut-manggut.
“That rat was failed in his first way to kill Vader, then that guy must be his B plan ( Tikus itu gagal dalam percobaan pertamanya untuk menghabisi Vader, maka pelayan tadi adalah rencana B nya )”
“I see .....” Garret kembali manggut-manggut.
“Hey,”
Putra dan Garret menoleh saat si Jungleman telah kembali setelah beberapa saat kemudian, namun ia hanya membuka pintu ruangan tempat Putra dan Garret berada dan berdiri sembari memegang gagang pintu yang terbuka, sembari memberi kode dengan kepala agar Putra dan Garret ikut dengannya.
Dapur Kediaman Ramone sudah sepi dan ketiga orang tersebut meniti sebuah tangga untuk sampai ke lantai yang berada di atas dapur. Lalu si Jungleman membuka sebuah kamar yang terletak di paling ujung koridor pada lantai yang sudah mereka tapaki saat ini, dan melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kamar tersebut.
Putra dan Garret ikut masuk ke dalam kamar tersebut tanpa dikomando lagi oleh si Jungleman.
“So, should I throw away all food and drinks that already prepared? ( Jadi, apa harus aku buang semua makanan dan minuman yang telah disediakan? )”
“No need ( Tidak perlu )” sahut Putra.
Yang kemudian mendudukkan dirinya di atas sofa dalam kamar tersebut.
Si Jungleman pun mengangguk paham, lalu ia kemudian bergegas keluar dari kamar tersebut.
**
Putra duduk dengan tenangnya di atas sofa sembari menyandarkan kepalanya di sandaran sofa lalu memejamkan matanya sejenak.
Sejenak, Putra teringat pada Gadis juga Anthony yang sudah ia rindukan.
“Was Vader made an announcement about his decision to quit? ( Apakah Vader telah membuat pengumuman tentang keputusannya yang ingin berhenti? )”
Putra bertanya pada si Jungleman yang kini telah kembali ke dalam kamar tempat Putra dan Garret menunggunya. Si Jungleman itu duduk di sofa single samping Putra.
“You think Ramone is that stupid? ( Kau pikir Ramone sebodoh itu? )”
“Maybe ( Mungkin saja ) .... Maybe his old age made him stupid ( Mungkin saja umur tua nya membuat ia jadi bodoh )” ucap Putra asal.
Si Jungleman itu pun mendengus geli sambil memotong ujung cerutu yang sudah ia pegang di tangannya.
“Ramone hasn’t say anything about his plan to quit and choose another king to replace him to this family ( Ramone belum mengatakan apapun tentang rencananya untuk berhenti dan memilih raja lain untuk menggantikannya pada keluarga ini ) .....”
Putra tidak berkomentar.
“Only the information that Ramone is suffer of something, was become a big rumor and some of noisy happened in family ..... ( Hanya saja informasi mengenai Ramone yang mengidap sesuatu, menjadi suatu berita besar dan beberapa kekacauan terjadi dalam keluarga).....”
“Vader is sick? ( Vader sakit? ) .....”
Si Jungleman manggut-manggut. “Liver ( Penyakit hati )”
Dan Putra terdiam lagi kemudian.
__ADS_1
“How bad? ( Seberapa parah? ) .....” tanya Putra lagi.
“Chronic ( Kronis )” jawab si Jungleman dan Putra manggut-manggut kemudian.
Putra terlihat tenang, namun dari sorot matanya tertangkap bahwa ia khawatir selain terkejut atas informasi yang diberikan si Jungleman tentang penyakit ayah baptisnya itu.
“And I think today’s meeting is because a provocation by someone who knows about Ramone’s health condition, so family is getting fret. You know ( Dan pertemuan hari ini aku rasa karena provokasi oleh seseorang tentang kondisi kesehatan Ramone, jadi keluarga menjadi resah. Kau tahulah ).....”
“So Vader’s condition is supposed to not to be exposed, but someone has made a leak? ( Jadi kondisi Vader seharusnya tidak diungkap, tapi seseorang telah membocorkannya? ) .....”
“Kind of ( Seperti itu kira-kira )”
“The Doctor?” tebak Putra.
“Henrick was come here, when Ramone get checked after he almost collapsed and told about the illness, so I guess it’s him who provoked everyone in fam even he was said to me that he just come when the Doctor left.....”
“( Henrick datang kesini, saat Ramone diperiksa karena hampir kolaps dan mengatakan soal penyakit yang dideritanya, jadi tebakanku dia yang memprovokasi semua orang dalam keluarga ini, walaupun dia mengatakan padaku kalau dia baru saja tiba saat dokter pergi ).....”
Si Jungleman menjeda ucapannya sesaat untuk menyesap cerutunya.
“So my guess, it’s him and his father who spread the rumors and make those fret appear about how the business will keep going and of course a position of new leader is targeted.... ( Jadi tebakanku, dialah dan ayahnya yang menyebarkan berita hingga membuat keresahan timbul dalam keluarga tentang kelangsungan bisnis dan tentunya posisi pemimpin baru sangat diincar ) .....”
Putra menyungging miring kemudian, setelah mendengar penjelasan panjang lebar dari si Jungleman.
“And we knows who is very eager to that position ( Dan kita tahu siapa yang sangat menginginkan posisi tersebut )” ucap Putra.
“That f*ck*n’ Jiltk seems forget their position in this family! ( Para Jiltk sialan itu lupa posisi mereka dalam keluarga ini! )”
Si Jungleman nampak geram.
“That lowly father and son ( Ayah dan anak rendahan itu ).....”
“That lowly father and son could get what they want if they have a big and strong support from outside to conquer what Vader has been conquer all this time”
“( Ayah dan anak rendahan itu bisa mendapatkan apa yang mereka mau jika mereka punya dukungan pihak yang kuat dari luar untuk menguasai apa yang telah Vader kuasai selama ini )”
Putra menimpali ucapan si Jungleman, sementara Garret hanya menjadi pendengar yang baik saja jika pendapatnya tidak ditanyakan.
Si Jungleman pun manggut-manggut.
“And I believe you won’t let that happen ( Dan aku percaya kau tidak akan membiarkan hal itu terjadi )”
“That’s why I’m here ( Itulah mengapa aku ada disini )”
***
“Seems that you already thought about how the Jiltk wants to get rid of Ramone by put something inside the drink?”
“( Sepertinya kau sudah menduga tentang bagaimana para Jiltk ingin menyingkirkan Ramone dengan mencampurkan sesuatu ke dalam minuman? )”
Si Jungleman berbicara pada Putra saat ia, Putra dan Garret telah keluar dari kamar tempat mereka berada tadi untuk menuju sebuah ruangan yang disebut aula dalam Kediaman Ramone, karena memang ruangan tersebut digunakan Ramone untuk mengadakan pertemuan dengan orang-orangnya.
“Just guessing ( Hanya menebak saja )”
“What a prompt guess ( Tebakan yang tepat )”
“That fake waitress has talked? ( Pelayan palsu itu sudah bicara? )”
“After I told one of our men to cut off one of his finger, yes he talked ( Setelah kusuruh satu dari orang kita untuk memotong satu jarinya, ya dia mau bicara )”
“Bring him to the hall, then finished him after he point his finger to every person at Jiltk side in the room ( Bawa dia ke aula, lalu habisi setelah dia menunjuk setiap orang yang berada dipihak Jiltk dalam ruangan itu )”
“And the Jiltk? ( Lalu bagaimana dengan para Jiltk? )”
“Give Henrick Jiltk to me, I want to make him as an ‘example’ for his allies ( Berikan Henrick Jiltk padaku, aku ingin menjadikannya ‘contoh’ untuk para sekutunya )”
__ADS_1
***
To be continue..