LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 357


__ADS_3

Happy reading.....


England,


Tugas untuk menyingkirkan sekutu Jaeden yang dinilai sebagai sekutu besarnya Jaeden selain pria yang bernama Gaines itu telah Damian selesaikan tanpa susah, sama seperti bagaimana Damian menyingkirkan Gaines.


Dan tak hanya menyingkirkan bantuan ‘kekuatan’ terbesar Jaeden, Damian juga telah mengambil alih banyak uang dan beberapa aset yang bernilai besar dari kedua orang tersebut. Yang mana, dari sekian banyak uang yang telah Damian, Putra, Garret dan Devoss berikut kelompok mereka gasak itu ada jatah Jaeden disana.


Yang memang sangat ingin Putra rampas, sebagaimana Jaeden telah merampas banyak harta keluarga Kingsley Smith, termasuk hak Rery sebagai pewaris dari Kingsley Smith sendiri.


‘I’ll make him lost everything and make him suffer before I kiiled him, also I won’t let any of his family and descendant if we missed whoever are they that we’ll vanish too----can live propherly ( Aku akan membuatnya kehilangan semua yang dia punya dan membuatnya menderita sebelum aku membunuhnya, serta tidak akan aku biarkan satupun keluarga dan keturunannya jika kita melewati beberapa dari mereka untuk juga kita singkirkan----untuk hidup dengan layak )’


Seperti itu yang pernah Putra katakan dihadapan Damian dan para saudaranya yang lain mengenai keinginan Putra pada Jaeden untuk membalas dendam kesumatnya pada pria yang sudah membunuh Rery dan istrinya berikut orang-orang terdekat dan terkasih mereka serta mereka yang setia, dan juga karena menjadi penyebab utama Anthony menderita.


Meski sekarang Anthony telah menjadi normal dan berbahagia dalam kehidupan barunya di tempat yang baru, dengan orang-orang yang sangat menyayangi dan mengasihi anak kandung almarhum Rery dan istrinya itu tentunya.


Selain, mereka yang kini memposisikan diri mereka sebagai orang tua Anthony----akan melindungi Anthony dengan segenap jiwa dan raga mereka. Termasuk, memberikan Anthony apa yang menjadi hak mutlak bocah tersebut sebagai satu-satunya pewaris dari keluarga Kingsley Smith.


***


“We got all the money that keep inside this place, Boss ( Kami sudah mendapatkan semua uang yang disimpan di tempat ini, Boss )”


Damian mengangguk samar ketika satu anak buahnya memberi laporan, sambil Damian memperhatikan banyak tas dan koper serta dus yang ditunjuk oleh satu anak buah yang barusan memberikan laporan itu.


“I think this equal from what we got from their factory with what you, Putra dan Garret took from that Chicago Guy’s casino ( Aku pikir jumlahnya sepadan dengan apa yang kita dapat dari pabrik mereka dengan apa yang juga kau, Putra dan Garret ambil dari kasino si Pria Chicago itu )”


Devoss yang juga memperhatikan tas, koper dan dus berisikan uang itu berkomentar.


“Even more I guess ( Malah lebih banyak dari itu menurutku )-“


“Kind of ( Sepertinya begitu )-“


“All of you sure there’s no more inside? ( Kalian semua yakin sudah tidak ada lagi di dalam? )”


“Yes, Boss –“


“Anything else than money and those black market stuffs? ( Ada yang lain selain uang dan barang – barang selundupan? )...”


“Heroine, Boss –“


“Just take some of it, because maybe we need it ( Ambil sebagian, karena siapa tahu kita membutuhkannya )”


Damian lalu menukas ucapan anak buahnya seraya menurunkan perintah, yang langsung diiyakan oleh satu anak buah tersebut.


“Any guns? ( Ada senjata api? )...” Damian bertanya kemudian.


“Yes, Boss. We already took those guns out ( Iya, Boss. Kami sudah mengeluarkan senjata – senjata itu )”


Damian mengangguk samar, begitu juga Devoss.


“Get in those money into car, assign some of our men to give those money to Thomas ( Masukkan semua uang itu ke dalam mobil, tugaskan beberapa orang untuk memberikan uang – uang tersebut pada Thomas )”


Kemudian perintah tercetus lagi dari mulut Damian.

__ADS_1


“Bring also those guns and some heroine to TBW. Divide two. And Blow this place until ashes, after ( Bawa juga senjata – senjata itu ke TBW. Bagi menjadi dua bagian. Dan ledakkan tempat ini tanpa sisa, setelahnya )”


Ucapan Damian yang berupa perintah itupun segera direspons oleh orang-orangnya yang kemudian bergerak sigap.


“Let’s go Dev\, I don’t want to miss a momen when Putra mutilated that m*therfuck*r Jaeden while he’s up ( Ayo Dev, aku tidak ingin melewatkan kesempatan saat Putra memutilasi si keparat Jaeden saat dia dalam keadaan sadar )”


“Hm?” Devoss terkesiap. “Mister Putra... really will do that? ( Mister Putra... benar akan melakukannya? )...” tanya Devoss pada Damian untuk memastikan.


Dimana Damian mengulas senyuman. “Maybe.”


Lalu pria itu menjawab Devoss dengan tenang, sebelum ia kembali berkata.


“Or at least\, Putra will broken that m*therfucker’s legs\, hands... before take out his kidney with Putra’s own hands\, or some more else. Cut that m*therfucker’s tongue\, or even take out Jaeden’s eyes while that guy is still alive ( Atau setidaknya, Putra akan mematahkan kedua kaki si keparat itu, tangannya... sebelum mengeluarkan ginjalnya dengan tangan Putra sendiri, atau hal lainnya lagi. Seperti memotong lidah si keparat itu, atau bisa saja mencungkil kedua mata Jaeden dalam kondisi hidup )”


Devoss spontan saja meneguk kasar ludahnya, setelah mendengar ucapan panjang lebar Damian atas pertanyaannya tentang Putra yang kemungkinan akan memutilasi Jaeden dalam keadaan pria itu masih hidup, seperti ucapan Damian sebelumnya.


‘I have to think some reasons if Mister Putra really do what Mister Damian just said about what Mister Putra going to do to Jaeden ( Aku harus memikirkan alasan jika Tuan Putra benar melakukan hal yang Tuan Damian katakan barusam tentang apa yang akan Tuan Putra lakukan pada Jaeden )...’


Devoss membatin kemudian.


‘I’m okay with blood, dead bodies ( Aku biasa saja melihat darah, jasad-jasad )...’


Salah satu orang kepercayaan Ramone itu masih membatin.


‘But seeing someone’s eyes taking out when he’s still alive, I don’t think I’m strong enough to see it ( Tapi melihat mata seseorang dikeluarkan dalam kondisi yang bersangkutan masih hidup, rasanya aku belum cukup sanggup melihatnya )’


Devoss bergidik kemudian.


***


“What ( Apa )?...” ( Putra )


“Just thinking, seems that I Nero Fuoco is becoming Grey Fire now ( Hanya berpikir, sepertinya Sang Api Hitam kini sudah menjadi Api Abu – Abu sekarang ), hem?” ( Accursio )


“Wrong... It becomes a Warm Fire... But just a little bit  ( Salah... Yang benar adalah menjadi Api Yang Hangat... Tapi hanya sedikit saja )” ( Putra )


***


“A woman with a very soft heart makes me ( Seorang wanita dengan hati yang sangat lembut yang telah membuatku seperti itu )”


Putra tersenyum penuh arti ketika mengatakan sebaris kalimat tersebut dihadapan Accursio, dimana pikirannya sedikit menerawang membayangkan Gadis dan semua yang Putra rindukan dari istri tercintanya itu.


Namun senyuman Putra itu perlahan memudar, ketika salah seorang anak buah menghampiri dirinya dan Accursio.


“I’m sorry for disturbing, Boss ( Maafkan saya yang mengganggu, Boss )”


“It doesn’t matter ( Tidak masalah )” sahut Putra pada satu anak buah yang menghampirinya dan Accursio itu.


Lalu Accursio ikut berbicara, seraya ia bertanya pada satu anak buah tersebut. “What is it ( Ada apa )?”


“Four cars coming ( Ada empat mobil yang datang )” jawab si anak buah dengan sigap.


“Let them ( Biarkan mereka )”

__ADS_1


Putra berkata.


“You all just stand there while them in ( Kalian tetap di tempat kalian saat mereka masuk )”


“Yes, Boss,” sahut satu anak buah yang sedang melapor pada Putra dan Accursio itu.


“Just prepare all of guns you and your friends have ( Siapkan saja semua senjata yang kau dan rekan – rekanmu punya )”


“Yes, Boss.” Satu anak buah itu menyahut lagi dengan sigap.


“I allowed you to shoot while you all think that those men are make some suspicious move or threatening you all if they’re realized that you all are not their men.”


( Aku mengijinkan kalian untuk melepas tembakan saat kalian berpikir jika orang – orang itu membuat gerakan yang mencurigakan atau mengancam kalian andai mereka menyadari jika kalian bukan orang – orang mereka )


Putra berkata lagi, dengan dirinya yang hendak melangkahkan kakinya. Dimana sebelum dia mengayunkan lebih banyak langkah, sebaris kalimat peringatan Putra katakan pada satu anak buah yang sedang berbicara dengannya dan Accursio itu.


“But one person that you all may not ‘touched’, cause his mine ( Tapi satu orang yang tidak boleh kalian ‘sentuh’, karena dia milikku )” ucap Putra. “Every scratch at his body, only me who may to do that.  Understand ( Setiap goresan di tubuhnya, hanya aku yang boleh membuatnya. Mengerti )?”


“Copy that, Boss ( Mengerti, Boss )” sahut satu anak buah tersebut.


“Good ( Bagus )”


Putra berucap.


“Better not dissapoint me, if you and your friends still want to live longer ( Sebaiknya jangan mengecewakanku, jika kau dan teman – temanmu ingin hidup lebih lama )”


Satu peringatan yang dijawab dengan sahutan patuh yang sigap, terdengar dari mulut Putra dan satu perwakilan dari orang – orang yang merupakan anak buah Putra dan para saudara – saudaranya, sebelum Putra memantapkan langkahnya menuju ke satu arah.


***


“They’re in ( Mereka sudah masuk )”


Satu orang lain yang menyertai Putra kini sudah berada di satu tempat dalam mansion Kingsley Smith itu memberikan laporan pada putra setelah ia mendengar informasi yang diberikan rekannya melalui alat telekomunikasi khusus Putra dan kelompoknya.


“Clear up all entrance and exit of this place ( Amankan setiap pintu masuk dan keluar tempat ini )” ucap Putra setelahnya. “None of those men inside that four cars may out from here. Except one who become my business ( Tidak satu orang pun dari mereka yang ada di dalam empat mobil tersebut boleh keluar dari sini. Selain satu orang yang akan menjadi urusanku )”


“Yes, Boss.”


Lalu Putra mengangguk pada empat orang anak buah lainnya yang kemudian masuk ke dalam satu ruangan, yang berada dihadapan Putra saat ini.


“MOVE! ( AWAS! )”


Putra yang berdiri di satu sudut bagian mansion Kingsley Smith tempatnya berada sekarang, langsung menyeringai ketika ia mendengar satu suara yang nampak tergesa menuju ke arahnya.


Satu suara dari seseorang yang sudah Putra tunggu – tunggu untuk ia habisi dengan tangannya sendiri.


Putra memasang dua buah knuckle di tangannya.


Knuckle yang adalah sepasang keling, yakni jenis senjata yang terbuat dari logam dimana cara penggunaannya adalah dipasangkan di buku jari – jari tangan untuk kemudian bermanfaat untuk membuat lawan terluka seketika dengan hanya sekali tinju saja.


Karena efek target yang terkena pukulan dari tangan yang menggunakan tonjokan besi tersebut, akan membuat kerusakan besar pada setiap bagian yang terkena tonjokan besi tersebut. Dan sepasang knuckle yang sedang Putra kenakan tersebut, adalah milik Rery.


‘I’ll give him your greetings as a beginning ( Aku akan menyampaikan padanya salam darimu sebagai permulaan ), Rery....’

__ADS_1


*****


To be continue....


__ADS_2