
LIFE OF A MAN PART 280
*******************
Happy reading ...
*******************
London, England ....
Kepala Putra segera tertoleh ketika ada sebuah mobil yang menyalip dari arah sebelah kiri mobil yang ia tumpangi, dimana mobil yang menyalip tersebut melaju dengan kecepatan diatas rata – rata.
Damian juga sempat mengalihkan perhatian pada mobil yang melaju dengan kecepatan diatas rata – rata itu dan berdecih kemudian. Dan kemudian melandaikan lagi duduknya.
Berbeda dengan Damian yang nampak duduk santai sambil merebahkan kepalanya pada sandaran kepala belakang kursi penumpang yang ia duduki, Putra menegakkan duduknya dengan Putra yang langsung mengernyit tajam setelah mobil tersebut melewati mobil yang sedang disupiri oleh Jules itu.
“That car ( Mobil itu ) –“
“What’s wrong ( Ada apa )? –“
Damian sedikit menegakkan duduknya, kala ia mendengar Putra menggumam.
“Follow that car (Ikuti mobil tadi), Jules!”
Alih – alih menjawab Damian, Putra langsung berseru pada Jules dan memberikan perintah setelah sepenggal ingatan hinggap di otak Putra, sehubungan dengan mobil yang melaju dengan kecepatan diatas rata – rata yang melewati mobil yang ditumpanginya tadi.
Damian langsung lebih menegakkan duduknya sambil menoleh dan memandangi Putra dengan ekspresi ketidakpahaman.
**
“You know that car that moving fast ( Kau mengenali mobil yang melaju cepat itu )?---“
“One of Kingsley’s ( Itu salah satu milik Kingsley )”
Putra dengan cepat menjawab pertanyaan Damian.
“Really?? ...”
Putra pun mengangguk yakin pada Damian yang nampak terperangah itu.
“I know every Kingsley’s stuffs in his Mansion, like I know every part of my body ( Aku tahu semua barang Kingsley yang ada di Mansionnya, seperti aku mengetahui setiap bagian pada tubuhku )—“
Lalu Putra berucap setelahnya, sambil ia menggeser duduknya sedikit ke tengah dan matanya menjadi awas ke arah jalanan luar selurusannya memandang dari balik kaca mobil depan yang sedang ia tumpangi itu.
**
“What about the others ( Bagaimana dengan yang lainnya )?”
Damian teringat pada Garret dan Devoss serta orang mereka lainnya.
“Should we tell them about this ( Apa kita perlu memberitahu mereka tentang ini )? –“
__ADS_1
“No time ( Tidak ada waktu )” potong Putra. “We can lost that car ( Kita bisa kehilangan mobil tadi )”
“Okay.” Sahut Damian.
“Just code Garret and Devos to keep the distance with our car ( Berikan saja kode pada Garret dan Devoss untuk menjaga jarak dengan mobil kita )”
“Okay---“ sahut Damian lagi.
“Make sure you don’t lose that car ( Pastikan kau tidak kehilangan mobil tadi ), Jules ---“
“Yes Boss.” Sahut Jules.
“Even I’m sure it go to Kingsley’s Mansion ( Meskipun aku yakin jika mobil itu pergi ke Mansion milik Kingsley )”
**
“It’s impossible if that m*therf*cker already comeback here\, don’t he ( Tidak mungkin jika keparat itu sudah kembali kesini, bukan )?”
Damian berbicara pada Putra saat mobil yang ia tumpangi bersama Putra-dengan Jules yang mengemudikannya, telah sampai di sebuah kawasan tempat tinggal elit yang Damian juga kenal sama baiknya dengan Putra.
Putra menggeleng.
“I’m sure it wasn’t him ( Aku yakin itu bukan dia )”
Lalu Putra berucap.
“Could be ( Mungkin saja ) ... Freya? –“
Damian mengatakan dugaannya.
Putra mengangguk seraya mengiyakan.
“Weird ( Aneh )---“
“Why ( Kenapa memangnya )? ...” Putra sontak bertanya pada Damian yang wajahnya nampak sedikit terheran-heran.
“Isn’t she pregnant ( Bukankah dia sedang hamil )?---“
Damian menjawab Putra kemudian.
“And it’s kinda weird if a pregnant woman was out this late ( Dan sedikit aneh saja jika wanita hamil keluar di jam seperti ini )”
“Then we should find out right ( Maka kita perlu mencari tahu bukan )?” sahut Putra. “Move slowly but normal ( Bergerak perlahan tapi normal ), Jules.”
Jules pun menyahut paham.
“Give code to others for stop here ( Berikan kode pada yang lain untuk berhenti disini )”
“Yes Boss.”
Sekali lagi Jules menyahut paham.
__ADS_1
“How about if not Freya who is in that car? Then who ( Bagaimana jika itu bukan Freya yang berada di dalam mobil tersebut? Lalu siapa )? ...”
Damian bertanya-tanya sendiri dalam gumamannya.
Putra hanya mengendikkan bahunya.
“Get a little bit more closer ( Sedikit lebih mendekat ), Jules.”
Putra memberikan titah saat mobil yang diikuti itu telah berjalan masuk menuju ke sebuah area yang nampak khusus, dimana sebuah rumah mewah di ujung jalan sudah terlihat gagah berdiri walau dari kejauhan.
“Will be risky ( Akan beresiko )” tukas Damian.
“Hem –“ Putra berdehem pelan dan pendek.
“Beside, still it’s hard to see who is the person inside the car, regarding she or he won’t out from the car outside the gate ( Lagipula, akan tetap sedikit sulit untuk melihat siapa orang yang berada di dalam mobil, karena dia tidak akan turun dari mobil di luar gerbang )”
“Then make it happen ( Maka buat itu terjadi )”
Putra segera berucap selepas Damian berbicara.
“But how ( Tapi bagaimana )?..” Damian sontak bertanya sambil menatap Putra.
“Drive faster and stop in front of the gate, then push the brake harder ( Kemudikan lebih cepat dan berhenti di depan gebang, lalu injak rem sedikit keras ), Jules.”
Alih-alih menjawab Damian, Putra kembali berbicara untuk memberikan perintah pada Jules.
“What?!” pekik Damian.
“You heard what I just said ( Kau dengar apa yang baru saja aku katakan ), Jules.”
Mengabaikan Damian yang memekik barusan, Putra menekankan perintahnya pada Jules.
“Yes Boss.”
****
Damian sontak menatap tak percaya pada ide yang dicetuskan oleh Putra atas dasar keingintahuannya tentang siapa orang yang berada di dalam mobil yang Putra kenal dengan baik.
“It must be not Gaines ( Itu pasti bukan Gaines )-“ ucap Damian saat Jules telah menginjak lebih dalam pedal gas, untuk menjalankan perintah Putra dengan segera. “But if that Freya\, she will recognize you and could be she will tell that m*therf*cker if you are here ( Tapi jika itu Freya, dia akan mengenalimu dan bisa saja dia akan memberitahukan si keparat itu bahwa kau ada disini )”
Damian lanjut bicara dengan cepat.
“We’ll see about it ( Kita lihat saja nanti )”
“Or at least, if their bodyguards consider that we look suspicious when Freya look being threaten then they will attack us ( Atau setidaknya, jika para penjaga mereka beranggapan kita ini mencurigakan saat Freya nampak terancam maka mereka akan menyerang kita ) ..” lanjut Damian was-was, walau dirinya juga tidak merasa takut juga.
Hanya memastikan jika Putra paham resiko atas keputusannya.
“Then prepare your gun ( Maka persiapkanlah senjatamu )”
“Haish!”
__ADS_1
***
To be continue ..