LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 172


__ADS_3

Happy reading....


******************** 


Hari pernikahan sudah dekat.


Segala persiapan untuk upacara pernikahan yang akan di adakan di sebuah rumah ibadah yang cukup besar di Ibukota itu, sudah hampir rampung semua.


Meski tanpa sebuah pesta mewah setelah upacara pernikahan di sebuah rumah ibadah tersebut, tetap saja Putra dan keluarganya, berikut orang-orang terdekat mereka dan yang diikut sertakan dalam upacara pernikahan tersebut


nanti yang meskipun hanya segelintir saja, mau membuat pernikahan yang akan diselenggarakan dalam beberapa hari kedepan itu berlangsung dengan sakral dan indah.


“Thank you Mister Ramone, (Terima kasih Tuan Ramone),” Ucap Bruna pada ayah baptis Putra itu saat ia dan seluruh keluarganya menyambangi Ramone ke Hotel tempat ia menginap di Ibukota.


Ramone mengirim utusan yang datang ke kediaman Putra dan keluarganya untuk mengabarkan jika ia sudah sampai kembali di negeri ragam budaya, tempat Putra kini tinggal. Putra mengajak yang lainnya menemui Ramone saat siang hari, sekaligus untuk makan siang bersama.


“Thank you, because you are willing to stand in a father side on our wedding .... ( Terima kasih, karena anda bersedia untuk berdiri sebagai seorang ayah di pernikahan kami nanti ) ....” Sambung Bruna dengan sopannya pada Ramone.


“Oh please don’t mention it, Bruna. I’m the one who feel honor to stand as a father in the two .... ( jangan katakan itu, Bruna. Aku yang merasa terhormat untuk menjadi seorang ayah dalam pernikahan dua ) ....”


“Ssttt....”


Bruna meletakkan telunjuk di bibirnya, sembari mendesis pelan pada Ramone yang langsung menggigit bibir bawahnya sendiri.


“Sor-ry.... ( Ma-af )....” Ucap Ramone tanpa suara. “I forget about the ‘surprise’.... ( Aku lupa soal kejutan nya ) ....”


Ramone berbisik di telinga Bruna yang orangnya kemudian terkekeh kecil.


****


Beberapa hari berikutnya ..


Lusa, adalah sebuah hari besar di keluarga Putra. Karena pernikahan akan berlangsung dihari itu.


Pernikahan yang akan dilangsungkan di sebuah rumah ibadah terbesar di Ibukota, namun dengan acara yang sederhana dan cukup tertutup.


Pernikahan yang hanya akan dihadiri oleh orang-orang yang selama ini dekat saja dengan Putra dan keluarganya, termasuk mereka yang bekerja pada Putra, dan orang-orang yang bersama ayah baptisnya.


‘Aku ingin sekali mengundang Lina dan Mas Jaya ..’


Gadis sedang termenung di dalam kamar sendirian, karena Putra dan Anthony sedang ada di luar kamarnya dan Putra dalam Kediaman mereka yang berada di Ibukota tersebut.


‘Ah tapi aku tidak enak mengatakannya. Nanti sajalah aku akan mengundang mereka berdua saat pernikahanku saja. Mereka sangat baik dan dekat denganku selama ini’ Batin Gadis.


Gadis terhenyak dari lamunannya, saat dua buah tangan kokoh melingkar di perutnya yang sedang berdiri di dekat jendela kamarnya dan Putra itu. “Sedang memikirkan apa hem?..”


Putra bertanya pada Gadis yang nampak sedang termenung saat ia memasuki kamarnya dan Gadis tersebut.


Gadis menggeleng dan membalikkan tubuhnya hingga ia berhadapan dengan Putra, dan langsung melingkarkan tangannya di leher Putra.


“Aku tidak sedang memikirkan apa-apa” Jawab Gadis.


Putra mengulas senyuman. “Tapi aku melihatmu seperti sedang melamun?..”


“Aku tidak sedang melamun..”


“Lalu sedang apa berdiri disini?” Tanya Putra.


“Hanya sedang melihat bintang-bintang saja”


Cup


Putra mengecup bibir Gadis sekilas.


“Jangan terlalu lama melihat bintang-bintang..”


Putra berucap selepas ia mengecup sekilas bibir Gadis.


“Kenapa memangnya? ..” Tanya Gadis.


Putra kembali mengulas senyuman.


“Karena mereka bisa cemburu melihat kecantikanmu yang mengalahkan keindahan mereka..”


Gadis langsung mendengus geli mendengar kata-kata Putra yang begitu manis terdengar di telinga Gadis.


“Tapi aku was-was jika mulutmu sudah manis begini ..”

__ADS_1


Gantian Putra yang mendengus geli mendengar ucapan Gadis barusan.


“Jangan suka berpikir negatif dengan calon suamimu ini”


“Memang kamu suka melakukan hal-hal yang negatif bukannya?”


“Seperti itukah? ..”


Gadis pun manggut-manggut.


Putra mengurai rengkuhannya yang kini sudah melingkar di pinggang belakang Gadis, serta juga melepaskan tangan Gadis yang melingkar di lehernya itu.


“Eh, kamu mau kemana Putra?..”


“Mau bicara pada Anth agar dia tidur bersama Dami dan Garret atau Ad dan Bruna, agar aku bisa melakukan sesuatu yang negatif padamu”


**


Gadis mendelik tajam selepas ucapan Putra barusan.


“Dasar Papa mesum”


Gadis memukul-mukul pelan dada Putra.


Dan Putra pun terkekeh geli karena sudah menggoda Gadis yang wajahnya menjadi sedikit merona karena candaannya yang ‘mengarah’ itu.


****


Esok hari telah datang. Putra dan para anggota keluarganya yang tinggal bersama dalam kediaman mereka yang berada di Ibukota itu, mulai terbangun dari lelapnya tidur mereka.


“Se-lamat pagiii...”


Suara Anthony terdengar di telinga Gadis dan Putra yang tidur bersama bocah tampan tersebut dalam kamar dan di atas ranjang yang sama.


Anthony sudah mulai menggunakan bahasa dari negeri yang ia tinggali sekarang, sejak Gadis mulai intens mengajarinya banyak kosakata dari bahasa di negeri kelahiran Gadis itu.


“Selamat pagi Anth”


“Selamat pagi Anthony”


Putra dan Gadis membalas sapaan Anthony, setelah Anthony mengecup pipi kedua orang dewasa yang tidur bersamanya itu.


Putra mendengus geli, dan Gadis tersenyum kecil.


**


Anthony yang bersemangat itu kini sudah rapih berpakaian, yang kesemuanya bocah tampan itu lakukan sendiri, dari mulai mandi, memilih pakaian dan mengenakannya tanpa bantuan Putra dan Gadis.


Gadis baru membantu Anthony untuk menyisir rambut bocah tampan itu saja, dan sedikit membenarkan pakaian Anthony.


“Don’t forget to bring my suitcase, okay Papa?... ( Jangan lupa membawa koper ku, oke Papa? )...”


“Okay, Boss!... ( Oke, Bos! ) ...” Putra segera menyahut dengan meletakkan satu tangannya di dahi dengan cepat seperti sedang memberi hormat pada Anthony yang berbicara padanya dengan seolah sedang memberi perintah.


Kemudian Putra terkekeh kecil, begitu juga Gadis melihat Anthony yang nampak sangat bersemangat sekali saat ini. Anthony menunjukkan rentetan giginya pada Putra setelah sang Papa kesayangannya itu memberi hormat kecil padanya.


“And could check if my swimwear already inside my suitcase, please?. ( Dan bisakah tolong untuk memeriksa jika pakaian renangku sudah ada di dalam koper ku? )”


Kemudian Anthony berbicara dan meminta bantuan kecil dengan sopannya. Putra dan Gadis langsung saja mengangguk. Dan Anthony tersenyum lucu.


“Thank you Papa, Thank you Gadis!...”


Anthony berseru riang.


Putra dan Gadis kemudian sama-sama mengangguk dengan tersenyum pada bocah tampan yang pagi ini nampak begitu bersemangat.


“Now both of you better go to take a bath and dressed up ... ( Sekarang kalian berdua sebaiknya segera pergi mandi dan berpakaian ) ...” Anthony berkata pada Putra dan Gadis seperti orang tua yang sedang menyuruh anaknya melakukan sesuatu.


Lagi-lagi Putra dan Gadis mengulum senyum.


“Yes Sir!. ( Iya Pak! )”


Kembali Putra berguyon dengan sikap hormat bak seorang prajurit pada komandannya terhadap Anthony yang langsung tersenyum geli.


Gadis juga ikutan tersenyum geli, melihat interaksi Putra dan Anthony itu.


“Can I go to take a bath now, Sir?!.. ( Bisakah aku pergi mandi sekarang, Pak?! ) ..”

__ADS_1


“Of course you can ( Tentu saja bisa )”


Anthony menyahut cepat pada Putra.


“Even have to do it now. ( Bahkan harus melakukannya sekarang )”


Putra pun mengangkat jempolnya pada Anthony. “Okay, Sir!. ( Oke, Pak! )”


“Alright, I’ll be waiting outside then. ( Baiklah, kalau begitu aku akan menunggu diluar )”


“Okay, Sir!”


Putra menyahut cepat.


“Sungguh anak yang pengertian”


Lalu Putra menoleh, dan langsung menyeringai nakal pada Gadis.


***


Bukan tanpa sebab Anthony nampak begitu bersemangat hari ini. Pasalnya, karena hari pernikahan akan jatuh esok hari, jadi mulai dengan hari ini sampai beberapa hari ke depan, ia akan menginap di hotel tempat Ramone menginap bersama para orang tua angkatnya serta beberapa orang lainnya, termasuk dua paman angkatnya.


Bahkan Pak abdul berikut istri dan anak lelakinya pun diminta datang ke Ibukota oleh Putra, untuk diikut sertakan dalam acara pernikahan nanti untuk menyaksikan momen bahagia majikan mereka.


Sisanya akan menjaga dan mengurus Villa.


“Shall we go now?. ( Bisa kita pergi sekarang? )” Ucap Putra saat ia dan Gadis telah rapih berpakaian dan telah keluar dari kamar mereka, lalu bergabung bersamanya yang lainnya yang telah tampak sudah rapih berpakaian juga dan siap untuk pergi.


“Shaall!!! ( Bisaa!!! )”


Anthony berseloroh dengan menggebu, membuat para orang tua angkatnya mendengus geli melihat kelakuan bocah tampan tersebut.


“I think Anth drink too much milk so he become very enthusiastic like that ..... ( Aku rasa Anth minum terlalu banyak susu sampai dia menjadi sangat bersemangat seperti itu ) .....”


“I guess so. ( Aku rasa begitu ) .....” Damian menimpali kelakar Addison lalu terkekeh kecil kemudian.


Dan kekehan kecil Damian menular pada mereka selain Anthony yang sudah duluan setengah berlari dan sudah masuk ke dalam mobil.


Tak berapa lama pun mereka semua yang tinggal satu atap bersama Anthony, meninggalkan kediaman mereka untuk pergi menuju hotel tempat ayah baptis Putra menginap disana.


***


Seperti saat pertama Putra datang untuk menemui ayah baptisnya pada sebuah Hotel paling tersohor di Ibukota, Putra dan keluarganya disambut dengan sangat baik oleh pihak hotel yang juga disambut oleh jajaran orang-orang dari anak buah ayah baptis Putra, yakni Ramone Zeeman.


Dan seperti juga saat pertama kali Putra datang untuk menemui sang ayah baptis, orang kepercayaan pria bernama Ramone Zeeman itu sudah nampak berdiri dengan penuh wibawa di lobi hotel untuk menunggu kedatangan Putra, yang sekarang dapat dikatakan sudah menjadi pimpinannya juga.


Jika saat pertama Putra datang ke hotel yang sedang ia dan keluarganya sambangi saat ini hanya ada satu orang kepercayaan ayah baptisnya yang menyambut, selain jajaran beberapa pengawal pribadi dan staf hotel, yakni


seorang pria berdarah campur Belanda dan Inggris bernama Devoss, kini ada satu pria lain lagi yang ikut menyambut Putra dan keluarganya selain Devoss, Frans. Mantan Bosnya Gadis di sebuah klub kenamaan di Ibukota.


Devoss dan Frans segera berjalan mendekati Putra yang sudah keluar dari mobil dan menahan pintu mobil yang tadi ia tumpangi, agar Anthony dan Gadis yang duduk bersamanya dalam mobil yang sama, dapat turun dari mobil dengan leluasa.


Putra dan keluarganya juga menyambut baik Devoss dan Frans yang sejak saat Putra bertemu kembali dengan sang ayah baptis, dua pria yang merupakan orangnya Ramone Zeeman itu akan menjadi bagian dari Putra dan keluarganya.


Setelahnya, Devoss dan Frans membawa Putra dan rombongan ke tempat Ramone Zeeman berada dan sudah menunggu kedatangan Putra berikut rombongannya.


***


Anthony sangat suka berenang. Mansion yang bocah tampan tinggali bersama almarhum kedua orang tuanya di Italia tersebut juga memiliki sebuah kolam renang di pekarangan belakangnya


Anthony juga sering menghabiskan waktu dan berenang di tempat tinggal Putra dan para pamannya di Italia yang juga memiliki kolam renang di bagian pekarangannya.


Jadi dapat dikatakan, jika Anthony sudah cukup terampil untuk mengapung di kolam renang. Dan sejak insiden mengerikan yang beberapa waktu dibelakang terjadi di Mansion pribadinya berikut kedua orang tua Anthony, dan sejak kepindahannya ke negeri yang baru untuknya ini, Anthony tidak pernah lagi melakukan kegiatan di kolam renang.


Lagipula, dua tempat tinggal Anthony di sebuah negeri yang menjadi tempat tinggalnya dan para orang tua angkatnya saat ini, keduanya tidak memiliki sebuah kolam renang di dalamnya.


Makanya saat ini Anthony antusias sekali saat sudah berada di hotel tempat kakek angkat yang baru ditemuinya itu, karena Anthony sempat melihat sebuah kolam renang disalah satu bagian hotel mewah tersebut.


Dan karena sudah lama tidak melakukan kegiatan yang amat disukainya itu, jadilah Anthony begitu antusias untuk pergi berenang tak lama setelah ia dan para orang tua angkatnya itu sampai di hotel tempat kakek angkatnya menginap. Pengalaman terakhir Anthony berada dalam air, selain berendam di dalam bathtub saat mandi, adalah perairan dalam dimana Anthony pernah dibuat tenggelam didalamnya oleh Jaeden.


Dan hal itu terbersit kembali dalam ingatan Putra saat mereka hendak menemani Anthony ke area kolam renang hotel. Ada kekhawatiran yang tahu-tahu muncul di hati Putra, hingga ia nampak seperti sedang terpekur sendiri saat


sedang menunggu Gadis menyiapkan pakaian renang untuk Anthony.


‘I’m afraid Anth can have his trauma if he’s in the deep water.... ( Aku takut Anth kembali mengalami traumanya jika ia berada di air yang dalam ) ....’


***

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2