LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 341


__ADS_3

Happy reading.....


⬜⬜⬜


London, Inggris ....


“Here is list name of people that confirmed was dead with Rery at Ravenna ( Ini adalah daftar nama mereka yang tewas bersama Rery di Ravenna )”


Pria yang menggagas serta merealisasikan sebuah konferensi pers untuk menguatkan statusnya sebagai penerus dari seseorang yang memiliki kekayaan berlimpah berikut pengaruh yang besar, dimana orang tersebut telah dia habisi berikut anak lelaki satu-satunya dari pria yang bernama Kingsley Smith --- sedang membacakan sebuah daftar nama untuk menguatkan pernyataan yang ia buat.


“Damian Lionel ...”


Nama Damian yang dimaksud oleh pria yang sedang membacakan daftar nama yang ia miliki itu, adalah nama Damian yang memang merupakan Damian yang sama---yang sekarang hidup bersama Putra dan beberapa lainnya.


“And next ( Dan selanjutnya )...“


Pria yang sedang memamerkan daftar nama tersebut melirik pada Hizkia, Accursio yang bersama dengan Garret.


“Putra Patrick Vinson Junior...”


Lalu nama lengkap Putra turut pria penggagas sebuah konferensi pers itu disebut olehnya dengan lantang. Sambil ia tersenyum miring sekilas.


“And this was confirmed by the related parties at Italy ( Dan ini telah dikonfirmasi oleh pihak terkait yang berada di Italia )” lanjut pria penggagas konferensi pers tersebut.


“Mention name of the person then ( Sebutkan nama orangnya kalau begitu )...“


Namun sebuah suara bariton terdengar tak kalah lantangnya, dimana suara itu menginterupsi pernyataan si pria yang barusan bicara serta sedang merasa di atas angin.


“I want to know who’s the person who dare to confirmed that illegal list ( Aku ingin tahu siapa orang yang berani mengkonfirmasi daftar ilegal itu )”


Suara bariton dari orang yang menginterupsi terdengar lagi.


Dimana Accursio dan Garret membelah jarak mereka dengan menggeserkan tubuh ke arah samping masing-masing, begitu juga dengan Hizkia yang sedikit menggeser tubuhnya dimana suasana konferensi menjadi hening sejenak.


“And announced that Putra Patrick Vinson Junior was dead which is not true ( Dan mengumumkan jika Putra Patrick Vinson Junior telah tewas yang mana itu tidak benar )”


Setelahnya, dia yang adalah Putra. Dan sejak beberapa menit lalu mendominasi pembicaraan pria pemilik acara konferensi --- kini telah kian nampak sosoknya dengan jelas.


“Because I’m still alive ( Karena aku masih hidup )...”


Dan di detik itu, Putra menunjukkan dirinya di hadapan khalayak yang ada. Dimana ia berdiri dengan tegaknya.


“You made a public deception ( Kau telah membuat penipuan publik )...” sambung Putra.


Sambil Putra menoleh ke arah podium, dimana pria yang berada di sana terlihat sudah pias.


“Jaeden Zepeto...”


Putra menyunggingkan senyum penuh arti pada pria yang barusan ia sebut namanya itu.

__ADS_1


“What a foxy you are ( Kau itu seekor rubah ) –“


“You ( Kau )...”


Tergugup Jaeden yang sudah mulai sangat dipojokkan oleh Putra itu.


***


“I’m Putra Patrick Vinson Junior.”


Putra berdiri tegak menghadap pada para reporter dan jurnalis yang sedang berkumpul dalam satu ruangan di suatu Hotel.


Lalu Putra berucap dengan lantangnya kepada para reporter dan jurnalis tersebut, dimana Damian, Garret, Hizkia dan Accursio berdiri dengan tegak dan dekat dengan Putra.


“May some of you now me. And yes, I’m the same Putra Patrick Vinson Junior – son of Patrick Vinson who is the first trustable brother and confidant of Kingsley Smith, before Evander Lionel  ( Mungkin diantara kalian ada yang tahu tentang diri saya. Dan ya, saya adalah Putra Patrick Vinson Junior yang sama – anak laki-laki dari Patrick Vinson yang merupakan saudara terpercaya sekaligus tangan kanan Kingsley Smith yang pertama, sebelum Evander Lionel )”


Lalu Hizkia maju dan lebih mendekat pada Putra, dengan ia yang telah memegang juga beberapa lembar dokumen di tangannya.


***


Hizkia menunjukkan isi dokumen-dokumen yang sudah ia persiapkan dengan sangat bersama Putra selama beberapa waktu terakhir untuk momen ini. Momen yang ditunggu oleh Putra, sebelum saatnya nanti dia menghabisi seorang Jaeden Zepeto yang ingin ia permalukan dengan amat sangat terlebih dahulu.


“Are all that clear ( Apa semua sudah jelas )?—“ Hizkia bersuara, setelah dia menunjukkan semua bukti yang ia punya tentang seorang Putra Patrick Vinson Junior yang telah dinyatakan tewas oleh dokumen yang tadi dipamerkan oleh Jaeden. Yang mana orangnya kini sudah nampak memucat di tempatnya.


“Very clear Mister Hizkia ( Sangat jelas Tuan Hizkia )...”


Hizkia berucap seraya mengangguk dan tersenyum pada para reporter dan jurnalis tersebut.


“So you all believe that I’m not a ghost ( Jadi kalian semua percaya jika aku bukanlah hantu )?...”


Kekehan dari orang-orang selain Jaeden dan mereka yang berada di pihak pria itu kemudian terdengar setelah Putra sedikit berkelakar.


“Well ( Baiklah )”


Putra tak lama kembali berbicara setelah mengeluarkan sedikit kelakar tadi.


“Consider to what Hizkia just shown to all of you, here I want to  affirm the legalicy that Mister Kingsley Smith -- that you all know well all this time also his great son, Rery Christensen Kingsley Smith – made about me as a foster son and brother that officially pointed to take care and responsible to e-a-ch Kingsley Smith assets of wealthy.”


( Sehubungan dengan apa yang telah Hizkia tunjukkan pada kalian semua, maka dengan ini aku menegaskan kelegalitasan yang Tuan Kingsley Smith buat – yang mana kalian sangat tahu siapa dia selama ini, juga anak lelakinya yang hebat, Rery Christensen Kingsley Smith – tentangku sebagai anak dan saudara angkat yang ditunjuk secara resmi untuk mengurus dan bertanggung jawab pada se-ti-ap aset kekayaan Kingsley Smith )


“But Mister Jaeden also have Mister Kingsley Smith’s will and Mister Rery’s too ( Tetapi Tuan Jaeden juga memiliki surat wasiat Tuan Kingsley Smith dan juga Tuan Rery Christensen )....” salah seorang jurnalis bersuara. Dimana Putra menyungging miring kemudian. Lalu melirik dan mematri pandangannya pada Jaeden yang sedang menguasai dirinya.


“Means need a further investigation to prove which one of the will that is real ( Itu artinya perlu penyelidikan lebih lanjut untuk membuktikan surat wasiat mana yang asli )....” Jaeden memberanikan dirinya untuk bersuara. Menutupi keterkejutan, kegugupan dan ketakutannya juga atas kemunculan Putra yang tidak ia sangka sama sekali.


Karena Jaeden merasa jika dia telah membereskan Putra saat ia mengetahui soal keberadaan Putra di Ravenna, yang mana sebenarnya yang ia lihat itu adalah Accursio yang mengecohnya habis-habisan.


Hingga Jaeden benar-benar yakin jika Accursio adalah Putra. Lalu mensabotase mobil yang diketahui adalah milik Accursio yang ia kira Putra, dan upaya menghabisi Putra yang mana adalah Accursio itu dilakukan oleh Jaeden.


Dengan menyuruh orang suruhannya dari kenalannya penjahat amatir di Italia, untuk memasang peledak di mobil yang ditengarai akan digunakan oleh Putra yang saat itu ia yakini adalah Putra yang sama, yang sangat dipercaya oleh Rery.

__ADS_1


Makanya ia kembali dengan begitu percaya dirinya ke Inggris setelah mendapat laporan jika mobil yang digunakan oleh ‘Putra’ telah meledak dan diyakini jika sang target telah tewas tanpa sisa.


Namun sayangnya, percobaan Jaeden untuk membunuh ‘Putra’ itu terbaca oleh Accursio dan pria itu buat sedemikan rupa agar berita jika mobil yang digunakan ‘Putra’ telah meledak sesuai keinginan Jaeden yang juga telah menyuap oknum di Italia untuk mengeluarkan surat kematian Anthony dan daftar nama mereka yang tewas di pihak Rery saat ia menghabisi Rery dan semua yang sedang bersama ayah kandung Anthony kala itu.


Putra tersenyum miring setelah mendengar ucapan Jaeden sebelumnya.


“I don’t think that is necessary to do ( Aku rasa itu tidak perlu dilakukan )” ucap Putra.


“I think it should ( Aku rasa itu perlu )” tukas Jaeden dan kembali Putra tersenyum miring.


“Mister Jaeden Zepeto, I heard you said that Mister Kingsley Smith had pointed you as the next beneficiary after Rery, if Rery has no heredity -- since Mister Kingsley Smith really cares about you ( Tuan Jaeden Zepeto, aku dengar kau mengatakan jika Tuan Kingsley Smith telah menunjukmu sebagai ahli waris kedua setelah Rery, jika Rery tidak memiliki keturunan – karena Tuan Kingsley Smith begitu menyayangimu )...”


Putra merespon pernyataan Jaeden yang sedang berusaha mengalihkan dugaan buruk para jurnalis dan reporter yang akan menulis hal-hal negatif tentangnya.


“But if it so ( Namun jika begitu ) –“ tambah Putra. “How can you don’t know if every documents that Kingsley Smith and also Rery have or made, must have a signet on it to make it legitimate? ( Bagaimana kau bisa tidak tahu jika setiap dokumen yang Kingsley Smith dan Rery miliki atau buat, harus disertai dengan stempel resmi untuk membuatnya sah? )”


Putra menadahkan tangannya, lalu Hizkia menyerahkan benda berbentuk stempel dengan inisial KS pada satu bagian benda tersebut pada Putra.


“Like this ( Seperti ini )...”


Putra tersenyum penuh arti sambil menunjukkan stempel yang memang memiliki peran yang sangat penting dalam lingkup keluarga Kingsley Smith.


“Only one in this world... And if all your documents that you claimed it is Mister Kingsley Smith himself who gave that to you, there must be mark of this signet on all of that documents ( Hanya satu di dunia... Dan jika semua dokumen yang kau klaim adalah Tuan Kingsley Smith sendiri yang memberikannya padamu, maka seharusnya ada tanda dari stempel ini pada semua dokumen tersebut ) –“


“Sure there’s no mark on that signet ( Yakin tidak ada tanda dari stempel itu ) –“ Damian maju, dan Jaeden yang tidak memperhatikannya sedari tadi dibuat terkejut lagi. “Because it was already on Rery’s hand before Mister KS and my Dad was dead. Ah I correction ( Karena itu sudah di tangan Rery sebelum Tuan KS dan ayahku meninggal dunia. Ah aku ralat ) –“ kata Damian.


Sambil ia memandang penuh kebencian pada Jaeden.


“Before you kil-led them ( Sebelum kau mem-bunuh mereka )”


***


“Why don’t we take him now ( Mengapa kita tidak membawanya sekarang )?” tutur Garret seraya ia bertanya pada Putra.


Setelah Jaeden benar-benar dipojokkan oleh Putra, Hizkia dan Damian di hadapan para jurnalis dan reporter dalam sebuah konferensi yang Jaeden buat sendiri untuk ambisi berdarahnya.


“Is it fun to see your target freaking out and panic first before you catch him ( Bukankah menyenangkan melihat targetmu ketakutan dan panik terlebih dahulu sebelum kau menangkapnya )?”


Putra menyeringai sambil memperhatikan Jaeden dan pihaknya yang sedang kebakaran jenggot dan sudah mengayunkan kaki mereka untuk hengkang dari tempat konferensi yang ia adakan itu, yang malah menjadi tempat dimana dia diintimidasi dan dipermalukan dengan sangat, selain menjadi tertuding sebagai seorang pembunuh dihadapan para jurnalis dan reporter yang pasti akan menjadikan tudingan tersebut sebagai salah satu berita utama pada media tempat mereka bernaung.


Putra cukup puas hati, karena Jaeden nampak sudah kehilangan muka dengan telaknya. Hanya tinggal menunggu waktu untuk mengeksekusi seorang Jaeden Zepeto saja dengan tangannya.


Yang tentunya akan Putra segerakan karena sudah terbekali dengan rencana yang sangat matang.


‘Can’t wait to see his blood on my hand ( Tidak sabar untuk melihat darahnya di tanganku )’ batin Putra.


⬜⬜⬜


To be continue.......

__ADS_1


__ADS_2