LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 38


__ADS_3

Happy reading .....


Putra menepati janjinya pada Anthony untuk bertemu dengan Gadis di keesokan harinya. Namun, empat saudara Putra memilih tidak ikut, dan Putra diantar jemput oleh Danny yang beberapa hari lagi akan bertolak ke Inggris,


untuk mencari informasi terkait rencana Jaeden. Sembari juga menunggu identitas baru untuknya, yang ia buat pada seseorang yang sudah terbiasa dibidangnya itu siap.


“What time should I pick you up and Anthony, Mister Putra? (Jam berapa aku harus menjemputmu dan Anthony Tuan Putra?)”


“How long people who work here take their break? (Berapa lama waktu istirahat orang – orang yang bekerja disini?)”


“About an hour Sir (Sekitar satu jam Tuan)” Jawab Danny. Putra pun manggut – manggut.


“Is Add asked you to do something? (Apakah Ad ada menyuruhmu melakukan sesuatu?)”


“No Sir (Tidak Tuan)” Danny menggeleng.


“Then you accompany me and Anth (Kalau begitu kau temani aku dan Anth)”


“Thank but No, I guess. I don’t want to disturb your date (Terima kasih, tapi kurasa tidak. Aku tidak ingin mengganggu kencanmu)”


“Well see now. You also become a chatterer, hem? (Lihat sekarang coba. Kau juga ikut – ikutan menjadi penggosip, hem?)”


Danny terkekeh.


“Do not teasing me, or I cut your salary (Jangan meledek ku, atau ku potong gajimu)”


Danny terkekeh lagi.


“Alright, alright. I won’t (Baiklah, baiklah. Tidak akan aku lakukan)”


“Come, let us go inside (Ayo, kita masuk ke dalam)” Ajak Putra kembali pada Danny.


“Seriously Sir, I don’t want to disturb (Serius Tuan, aku tidak ingin mengganggu)”


“Tsk!. You also need to have a lunch (Kau kan juga perlu makan siang)” Ucap Putra lagi.


“Don’t you worry about that, Sir (Tidak usah mengkhawatirkan itu, Tuan)” Sahut Danny.


“No more disputing me. Come! (Jangan lagi membantah ku. Ayo!)” Paksa Putra.


Danny pun pasrah pada akhirnya. “Alright, Sir (Baiklah, Tuan)”


Lalu Danny berjalan berdampingan dengan Putra yang menggendong Anthony, untuk menyambangi Gadis di ruangan khusus perawat. Karena kemungkinan besar memang Gadis berada disana kalau menurut Putra.


***


Anthony nampak jelas terlihat sangat senang dan antusias untuk bertemu kembali dengan Gadis.


Selalunya Putra dan Anthony akan selalu menjadi perhatian orang – orang yang berada di Rumah Sakit setiap kali mereka berada disana sejak pertama Putra dan Anthony menginjakkan kaki di Rumah Sakit tersebut.


Meski Putra dan Anthony sudah cukup dihafal wajahnya oleh mereka yang bekerja di Rumah Sakit tersebut, namun tetap saja setiap kali pria itu datang dia selalunya akan menjadi pusat perhatian, terutama perhatian kaum hawa yang ada di Rumah Sakit tersebut.


Saudara – saudara Putra saja sudah cukup menarik perhatian termasuk juga Danny. Maklum orang asing, yang tidak terlalu banyak wara – wiri di kota tempat Putra, Anthony dan keluarga mereka berada.


Jadi setiap kali melihat perawakan orang – orang seperti mereka yang jelas jauh berbeda dengan para pribumi, maka secara otomatis para pribumi akan langsung memperhatikan mereka yang disebut orang asing. Yang berasal dari luar Indonesia.


Senyuman menyapa Putra dan Anthony termasuk juga Danny saat mereka melintasi lorong Rumah Sakit, terutama dari beberapa perawat wanita. Selain memang gemas pada si kecil nan tampan, Anthony.

__ADS_1


Mereka pun gemas juga pada pria yang menggendong bocah tersebut, yang akan tersenyum dengan sangat tipis jika ada yang menyapanya saat ia melintas. “People here is really friendly, right Mister Putra? (Orang – orang disini begitu ramah ya, Tuan Putra?)” Danny menyampaikan pendapatnya.


“Yes, they are (Iya, mereka memang seperti itu). Their culture (Budaya mereka)”


“Honestly, I really feel excited when Mister Ad took me here. I ever read about this country before. Ever felt interested to visit this country long time before. Because there are a lot of beautiful places that this country has”


“(Sejujurnya, aku sangat antusias saat Tuan Ad membawaku kesini. Aku pernah membaca tentang negara ini sebelumnya. Bahkan pernah tertarik untuk mengunjungi negara ini dulu. Karena ada banyak tempat indah yang negara ini miliki)”


“That’s why I like it here, Dan (Itulah mengapa aku suka berada disini)”


“.....”


“Since the first time my parents took me to this country, got me around to some beautiful and peace place. I directly like it (Sejak pertama kali orang tuaku mengajakku ke negara ini, membawaku berkeliling ke beberapa tempat indah


dan sunyi. Aku sudah menyukainya)”


Danny pun manggut – manggut.


“Ya, even only this Capital and Bandung the place of this country that I ever know untill today, but that already makes me like this country that much. The people actually”


“(Ya, meskipun baru Ibukota ini saja dan Bandung tempat di negara ini yang baru aku tahu dan jajaki sampai dengan hari ini, tapi sudah membuatku cukup menyukai negara ini. Orang – orangnya terutama)”


Putra mengangguk sembari tersenyum.


“One day if everything are doing well, I will take you and the others to visit some of beautiful places of this country that I ever know”


“(Nanti jika semua berjalan dengan baik, aku akan membawamu dan yang lain untuk mengunjungi beberapa tempat indah yang aku tahu di negara ini)”


“Well, seems that I can’t wait for that (Wah, sepertinya aku tidak sabar untuk itu)”


***


“Hem? ..”


“I-want to walk .. (Aku-ingin berjalan) ..”


“Alright (Baiklah)” Putra menurunkan Anthony dari gendongannya.


Bocah itu turun dengan senang, nampak tak sabar. Karena ia memilih berjalan untuk mendahului Putra dan Danny untuk segera mencapai ruangan tempat Gadis berada.


“Slowly, Anth (Pelan – pelan, Anth)”


Dan Putra serta Danny nampak juga senang melihat Anthony yang perlahan seolah hidup kembali, ceria, layaknya anak – anak seusianya.


“Anthony looks very happy, Sir (Anthony terlihat sangat bahagia, Tuan)” Ucap Danny.


“Yes, he is. And I thankful for that (Iya. Dan aku bersyukur untuk itu)”


“Well, I thought that Anthony is getting better because of Doctor Ilse treatment. All this time Anth just interact with her, right?”


“(Tadinya, aku pikir jika Anthony menjadi lebih baik atas penanganan Dokter Ilse. Selama ini kan dia berinteraksi dengannya, bukan?)”


“Hem, I was thinking like that too (Aku tadinya juga berpikir seperti itu)”


Putra menimpali.


“But Anth just giving response for all the consultation and therapy with Ilse. Not talking”

__ADS_1


“(Tapi Anth sejauh ini hanya merespon balik saja selama sesi konsultasi dan terapi dengan Ilse. Tidak berbicara)”


“.....”


“But that nurse, make it (Tapi perawat itu berhasil membuat Anthony kembali berbicara)”


Putra menunjuk kesatu arah dengan kepalanya dimana Anthony terlihat makin mempercepat langkahnya untuk menghampiri seseorang yang ditunjuk Putra dengan gerakan kepalanya.


“Anth right answer her, when she asked of Anth’s name and even called me Papa because of her”


“(Anth langsung menjawab, saat dia menanyakan namanya dan bahkan Anth memanggilku Papa karena dia)”


Putra menarik dua sudut bibirnya. Sembari memandangi kearah depannya.


“Ga-dis..”


“Anthony!”


Anthony nampak semakin senang saat seseorang yang ia sangat ingin temui tepat sedang berjalan keluar bersama dengan tiga rekannya yang lain.


Kemudian menyambut Anthony dengan senang, dan kemudian berjongkok tepat dihadapan Anthony dengan memposisikan dirinya, karena rok sepan yang seseorang itu kenakan.


“Wow, Anthony really have a good taste (Anthony benar – benar memiliki selera yang bagus)”


Danny spontan berucap, dan Putra sontak terkekeh kecil. Saat wajah seseorang yang kini sedang memeluk Anthony jelas terlihat oleh Danny.


“He is (Ya begitulah)” Putra mengayunkan langkah untuk mendekat pada Anthony dan, ehem. Gadis tentunya.


‘He look so excited (Dia terlihat bersemangat)’ Batin Danny yang sedang memperhatikan Putra. ‘I think Mister Putra really likes that Nurse (Aku rasa Tuan Putra memang menyukai perawat itu)’


**


“Tuan Putra ....”


“Selamat siang Nona Gadis... Apa kabar?”


“Selamat siang Tuan. Kabar saya baik. Bagaimana dengan anda sendiri?”


“Aku-sayapun baik” Putra sedikit salah tingkah. Namun buru – buru ia tutupi.


‘Undoubtedly. My Big Bos is enamored with that beautiful nurse (Tidak diragukan lagi. Bos Besarku terpikat pada perawat cantik ini)’


Danny cekikikan dalam hatinya, karena ia menyadari Putra yang nampak terlihat sedikit gugup di matanya.


‘Will she become a Mama for Anthony? hmm .. (Apakah dia akan menjadi Mama untuk Anthony? hmm..)’


Danny menduga – duga dalam hati.


Karena selama ini yang terlihat oleh Danny, sikap Putra tidak pernah seperti itu saat berada di dekat Ilse.


'Oh Dan, since when you become a chatterer? (Oh Dan, sejak kapan kau jadi penggunjing?)'


Danny tak habis pikir pada dirinya sendiri. Namun tak bisa dipungkiri, ia benar - benar penasaran tentang perasaan Putra pada perawat bernama Gadis itu.


'But I really curious (Tapi aku sungguh penasaran)'


**

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2