
Happy reading ...
**************
London, England ...
“Sir (Tuan) –“ seorang pria dengan setelan jas yang terlihat oleh Putra dan Damian, kala keduanya hendak beranjak dari tempat mereka.
Dimana Putra telah rampung memasukkan semua kepingan chipnya pada satu wadah. “Yes?”
Putra menanggapi dengan santai pria bersetelan jas yang kini sudah berada tepat dihadapannya.
“There’s a person of our VIP members want to play with you.”
(Ada seseorang yang merupakan anggota VIP kami yang ingin bermain denganmu)”
“Who? (Siapa?)”
“Mister Mickey Pitts.”
Pria bersetelan jas yang memperkenalkan dirinya sebagai manajer kasino pada Putra itu, kemudian memiringkan tubuhnya dan menunjuk ke satu arah.
***
Flashback on ...
“That Chicago Guy has a ‘fence’ right? (Pria Chicago itu memiliki ‘pagar’ dalam Kasino bukan?) ...”
“Yes he has Sir (Iya dia punya Tuan)---“
“Sure he has someone to stop any big winner there for not stepping out from their place before they get their money back (Pastinya mereka memiliki seseorang yang bertugas menghentikan para pemenang besar agar tidak keluar dari dalam Kasino sebelum mereka mendapatkan uang mereka kembali)---“
(Damian berkomentar).
“What his name? (Siapa namanya?) ...” (tanya Putra pada Revel).
“Pitts. Mickey Pitts.” (Jawab Revel). “Be careful on him (Berhati-hatilah dengannya)—“
“Why should I (Kenapa aku harus berhati-hati dengannya)?”
(Putra sontak bertanya)
“Well from what I’ve seen, that guy is always in that Casino everyday and night. Then show up if there’s any big winner who win money from them quite a lot. And if he’s not look around, he will come quite fast if the Casino need him.”
“(Sejauh dari apa yang aku perhatikan, pria itu selalu berada di dalam Kasino tersebut setiap hari dan malam. Lalu muncul jika ada pemenang besar yang meraup uang mereka amat cukup banyak. Dan meskipun dia tidak terlihat di sekitar, dia akan dengan cepat berada di dalam Kasino jika dirasa ia dibutuhkan)”
“I see.”
“And from what I ever heard (Dan dari apa yang pernah saya dengar)—“
(lanjut Revel).
“Well, I was there one time, when a man from outside England play here and win a lot of money in the Baccarat table then Mickey Pitts show up. Then somehow he was success persuade that man to play poker with him (Yah, aku pernah kebetulan ada, saat seseorang yang datang dari luar Inggris dan memenangkan banyak uang di meja Baccarat setelahnya Mickey Pitts muncul. Lalu entah bagaimana dia berhasil membujuk pria itu untuk bermain poker dengannya) ---“
“And then, what happen is, that guest lose everything (Dan selanjutnya, yang terjadi adalah, tamu itu kehilangan segalanya) ....”
(Putra menyambar omongan).
“Yes....”
(Revel mengiyakan).
“And the Casino staff will introduce Mickey Pitts, as their VIP members (Dan staf Kasino akan memperkenalkan Mickey Pitts, sebagai anggota VIP mereka)”
“I see.”
(Putra manggut – manggut ).
“What game (Permainan apa)?”
“Poker.”
__ADS_1
“And he’s the master of that game (Dan dia ahlinya permainan itu)”
“The staff told me, that he’s a God of Poker (Staff disana mengatakan padaku, bahwa dia Dewanya Poker)”
Flashback off ...
***
“Sir (Tuan) –“
“Yes?”
“There’s a person of our VIP members want to play with you.”
(Ada seseorang yang merupakan anggota VIP kami yang ingin bermain denganmu)”
“Who? (Siapa?)”
“Mister Mickey Pitts.”
Pria bersetelan jas yang memperkenalkan dirinya sebagai Manajer Kasino pada Putra serta menahannya itu, kemudian memiringkan tubuhnya dan menunjuk ke satu arah.
Putra pun menoleh ke arah dimana Manajer Kasino itu menunjuk.
Dimana seseorang yang bernama Mickey Pitts – yang ditunjuk oleh si Manajer itu pun nampak berjalan mendekati Putra.
“Seems that you’re a good player in Black Jack (Sepertinya anda adalah pemain yang handal di Black Jack)---“
“Just lucky (Hanya beruntung)” sambar Putra pada pria yang kata Manajer Kasino itu bernama Mickey Pitts.
Pria bernama Mickey Pitts itupun tersenyum pada Putra. “Ya I believe that (Ya aku mempercayai hal itu) ...” ucapnya kemudian.
Setelahnya pria bernama Mickey Pitts itu mengulurkan tangannya pada Putra, seraya memperkenalkan dirinya. “Not from England (Bukan berasal dari Inggris)? ---“
Mickey Pitts bertanya seraya menebak dari mana asal Putra, yang ia yakini bukan orang Inggris. Setelah sejenak Mickey Pitts memperhatikan perawakan Putra, yang mana rambutnya berwarna hitam legam, tidak mencerminkan perawakan orang Eropa pada umumnya.
Meskipun kepala Putra tertutup topi newsboy setengahnya.
Namun rambut Putra masih sedikit dapat terlihat jelas warnanya. Selain aksen bicara Putra yang tidak menunjukkan layaknya aksen orang Inggris yang rata – rata beraksen British.
“Ah business man from abroad (Ah pebisnis dari luar negeri)?”
“Kind of (Semacam itu)” jawab Putra lagi.
“Well, as the booger of businessman, maybe we can have a small talk with me on the Poker table (Kalau begitu, sebagai sesama pebisnis, mungkin kita bisa mengobrol di meja Poker)?”
“Small talk or invitation to gambling (Mengobrol atau undangan untuk berjudi)?” ucap Putra tanpa basa – basi.
Mickey Pitts kemudian terkekeh.
“What a to the point man (Sungguh pria yang tidak berbasa – basi)...”
“Don’t like to do something that wasting my time without nothing (Tidak suka menghabiskan waktuku untuk sesuatu yang tidak berguna)”
Putra tetap saja nampak santai menanggapi pria bernama Mickey Pitts tersebut, yang orangnya kemudian tersenyum setelah mendengar ucapan Putra.
“Well good then (Bagus jika seperti itu)—“ kata Mickey. “I invite you to play Poker with me, and I believe it can be something for you than nothing (Aku mengundangmu untuk bermain Poker denganku, dan aku percaya itu akan memberikanmu sesuatu bukan hal yang kosong)—“
“Well (Yah) –“
“If you win, of course (Tentu saja, jika kau menang) ..”
Mickey Pitts keburu menyambar, sebelum Putra menjawab ucapan pria itu sebelumnya.
Putra tersenyum tipis.
“So (Jadi bagaimana?) –“
Mickey Pitts tersenyum penuh arti pada Putra.
“Do you have a gut as a businessman who I believe dare for a challenge (Apa kau memiliki nyali sebagai pebisnis yang aku percaya berani untuk sebuah tantangan)? ---“
__ADS_1
Mickey Pitts berkata lagi dengan masih menampakkan wajah yang ramah. Namun sorot matanya menyiratkan sesuatu yang Putra dapat tebak dengan yakin.
Pria bernama Mickey Pitts ini mencoba memanipulasi emosi Putra yang ia pikir sebagai pebisnis sungguhan itu.
‘Not bad (Lumayan)’ batin Putra yang sudah dapat menerka maksud ucapan Mickey Pitts dan rencananya.
Yang mana hal tersebut telah diantisipasi oleh Putra, dari sejak Revel memberitahukan informasi tentang pria bernama Mickey Pitts ini padanya saat di mobil tadi-sebelum Putra, Damian dan beberapa orang dari kawanan mereka masuk ke dalam kasino.
Putra tak langsung menanggapi untuk menjawab ucapan Mickey Pitts yang menyiratkan sebuah tantangan, dimana hal tersebut mengacu pada sebuah jebakan untuk mengambil seluruh uang dalam kepingan chip yang Putra punya.
Mickey Pitts pun nampak sabar menunggu Putra yang di matanya sedang berpikir itu untuk mengambil keputusan, sambil pria yang merupakan ‘pagar’ dari kasino tempat Putra berada itu memikirkan cara lain untuk membuat dirinya dapat merebut kembali uang yang sudah Putra menangkan, berikut modal Putra juga.
Karena dari keberhasilannya nanti merebut kembali uang yang telah dimenangkan oleh para pemain besar meskipun hanya setengahnya hingga kasino milik pria yang disebut Putra dan kawanannya sebagai Pria Chicago itu tidak terlalu merugi-Mickey Pitts akan mendapat bagian dari uang yang berhasil ia menangkan kembali dalam permainan kartu yang amat dikuasainya.
Jadi sebisa mungkin Mickey Pitts akan berusaha untuk dapat merebut kembali uang yang telah dimenangkan oleh para tamu kasino yang menang besar.
Dengan cara halus-seperti yang sedang Mickey Pitts praktekkan pada Putra sekarang, atau cara kasar jika memang cara halus tetap membuat targetnya tak mengindahkan undangannya untuk bermain Poker melawan dirinya.
“You know how to play Poker right (Kau tahu cara bermain Poker bukan)?” tanya Mickey Pitts sambil ia tersenyum.
Putra pun balas tersenyum, pada Mickey Pitts yang tersirat meremehkan Putra dalam senyum keramahannya.
“He knows it (Dia tahu permainan itu)” celetuk Damian sambil tersenyum dan merengkuh bahu Putra lalu menepuk pelan disana.
“And it means that my invitation is accepted (Dan itu artinya undanganku diterima)?....”
“Sure. Why not?”
“But play careful brother. Even that we believe of a luck (Tetapi tetaplah berhati-hati saudaraku. Meskipun kita percaya pada yang namanya sebuah keberuntungan)”
Damian berucap di telinga Putra seolah berbisik.
“Seems that this man is good in that game (Sepertinya pria ini lihai dalam permainan itu)”
“Hemm.” Putra menyahut dengan berdehem pendek.
Damian memang sengaja berbisik di telinga Putra, yang mana suara bisikannya itu sedikit ia perjelas, agar orang yang sangat dekat berdiri didekatnya dan Putra dapat mendengar apa yang ia katakan pada Putra yang nampak seolah berbisik itu.
Yang mana orang yang sedang berdiri sangat dekat dengan Damian dan Putra itu adalah si Manajer Kasino.
Dimana memang Damian dan Putra tahu jika si Manajer Kasino tersebut menguping pada Damian yang sedang berbisik pada Putra.
Dan memang, apa yang diprediksikan Putra dan Damian terjadi.
Yakni si Manajer Kasino menguping, dan akan menyampaikan informasi sekecil apapun yang bisa ia dapat dari perkataan Putra dan Damian pada Mickey Pitts.
Dan memang begitulah yang terjadi.
Putra dan Damian yang dapat merasakan pergerakan si Manajer Kasino yang memepet Mickey Pitts meski tanpa harus menolehkan kepala mereka, menyeringai dalam hati. Si Manajer Kasino itu pasti menyampaikan apa yang didengarnya, berdasarkan bisikan Damian pada Putra, yang seolah mengatakan jika Putra sebenarnya tidak menguasai permainan Poker, dan kedua orang yang berbisik didepannya itu hanya bermodalkan kenekatan dan keberuntungan.
“Remember to play with carefully brother (Ingat untuk bermain dengan penuh perhitungan saudaraku)” ucap Damian setelah Putra duduk di sebuah meja oval dimana Putra duduk disalah satu ujungnya, dan Mickey Pitts duduk di ujung yang satunya.
Dan mata Mickey Pitts memperhatikan betul mulut Damian yang sedang berbisik pada Putra itu, lalu ia menyeringai tipis.
“But I’m sorry, I can accompany you here (Tapi maaf, aku tidak dapat menemanimu disini) .....” ucap Damian lagi.
“And where are you going to (Dan kau mau kemana)?” tanya Putra pada Damian yang nampak hendak hengkang dari tempat Putra.
“I’ll take some time to get more drinks and have a chit chat with some of sexy ladies here (Aku akan merehatkan diri untuk sekedar minum dan mengobrol dengan beberapa wanita seksi disini)”
Damian menjawab pertanyaan Putra dengan santai.
“Beside, my head a little bit dizzy to see cards (Lagipula, kepalaku sedikit pusing untuk melihat kartu-kartu)”
Damian melanjutkan ucapannya. Dan Putra pun berdecih dengan ekspresi wajah geli ke arah Damian. Keduanya memang sengaja berinteraksi senormal mungkin dihadapan Mickey Pitts dan semua orang yang tidak mengenal mereka.
“By the way Sir (Ngomong-ngomong Tuan) ---“
Mickey Pitts bersuara sambil memandang pada Putra.
“What’s your name (Siapa namamu)?”
__ADS_1
***
To be continue .....