
Happy reading .....
🔵🔵🔵🔵🔵🔵
England,
“Have you seen your own entrails? ( Apakah kau pernah melihat ususmu sendiri? )...”
Adalah Putra yang bicara pada Jaeden. Setelah pria itu diturunkan dari gantungannya sehabis dibuat jadi samsak tinju oleh Damian.
Kemudian Putra menusuk tangan Jaeden yang masih terikat dengan pisau milik Putra yang jika dirinya bepergian, pisau tersebut juga akan ikut serta bersamanya—selain sebuah pistol.
Suara pekikan kesakitan langsung membahana dari mulut Jaeden. Bahkan terdengar lebih keras dari pekikannya saat Putra menghantam kaki Jaeden dengan sebuah balok kayu, karena pisau super tajam milik Putra yang berukuran cukup besar itu menembus dua telapak tangan Jaeden hingga menyatu dengan lantai geladak kapal – katakanlah begitu.
Wajah Putra yang sebelumnya nampak bengis sebelum menancapkan pisaunya di kedua telapak tangan Jaeden, kini berganti dengan senyuman miring yang menghias wajah itu setelah mendengar pekikan kesakitan Jaeden.
Yang orangnya hanya Putra perhatikan dengan dingin, tanpa ada sedikitpun gurat belas kasihan di wajah Putra – sementara Damian, Accursio, Yona dan para anak buah mereka – menonton saja apa yang sedang Putra lakukan pada Jaeden.
****
“Too bad I’m in hurry because my wife and son is expecting me to get home soon ( Sayang sekali aku terburu – buru karena istri dan anak lelaki berharap aku segera pulang )...“
Putra yang sudah berjongkok di dekat Jaeden yang sudah tak berdaya untuk memberikan perlawanan itu, kembali berbicara.
“Or else, I’ll stay here a little bit longer to keep you in a place to torture you everyday ‘till I get bored and after I take out some of your organs out of your body, with you in conscious ( Jika tidak, aku akan tinggal lebih lama di sini untuk menawanmu demi menyiksamu setiap hari sampai aku bosan dan sampai aku telah mengeluarkan beberapa organ tubuhmu keluar dari sana, dengan kau yang dalam keadaan sadar )”
Putra berkata dengan datar dan dingin kepada Jaeden yang ia tatap cukup tajam. Kemudian Putra berdiri, lalu menyentuh tubuh bagian atas Jaeden di tengah bawah dekat tulang selangka dengan ujung sepatunya.
Lalu Putra menggerakkan ujung sepatunya itu hingga ke perut Jaeden sambil lagi Putra bicara.
“Split this part, then make feel every inch of the pain from it and make you see your blood flow until you die alone, by feeling an extremely pain before your death come to you ( Membelah bagian ini, lalu membuat kau merasakan setiap rasa sakit itu dan membuatmu masih dapat melihat darahmu mengalir sampai kau mati dengan sendirinya, merasakan kesakitan yang teramat sangat sebelum mautmu tiba )”
****
Putra menyeringai kemudian.
Menampakkan senyum seorang psikopat yang pernah menempel dalam dirinya dulu, sebelum Rery benar – benar merangkulnya.
“Poor me because I have to skip that part, whereas it must be have so much fun ( Malangnya aku karena harus melewatkan bagian itu, padahal itu pasti akan sangat menyenangkan )”
Membuat siapapun yang mendengar ucapan Putra barusan itu cukup merasa bergidik, atau mungkin tidak percaya jika mereka memang tidak mengenal sejauh mana Putra bisa menyiksa orang –orang yang ia anggap hama.
Karena memang darah seorang psikopat mengalir di darah Putra atas keturunan dari kakeknya.
Meski Rery sering sekali menasehati Putra agar jangan berlaku terlalu kejam. Yang selalunya Putra dengarkan nasehat Rery itu, dan paling akan langsung menembak mati saja targetnya. Jika orang tersebut hanya cukup mengganggu bisnis Rery. Namun berbeda jika orang – orang yang Putra anggap hama itu mengganggu kehidupan Rery dan keluarga kecilnya, termasuk mengancam keselamatan nyawa tiga orang yang Putra amat kasihi.
Untuk satu hal itu, Putra tidak akan segan untuk menghabisi si pengganggu dan pengancam nyawa dengan cara yang kejam. Dan itu pernah Putra lakukan pada seseorang yang pernah hampir mencelakai Madelaine dan Anthony bayi karena ingin menghancurkan Rery yang bisnis pribadinya sedang mulai sangat berkembang, setelah dia melepaskan segala fasilitasnya sebagai pewaris utama sang ayah dan nama besar keluarganya di Inggris.
Orang bayaran dari dia yang menyuruh orang tersebut untuk mencelakai Madelaine dan Anthony bayi, Putra patahkan kedua tangan dan kakinya sebelum Putra bunuh mati.
__ADS_1
Lalu dia yang bertanggung jawab dengan membayar seorang pembunuh bayaran untuk mencelakai dua orang yang amat Rery cintai itu, Putra bakar hidup – hidup.
*****
“And you must be very greatful, because I have no time to spend more time with you and tear your chest until your stomach. Then take out your kidney while you still alive ( Dan seharusnya kau bersyukur, karena aku tidak memiliki waktu untuk bersamamu lebih lagi dan membelah dua dada hingga perutmu. Lalu mengeluarkan ginjalmu saat kau masih hidup )”
Kembali Putra berkata dengan datar dan dingin.
“But I think I have time to do one thing before I send you to hell.”
“( Tapi rasanya aku punya waktu untuk melakukan satu hal sebelum aku mengirimmu ke neraka )”
Putra menampakkan seringai iblisnya.
*****
“AARRGGHH!!!!—“
Lolongan kesakitan yang teramat sangat, terdengar memulas telinga.
Sekaligus membuat siapapun yang melihat pemandangan yang menjadi alasan lolongan yang memulas telinga itu baru saja terdengar, akan sangat bergidik ngeri.
‘Oh God—‘
“Damned...”
Damian langsung menggumam sambil meringis, bersamaan dengan para anak buah mereka yang membatin kaget atas apa yang baru saja mereka lihat.
*****
Karena Putra telah memotong tangan Jaeden itu dengan sebuah tang besar yang tersedia pada geladak kapal yang biasanya digunakan untuk mengangkut barang berat.
Seketika pula, darah merembes dari tangan Jaeden yang diputus paksa oleh Putra ke atas lantai geladak kapal tersebut. Dan lolongan kesakitan Jaeden menjadi rintihan kesakitan yang panjang.
Namun itu tidak membuat Putra sedikit pun iba.
Pria itu tetap menatap Jaeden dengan dingin saja.
“Want to finish now, or still anything else that you want to do with him? ( Ingin menyelesaikannya sekarang, atau masih ada lagi yang ingin kau lakukan padanya? )” Damian sudah mendekati Putra.
“Not too satisfied ( Tidak terlalu puas )...” ucap Putra. “But I make it enough, cause for at least I will smile when I remember this moment, how he’s suffer a lot before dead ( Tapi aku cukupkan, karena setidaknya aku akan tersenyum saat aku mengingat saat ini, bagaimana dia sangat menderita sebelum mati )”
*****
Damian menanggapi ucapan Putra kemudian, lalu menengok ke arah Yona dan Accursio berada.
Setelahnya Damian langsung menganggukkan kepalanya kepada dua orang tersebut. Dimana Yona dan Accursio memahami arti anggukkan Damian itu.
Yona dan Accursio membalas mengangguk pada Damian, kemudian terdengar suara Yona yang ucapannya tertuju kepada anak buah mereka—yang langsung nampak juga bergerak melakukan beberapa hal. Dan dibeberapa menit berikutnya, Accursio mendekati Putra dan Damian yang masih berdiri di tempat mereka, yang terus saja memandangi Jaeden dengan dingin dan datar.
__ADS_1
Dimana Jaeden nampak menggelepar kesakitan dengan nafas yang terengah – engah. Tetap, Putra bergeming dalam ‘teganya’.
“We’re ready to go...“ Accursio berucap.
*****
“If you just messed up everyone around Kingsley without killing everyone that we love that much ( Jika kau hanya mengacaukan setiap orang disekitar Kingsley tanpa membunuh orang-orang yang sangat kami cintai )...”
Putra kembali berbicara lagi pada Jaeden.
Dan dalam kesakitannya, Jaeden memperhatikan wajah Putra yang sedang kembali bicara padanya itu.
“Maybe you just ended up at the worst jail in England ( Mungkin kau hanya akan berakhir di penjara terburuk di Inggris )—“
“Putra.” Suara Yona menyela Putra yang sedang berbicara dengan Jaeden itu. “You, Damian and Sio may get to the boat first, I’ll take care the rest of everything here ( Kau, Damian dan Sio silahkan naik ke perahu duluan, aku yang akan mengurus sisanya disini )—“
“No ( Tidak )...” tukas Putra.
*****
“You guys get to the boat at first ( Kalian saja yang duluan pergi ke perahu )...”
Putra sambung berbicara setelah menukas ucapan Yona sebelumnya. Lalu melirik pada sebuah jerigen yang ada di satu tangan Yona.
“Give it to me ( Berikan itu padaku )” kata Putra lagi sambil menggerakkan tangannya. Sebagai kode pada Yona agar memberikan jerigen tersebut kepadanya.
“But ( Tapi )—“
“I need to see by myself how he burn here before burn at hell.”
“( Aku perlu melihat sendiri bagaimana dia terbakar di sini sebelum terbakar di neraka )”
*****
“But we need to be far from this ship while it’s burning because of the bombs will explode once the fire touch it.”
“( Tapi kita harus berada jauh dari kapal ini saat sudah mulai terbakar karena bom akan meledak saat tersambar api )”
“Just get on the boat ( Naik saja ke perahu ), Yo.” Putra menanggapi ucapan Yona yang serupa peringatan.
“Come ( Ayo ), Yo—“
“But ( Tapi )...“ Yona hendak memberikan bantahan.
Tapi Accursio langsung mengkodenya agar ikut saja dengan apa yang Putra minta ia untuk lakukan.
Yona lalu menghela berat nafasnya. Kemudian memberikan jerigen yang ia pegang ke tangan Putra.
“Don’t let yourself get burn or blow ( Jangan sampai kau terbakar atau meledak )” kata Yona pada Putra.
__ADS_1
*****
To be continue...