LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 283


__ADS_3

LIFE OF A MAN PART 283


*******************


Happy reading ...


♦♦♦


London, Inggris


“Freya looks a little bit different than from the last time I met her ( Freya terlihat sedikit berbeda dari yang terakhir aku bertemu dengannya ) ...” ucap Damian pada Putra setelah Jules melajukan mobil yang ia kemudikan dari gerbang kediaman almarhum Kingsley Smith. “Maybe that because she changes her hair color ( Apa mungkin karena dia mengganti warna rambutnya )?”


Damian menyampaikan pendapatnya, karena ia juga sempat memperhatikan wanita yang ia kenal sebagai salah seorang anggota keluarga dari klan Smith, yakni masih bagian dari keluarga almarhum Rery.


Putra menyungging miring. “No.”


Dan didetik berikutnya Putra menanggapi ucapan Damian soal wanita yang mereka kenal sebagai Freya.


“She is look different with Freya that we’ve known, because she is not Freya ( Dia memang terlihat berbeda dengan Freya yang kita kenal, karena dia memang bukan Freya )---“


“What ( Apa )? ...” Damian menampakkan ekspresi terkejut bercampur heran dan tak percaya.


Putra manggut-manggut.


Lalu Putra menoleh pada Damian dan bicara.


“I don’t know what is behind this, but I’m definately hundred percents sure ( Aku tidak tahu ada apa dibelakang semua ini, tapi aku seratus persen sangat yakin ) ...”


Dan Putra menampakkan keyakinan atas ucapannya tentang apa yang menjadi penilaiannya terhadap wanita yang tadi sempat berbicara dengannya,dimana wajah wanita tersebut memiliki wajah yang selama ini Putra kenal dengan nama Freya.


“That she, isn’t Freya ( Bahwa wanita tadi, bukanlah Freya )”


“But how could it be ( Tapi bagaimana itu mungkin )?” tanya Damian.


“First, her hair is blond which Freya’s hair is rich copper ( Pertama, warna rambut wanita itu pirang sementara rambut Freya berwarna tembaga ) ---“


“Coloring ( Pewarnaan )?”


Damian menyambar dan Putra manggut-manggut.


Lalu Putra meluruskan duduknya kembali dan duduk dengan santai, setelah sempat memiringkan tubuhnya kala berbicara dengan Damian barusan.


Click.


Suara sebuah lighter terdengar.


Dimana didetik berikutnya Putra menyulut sebatang rokok yang sudah ia selipkan di bibirnya dengan lighter tersebut.


Damian pun akhirnya juga menyulut sebatang rokok sama halnya seperti Putra, sambil menunggu Putra lanjut bicara untuk menjabarkan penilaiannya.


“Freya’s height is 5ft 3in, but that woman is taller ( Tinggi Freya itu 5 kaki 3 inci, tapi wanita tadi lebih tinggi darinya ) ---“


“High heels ( Sepatu berhak tinggi )?” sambar Damian dan Putra menggeleng.


“She’s using slingback shoes with flat heel ( Dia menggunakan sepatu slingback dengan hak datar ) ---“


Putra menjeda ucapannya untuk sekedar menghembuskan asap dari rokok yang ia sesap ke udara dalam mobil.


“I don’t know Freya that well, but I sure I know how’s her physique ( Aku tidak akrab dengan Freya, tapi aku tahu betul perawakannya )”


Putra kembali menyesap rokoknya.


“And the woman who has Freya’s face that face to face with me, it wasn’t Freya ( Dan wanita dengan wajah Freya yang berhadapan denganku tadi, bukanlah Freya )”


Putra kembali berucap untuk menegaskan, setelah ia menyesap rokoknya lalu mengepulkan asap rokok yang ia sesap itu ke udara.


“Beside that woman didn’t recognize me, whereas I faced her-even from a litlle distance, but I’m sure that she still can see my face. So, she, is not Freya.”

__ADS_1


“( Lagipula wanita itu tidak mengenaliku, padahal aku menghadapkan wajahku padanya-meskipun berjarak, tapi aku yakin dia tetap dapat melihat wajahku. Jadi, dia, bukan Freya )”


Damian manggut-manggut.


“Well if she didn’t recognize you, then I’m sure that she isn’t Freya ( Yah jika memang dia tidak mengenalimu, kalau begitu dia memang bukan Freya )”


Lalu Putra tak lagi bicara, dan Damian pun juga tak lagi bicara.


Keduanya sedang berjibaku dengan pikiran dengan ragam spekulasi, sehubungan dengan wanita yang wajahnya mirip dengan seseorang yang Putra dan Damian kenal selama mereka tinggal di Inggris sebelumnya.


“Is that woman did a plastic surgery ( Apa wanita itu melakukan operasi plastik )? ...” ucap Damian yang merasa penasaran setelah sejenak ia terdiam.


Putra menggeleng. Dan Damian langsung berucap lagi.


“But what for ( Tapi untuk apa )? ... what the advantage of it ( Apa keuntungan dari itu )? ----“


Putra mengendikkan bahunya, bersamaan juga dengan Damian yang lanjut berucap.


“For that moth*rfuck*r ( Untuk si keparat Jaeden )? ...” sambung Damian.


“Her face shape is too smooth for a result from a surgery ( Bentuk wajahnya terlalu halus jika untuk sebuah hasil operasi )”


Putra berkomentar.


“So you mean that Freya has a twin?”


“( Jadi maksudmu Freya memiliki saudara kembar? )”


“Maybe.”


Putra menjawab malas-malasan pertanyaan Damian yang merupakan sebuah dugaan itu.


“But I never know if Freya has a twin ( Tapi aku tidak pernah tahu jika Freya punya saudara kembar )?”


Damian kembali berucap.


“Maybe Freya’s family has a secret that they buried deep down inside the ground. Who knows ( Mungkin keluarganya Freya memiliki rahasia yang mereka kubur dalam-dalam di tanah. Siapa yang tahu )?”


“Hem, could be like that ( bisa saja begitu ) ...”


Damian menanggapi seraya manggut-manggut.


“And if that is Freya’s twin ... Then where is Freya ( Dan jika itu adalah kembarannya Freya ... Lalu dimana Freya )? ...”


Kemudian Damian nampak berpikir.


“Probably dead already ... There are a lot of possibilities might be happened if Freya has a twin, but her twin was never been told ( Bisa saja sudah meninggal ... Ada banyak kemungkinan yang dapat terjadi jika Freya memiliki kembaran, tapi kembarannya tidak pernah ditunjukkan pada orang-orang ) ...”


“Ya you were right ( kau benar )”


Damian manggut-manggut. Sepemikiran dengan Putra.


“And are we going to find out about this ( Dan apa kita akan mencari tahu tentang ini )?”


“Heh! Freya’s family matter none of my business ( Masalah dalam keluarga Freya bukan urusanku ) ...”


“Heem ---“


“Beside they were being killed by that moth*rfuck*r also ( Lagipula mereka juga telah dihabisi oleh si keparat itu ) ...”


Putra lanjut bicara.


“Well it makes me curious ... is that moth*rfuck*r knows if that woman isn’t Freya ( Aku jadi penasaran ... apakah si keparat itu tahu jika wanita tersebut bukan Freya )? ...”


Damian lalu juga berbicara seraya bertanya, dan Putra mengangkat bahunya singkat.


“Don’t know and don’t care ( Tidak tahu dan tidak peduli )!”

__ADS_1


“......”


“If it’s Freya, then I will find out why she wants to betrayed all of her family, which I know that spoiled her a lot ( Jika itu adalah Freya, maka aku akan mencari tahu mengapa ia mengkhianati keluarganya, yang aku tahu sangat memanjakannya ) ...”


Putra menyambung ucapannya.


“But now I don’t think it’s necessary because I believe that Freya also dead like her family ( Tapi sekarang aku pikir itu tidak perlu karena rasanya aku percaya jika Freya juga sudah terbunuh seperti keluarganya ) ...”


“......”


“No matter that is the moth*rfuck*r who did that\, or Freya’s twin. F*ck*d off with any kind of conspiracy they have. All I know is\, that woman is part of that moth*rfuck*r\, that thing that I care. But I don’t care about the reason why she with him. All I care\, she’s with him\, her bad luck. Because I will make her feel what Madelaine’s felt.”


“( Tidak peduli apakah si keparat itu ataupun kembaran Freya yang melakukannya. Persetan dengan konspirasi apapun yang mereka miliki. Yang aku tahu adalah, wanita itu adalah bagian dari si keparat, hal itu yang aku pedulikan. Tapi aku tidak peduli alasan mengapa wanita itu bisa bersamanya. Yang aku pedulikan, wanita itu bersama Jaeden, adalah takdir buruknya. Karena aku akan membuatnya merasakan apa yang Madelaine rasakan )”


“......”


“Jaeden must feel what Rery’s felt even worst. And his son, must feel what Anth’s felt ( Jaeden harus merasakan apa yang Rery rasakan bahkan jauh lebih buruk. Dan anak lelakinya, harus merasakan apa yang sudah Anth rasakan ) ---“


***


Salisbury, Inggris


“Haah ... Now my heart can beat normally ( Jantungku dapat berdetak dengan normal sekarang )”


Hizkia langsung buka suara kala Putra dan mereka yang pergi bersamanya telah kembali ke mansion milik Putra di Salisbury itu.


Putra, Damian, Garret beserta Devoss yang masuk melalui pintu utama mansion dimana Hizkia telah berdiri berjarak dari pintu saat mereka datang itupun spontan mendengus geli.


“So, what information you guys got? ... Or any news you guys want to share with me? ... Like you all killed Gaines, for example ( Jadi, ada informasi yang kalian dapatkan? ... Atau ada kabar yang kalian ingin bagi denganku? ... Seperti jika kalian telah membunuh Gaines, contohnya )?”


Putra, Damian, Garret dan Devoss mendengus geli lagi, sementara Hizkia cengengesan.


Lalu kelima orang itu melipir ke ruang tengah mansion.


Putra mengedarkan pandangannya, kemudian ia bersuara kala ia telah mendudukkan dirinya di atas sofa, setelah melepaskan coat panjangnya, dengan ketiga maid dalam mansion yang melayani Putra dan tiga lainnya dari sejak mereka melepas coat, topi, serta sarung tangan mereka.


“Is Thomas slept already ( Apa Thomas sudah tidur )? .....”


Kemudian Putra bertanya pada Hizkia, karena tidak melihat sosok yang ia tanyakan.


“No, not yet ..... He’s trying to check if the phone line already can be use or not ( Tidak, belum ..... Dia masih memeriksa apakah saluran telepon sudah dapat digunakan atau belum )----“


“So the phone line still not work yet ( Jadi saluran telepon belum berfungsi )?----“ potong Putra.


“Moments ago before you guys came, still can’t ( Beberapa saat sebelum kalian datang, masih belum bisa )”


Putra, berikut Damian, Garret dan Devoss pun manggut-manggut mendengarkan penuturan Hizkia barusan.


“I just remember ( Aku baru teringat )---“


Putra berkata.


“How about the radio ( Bagaimana dengan radio )?”


“Already tried, but same. No Frequence can reach. Disturbed ( Sudah dicoba, tetapi sama saja. Tidak ada frekuensi yang dapat tertangkap. Terganggu ) ...”


Hizkia memberikan jawabannya, dan Putra berikut tiga orang lainnya kembali manggut-manggut.


“But, there’s a news from his Boss ( Tetapi, ada berita dari Bosnya ) ...”


Putra yang hendak meraih kopi dalam cangkir yang telah disediakan oleh maid di mansionnya itu-yang menolak untuk beristirahat sebelum Tuan mereka kembali meski Hizkia telah menyuruh ketiganya untuk beristirahat itu, langsung menghentikan gerakannya dan menatap serius pada Hizkia.


“From what I’ve known, there a probability, if Jaeden will fly back over England by tomorrow ( Dari apa yang aku tahu, ada kemungkinan, jika Jaeden akan kembali ke Inggris esok hari )”


♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦♦


To be continue ...

__ADS_1


__ADS_2