LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 272


__ADS_3

Happy reading ...


**************


London, England


“Go get some drinks, brother (Pergi ambil minuman, saudaraku) –“ ucap Putra pada Damian kala Damian telah mengundurkan diri dari permainan yang tadi ia mainkan sampai ia mengalami kekalahan berkali-kali.


Yang tentu saja itu adalah hal yang memang disengaja oleh Damian, dimana ada Devoss yang berada dalam satu meja dengannya, dan dengan kode yang mereka punya, kemenangan selain didapat oleh bandar, juga dimenangkan oleh Devoss beberapa kali, walau hanya setengah dari jumlah taruhan Devoss yang yang ia menangkan.


Jadi ya hitungannya, uang yang Damian punya dalam bentuk chips itu sebenarnya tidak kemana-mana. Tetap berada di tangan mereka, hanya sekedar berpindah tangan saja dari Damian ke Devoss meskipun tidak semua.


Tapi tentunya uang dalam bentuk kepingan chip itu akan mereka pastikan kembali ke jumlahnya semula, bahkan melebihi dari jumlah yang sudah Putra, Damian dan Devoss pertaruhkan. Karena memang rencana mereka adalah membuat kerugian besar di kasino milik salah seorang sekutu besarnya Jaeden.


“I’ll replace your place here (Aku yang menggantikanmu disini)..” Putra kemudian kembali berucap pada Damian, sambil ia mengambil tempat di meja permainan kartu yang Damian tadi duduki.


“Okay!” sahut Damian pada Putra, sambil ia berlalu untuk menuju ke sebuah bar minuman yang ada di dalam kasino tersebut. Dan Putra kemudian menyusun kepingan chip yang ia punya di atas meja tempatnya duduk.


*****


Putra sudah meletakkan keping taruhannya di atas meja permainan, yang tidak dia pertaruhkan semua.


Bandar sudah membagikan dua kartu pada masing – masing pemain, yang kemudian langsung dibuka oleh masing – masing pemain.


Putra kalah pada taruhannya yang pertama-berikut para pemain yang lain jadi bandar yang menang. Namun dipermainan berikutnya, Putra sudah memberi kode pada Devoss, untuk menaikkan taruhan.


“What will be, will be (Yang terjadi, terjadilah) –“ ucap Putra yang mendorong seluruh kepingan chipnya yang tertumpuk.


Devoss sebelumnya sudah diberitahukan beberapa kode bahasa isyarat dengan gerakan tubuh yang biasa ia gunakan dengan para saudaranya yang berada di Ravenna dan dengan cepat Devoss mempelajarinya.


Jadi setelah Devoss menaikkan taruhan yang mana jumlahnya ia sesuaikan dengan kepingan jumlah total kepingan chip yang Putra miliki sekarang, Putra ikut masuk dalam permainan dan mempertaruhkan semua kepingan chipnya.


Bandar sudah tersenyum penuh arti, dan mulai membagikan kartu.


“Alright let’s start again (Baiklah mari kita mulai lagi) ...” ucap si bandar permainan kemudian.


Namun setelah kartu di bagi, senyuman si bandar menghilang, karena Putra memenangkan permainan dengan telak.


Kartu Putra mendapatkan angka yang sempurna dan menyentuh angka 21, dimana ketentuan dari permainan judi kartu yang Putra dan Devoss mainkan sekarang ini-adalah, siapapun yang memiliki kartu yang paling mendekati angka 21 atau tepat 21, maka dialah pemenangnya.


Dan kartu Putra sempurna nilainya. Jadi kepingan chip Putra kini telah berjumlah dua kali lipat miliknya. Tak berhenti, Putra menyatakan bermain lagi. Dan hingga tiga kali permainan, Putra terus-terusan menang, dan wajah bandar telah nampak gugup sekarang.


Sementara Putra dan Damian tentu saja sumringah wajahnya, layaknya orang yang memenangkan judi yang datang ke kasino. Sementara Devoss bersikap datar saja, meski kepingan chipnya hampir habis. Dimana tanpa bandar dan pihak kasino sadari, sebenarnya Putra dan Devoss telah bertukar informasi jumlah kartu dengan bahasa isyarat ataupun dengan kata-kata yang sebenarnya memiliki makna yang berbeda dari makna yang sebenarnya.


Jadi atas dasar selentingan-selentingan ucapan yang Devoss katakan pada Putra-yang mana adalah kode-kode, Putra jadi mampu memprediksikan langkah yang dia ambil. Selain memang Putra amat sangat menguasai permainan kartu yang sebutannya Black Jack ini.


Jadi dengan modal itu, ditambah otak Putra yang cerdas, yang mana ia juga jago matematika plus bocoran-bocoran dari Devoss, Putra selalu menang di permainan berikutnya.


Yang mana taruhannya selalu Putra naikkan disetiap permainan. Dan membuat Putra menjadi kaya dalam semalam-istilahnya.


Putra menenggak habis minuman yang telah Damian bawakan untuknya, saat bandar bertanya lagi apa Putra akan masih terus main.


Lalu Putra menoleh pada Damian. “Is all enough to supersede your lost? (Apa semua ini sudah cukup untuk menggantikan kekalahanmu?)”


Damian sontak melihat ke arah kepingan chip Putra yang banyak jumlahnya itu. “Well ...” ucap Damian. “It’s even more I guess (Sepertinya ini juga sudah lebih)”


Damian lanjut bicara dan Putra manggut – manggut. “I think I’m off now (Aku rasa aku berhenti sekarang)” kata Putra setelah mendengar ucapan Damian. Sambil ia mengumpulkan kepingan chip miliknya yang sudah berkali lipat jumlahnya itu.


Kemudian Putra memasukkannya ke dalam kantong chip yang telah disediakan, dibantu juga oleh Damian.


Namun saat Putra sudah bangkit dan hendak hengkang dari meja permainan bersama Damian yang telah datang setelah memesan dua gelas minuman, ada yang menahan Putra untuk pergi.


“Sir (Tuan) –“ seorang pria dengan setelan jas yang terlihat oleh Putra dan Damian, kala keduanya hendak beranjak dari tempat mereka.


“Yes?”

__ADS_1


Putra menanggapi dengan santai pria bersetelan jas yang kini sudah berada tepat dihadapannya.


Dan pria bersetelan jas itu pun tersenyum pada Putra. Lalu memperkenalkan dirinya sebagai manajer kasino tersebut.


Yang mana Putra sudah dapat menebak kepentingan si manajer kasino itu menahan Putra saat ini. tentu saja karena Putra telah mengeruk banyak keuntungan dari kasino yang sedang Putra dan beberapa orang kawanannya datangi ini.


Dimana pihak kasino tidak akan membiarkan orang yang menang begitu saja, tanpa ada perlawanan dari mereka. Bukan secara kasar, tapi secara halus. Karena mereka tidak ada yang menyadari kerjasama antara dirinya dan Devoss untuk mencurangi bandar.


Jadi ...


“There’s a person of our VIP members want to play with you.”


(Ada seseorang yang merupakan anggota VIP kami yang ingin bermain denganmu)”


***


Flash back on


“Is he around at his casino (Apa dia ada disekitar kasinonya ini)?” Putra bertanya lagi pada Revel. “Looking around (Berkeliling)?..”


(Putra bertanya pada pria yang merupakan orang suruhan Thomas – yang bernama Revel, untuk mengawasi salah seorang dari beberapa sekutu Jaeden, yang Putra dan kawanannya sebut sebagai Pria Chicago)


“Yes he was. He quite often get close to his guest who play in his place if he’s being around  (Iya. Dia sering berkeliling untuk mendekati tamu-tamunya yang bermain di tempatnya itu, jika dia sedang ada di tempat )”


“I see –“


(Putra menggumam).


“So, still want to get in and put away the risk if he knew you (Jadi, masih ingin masuk dan mengenyampingkan resiko jika dia mengenalimu)? ---“ Damian lalu melontarkan pertanyaan pada Putra.


“Why not (Kenapa tidak)? ---



“Now, take us in (Sekarang, bawa kami masuk), Revel ..”


“But before that (Tapi sebelum itu)-- Jules ..”


“Yes Boss (Iya Bos)” tanggap Jules.


“Tell Garret and Devoss to get in too, few minutes after me and Dami are get into (Katakan pada Garret dan Devoss untuk juga masuk beberapa menit setelah aku dan Dami masuk kesana)”


“Yes Boss.”



“Jules.”


“Yes Boss? ...”


“Get two of our men here (Panggilkan dua orang kita kesini)”


“Yes Boss.”



“Yes, Mister Putra? ...”


“Both of you are in right behind me and Damian (Kalian berdua masuk tepat dibelakangku dan Damian)”


“Yes Sir.”


“Here ...”


(Putra memberikan sejumlah uang pada kedua anak buah yang dipanggilnya).

__ADS_1


“Both of you decide who in and who stay near with the entrance, while Jules wait in the car (Kalian berdua memutuskan siapa yang masuk, dan siapa yang berjaga dekat di pintu masuk untuk awas pada keadaan di dalam, sementara Jules menunggu di mobil)”


“Yes Sir.”


“Anyone of you who get inside, just come like usual guest, then play one game for one or two round. Then go to the bar and stay there after while you are watching to a room which has a tight guard from your place (Siapapun diantara kalian yang masuk, datanglah seperti tamu pada umumnya, lalu bermainlah satu permainan untuk satu atau dua putaran. Kemudian duduklah di bar dan perhatikan ruangan yang memiliki pengamanan yang cukup ketat)”


(Putra bicara panjang lebar pada dua anak buah yang dipanggilnya itu).


“He’s inside that special room right (Dia ada didalam ruangan spesial itu kan), Revel?”


(Putra beralih pada Revel sesaat).


“Yes Sir.”


(Putra langsung mengangguk setelah mendengar jawaban Revel).


“And if you see this guy out from that room before I left, make a distraction  (Dan jika melihat pria ini keluar dari dalam ruangan tersebut sebelum aku pergi, buatlah pengalihan) –“


(Putra menunjukkan satu foto pada kedua orang yang sedang ia ajak bicara itu).


“Then one who get close with the entrance, go fast to Jules to get ready with the car when Garret do his part (Lalu satu yang dekat dengan pintu masuk, pergilah cepat kepada Jules untuk bersiap dengan mobil saat Garret melakukan bagiannya)”


(Putra memberikan pengarahan secara detail).


“Can both of you do that? (Bisa kalian berdua melakukannya?)”


“Yes we can Sir.”


“Good.”



“Rev ...”


“Yes Sir?”


“That Chicago Guy has a ‘fence’ right? (Pria Chicago itu memiliki ‘pagar’ dalam Kasino bukan?) ...”


“Yes he has Sir (Iya dia punya Tuan)---“


“Sure he has someone to stop any big winner there for not stepping out from their place before they get their money back (Pastinya mereka memiliki seseorang yang bertugas menghentikan para pemenang besar agar tidak keluar dari dalam Kasino sebelum mereka mendapatkan uang mereka kembali)---“


(Damian berkomentar).


“What his name? (Siapa namanya?) ...” (tanya Putra pada Revel).


“Pitts. Mickey Pitts.” (Jawab Revel). “Be careful on him (Berhati-hatilah dengannya)—“


Flash back off


*


“Sir (Tuan) –“ seorang pria dengan setelan jas yang terlihat oleh Putra dan Damian, kala keduanya hendak beranjak dari tempat mereka.


“Yes?” Putra menanggapi dengan santai pria bersetelan jas yang kini sudah berada tepat dihadapannya.


“There’s a person of our VIP members want to play with you.”


(Ada seseorang yang merupakan anggota VIP kami yang ingin bermain denganmu)”


“Who? (Siapa?)”


“Mister Mickey Pitts.”


*

__ADS_1


To be continue ...


__ADS_2