LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 220


__ADS_3

Happy reading..


*******************


“What’s wrong? (Ada apa?)..


“Gadis is not here also (Gadis juga tidak ada disini).”


“Maybe in the backyard Garden? (Mungkin di kebun belakang?)”


“She’s not there also (Dia juga tidak ada disana). Ibu Marsih said she’s just from there, and Gadis is not a the backyard garden (Ibu Marsih mengatakan dia baru saja dari sana, dan Gadis tidak ada di kebun belakang)”


“....”


“I’ll go check workroom (Aku akan periksa ruang kerja)”


***


“Hey, what’s wrong? (Ada apa), Putra?....” Damian yang berpapasan dengan Putra dan melihat wajah Putra yang panik dalam pandangannya itu spontan bertanya pada salah seorang saudaranya itu.


“I can’t find Gadis  (Aku tidak dapat menemukan Gadis) ...”


Putra menjawab pertanyaan sambil lalu, karena ia berjalan cepat menuju kamarnya untuk memeriksa pakaian Gadis di lemari dalam walk in closet.


Berharap jika apa yang ia duga soal Gadis yang pergi dari Villa, tidak terjadi.


Sementara Putra berjalan dengan nampak tergesa menuju ke dalam kamar pribadinya dan Gadis, Damian, dimana ada Garret juga dibelakangnya saat Putra mengatakan jika dia tidak dapat menemukan Gadis, spontan saling lempar tatap sejenak.


Lalu dua Damian dan Garret berpisah jalan, setelah membagi tugas.


Damian bergegas ke lantai bawah, sementara Garret menyusul Putra ke dalam kamar pribadi salah satu saudara angkatnya itu.


***


“Gadis’s clothes still in it place? (Pakaian Gadis masih ada di tempatnya?)”


Garret yang sudah menyusul Putra ke dalam kamar pribadi Putra dan Gadis itu sontak bertanya pada Putra, setelah saudara angkatnya itu keluar dari walk in closet pribadinya dan Gadis.


Garret sudah menerka maksud saudaranya mengecek walk in closet miliknya, jadi dia langsung menanyakan soal pakaian Gadis apakah masih ada di tempatnya atau tidak. Dan Putra pun mengangguk.


“But I can’t find her!. She’s not in the kitchen, backyard garden, not also in the workroom (Tapi aku tidak dapat menemukannya!. Dia tidak ada di dapur, kebun belakang, tidak juga ada di ruang kerja)” ucap Putra yang sedang sedang gusar itu.


Meski pakaian Gadis dirasa masih utuh, bahkan Putra juga telah mengecek tas Gadis berikut isinya yang masih lengkap, tetap saja hal itu tidak menghilangkan kegusaran Putra. Ia masih merasa tidak tenang.


Bisa saja Gadis nekat pergi dengan tidak membawa apapun karena tidak ingin mencolok bukan?.-Begitu pikir Putra. Ia mengingat gumaman Gadis atas penyesalan istrinya itu telah masuk ke dalam kehidupan Putra.


Putra yang tadi menggerutu dan ada nada kesal dalam ucapannya itu sambil lalu berbicara dengan Garret. Karena Putra sadar akan Anthony yang sedang tertidur di kamarnya yang bersebelahan langsung dengan kamar Putra dan Gadis.


Putra memang menggerutu kesal, namun nada suaranya masih ia kondisikan, agar tidak mengganggu Anthony.


Putra melangkahkan kakinya lebar-lebar untuk keluar dari kamarnya dan Gadis.


Putra kemudian memeriksa setiap bagian di lantai dua, dengan dibantu oleh Garret.


*


“We can’t find her in every part of this area (Kami tidak menemukannya disetiap bagian area ini) ...”


Itu Damian yang langsung berbicara pada Putra yang sedang menuruni tangga yang tembus ke ruang tamu.


Dengusan kasar kemudian terdengar dari mulut Putra. Lalu ia melangkahkan kakinya lebar-lebar ke halaman belakang Villa.


“GADIS!”


Putra bersuara keras memanggil Gadis di halaman belakang, sembari kedua tangannya berada di pinggang, dan matanya menyusur tajam ke arah luar halaman belakang.

__ADS_1


“KUMPULKAN SEMUA PEKERJA PAK ABDUL!” Titah Putra dengan tegas dan keras pada kepala asisten rumah tangga di Villa itu.


Dan tanpa menunggu Putra berkata dua kali, Pak Abdul dengan cepat segera melakukan apa yang Putra titahkan padanya barusan.


Sebenarnya Pak Abdul tidak perlu sampai repot memanggil setiap pekerja yang berada di Villa untuk segera berkumpul, karena suara Putra yang lumayan kerasnya itu terdengar menggelegar di halaman belakang.


Yang pastinya mengejutkan semua orang di Villa yang mendengar suara Putra yang keras dan gusar itu. Termasuk Addison yang tadi ada di kamarnya, dan mendengar suara Putra berteriak itu, membuatnya bergegas keluar dari kamar dan pergi ke halaman belakang.


Addison dapat mendengar dengan jelas teriakan Putra itu, karena ia sedang merebahkan dirinya di atas ranjang, saat ia mendengar suara Putra yang menggelegar di halaman belakang, yang memang posisi saat Putra berteriak itu, dekat dengan balkon kamarnya dan Bruna.


Jadi saat Addison mendengar suara Putra yang kencang itu, ia langsung bangkit dari ranjangnya, untuk segera menghampiri Putra. Dan mencari tahu apa yang sedang terjadi hingga Putra terdengar begitu gusar sekali.


***


Di halaman belakang ...


“Apa ada diantara kalian yang melihat istriku?! ...”


Sebaris pertanyaan yang Putra lontarkan saat semua pekerja Villa sudah berkumpul di hadapannya.


“Ti-tidak Tuan ... Kami tidak melihat Nyonya Gadis di area depan ...”


Salah seorang bodyguard yang bertugas menjaga Villa berkata dengan takut-takut.


Membuat Putra lagi-lagi mendengus kasar.


“AKUTIDAK MAU TAHU, KALIAN CEPAT CARI DAN TEMUKAN ISTRIKU!”


Suara Putra kembali terdengar menggelegar bersamaan wajahnya yang sangat gusar dan nampak juga kesal.


Suara seorang Tuan yang tegas juga keras itu, selain membuat para pekerja gugup, mereka juga sedikit takut.


Untuk mereka yang belum melihat bagaimana saat Putra marah, pastinya sangat terkejut, termasuk juga Pak Abdul dan keluarganya.


Untuk beberapa orang bodyguard yang mana diantara mereka pernah menyertai Putra menghabisi seseorang, tentulah mereka menjadi gugup dan takut melihat seorang Tuan yang pernah bertindak tanpa belas kasihan pada seseorang yang pernah dirasa mengganggunya itu sedang nampak marah sekarang.


Jika mengingat hal mengerikan yang pernah dilakukan majikannya itu, beberapa orang bodyguard yang pernah melihat sisi lain Putra, merasa takut andai satu Nyonya mereka menghilang dan tidak dapat ditemukan. Karena mereka membayangkan soal hukuman yang pastinya akan mereka dapatkan dari Putra jika hal itu terjadi.


Membayangkan saja, sudah membuat beberapa bodyguard yang pernah melihat secara langsung kekejaman yang pernah Putra lakukan tersebut sontak bergidik ngeri.


**


“Calm down Putra (Tenanglah Putra) ... Gadis’s clothes are still here  (Pakaian Gadis masih ada disini) ...”


Itu Garret yang mencoba menenangkan Putra.


“Garret was right, you need to be calm (Garret benar, kau tenanglah), Putra ...”


Bruna juga coba ikut menenangkan Putra.


“How can I calm, if my wife is not around here?!. And her unpresence now, is so incidentally after she said that she felt regret marry me!”


“(Bagaimana aku dapat merasa tenang, jika istriku tidak ada disekitar sini?!. Dan ketiadaannya saat ini, sangat kebetulan sekali dengan perkataannya soal dia yang menyesal menikahiku!)”


Putra berkata tajam, sembari menatap pada para saudaranya yang kini sudah ada dihadapannya.


“If those our men in the front gate didn’t see her there, means Gadis is still around here  (Jika orang kita yang berjaga di gerbang depan tidak melihatnya disana, itu artinya Gadis masih ada disekitar sini) ...”


Damian ikut berkomentar untuk menenangkan Putra.


“How if they’re got careless so they didn’t see if Gadis walk out from here?!”


“(Bagaimana jika mereka ternyata ceroboh sehingga mereka tidak melihat Gadis berjalan keluar dari sini?!)”


Mata Putra menyorot tajam, dengan nada suaranya yang terdengar sinis. Membuat Damian langsung melipat bibirnya.

__ADS_1


Lalu Damian saling lempar tatap dengan Garret, Bruna serta Addison karena Putra nampak sangat gusar atas ketiadaan Gadis, yang tepat sekali dengan momen jika Putra dan Gadis habis bertengkar semalam.


Hal yang mereka dengar dari mulut Putra sendiri, yang curhat pada para saudaranya itu, saat pergi ke Ibukota.


Jadi, Damian, Garret, Bruna dan Addison kiranya memaklumi kegusaran Putra saat ini atas menghilangnya Gadis.


‘Apa kamu benar-benar serius dengan ucapanmu semalam dan memilih pergi begitu saja dariku, Gadis?’ batin Putra. ‘Tidak! Aku yakin kamu tidak akan sampai pergi begitu saja!’


Dan sangkalan juga langsung saja Putra cetuskan di dalam hatinya.


‘Tapi kamu kemana?!’


**


“Bru, watch Anth! (Bru, jaga Anth!)” seru Putra.


“Okay,” Bruna mengangguk mengiyakan tanpa membantah apa yang Putra minta ia untuk lakukan.


Saudari Putra itu tak menunda untuk segera masuk kembali ke dalam Villa, dan pergi ke kamar Anthony untuk menjaganya.


Mengingat semua orang sedang sibuk dan juga gusar seperti Putra saat ini.


Lalu Putra melangkahkan lebar kakinya menuju garasi belakang Villa.


Tempat mobil kesayangannya yang jarang dipakai diparkirkan, termasuk juga mobil kesayangan almarhum Rery.


Addison, Garret dan Damian mengikuti Putra yang sedang berjalan ke garasi belakang itu.


“Tuan Putra!”


Sebuah suara yang memanggil Putra, membuat ke empat pria itu menghentikan langkah mereka.


Pak Abdul yang memanggil Putra, dan kepala asisten rumah tangga Villa itu datang sedikit tergopoh bersama satu bodyguard kehadapan Putra.


“Apa kalian sudah menemukan atau mengetahui dimana istriku?”


Putra sontak langsung saja bertanya pada Pak Abdul dan satu bodyguard itu.


“Ti-tidak Tuan ...” Ucap kedua pekerja di Villa tersebut.


“Lalu untuk apa kalian menemuiku, bukan tetap mencari istriku jika belum menemukannya, heh?!”


Putra berucap dengan sinisnya.


“Itu Tuan, anu ... Ray, Tuan ...” ucap bodyguard yang datang bersama Pak Abdul, menyebutkan satu nama bodyguard yang sering ikut dengan Putra.


Hanya saja hari ini, saat Putra pergi ke Ibukota, bodyguard bernama Ray itu belum masuk ke dalam jam tugasnya yang baru dimulai pada siang hari.


“Kenapa dengannya?!” tanya Putra cepat dan masih tajam.


“Ray ... tidak ada Tuan Putra ...” ucap si bodyguard lagi. “Kami mencari keberadaan Ray untuk ikut berbagi tugas, tapi kami juga tidak bisa menemukan dia dimana-mana, Tuan.”


“Jadi maksudmu, Ray membawa pergi istriku, begitu?!” Rahang Putra seketika mengeras.


**


To be continue ...


Noted: Untuk kalian pembaca novel ini yang mengikuti juga sekuel kedua dari Bukan Sekedar Sahabat, yakni ‘Heirs of The Adjieran Smith’, mohon bersabar dengan update-an, karena authornya sedang ngejar target kata di karya ini, dan satu karya lainnya othor yang sudah kontrak.


Besok akan diusahakan update episode terbaru ‘Heirs of The Adjieran Smith’.


Jadi harap maklum ya,


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2