LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 345


__ADS_3

Happy reading.....


**************


London, England,


“But I’m afraid you can’t join us now ( Tapi sayangnya kau tidak dapat bergabung dengan kami sekarang ), Gaines”


Ada Putra yang menyergah ucapan dari salah satu pengkhianat yang mencoba mengelabuinya, berikut mereka yang berada di kubu Putra dengan kilahan alasan mengapa ia berada dipihak Jaeden selama ini.


Dimana pria yang bernama Gaines itu menyambangi Putra selepas ia dan lima pria yang sudah ia anggap sebagai saudaranya itu melipir ke bar dalam hotel tempat mereka berada, setelah mempermalukan Jaeden dan para sekutunya di hadapan para wartawan yang sebelumnya justru diundang oleh Jaeden sendiri.


Pria bernama Gaines itu mencoba ‘cuci tangan’ agar Putra berpikir semua yang akan ia jadikan alasan untuk dia berikan pada Putra, Damian dan Hizkia yang sebelumnya ia kenal baik----dapat ketiga orang itu terima, hingga Gaines merasa dirinya akan aman dari hukuman Putra padanya----yang memang sudah berkhianat pada kenyataannya.


“Because we’re about to leave from here, since there another things that all of us have to do ( Karena kami sudah hendak pergi dari sini, sehubungan ada beberapa hal lain yang harus kami lakukan )..”


Alih-alih dapat duduk bersama dengan Putra karena ia berencana untuk membeberkan semua rencana Jaeden yang ia tahu pada Putra dan lima orang yang bersama orang yang paling dipercaya oleh almarhum Rery itu, nyatanya Putra memberikan penolakannya pada Gaines yang sudah percaya dirinya hendak menggabungkan diri dengan Putra dan rombongan dengan tidak tahu malunya.


****


“You don’t feel offended, don’t you ( Kau tidak tersinggung, bukan )?”


Putra berkata lagi sambil menatap Gaines, setelah Putra memberikan penolakan terhadap keinginan pria itu yang ingin bergabung dengan Putra dan para saudaranya tersebut.


“We really have to go, because all of us want to have some rest ( Kami benar-benar harus pergi, karena kami semua ingin mengistirahatkan diri ) ..”


Sekali lagi Putra berbicara pada Gaines sambil ia bangkit dari duduknya----diikuti oleh lima saudaranya yang lain, yang juga bangkit dari duduk mereka seperti Putra.


“So I hope you understand about it  ( Jadi aku harap kau dapat mengerti akan hal itu ) –“


“Of course I can understand it, Putra. You guys must be tired, even I don’t know where you guys actually been. But don’t worry, I don’t feel offended at all ( Tentu aku dapat memahaminya, Putra. Kalian pasti merasa lelah, meskipun aku tidak tahu kalian dari mana selama ini. Tapi jangan khawatir, aku sama sekali tidak tersinggung ) ..”


Gaines menjawab sembari ia mengulas senyuman pada Putra.


Putra pun mengulas senyuman tipis nan datar, namun tetap nampak normal.


Hingga kemudian Putra menepuk pelan pundak Gaines. “See you soon ( Sampai bertemu secepatnya ), Gaines.”


****


Pria bernama Gaines itu masih mengulas senyuman pada Putra, kala pria itu berpamitan padanya.


Namun senyum itu perlahan pudar, ketika Putra – Damian – Hizkia – Garret – Devoss dan Accursio telah keluar dari dalam bar.


Wajah ramah dan bersahabat dari pria bernama Gaines itu berubah menjadi wajah sinis berikut senyuman miring yang tercipta di bibirnya.


Didetik berikutnya, pria bernama Gaines itu menggumam,


“Cih! Just like I ever fool three of you before, that’s exactly what I will do now too .. I won’t be around here any longer before you all realized it and let you take everything that I already have from Kingsley wealthy all this time from Jaeden ( Cih! Seperti aku sudah membodohi kalian bertiga sebelumnya, itu juga yang akan aku lakukan sekarang .. Aku tidak akan ada disini lebih lama lagi sebelum kalian menyadarinya dan tidak akan aku biarkan kalian mengambil segalanya dari hartanya Kingsley yang telah aku dapatkan dari Jaeden ) ..”


Gaines dengan rencana di kepalanya.

__ADS_1


****


Putra dan rombongan telah melangkah keluar dari hotel melalui pintu lain dimana tidak akan ada gangguan dari beberapa wartawan yang terlihat masih tersisa di hotel tempatnya berada bersama lima saudaranya itu saat ini.


“I wonder, what did you guys do to that fake Freta ( Aku penasaran, apa yang telah kalian lakukan pada si Freta palsu ) ..” kata Damian saat ia dan lima lainnya telah berada di dekat mobil yang tadi masing – masing mereka tumpangi.


Putra melirik pada Garret yang mengulas senyuman di bibirnya, sambil Putra juga tersenyum tipis dengan menggerakkan dagunya ke arah Garret. Lalu Putra berucap setelahnya.


“Ask him, it’s him who took care about her ( Tanya dia, yang mengurus wanita itu adalah dia ) –“


“Just adhere to what my Boss said ( Hanya mematuhi apa yang Bosku bilang ) ..” tukas Garret.


Putra mendengus geli mendengar celotehan Garret yang tersenyum geli itu, yang kemudian melanjutkan kalimatnya.


“To send her to meet her twins ( Untuk mengirimnya menemui kembarannya )” ucap Garret santai, lalu menyalakan sebatang rokok yang sudah ia selipkan di bibirnya.


Putra pun tersenyum penuh arti.


***


“What a mean guy you both are ( Anda berdua kejam sekali ), Tuan Putra, Tuan Garret ..“


Damian berseloroh dengan mencampur bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang sudah sedikit Damian pahami arti dari beberapa kata yang sering ia dengar setelah beberapa lama tinggal di sebuah Negeri kaya budaya tersebut, selepas mendengar ucapan Garret soal seorang wanita yang mencuri identitas kembarannya.


Dimana kembaran dari wanita yang telah dibereskan oleh Garret itu, cukup Putra dan Damian berikut Hizkia kenal baik meski tidak dekat.


Namun ayah dari wanita yang adalah bagian dari keluarga Kingsley Smith itu tersebut berikut seluruh keluarga dari wanita bernama Freta itu, Putra – Damian dan Hizkia kenal dengan sangat baik, karena satu keluarga tersebut yang ternyata memiliki rahasia yang baru ketiganya itu ketahui beberapa waktu belakangan ---- termasuk dalam orang – orang yang setia pada keluarga Kingsley Smith.


Yang sayangnya, kesemua anggota dari keluarga yang bernama Jelin Smith itu telah dibantai habis oleh Jaeden dengan ragam kejadian yang dibuat macam seperti kecelakaan atau keteledoran keselamatan dalam rumah, dan sebagainya ---- seperti bagaimana Jaeden menghabisi orang – orang yang mempertahankan kesetiaan mereka pada Kingsley Smith, karena menolak untuk berada di pihak pria itu.


Selain Putra merasa jika itu adalah tanggung jawabnya pada seseorang yang telah memberikan kehidupan yang lebih dari sekedar layak untuknya dan almarhum kedua orang tua Putra, hingga posisi terhormat dalam masyarakat Inggris mereka punya ---- selain masuk ke lingkungan masyarakat kaya raya, karena almarhum sang ayah adalah sahabat sekaligus juga orang kepercayaan dari ayah kandung Rery, yang kemudian posisi itu di tempati oleh almarhum ayah Damian setelah ayah Putra meninggal dunia.


Dan meskipun Kingsley Smith yang dihabisi Jaeden entah dengan cara yang bagaimana saat dia telah hidup jauh di Ravenna bersama Rery dan keluarga kecilnya serta para saudara yang memilih ikut dengan Rery ke sebuah kota kecil di Italia itu tidak menggubris peringatan Putra tentang Jaeden sejak pria itu dibawa masuk ke dalam lingkup keluarga Kingsley Smith, namun tetap Putra merasa hutang budi pada ayah kandung Rery tersebut ---- karena yang bersangkutan juga telah menganggap Putra sebagai anaknya, meski Putra terkesan ‘tahu diri’ dengan tetap memposisikan Kingsley Smith sebagai Tuan, alih – alih ayah angkat.


Alasan lainnya, karena memang Putra lebih pro ke Rery yang lebih merangkulnya benar – benar macam saudara lelaki kandung pria yang juga Putra anggap sebagai ‘tuan’ nya itu ---- dimana Rery banyak memiliki ketidakcocokan dengan Kingsley Smith, yang karena ketidakcocokan tersebut makanya Rery memilih untuk pindah ke Italia saat tahu sang ayah telah cukup banyak di pengaruhi oleh Jaeden yang mengincar harta keluarganya yang tidak Rery pedulikan.


Terserah Jaeden mau bagaimana dengan keluarga Kingsley Smith dan harta benda ataupun status keluarga tersebut, Rery sudah tidak mau ambil peduli saat ia memutuskan untuk benar – benar pergi dari mansion keluarganya nan megah itu sekaligus menjauhkan keluarga kecilnya dari berbagai masalah serta ancaman orang – orang yang tamak dan berniat buruk pada keluarganya.


Namun ya itu, sayangnya kepergian Rery dari ayah kandungnya dengan juga melepaskan nama besar keluarganya itu ---- tidak membuat Rery bisa hidup tenang berlama – lama, karena Jaeden pada akhirnya membuat Rery kehilangan nyawa.


Yang mana hal itu disebabkan karena Kingsley Smith pada akhirnya menyadari gelagat tidak baik Jaeden, hingga kemudian ayah kandung Rery itu membuat surat wasiat secara diam – diam yang hanya diketahui oleh ayah kandung Damian sebagai orang yang paling ayah kandung Rery itu percaya, selain ayah kandung Damian itu adalah penasehat hukum bagi Kingsley Smith juga.


Dan ayah kandung Damian itu juga sudah dihabisi oleh Jaeden berikut sang kakak lelaki, saat Jaeden melakukan kudeta besar – besaran di keluarga Kingsley Smith ketika ayah kandung Rery itu telah Jaeden buat tak lagi bernyawa. Jadi anggaplah apa yang Putra dan para saudaranya yang tersisa lakukan saat ini hingga sampai menghilangkan nyawa orang lain, adalah bentuk pembalasan balik untuk Jaeden dan para pengkhianat dari kubu keluarga dan kolega Kingsley Smith tanpa terkecuali.


"How could you be so mean to a woman ( Bagaimana kau bisa begitu kejam pada seorang wanita )?" cetus Damian sambil ia mengulum senyum.


"Heh, like you're not ( macam kau tidak )?! .." ketus Garret, dan Damian terkekeh kecil ---- sementara empat lainnya mendengus geli.


"Ya, I don't know if you guys can become so mean to a pregant woman ( aku tidak sangka kalian bisa menjadi kejam pada seorang wanita hamil )"


Damian kembali berujar santai.

__ADS_1


"Cih! That mothrfucker was being fooled by that fraudster and mean woman* ( Si keparat itu telah dikelabui oleh wanita penipu dan kejam tersebut )!"


"So she's not pregnant ( Jadi dia tidak hamil )?"


"No pregnant women who consumed alcohol a lot and using morphine also ( Tidak ada wanita hamil yang mengkonsumi alkohol dalam jumlah banyak bahkan juga menggunakan morfin )"


"She's admitt that ( Dia mengakuinya )? -"


"Even not, I can know if she's telling the truth or not ( Meskipun tidak, aku dapat tahu apakah dia mengatakan yang sebenarnya atau tidak )"


"Ya, ya. I know you're a shaman ( Aku tahu kau itu cenayang ), Putra -"


"Hahaha."


***


Jadi itu yang sudah mulai dilakukan Putra dan para saudaranya sejak ia menginjakkan kaki di Inggris, yakni menghabisi para pengkhianat tanpa terkecuali ---- yang kini hanya tinggal segelintir saja yang tersisa, dan sedang bersama Jaeden selepas acara konferensi yang dibuat pria itu untuk memamerkan statusnya kepada khalayak London bahkan Inggris secara keseluruhan dengan menggadang – gadangkan dirinya sebagai penerus Kingsley Smith karena hanya tinggal dia yang tersisa seorang dikarenakan anak kandung Kingsley Smith juga telah tiada, malah jadi ajang konferensi yang mempermalukan diri Jaeden atas ulah Putra dan para saudaranya.


Mereka yang masih menempel pada Jaeden di hotel Putra dan para saudaranya itu biarkan saja dulu. Remeh, untuk menghabisi sisa para pengkhianat itu.


Namun ada satu pengkhianat yang sudah diincar Putra dan lima orang yang bersamanya terutama Damian, dimana orang yang sudah dicap sebagai pengkhianat oleh Putra dan para saudaranya itu telah menjadi target selepas Putra dan lima lainnya seolah telah meninggalkan hotel tempat mereka berada.


“Dam---Damian..”


Seseorang yang mobilnya Damian masuki dengan tiba – tiba bersama Devoss tergagap selain terkejut atas kehadiran Damian di dalam mobil pribadinya.


“Hei, Gaines.”


Damian menyapa santai seraya tersenyum pada pria yang adalah Gaines tersebut.


“W---what are you doing? ( A---apa yang mau kau lakukan? )” gagap Gaines yang wajahnya perlahan nampak menjadi sangat gugup.


“Take you to ‘talk’ ( Mengajakmu ‘bicara’ )-“


“T-talk? ..”


“Yes.”


Damian menyahut datar.


“But Putra said you all want to take a rest ( Tapi Putra tadi mengatakan kalian akan beristirahat )”


“Later, after I finish ‘talk’ with you ( Nanti, setelah aku selesai ‘bicara’ denganmu ) ..”


Damian menyahut lagi.


“Um I correction, after I punish you ( Um aku ralat, setelah aku menghukummu )”


Damian berucap penuh arti.


“You're f*ck*n' Traitor ( Dasar kau pengkhianat keparat )”

__ADS_1


******


To be continue ....


__ADS_2