LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 275


__ADS_3

Happy reading ..


🌑🌑🌑🌑


London, Inggris..


Putra sudah mengkode dengan kata-kata jika dia telah siap bermain, ketika kepingan-kepingan chip miliknya yang ia minta untuk ditukarkan ke bentuk uang cash, kini telah berada di hadapannya.


Untuk menyamakan Putra, Mickey Pitts juga menggunakan uang cash sebagai pertaruhan, dalam permainan Poker antara dirinya dan Putra. Yang mana Mickey Pitts yakin 100%, jika dia akan memenangkan pertandingan judi kartu tersebut dari Putra.


Seperti yang sudah selalunya terjadi, jika ada hal yang seperti saat ini terjadi di Kasino yang merupakan milik seorang pria yang adalah sekutu besarnya Jaeden, dimana Putra dan kawanannya sebut sebagai ‘Pria Chicago’.


“Now both of you please to put on the bet (Anda berdua bisa menempatkan taruhan anda sekarang)”


Seorang Pria yang menjadi bandar berucap, dan Putra serta Mickey Pitts kemudian saling lempar tatap. Dengan arti tatapan yang masing-masing pahami sendiri.


Lalu keduanya pun saling mengarahkan taruhan mereka ke arah depan meja-tempat mereka duduk.


Setelahnya, bandar mulai membagikan kartu pada Putra dan Mickey Pitts sambil ia mensejajarkan beberapa kartu yang masih dalam keadaan telungkup dihadapannya.


Dan beberapa saat setelahnya, kedua pria tersebut langsung mengintip kartu –kartu mereka.


Lalu Putra dan Mickey Pitts mulai memasang strategi masing – masing, dimana hal itu akan membutuhkan kemampuan dan keterampilan dalam membaca ekspresi lawan, selain keberuntungan.


Putra dan Mickey sama-sama saling mengawasi gerak-gerik lawan secara hati-hati, setelah mengetahui kartu mereka masing-masing yang kemudian ditelungkupkan lagi sampai ada aba-aba dari bandar.


Nampak jelas jika Mickey Pitts betul-betul sedang memperhatikan ekspresi wajah dan gerak-gerik Putra. Dan tentunya Mickey Pitts memiliki keyakinan penuh akan kemampuannya pada dua hal itu.


Dan pastinya, seperti selalunya dia akan memenangkan perjudian Poker ini atas kemampuannya yang Mickey Pitts yakini itu, terlebih dari apa yang manajer kasino informasikan padanya-yang mana manajer itu adalah salah satu antek-anteknya Mickey Pitts yang bertugas untuk mencari kelemahan setiap orang yang akan berjudi dengan Mickey, Putra-dari apa yang manajer kasino itu tangkap, tidak menguasai permainan poker, meski Putra memahaminya.


Dan Mickey Pitts, berpikir paling-paling Putra yang ia kenal sebagai pria yang bernama Patrick itu, akan menggunakan strategi ‘menggertak’ jika kartunya tidak bagus.


Beberapa orang nampak berada disekeliling meja permainan Poker tempat Putra dan Mickey Pitts berada, namun tidak ada satupun yang diperbolehkan berdiri dibelakang Putra maupun Mickey.


Putra dan Mickey Pitts kembali saling tatap sejenak selepas bandar bersuara, sehabis keduanya selesai memeriksa kartu – kartu mereka. Lalu bandar mulai membuka empat kartu yang ada dihadapannya,dimana Putra dan Mickey langsung melirik kepada empat kartu yang telah dibuka bandar barusan.


Dan setelahnya, Putra dan Mickey Pitts sama-sama mengintip kartu yang mereka punya masing – masing.


“Sir’? ....”


Suara bandar terdengar.


Sambil pria yang menengahi Putra dan Mickey Pitts itu, menoleh pada Putra dan Mickey bergantian untuk menanyakan kelanjutan, karena masing – masing telah memiliki dua kartu yang siap dibuka, apabila pertaruhan tidak berlanjut.


“Call in ....” ucap bandar saat Putra meletakkan tiga tumpuk uang di tempat dimana uang taruhan pertamanya dan Mickey Pitts berada. “And call ....” lalu si bandar berucap lagi, kala Mickey meletakkan juga uang cash dengan jumlah yang sama seperti Putra di atas permukaan meja di hadapannya.


Lalu bandar membuka satu kartu lagi, dimana Putra dan Mickey kemudian melirik kembali ke arah kartu-kartu yang telah dibuka oleh bandar tersebut.


“Sir’? ....”


Suara bandar terdengar lagi.


“Bet ....”


Bandar berkata saat Putra kembali meletakkan beberapa tumpuk uang lagi di atas meja.


“Mister Mickey? ....”


Bandar tersebut bicara pada Mickey untuk bertanya, dan Mickey nampak tersenyum tipis, lalu mengintip lagi kartunya.

__ADS_1


Kemudian Mickey Pitts nampak berpikir.


“Raise.”


Bandar bersuara setelah Mickey meletakkan dua kali lipat jumlah uangnya dari taruhan Putra sebelumnya di atas meja.


“Call.” Ucap Putra.


“Make it double (Jadikan dua kali lipat)....”


Mickey Pitts kemudian bersuara tak lama kemudian, sambil meletakkan jumlah uang yang besarnya dua kali lipat dari jumlah uang yang dipertaruhkan Putra sebelumnya.


“Re – raise (Dinaikkan)....”


Bandar kembali berbicara saat Mickey Pitts telah menaikkan lagi taruhannya.


“Call.” Bandar berbicara lagi, saat Putra meletakkan uang dengan jumlah yang sama seperti Mickey yang menaikkan taruhannya untuk yang kesekian kali.


“I’m all in (Aku pertaruhkan semua)”


Putra mendorong semua uang miliknya yang tersisa maju ke tengah meja.


Kemudian bandar berucap, lalu menghitung dan mengatakan jumlah uang Putra dan bertanya pada Mickey Pitts apakah ia ingin menerima tantangan Putra dengan mempertaruhkan seluruh jumlah uangnya atau tidak.


“It’s all up to you, Mister Mickey (Sekarang terserah anda, Tuan Mickey) ....”


Bandar berbicara pada Mickey yang tidak nampak langsung menyambut keberanian Putra yang mempertaruhkan seluruh uangnya.


Mickey Pitts menatap Putra, dimana ia sedang membaca gurat wajah Putra, lalu ia menyeringai dalam hati. Dan dengan percaya dirinya Mickey Pitts menerima tantangan Putra tersebut tak lama kemudian.


Pria itu juga mendorong seluruh uang yang ia punya ke bagian tengah meja, berikut dengan kopernya.


Lalu bandar menghitung uang Mickey berdasarkan dari jumlah bundelan dalam kopernya itu dengan dibantu oleh manajer kasino yang sedari awal permainan tidak beranjak dari tempatnya yang berdiri di belakang bandar.


Yakni dalam meja perjudian, dan seringnya dalam permainan Poker yang amat sangat Mickey Pitts kuasai, karena kelebihannya dalam menyusun strategi selain membaca gerak – gerik lawan. Dan di matanya, Mickey sudah tahu strategi yang sedang dijalankan oleh Putra terhadapnya saat ini.


“Gentlemen, show up, please (Tuan-Tuan silahkan tunjukkan kartu anda)”


Bandar pun bersuara lagi, sambil menatap pada Putra dan Mickey Pitts. Meminta keduanya, untuk membuka dan menunjukkan masing – masing kartu mereka.


“Full house. Kings and aces.” Ucap bandar saat Mickey Pitts lebih dulu membuka kartu miliknya.


Lalu Mickey Pitts menatap Putra penuh arti sambil menahan senyumnya.


“Mister Patrick-----“


Bandar meminta Putra yang belum membuka kartunya, untuk segera menunjukkan dua kartu yang masih Putra pegang di tangannya.


Putra pun meletakkan kartunya terbuka di atas meja.


Hanya satu kartu yang terbuka, karena satu kartu lagi tepat berada di bawah kartu yang telah terbuka tersebut.


Tangan Putra masih menutupi kartunya, namun tak lama ia menggeser tangannya itu.


Kemudian Putra nampak menghela nafasnya, dan memasang mimik seolah pasrah dan kecewa sambil memandang pada Mickey Pitts yang tersenyum tipis, namun matanya nampak berbinar.


Kemudian Putra menoleh ke arah kartu miliknya.


Lalu menggeser kartu yang berada di atas, hingga kartu yang tertutup itu terlihat.

__ADS_1


"Oops ---" Putra berkesah, namun bibirnya menciptakan senyuman tipis. Kesan ejekan tergambar dari kesahan Putra berikut ekspresi wajahnya meski samar, dimana Putra melihat pada kartu miliknya sambil ia sentuh lagi.


Didetik berikutnya Putra menoleh pada Mickey Pitts, sambil bandar mengambil kartu Putra yang kemudian dia urutkan dengan kartu terbuka yang ada dihadapannya. “It’s four jacks. Mister Patrick wins (Empat jack. Tuan Patrick menang)”


Didetik dimana wajah Mickey Pitts menegang, dengan matanya menyorot tajam pada kartu-kartu yang dimajukan oleh bandar.


Lalu Mickey Pitts memandang pada Putra, dengan rahangnya yang nampak mengeras.


Dimana Putra kemudian tersenyum lebar, sambil memandang pada Mickey.


"You must thought that I was bluffing,Mister Mickey Pitts (Kau pasti berpikir jika aku hanya menggertak, Tuan Mickey Pitts) ---"


Dan setelahnya Putra berbicara pada Mickey Pitts, tanpa menghilangkan senyumnya.


Lalu Putra menoleh dan berucap pada si manajer kasino yang wajahnya juga nampak tegang, seperti wajah Mickey Pitts sebelumnya, yang kini tak hanya tegang, tapi juga nampak sedang gusar.


“Would you please asked one of your staf to clinch up my money (Bisakah kau menyuruh salah satu karyawanmu untuk membereskan uangku)?”


Si manajer kasino yang nampak tegang itu kemudian mengangguk kikuk pada Putra.


“Well, Mister Mickey.” Putra kembali berbicara pada Mickey Pitts. “Don’t you feel offended, but I think I will take your suitcase too, because I don’t prepare any kind of bag to bring such a lot of money (Jangan merasa tersinggung, tetapi aku pikir aku harus mengambil kopermu juga, karena aku tidak menyiapkan tas apapun untuk membawa uang sebanyak ini)”


*****


“Nice to meet and know you Mister Mickey Pitts. And thank you (Senang bertemu dan berkenalan denganmu Tuan Mickey Pitts. Dan terima kasih)”


Putra segera berdiri dari duduknya, setelah uang taruhan di atas meja permainan telah dibereskan ke dalam sebuah koper, dan satu tas lagi dari pihak Kasino.


“Thank you, Sir (Terima kasih,Tuan) ....” pria yang menjadi bandar dan baru selesai merapihkan kartu itu, mengucapkan terima kasihnya setelah Putra memberikannya satu bundel uang.


“Wait Mister Patrick ....”


Suara Mickey Pitts terdengar memanggil Putra yang sudah mengayunkan satu langkah menjauh dari meja permainan.


“Yes?----“ Putra menghentikan langkahnya, lalu menoleh miring ke arah Mickey. “But I have to say this first (Tapi sebelumnya aku ingin mengatakan ini) ------“


Putra langsung lagi berucap, sebelum Mickey sempat berbicara.


“If you want to ask me for playing one more game, I’m sorry I can’t (Jika kau ingin mengajakku untuk bermain satu kali lagi, mohon maaf aku tidak bisa) ----“


Putra berucap santai, dengan menampakkan senyumnya pada Mickey Pitts yang kini telah berdiri dari duduknya.


“I’m losing a lot from you tonight, so I think that’s enough for now (Aku kalah banyak darimu malam ini, jadi aku pikir hal itu sudah cukup untuk sekarang)”


“Then you call me for (Lalu kau memanggiku untuk)? ....”


Putra pun menyambar bicara.


“Remember when I said that I will introduce you with my bestfriend who is the owner of this place?”


“(Ingat saat tadi aku mengatakan jika aku akan memperkenalkanmu dengan sahabatku yang merupakan pemilik dari tempat ini?)”


Mickey Pitts berbicara lagi.


“Yes I remember.” Sahut Putra.


Lalu Mickey Pitts kembali berbicara, selepas ia melirik arloji di pergelangan tangannya.


“Then I will take you to meet him now (Aku akan membawamu untuk menemuinya sekarang)”

__ADS_1


*****


To be continue ....


__ADS_2