
Happy reading .....
***************
Bandung, Indonesia ....
“I’m learning to be a good brother who has to protect dan take care my incoming brother or sister ( Aku sedang belajar menjadi kakak yang baik untuk melindungi dan menjaga calon adikku ) ...”
Ada Anthony yang tak lama setelah makan malam spesial mereka sebagai satu keluarga di malam natal, mendominasi makan malam spesialnya dengan keluarga yang hitungannya adalah keluarga barunya itu --- dengan ocehannya.
“That’s good ( Itu bagus )”
Putra menanggapi ucapan Anthony barusan dengan anggukan dan senyuman seraya ia menoleh pada Anthony.
Yang lain pun sama memperhatikan Anthony yang sedang berinteraksi dengan Putra dan nampak antusias selain sumringah itu.
“And I will keep on doing that until the baby’s born ( Dan aku akan terus melakukannya sampai bayinya lahir )”
“It must ( Memang seharusnya seperti itu )”
Putra menanggap lagi ocehan Anthony, sambil Putra kembali menyuapi dirinya sendiri dengan menu utama buatan Ramone bersama Gadis dan Bruna.
Lalu Putra menoleh sekilas dengan tersenyum pada Anthony yang kemudian bicara lagi. “And because of that, I have to be always near with Mama ( Dan karena itu, aku harus selalu berada di dekat Mama )...” kata Anthony dan Putra manggut-manggut kecil.
“Okay...” sahut Putra kemudian.
“Deal ( Setuju ), Papa?”
Putra kembali manggut-manggut kecil menanggapi ucapan Anthony yang belum berhenti mengoceh itu, sambil Putra terus menikmati makanan yang ada di piringnya.
“So until the baby born, I sleep with Mama in you both room, and Papa sleep in my room ( Jadi sampai bayinya lahir, aku tidur dengan Mama di kamar kalian, dan Papa tidur di kamarku )...”
Dan di detik itu,
“Uhuk! Uhuk!” Putra tersedak daging yang baru saja ia masukkan ke mulutnya.
******
Gadis langsung menyodorkan segelas air minum ketika ia mendengar suaminya terbatuk itu, namun dirinya terkekeh kecil.
“Kau bersekongkol dengannya?...” cetus Putra.
Dengan Putra yang langsung melirik pada Gadis karena istrinya itu yang terkekeh.
“Deal, right, Papa?” suara Anthony terdengar lagi, saat Putra sedang memandang setengah sinis pada Gadis yang masih terus saja terkekeh dengan meletakkan satu kepalan di depan mulutnya, karena ia paham mengapa Putra sampai tersedak setelah mendengar ucapan Anthony.
Putra pun beralih kepada Anthony.
“No. Not deal at all ( Tidak. Tidak setuju sama sekali )”
Sambil menukas cepat ucapan Anthony seraya Putra geleng-geleng.
Dimana jawaban Putra itu langsung membuat Anthony mencebik dan sedikit merungut.
“Aku jauh-jauh datang dari London dan harus tidur terpisah dengan istriku yang sudah aku rindukan setengah mati?”
Tak kalah dengan Anthony, Putra pun sedikit merungut serta menggumam.
“Yang benar saja –“
“Papa Putra kan harus mengalah pada anaknya,” ledek Gadis kemudian dan Putra memutar bola matanya malas.
__ADS_1
*****
“But, Papa –“
“Finish your food and eat orderly, or I take back those presents I bring for you.”
( Habiskan makananmu dan makanlah dengan tertib, atau aku ambil kembali hadiah – hadiah yang aku bawakan untukmu )
“Then I’ll be as quiet as a middle of the night ( Maka aku akan setenang seperti tengah malam )” sahut Anthony dengan cepat setelah Putra berucap barusan dengan ekspresi yang menggelikan, hingga menimbulkan kekehan dari semua orang yang bersama satu bocah tampan itu.
*****
“Sudah memeriksakannya ke rumah sakit?”
Putra bertanya pada Gadis, ketika ia dan lainnya berikut sang istri telah melipir ke ruang keluarga setelah selesai dengan makan malam mereka.
“Sudah.”
“Lalu apa yang Dokter katakan?...”
Putra bertanya lagi sambil ia mengelus-elus perut Gadis yang masih nampak rata itu.
“Benar, di dalam sini sudah ada Putra Junior?...”
Gadis tersenyum dan mengangguk sambil menatap Putra.
“Dokter bilang usia kandunganku baru berjalan lima minggu.“
“Jadi aku harus menunggu selama 33 minggu lagi sampai bayi ini lahir? Benar tidak?...”
“Iya, benar –“
“Long, huh? ( Lama, ya? )”
*****
Lalu menangkup wajah Putra yang nampak sedikit kecewa, tapi juga menggemaskan di mata Gadis.
“Mirip sekali seperti Anthony jika seperti ini, kamu, Putra...” kata Gadis. “Tapi kamu sudah tua, jadi kurang menggemaskan. Berbeda dengan Anthony yang kalau menggembungkan pipinya saja sudah imut-imut.”
Sambil Gadis menangkup wajah Putra lalu menggoyangkannya, hingga suaminya itu terkekeh.
Lalu Putra membawa Gadis ke dalam dekapannya.
Tersenyum hangat sebelumnya, sambil Putra berkata, “ Aku sangat merindukanmu, Gadis...” dengan mesranya.
Dan Gadis pun membalas ucapan Putra tak kalah mesra.
“Aku pun merindukanmu, Putra...”
“Like this world are them ( Seperti dunia milik mereka )”
Addison menggerutu.
“Envy ( Iri ), huh?...” tanggap Putra.
Addison langsung saja berdecih sinis, sementara Putra dan yang sedang berada di dekatnya terkekeh.
*****
“Papa, you don’t miss me ( Apa Papa tidak merindukanku )?...”
__ADS_1
Anthony yang telah selesai menata kado-kado di bawah pohon natal buatan bersama Bruna, Ramone dan Damian dalam kediaman mereka itu, kini telah berada di dekat Putra yang masih mendekap Gadis yang bersandar di dadanya.
“Oh my.”
Putra menanggapi sambil melepaskan perlahan dekapannya pada Gadis yang tersenyum lebar.
“For your information, Young Master ( Sebagai informasi untukmu, Tuan Muda )...” ucap Putra kemudian, yang mendudukkan Anthony di atas pangkuannya. “I skip my rest and pushed the owner of the gifts I brought for you to open their stores in the middle of the night, that’s because I’m in hurry so my son won’t become sulky to me ( Aku melewatkan istirahatku dan memaksa para pemilik toko dari hadiah yang aku bawakan untukmu agar membuka toko mereka di tengah malam, hanya karena aku terburu-buru agar anak lelakiku tidak merajuk padaku )...”
“Is that so ( Benarkah seperti itu )?...”
“You think ( Menurutmu )?” tukas Putra.
“Is that so, Daddy Dami, Daddy Garret?”
Kemudian Anthony meminta kepastian dari kedua ayah angkat yang ia sebutkan itu.
“You don’t trust me ( Kau tidak percaya padaku )?”
Putra lalu angkat suara saat Anthony mengajak bicara Damian dan Garret, seraya bertanya pada kedua pria itu.
“How can I trust, if since came you always get stick with Mama, then hold her, kiss her, hold her, kiss her again and again ( Bagaimana aku bisa percaya jika sejak datang Papa selalu saja menempel pada Mama, lalu memeluk dan menciumnya, memeluk dan menciumnya lagi dan lagi )...”
Putra sontak saja tergelak bersama lainnya setelah mendengar ocehan Anthony barusan.
*****
Suasana hangat kembali terasa di dalam sebuah kediaman, dimana orang-orang yang tinggal di dalamnya dan tidak ada ikatan darah sama sekali menyebutnya sebagai rumah. Apa yang ingin diselesaikan memang belum selesai, tetapi setidaknya di malam perayaan dari kepercayaan yang kesemuanya sama anut---kesemua penghuni kediaman tersebut bisa merayakan kegembiraan sebagai keluarga setelah kehilangan keluarga mereka di belakang hari.
“Papa –“
“Hem?”
Putra menanggapi Anthony yang memanggilnya.
“Papa back here already. So it means Papa will stay here and never go away from me and Mama, right?”
( Papa sudah kembali ke sini. Jadi itu artinya Papa akan tetap di sini dan tidak pernah lagi akan pergi dariku dan Mama bukan? )
Putra menarik sudut bibirnya, selepas Anthony menanyakan hal itu padanya. “My work, haven’t finish yet actually ( Pekerjaanku, sebenarnya belum selesai ), Anth.”
Anthony kemudian nampak sendu.
“So you will leave again tomorrow ( Jadi Papa akan pergi lagi besok )?”
Bocah tampan itu selanjutnya bertanya.
“And long will comeback here again ( Dan lama baru akan kembali lagi ke sini )?”
Putra menarik sudut bibirnya kemudian.
“I will go back to England again, yes it’s true... But not tomorrow ( Aku akan kembali lagi ke Inggris, iya itu benar... Tapi bukan besok )”
Lalu Putra berkata.
“But even I go again to England, but this time not for long ( Tapi meskipun aku pergi lagi ke Inggris, tapi kali ini tidak akan lama )...”
Di detik dimana Anthony langsung tersenyum lebar.
“I go back there again, just to punish the bad guy who already do a mean thing to Daddy Rery and Mommy Madelaine ( Aku kembali lagi ke sana, hanya untuk menghukum orang jahat yang telah berlaku kejam pada Daddy Rery dan Mommy Madelaine )”
"May I go with you then ( Kalau begitu bolehkah aku ikut denganmu )?..."
__ADS_1
**********
To be continue...