LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 54


__ADS_3

Happy reading ..


*************


Hari sudah berganti. Putra memanfaatkan keberadaannya di Ibukota yang tidak lama dalam pekan ini untuk mengabulkan keinginan Anthony yang selalu ingin bertemu dengan Gadis dan berlama – lama menghabiskan waktu dengan perawat favoritnya itu.


Putra sudah kembali ke rumah sewaan dirinya dan keluarganya yang sebentar lagi akan berpindah kepemilikan karena mereka membelinya dari si pemilik rumah sewaan tersebut, dari melakukan suatu urusan pagi ini bersama Addison dan Danny,  setelah Danny dengan cepat melakukan apa yang Putra minta padanya kemarin.


“Dan”


“Ya?” Sahut Danny pada Putra, saat dirinya berikut Putra dan Addison turun dari mobil untuk menjemput Anthony di tempat tinggal mereka, lalu pergi ke Rumah Sakit untuk mengantar Anthony menemui Gadis.


“The person that taking care of our identity, is he trustable?. ( Orang yang mengurus soal identitas kita, apa dia dapat dipercaya? )”


“Yes, he is.( Iya )”


“Are you sure?. ( Apa kau yakin? )” Tanya Addison.


Danny mengangguk yakin. “He came from the same country with, alone here. Building his life, run from something at there just like me. ( Dia berasal dari negara yang sama denganku. Sendirian disini. Sedang membangun hidupnya, lari dari sesuatu disana sama sepertiku )”


..........


“He’s smart. ( Dia pintar )”


..........


“I know it, because he openly asked me and said that all of you are ‘unusual people’. ( Aku dapat mengetahuinya, karena dia secara terang – terangan mengatakan padaku kalau kalian ‘bukan orang biasa’ )”


Putra dan Addison manggut – manggut.


“And I think that we can recruit him. To become our man. ( Dan kupikir kita bisa merekrutnya. Untuk  menjadi orang kita )”


..........


“Since I know that he is looking ‘friends’ for a symbiotic mutualism relation. ( Dan aku tahu kalau dia sedang mencari ‘teman’ yang dapat berhubungan secara saling menguntungkan )”


“Then test him. ( Maka ujilah dia )”


**


Anthony sudah menunggu kedatangan Putra untuk menjemputnya di rumah untuk kemudian pergi ke Rumah Sakit tempat perawat favoritnya bekerja dan menemui Gadis disana untuk kemudian melanjutkan makan siang bersama seperti kemarin.


Dua orang ayah angkat dan satu ibu angkat Anthony menemani bocah yang kelihatannya nampak gelisah menunggu kedatangan Putra untuk menjemputnya. Terlihat wajah Anthony yang berubah sumringah saat mendengar suara mobil memasuki pekarangan rumah.


Anthony bahkan langsung beranjak dari duduknya saat mendengar suara mobil yang ia ketahui adalah milik keluarganya.


Bocah tampan itu bahkan langsung berlari saat Putra memasuki rumah dan langsung menerjang ayah angkat yang paling Anthony sayangi itu.


Putra tak ayal langsung menerbitkan senyum lebarnya saat Anthony yang nampak sudah tak sabar untuk bertemu Gadis siang ini.


“Woah! Seems that you can’t wait to meet Gadis, hem?. ( Sepertinya kamu tidak sabar untuk bertemu Gadis, hem? )”


“Wha – t took you so long, Papa?.. ( Me – ngapa kamu lama sekali, Papa? .. )”


“Really? Am I that long left?. ( Benarkah? Apa aku pergi selama itu? )”


“Ye – s you are Papa. ( Iy – a Papa )”


“Hemm, is it me that long leaving.... Or it is you who impatiently?”


“( Hemm, apa aku yang terlalu lama pergi.... atau memang kamu yang tidak sabaran? )


Wajah Anthony yang nampak lucu dan menggemaskan membuat Putra dan semua orang yang melihatnya tidak dapat menahan diri mereka untuk tidak terkekeh.


Putra yang sedang berjongkok setelah Anthony menerjangnya itu kemudian tersenyum gemas sembari mengacak – acak rambut Anthony.


“Well, since our Prince seems that he impatiently to meet his favourite nurse.... better we go to meet her now?. ( Yah, dikarenakan Pangeran kita nampaknya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan perawat favoritnya .... sebaiknya kita temui dia sekarang?)”


“Le – t’s go!. ( Ay – o kita pergi! )” Kata Anthony dengan antusias.


**


Putra berdecih dalam hati kala ia dan Anthony berikut Danny, Damian dan Garret sudah mencapai Rumah Sakit tempat Gadis bekerja lalu langsung menuju tempat dimana para perawat di Rumah Sakit itu biasa berada.


Apa yang membuat Putra berdecih dalam hati adalah pemandangan Gadis yang nampak asyik mengobrol dengan seorang pria yang merupakan seorang Dokter di Rumah Sakit tersebut dan kemarin sempat dikenalkan Gadis padanya.

__ADS_1


Damian dan Garret spontan menengok pada Putra saat mereka melihat pemandangan yang sama dengan Putra, saat Gadis belum menyadari kedatangan Putra dan Anthony berikut dua orang yang bersama keduanya.


“See? As we ever said to you? Slow move, then you will lost her. ( Lihat kan? Apa yang pernah kami katakan padamu? Gerak lambat, maka kau akan kehilangan dirinya )”


“Shut up. ( Diam )” Sahut Putra.


Damian, Garret spontan terkikik.


Hingga akhirnya Anthony yang berlari kecil ke arah Gadis membuat Gadis dan seorang Dokter pria bernama Bajra itu berhenti mengobrol.


“Anthony.. I’ve been waiting for you ( Aku sudah menunggumu )”


Gadis berkata sembari berjongkok saat Anthony datang, dan Dokter pria itu kemudian berpamitan pada Gadis lalu menganggukkan kepalanya pada Damian, Garret juga Putra.


Tapi Dokter pria yang bernama Bajra itu sempat juga menatap Putra sedikit lebih lama dengan tatapan yang memiliki makna sendiri pada Putra.


“Halo Putra” Sapa Gadis yang berjalan mendekati Putra dan dua pria yang bersamanya.


“Hello Gadis”


“Halo Mister... ( Tuan ) ...”


Gadis juga menyapa Garret dan Damian, namun Gadis sepertinya lupa dengan nama keduanya.


Toh selama ini Gadis paling sering bertemu dengan Danny yang memang seringnya mendampingi Putra dan Anthony setiap kali mereka datang menemuinya.


“Garret” Garret mengulurkan tangannya pada Gadis. “We ever met before ( Kita pernah bertemu sebelumnya )” Kata Garret lagi. “And this is Damian ( Dan ini Damian )” Tambah Garret sembari menyebutkan nama Damian yang orangnya juga langsung mengulurkan tangannya.


“Hi Gadis” Sapa Damian sok akrab. “We also ever met before, few times ( Kita juga pernah bertemu sebelumnya, beberapa kali )” Tambah Damian.


Gadis menyambut uluran tangan Garret dan Damian seraya tersenyum ramah pada keduanya.


“Nice to meet you ( Senang bertemu anda ) Mister Garret, Mister Damian”


“Nice to meet you too ( Senang bertemu kamu juga ) Gadis”


Garret dan Damian menyahut bersamaan.


“I’m so sorry, I always met Mister Danny all this time that’s why I forget your name ( Maafkan aku, aku seringnya bertemu dengan Tuan Danny selama ini jadi aku lupa nama anda berdua ) Mister Garret, Mister Damian” Kilah Gadis yang sedikit merasa tak enak sendiri.


“Mari, silahkan duduk dulu”


Gadis mempersilahkan tamunya untuk duduk di sofa tamu yang berada dalam ruangan tersebut dan disaat yang sama Danny yang tadi sempat memisahkan diri kemudian datang dan langsung berbisik pada Putra setelah membalas sapaan Gadis.


Putra mengangguk kemudian setelah Danny mengatakan sesuatu dengan berbisik di telinga Putra.


Putra mendekati Gadis dan berbicara padanya setelah ia berbicara pada Damian dan Garret yang kemudian hanya Garret saja yang mengambil tempat untuk duduk di sofa bersama Anthony. “Ini belum waktu istirahatmu bukan?”


“Iya belum. Tiga puluh menit lagi, baru jam istirahat aku tiba” Jawab Gadis pada Putra.


Putra manggut – manggut setelah mendengar jawaban Gadis. “Kalau begitu aku titip Anth sebentar padamu?”


“Oh ..” Gadis sedikit terkesiap.


“Aku dan Dami ada urusan sedikit sebentar. Danny ikut kami”


Putra langsung berbicara karena melihat Gadis sedikit bingung.


“Tidak akan lama” Tambah Putra. “Tapi jika kami belum kembali saat waktu istirahatmu sampai, Garret akan menemanimu dan Anth untuk pergi makan siang, kami akan menyusul secepatnya”


“Baiklah”


“Ya sudah aku titip Anth”


“Iya”


“Anth..”


Putra mendekati Anthony yang sudah duduk didekat Garret lalu berbicara pada bocah tersebut yang langsung mengangguk sembari tersenyum.


“Tidak apa jika aku memintamu untuk pergi makan siang ke Restaurant yang biasa? Agar aku tidak repot mencari seandainya urusanku belum selesai saat waktu istirahatmu tiba” Putra kembali mendekati Gadis setelah ia berbicara pada Anthony dan Garret seraya bertanya pada perawat itu.


“Tidak masalah”


“Ya sudah”

__ADS_1


Putra kemudian berbalik untuk keluar.


“Gar, we’re off now. ( Kami tinggal dulu )”


“Yes Boss!”


“Make sure you take care future mistress of Papa Putra, Gar. ( Pastikan kau menjaga calon nyonya dari Papa Putra, Gar )”


Kasak – kusuk Damian di dekat Garret sembari memainkan alisnya dan dia berikut Garret terkikik kemudian.


Putra hanya berdecih saja sembari mendengus geli lalu melangkah keluar bersama Danny dari ruangan tempatnya berada saat ini.


Damian mengekori Putra dan Danny untuk keluar dari ruangan tersebut setelahnya.


***


Putra, Danny dan Damian langsung menyambangi Restoran tempat dimana Putra dan Anthony biasa melakukan makan siang bersama berikut juga Danny. Hanya tinggal se - perapat jam sebelum waktu istirahat Gadis berakhir saat Putra dan dua lainnya datang bergabung bersama Garret, Anthony dan Gadis.


Putra, Danny dan Damian langsung disambut oleh seorang pelayan yang mengenali Putra termasuk juga Dannya sebagai langganan mereka, dan langsung juga mengantarkan Putra ke tempat Garret, Anthony dan Gadis berada. Karena pelayan tersebut juga mengenali Anthony dan Gadis yang sering datang bersama Putra juga Danny.


“Maaf menunggu lama” Ucap Putra sembari mengambil tempat pada sebuah kursi yang berada di sekitar meja melingkar yang tempatnya dipilih oleh Garret.


“Tidak apa – apa”


Gadis yang menyahut.


“Apa kamu sudah selesai makan?”


“Sudah”


“Tidak memesan makanan penutup?” Tanya Putra.


“Tidak, terima kasih. Aku sudah cukup kenyang”


Putra pun mengangguk lalu memesan makanan untuknya pada pelayan yang tadi mengantarkannya ke meja tempat Garret, Anthony dan Gadis berada.


Damian dan Danny juga ikut memesan.


***


“Eemm..” Gadis seperti hendak bicara, namun ia nampak sedikit ragu.


Putra melirik pada Gadis.


“Ada apa?”


Putra bertanya sembari menatap pada Gadis disela ia menyantap makan siangnya, setelah ia selesai menelan sepotong ayam di mulutnya. Ia tahu Gadis hendak menyampaikan sesuatu, namun nampak sedikit ragu.


“Aku sepertinya harus berpamitan, karena jam istirahatku sudah hampir habis”


“Aku, Damian dan Danny belum selesai makan” Sahut Putra. “Satu hal yang kurang sopan bukan? Jika kamu meninggalkan meja ini sementara kami belum selesai menghabiskan hidangan makan siang kami?”


‘Putra, Putra. Refused to admit that you like Gadis that much and always want to get near with her as long as you want, but now you show it. Your possesive side ( Putra, Putra. Menolak mengakui bahwa kau sangat menyukai Gadis dan selalu ingin berada didekatnya selama yang kau mau, tapi sekarang kau menunjukkannya. Sisi posesif mu )’ Batin Danny.


“Iya.. tapi kan kamu tahu biasanya juga kita selesai makan siang sebelum jam istirahat aku berakhir Putra”


“Duduklah dengan tenang hingga aku selesai”


“Tapi aku..”


“Aku tidak suka dibantah..”


“Putra, pekerjaanku sangat banyak hari ini dan aku juga harus menyerahkan laporan pada Dokter Bajra..”


“Aku tidak suka jika ada yang menyela ucapanku sebelum aku menyelesaikannya”


Putra meletakkan garpu dan pisau dengan sedikit tekanan diatas daging ayam panggangnya, lalu menoleh pada Gadis dan memberikan tatapan yang membuat Gadis menjadi sedikit takut.


“Aku tegaskan sekali lagi padamu Nona Gadis. Duduk diam – diam di tempatmu hingga aku menyelesaikan makan siangku, jika kamu masih ingin bekerja di Rumah Sakit tempatmu bekerja saat ini”


***


To be continue...


Nikmati dulu aja yah...

__ADS_1


__ADS_2