LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 349


__ADS_3

Happy reading....


********************


London, England,


Seorang pria yang sudah mendapatkan cap sebagai pengkhianat besar dalam lingkup klan Kingsley Smith, sudah berada dalam kuasa Damian yang beberapa saat sebelumnya telah menendang dada pria pengkhianat yang bernama Gaines tersebut dengan kencangnya.


Hingga pria yang telah dibawa paksa ----- namun dengan cara yang ‘halus’, oleh Damian berikut Devoss serta dua anak buah mereka itu, telah Damian dan timnya bawa ke Kediaman pria bernama Gaines tersebut.


Dimana kini hanya tinggal seorang pria itu saja yang ada di dalam sebuah hunian yang dikategorikan sebagai hunian mewah itu.


Karena pria pengkhianat bernama Gaines tersebut memang tidak pernah menikah, dan mereka yang menghuni Kediaman Gaines tersebut---dimana sebagian besar adalah pengawal pribadi serta pelayan itu telah ‘dibereskan’ oleh anak buah Damian dan Devoss.


“Y---You miss---understanding about, my closeness---with, Jaeden  ( K---Kau salah---paham tentang, kedekatanku---dan, Jaeden ) ---“


Pria bernama Gaines itu tergagap setelah ia selesai terbatuk, karena tendangan Damian di dadanya yang cukup keras itu---terasa cukup menekan dada Gaines hingga sesaat pria itu merasakan kesesakan.


“Really? ( Benarkah? )....“


Damian bereaksi pada ucapan Gaines yang terbata itu, dan terdengar sebagai kilahan.


“Ye---Yes ( Iy---Iya )---“ gagap Gaines.


“Heh!---“


“It must---be Hizkia, who told that aspersion---about me, to you and Putra ( Itu pasti---Hizkia, yang mengatakan fitnah---tentangku, padamu dan Putra )---“


“Heh!“ lagi – lagi Damian berdecih remeh setelah Gaines kembali bicara dengan masih terbata itu seraya Gaines berkilah.


“It’s him---Hizkia, who betrayed ( Dialah---Hizkia, yang berkhianat )..“ Gaines memasang wajah meyakinkan dari tempat ia masih dibiarkan dalam posisi setelah ia terjungkal akibat ditendang Damian.


“Heem---“


“Y---you need.. to trust me ( K---kau perlu.. percaya padaku )---“


“Trust you ( Percaya padamu )---“


“Y---yes you.. have to ( I---Iya.. kau harus )..”


“Heem---“


*****


Gaines menatap Damian dengan penuh harap dan nampak yakin, menggambarkan jika ia serius dengan kata – katanya yang mengatakan jika Hizkialah yang pengkhianat. “I have---proove ( Aku punya---bukti )---“


“Heemm---“


“It’s-I mean.. I put it in the save place---release my tie.. and I take you there ( Itu ada-Maksudku.. Aku menyimpannya di tempat aman---lepaskan dulu ikatanku.. dan akan aku bawa kau ke sana )---“


“Where?..” sambar Damian.


“To the place where I put some proove about Hizkia who betrayed.”


“( Ke tempat dimana aku menyimpan bukti tentang Hizkia yang berkhianat )”


Lalu Gaines menjawab dengan bersemangat. Sambil di dalam hatinya ia tersenyum, ketika Damian nampak manggut – manggut.

__ADS_1


‘Idiot! Right when you untie me, I will escape through behind door that you don’t know it’s there ( Bodoh! Tepat saat kau melepaskan ikatanku, aku akan melarikan diri melalui pintu belakang yang tidak kau ketahui keberadaannya )’


Lalu merutuki Damian sambil Gaines berkata di dalam hatinya, seiring dengan rencana yang sudah ada di kepalanya, saat Damian nampak mengkode anak buahnya yang tak lama langsung mengangkat tubuh Gaines yang terbaring dengan posisi tubuh terikat pada sebuah kursi---akibat terjungkal beberapa waktu sebelumnya.


“Gaines---“


“Yes ( Iya ), Damian..” sambar Gaines. “I’m sure you know how I’m so loyal to Kingsley, and care about Rery as my own son. Also you know how I also close with yours and Putra's father ( Aku yakin kau tahu betapa aku setia pada Kingsley, dan menyayangi Rery seperti anak kandungku sendiri. Dan kau juga tahu jika aku dekat dengan ayahmu juga dengan ayahnya Putra )”


Lalu Gaines merepet kala Damian telah berada di belakangnya dengan sedikit merunduk. Dengan tangan Damian yang Gaines rasakan sedang memegang simpul ikatan tali yang mengikat tubuhnya, hingga membuat Gaines tersenyum dalam hati.


*****


Damian tidak terdengar menyahut setelah Gaines sedikit merepet barusan, hingga sampai Gaines berkata lagi, “Hizkia is an hypocrite person. It was him who cooperate with Jaeden behind to take everything from Kingsley, even planned to kill Rery  ( Hizkia itu orang yang munafik. Dia yang sebenarnya bekerjasama di belakang bersama Jaeden untuk mengambil segalanya dari Kingsley, bahkan perencanaan atas pembunuhan Rery )---“


“Hem---“


“You and Putra been fooled by him ( Kau dan Putra telah dibodohi olehnya )”


“Is that so? ( Seperti itukah? )”


Damian merespon ucapan Gaines yang langsung mengangguk meyakinkan.


Didetik berikutnya Damian tersenyum miring, lalu mendengus kecil di samping wajah Gaines.


Lalu Damian menegakkan tubuhnya. Dan setelahnya..


“And you think that me and Putra are that fool??!! ( Dan kau pikir aku dan Putra sebodoh itu??!! )..”


Damian berbicara, seiring dengan satu kakinya yang nampak seperti sedang membuat kuda – kuda.


Yang mana didetik berikutnya..


Satu tendangan kembali meluncur dari kaki panjang Damian, pada kursi tempat Gaines terikat.


“AKH!” Lalu tak lama suara pekikan terdengar dari mulut Gaines yang kini tersungkur dengan kerasnya, sampai kepalanya terantuk ke kaki meja pada ruangan tempatnya berada sekarang dalam kediaman pribadi Gaines yang sudah dalam kuasa Damian dan para anak buahnya.


Lalu dengan cepatnya Damian bergerak mendekati Gaines yang tersungkur dengan kerasnya itu, bahkan lebih keras dari saat ia terjungkal ke belakang kala ia mendapat tendangan yang pertama dari Damian. Kemudian Gaines meringis tajam, saat Damian mencengkram kepala Gaines yang dipaksa untuk mendongak.


“Show him! ( Tunjukkan padanya! )” Seru Damian. “Show him if me and Putra even smarter than what he and his bloody discusting and stupid other traitors thought! ( Tunjukkan padanya jika aku dan Putra bahkan lebih pintar daripada dia dan kawanan pengkhianat lainnya kira! )”


Dimana Devoss kemudian menunjukkan beberapa lembar foto, berikut rekaman suara yang memang di dalamnya jelas sekali jika itu adalah suara Gaines. Dan foto – foto serta rekaman suara itu, cukup membuat Gaines meneguk ludahnya dengan sangat kasar---seiring keringat dingin sudah mulai muncul di tubuhnya.


“Now how you will said to farfetch ( Sekarang akan sepertia apa kau akan berkilah ), huh?!”


Terdengar suara Damian yang dingin dengan sorot mata amat tajam memandang pada Gaines yang semakin ia cengkram kepalanya melalui rambut Gaines.


“YOU F*CK*N TRAITOR! ( KAU PENGKHIANAT KEPARAT! )”


Tak lagi sekedar berkata dingin, atau bahkan berseru. Damian barusan saja berteriak dengan kencangnya di depan wajah Gaines.


Wajah Damian yang putih itu sudah memerah, menandakan amarahnya kini sudah begitu berapi – api. Karena dalam rekaman suara Gaines yang berbicara dengan Jaeden, ada juga rencana pembunuhan ayah dan kakak lelaki Damian.


Lalu,


BUGH!


BUGH!

__ADS_1


BUGH!


Hantaman bertubi – tubi dari Damian menyapa wajah Gaines dengan kencangnya, dari kepalan tangan Damian yang melayangkan tinjunya dengan membabi buta ke wajah Gaines.


Sehingga dalam sekejap saja wajah Gaines sudah nampak tak karuan bentuknya, selain darah sudah juga mewarnai wajah Gaines dari pelipis dan mulut pria itu.


Namun hal itu tidak membuat Damian berhenti, hingga sampai Gaines tak sadarkan diri.


*****


Tak ada yang berani masuk campur---sekalipun Devoss, untuk melerai Damian yang memukuli pria bernama Gaines itu dengan membabi buta akibat kemarahan dan emosi Damian atas dasar dendamnya yang dua kali lipat ia rasakan pada Gaines.


Devoss dan para anak buahnya dan Damian hanya diam terpaku saja melihat aksi Damian yang nampak dikuasai amarah sebegitunya saat menghantam wajah Gaines tanpa jeda, hingga sampai Damian sendiri yang menghentikan aksinya. Itupun karena Gaines tak sadarkan diri karena hantaman tinju Damian pada wajahnya dengan tanpa jeda.


“Bloody old Bastrd ( Bajingn tua bodoh )..” terdengar Damian menggumam sambil ia berdiri, sambil juga ia meludahi Gaines dengan sangat bernafsu karena murkanya pada pria yang tergolek tak sadarkan diri, dengan wajah babak belur dan berdarah juga itu. Dada Damian juga masih nampak naik turun dengan wajahnya yang masih memerah karena amarah.


Setelah beberapa saat kemudian, Damian nampak menarik nafasnya sedikit panjang yang kemudian ia hembuskan perlahan.


*****


“Four of you ( Kalian berempat )..”


Damian kemudian berbicara, seraya memandang kepada empat anak buah yang nampak sigap.


Dimana empat orang yang merasa di tunjuk oleh Damian langsung juga menyahut dengan sigapnya.


“Search this a$sh0l3’$ room. I want everything about his wealthy and those with no exception. Include search also his office room and take every each paper that I mean with nothing left ( Geledah kamar si brengsek ini. Aku mau semua hal yang berhubungan dengan kekayaannya tanpa terkecuali. Termasuk geledah juga ruang kerjanya dan ambil semua dokumen yang aku maksud tanpa menyisakan satupun )”


“Yes, Boss!”


Empat anak buah itu kembali menyahut sigap merespons perintah Damian kepada mereka itu.


Dan empat anak buah tersebut langsung bergerak cepat untuk melakukan perintah Damian.


****


“And Both of you ( Dan kalian berdua )..”


Damian menunjuk kepada dua orang anak buah lainnya lagi.


"Also two of you ( Juga kalian berdua )"


Damian menunjuk dua orang lainnya lagi.


“Two of you, bring here those stuffs that I told you all bring inside the trunk, and you two take this a$sh0l3’$ into his bathroom ( Kalian berdua, bawa kesini barang – barang yang sudah aku suruh kalian untuk membawanya di dalam bagasi, lalu kalian berdua bawa si brengsek ini ke kamar mandinya )”


Damian memberikan perintah dalam kalimat panjang pada empat anak buah lain dengan kelompok pertama yang beberapa saat lalu ia beri tugas. Dimana perintahnya Damian pada empat anak buah yang baru ia berikan perintah merupakan dua tugas yang berbeda. Dan seperti kelompok pertama, empat anak buah yang terbagi lagi menjadi dua kelompok itu menjalankan perintah Damian dengan gerakan yang cepat.


“Ah wait ( Ah tunggu )..” ucap Damian sambil memandang pada dua orang yang sedang menyeret Gaines dari tempat pria itu tergolek setelah wajahnya dipukuli dengan membabi buta oleh Damian. “Release him from that chair, and tie him all over his body inside the bathtub ( Lepaskan dia dari kursi itu, dan ikat seluruh tubuhnya kemudian letakkan ia di dalam bak mandi )”


“Yes, Boss.”


Dua orang yang ditugaskan untuk menangani Gaines itu langsung menyahut sigap, dan melanjutkan lagi tugas mereka dengan cepat dan cekatan.


"Tightly ( Dengan sangat ketat )" ucap Damian datar namun ada penekanan pada kalimatnya.


Lalu Damian yang sedang menetralkan dirinya dari emosi sehabis menghajar wajah Gaines habis – habisan itu, kemudian mengambil tempat di sofa tempatnya duduk sebelumnya.

__ADS_1


****


To be continue....


__ADS_2