LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 376


__ADS_3

Happy reading .....


☀☀☀☀☀☀☀☀☀☀


London, England,


“Stan!”


Ada Putra yang memanggil salah seorang anak buahnya dan para saudaranya yang terpercaya ---- dari beberapa yang dinilai lebih unggul daripada lainnya.


Pembalasan dendam Putra dan para saudaranya pada Jaeden dan sekutunya yang sebagian besar adalah pengkhianat yang ada di sekeliling almarhum keluarga Rery terutama ayahnya, akan sebentar lagi tuntas.


“Yes, Boss?”


“Call Thomas to move now ( Hubungi Thomas untuk pindah sekarang )”


Putra kemudian menurunkan perintah pada satu anak buah yang ia sebut namanya dan telah datang ke hadapannya itu.


“Yes, Boss.”


“Ah, just a minute ( Ah, tunggu sebentar ), Stan –“


“Yes, Boss?” sahut Stan yang menahan langkahnya.


“Dam ....”


Putra beralih kepada Damian.


“Yes? ....” sahut Damian.


“You have a sum of money in the car you used, don’t you ( Kau memiliki sejumlah uang dalam mobil yang kau gunakan, bukan begitu )? ....”


Damian langsung mengangguk.


--


Putra beralih lagi kepada Stan.


“Take some money from Dami’s car then give to the officers that still here, and tell them to give some to their partners that was here ( Ambil sejumlah uang dari mobil Dami lalu berikan pada para petugas yang masih ada di sini, lalu katakan pada mereka untuk membaginya dengan rekan mereka yang tadi ikut ke sini )”


Putra kembali memberikan perintah kepada Stan. “Yes, Boss.”


“There’s one of black leather small bag at my seat. Give them all.”


( Ada satu tas kulit kecil berwarna hitam di kursiku. Berikan semua itu pada mereka )


“Yes, Boss.”


Kembali Stan menyahut dengan sigap.


“Tell them that I already talked with Holmes about that money if those officers refuse to accept it ( Katakan pada mereka aku sudah bicara dengan Holmes tentang uang itu jika mereka menolak untuk menerimanya )”


“Yes, Boss.”


--

__ADS_1


Udara malam musim dingin yang menusuk, sudah baru kian dirasa Putra dan para kawanannya itu setelah mereka selesai dengan ‘kegiatan’ mereka.


Namun hal itu tidak mengurungkan Putra, Damian, Garret dan Accursio untuk berdiri saling berhadapan untuk sekedar menghisap sebatang rokok. Serta sambil juga menunggu anak buah mereka membantu beberapa petugas untuk ‘membereskan’ pelabuhan.


Dan atas besarnya pengaruh dari pria yang bernama Holmes, tidak sampai ada kabar yang terendus tentang ‘keramaian’ yang terjadi di pelabuhan dari sejak beberapa saat lalu, hingga sampai pelabuhan tersebut sedang ‘dibereskan’. Jadi Putra dan tiga saudaranya itu tidak perlu repot menjawab pertanyaan wartawan tentang apa dan kenapa.


Tunggu sampai berita tentang Jaeden dan para sekutunya itu diangkat ke permukaan. Maka Putra akan dicari pers London untuk dimintai klarifikasinya.


--


Putra – Garret – Accursio dan Damian berdiri mengelilingi sebuah gentong yang telah berisi bara api yang dibuat dari beberapa barang yang mana sebelumnya memang telah ada di area pelabuhan dan dibuat oleh orang – orang yang masih bekerja saat malam akibat udara disaat malam pada musim dingin akan lebih menusuk.


“Seems that we have time to buy some christmas presents before we go to Salisbury and fly back to Indo ( Sepertinya kita memiliki waktu untuk membeli hadiah natal sebelum kita ke Salisbury dan terbang kembali ke Indo )” Damian membuka pembicaraan di sesi merokoknya serta tiga orang yang bersamanya sambil menghangatkan diri di dekat perapian sementara itu.


Damian berucap santai, namun kemudian Damian diam sambil menelisik menatap Putra yang tidak merespons ucapannya itu.


“Don’t say you’ll choose to stay here for that motherfcker and miss to spend christmas at Indo" ( Jangan katakan kau akan memilih untuk tinggal di sini demi si keparat itu dan melewatkan natal di Indo )...”


“We haven’t finish here ( Kita belum selesai di sini ), Dami...”


Putra kemudian menyahut, menanggapi ucapan Damian. Dimana Damian langsung geleng-geleng setelah mendengar ucapan Putra barusan.


“I absolutely know that you are someone who won’t do anything just half ( Aku paham betul bahwa kau adalah orang yang tidak akan melakukan sesuatu dengan setengah-setengah )...” tanggap Damian. “But don’t you miss Indo?... That’s our home now ( Tapi tidakkah kau merindukan Indo?... Itu rumah kita sekarang ) –“


“I couldn’t agree more with Dami ( Aku sangat setuju dengan Dami )” tukas Garret menimpali. “Remember we have promise to Anth to get back home at christmas... You especially ( Ingat jika kita berjanji pada Anth untuk pulang saat natal... Kau terutama ) –“


“And we might say, quite unoccupied now ( Dan dapat dikatakan bahwa, sekarang kita sedang cukup senggang )” tukas Damian.


Putra nampak terdiam seperti sedang berpikir.


--


“Listen to your Italian brother ( Dengarkan itu saudara Italiamu )” tukas Damian.


Sementara Garret menganggukkan kepalanya mantap ---- tanda setuju dengan Damian yang mendukung ucapan Accursio yang pro pada komentar Damian diawal pembicaraan, sambil memandang pada Putra.


Putra masih bungkam, namun kini memandangi tiga orang yang sedang bersamanya itu.


“I’ll be here to watch that mtherfucker, and make sure that he’ll stay in jail until you guys arrived back here* ( Aku akan berada di sini untuk mengawasi si keparat itu, dan memastikan jika dia akan tetap di penjara sampai kalian semua kembali ke sini )”


“You don’t want to go with us and meet Vader? ( Kau tidak ingin pergi bersama kami dan bertemu Vader )?”


Damian bertanya setelah Accursio kembali angkat suara.


“Later ( Nanti saja )...”


Accursio menjawab.


“After what you guys business with that mtherfucker names Jaeden are totally finished, then I’ll go with you to visit you guys new home* ( Setelah urusan kalian dengan keparat bernama Jaeden itu benar – benar selesai, maka baru aku akan ikut kalian untuk mengunjungi rumah baru kalian )”


Accursio kembali berujar.


“Meanwhile, three of you better get back to Indo first ( Sementara itu, kalian bertiga saja yang lebih dulu pergi ke Indo )”


Damian dan Garret manggut – manggut, sementara Putra masih belum berkomentar.

__ADS_1


“For at least, we have to be there at christmas ( Setidaknya, kita harus ada di sana saat natal )”


Damian kemudian berkomentar.


“However, don’t you want to say ‘Hi’ to your incoming baby in Gadis’s belly? ( Lagipula apa kau tidak ingin menyapa calon bayimu yang ada di perut Gadis )?...“


--


Masih terdiam sejenak setelah Garret mengingatkan soal Gadis yang sedang hamil, dan memang Putra benar – benar ingin memastikan sendiri kebenaran tentang kehamilan Gadis selain ia memang sangat merindukan Gadis selain juga Anthony, Putra selanjutnya berkata,


“Find a hotel for us to stay tonight which is very near with toys, chocolate and other stores ( Cari hotel untuk kita menginap malam ini yang dekat toko mainan, cokelat dan banyak toko lainnya )”


Damian, Garret dan Accursio spontan terkekeh geli secara bersamaan setelah mendengar perkataan Putra barusan itu.


“But I’m afraid there’s a lot of stores which already closed for few days during the christmas ( Tapi aku khawatir jika banyak toko yang sudah tutup selama beberapa hari selama natal )” tutur Damian.


“Don’t worry, I’ll find the way to push the owner to open the stores that I want to get in ( Jangan khawatir, aku akan menemukan cara untuk memaksa pemiliknya membuka toko yang ingin aku masuki )”


--


London, England, dua jam kemudian,


Garret menggeleng dengan juga mendengus geli ketika ia dan tiga pria yang bersamanya sejak dari sebuah pelabuhan, kini telah berada di pusat kota dekat dengan sebuah hotel ternama yang sudah dipesankan beberapa kamarnya untuk tempat menginap Garret berikut Putra, Damian, Accursio, serta orang – orang mereka.


Bagaimana Garret tidak menggeleng dan mendengus geli, jika beberapa toko yang harusnya sudah tutup itu dipaksa untuk buka oleh Putra dengan memakai nama Kingsley Smith serta nama besar almarhum ayah Putra yang dikenal sebagai orang kepercayaan pertama dari almarhum ayahnya Rery.


Serta juga, sekali lagi meminta bantuan seseorang yang bernama Holmes dimana jika pria itu sudah menghubungi seseorang untuk melakukan sesuatu terutama di London, maka tidak akan ada yang bisa menolak permintaan pria bernama Holmes tersebut jika tidak ingin bisnis mereka terancam tutup.


Semua atas permintaan seseorang yang akan dipastikan menggantikan Kingsley Smith dalam kancah orang - orang berpengaruh di London, sebelum sang pewaris sah dewasa.


Putra urung menunggu sampai besok untuk membelikan sang pewaris serta istri berikut orang - orang yang ada di tempat tinggal mereka yang bertempat di negara pada benua yang lain.


--


“We need to go to Salisbury very early in the morning if we don’t want to miss the christmas dinner at our mansion ( Kita harus berangkat sangat pagi ke Salisbury jika kita tidak mau melewatkan makan malam natal di kediaman kita )” Begitu kata Putra sehabis dia menghubungi  Holmes dengan akses telefon dalam sebuah hotel.


“He was even doubted before ( Padahal tadi dia ragu )” sinis Damian yang melihat betapa bersemangatnya Putra membeli ini itu di beberapa toko yang ia paksa untuk buka melalui koneksi yang ia punya.


"Ya, and look him now. Shopping just like a woman ( Ya, dan lihat dia sekarang. Berbelanja macam seorang wanita )..." timpal Garret.


Namun pada akhirnya, Damian dan Garret pun menjadi sama antusiasnya dengan Putra. Memilah – milih hadiah, dan berpindah berbelanja di beberapa toko yang berbeda untuk membeli hadiah natal mereka untuk Anthony, berikut semua orang yang ada di mansion mereka yang bertempat di Indo itu.


Bahkan Accursio jadi ikutan berbelanja untuk memberikan hadiahnya juga, meski ia tidak akan ikut serta ke Indo.


☀☀☀☀


Hanya tidur beberapa jam saja di hotel kenamaan yang sudah berdiri dari zaman perang dunia ke 1.


Putra, Garret, Damian dan Devoss sudah dalam perjalanan mereka ke daerah dimana mansion orang tua Putra berada.


Ada jet elite milik Ramone yang sebelumnya Putra gunakan untuk mencapai London dari Indo, yang juga akan digunakan kembali ke tempat dimana orang – orang yang Putra, Garret dan Damian sebut sebagai keluarga berada.


“We don’t inform them at mansion that we are coming home today ( Kita tidak menginformasikan mereka yang berada di kediaman jika kita pulang hari ini )? –“


“No, let this become a surprise ( Tidak, biarkan ini menjadi kejutan )”

__ADS_1


☀☀☀☀☀☀☀☀


To be continue...


__ADS_2