
Happy reading .....
🔵🔵🔵🔵🔵🔵
Indo..
“And where exactly your destination to get that fresh air at the Capital (Dan kemana tepatnya tujuanmu untuk mencari udara segar di Ibukota)?”
“The best club at there, sees if I can find a perfect and gorgeus creature called woman more than I have one at home, to erase my temper ( Klub terbaik yang ada di sana, melihat – lihat jika aku dapat menemukan makhluk sempurna dan sangat indah yang disebut wanita lebih dari yang aku miliki di rumah, untuk menurunkan amarahku) ..”
“And you expect us to believe that???? That you’ll take a woman in the club and having fun with her? Heh! You won’t do that (Dan kau berharap kami mempercayai itu???? Bahwa kau akan menarik seorang wanita di klub dan bersenang – senang dengannya? Heh! Kau tidak akan melakukannya)”
“We’ll see about it (Kita lihat saja nanti) ..”
****
“Ar,” panggil Putra pada Arthur, setelah ia sempat terdiam beberapa saat, begitu juga dengan Damian, Garret dan Arthur.
“Yes?”
Arthur pun langsung menyahut.
“Drop in to our resto first (Mampir dulu ke resto kami)”
****
“Which club that you want to visit, Boss (Klub mana yang ingin anda kunjungi, Bos)?” tanya Arthur pada Putra setelah mereka kembali menyambung perjalanan menuju ibukota.
Selepas Putra dan rombongan meninjau sebuah restoran yang sudah cukup tersohor namanya di pusat kota daerah villa Putra dan keluarga berada.
“The best one as I said, which provide high quality liquor and even wine. Also which has a lot of beautiful women, just like what I said before too (Yang terbaik seperti yang sudah aku katakan, yang menyediakan minuman berkualitas tinggi dan bahkan anggur. Juga yang memiliki banyak wanita cantik didalamnya, seperti yang juga sudah aku katakan sebelumnya)”
“Got that, Boss (Baik, Bos)..”
‘Damned, he looks serious to betray Gadis (Sial, dia terlihat serius ingin mengkhianati Gadis)!..’
Damian, Garret dan Arthur langsung sama membatin dengan pemikiran yang kurang lebih sama setelah mendengar jawaban Putra atas pertanyaan Arthur.
'Seems that I need to talk to Dami about this and cooperate to avoid the silly thing that Putra might do (Aku pikir aku harus bicara dengan Dami tentang ini dan bekerjasama dengannya untuk mencegah hal bodoh yang bisa saja Putra lakukan)'
Garret lalu membatin.
****
“Just the club, or the one with the casino inside (Hanya klub, atau yang bergabung dengan kasino di dalamnya)?..” tanya Arthur lagi pada Putra. Selepas ia sempat saling tatap sejenak dengan Damian setelah tadi Putra menjawab pertanyaannya yang pertama. Dan pertanyaan Arthur yang ini tercetus setelah ia meminta persetujuan Damian dengan kode matanya. Dimana Damian paham maksud kode mata Arthur.
Yang mengisyaratkan jika dia ingin lagi berbicara pada Putra untuk mengajukan pilihan tempat yang hendak Putra datangi. Dan setelah Damian menunjukkan gesturnya yang berarti ‘terserah saja’, Arthur langsung mencetuskan pertanyaannya tersebut kepada Putra. Namun pertanyaan Arthur untuk Putra itu, kemudian Garret yang menjawabnya.
“The one with the casino inside I think (Menurutku satu yang ada kasinonya)” kata Garret. Dan Putra langsung menyetujuinya, yang kemudian diiyakan juga oleh Damian. Arthur lalu mengangguk mengiyakan pendapat tiga tuan tersebut. “You always bring our supply money right (Kau selalu membawa uang persediaan kita bukan), Ar?”
Garret lalu langsung bertanya pada Arthur. “Ya, always,” jawab Arthur. Garret lantas mengangguk dengan spontan. Begitupun juga Putra dan Damian. “If that less for all of you need in Casino, I can get the supply from the save at office and my place of living here (Jika itu kurang untuk keperluan anda semua di kasino, aku dapat mengambil persediaan yang ada pada brankas di kantor dan tempat tinggalku di sini)”
****
Mobil yang dikemudikan Arthur, telah sampai di sebuah kawasan yang memiliki tempat perjudian legal yang paling bergengsi di Ibukota. “Here? (Disini?)” lalu Putra mencetuskan pertanyaan.
“Yes.”
__ADS_1
Arthur menjawabnya.
“This is the best Casino in town and has the best bar too (Ini Kasino terbaik di kota dan memiliki bar terbaik juga)” tambahArthur.
Yang kemudian balik bertanya pada Putra.
“Something wrong with this place? (Ada yang salah dengan tempat ini?)”
“Nothing’s wrong with this place (Tidak ada yang salah dengan tempat ini)..”
Damian yang lalu menyambar untuk menjawab pertanyaan Arthur itu. Kemudian Garret menimpali.
“But our leader has a beatiful memory here with his beloved wife (Tapi pemimpin kita memiliki kenangan indah di sini dengan istri tercintanya)..”
Putra lalu mendengus geli setelah mendengar ucapan Garret.
Karena pasalnya, tempat Arthur membawa Putra-Damian dan Garret pada sebuah kasino, adalah tempat dimana satu areanya pernah Putra kunjungi dengan Gadis dan melamar wanita yang sudah menjadi istrinya itu di perairan yang ada belakang tempat perjudian yang sedang Putra dan tiga pria yang bersamanya itu datangi sekarang.
“How is it? Want to go back to villa and run to your wife and hold her? (Bagaimana? Ingin kembali ke villa dan berlari ke istrimu kemudian memeluknya?)”
Damian lalu melemparkan ledekan pada Putra, yang langsung lagi mendengus geli. Dan Garret terkekeh bersama Arthur.
“Where you put our supply money (Dimana kau simpan uang persediaan kita), Ar?..” namun Putra malas menimpali ledekan Damian, dan langsung bertanya pada Arthur tentang hal lain.
“The money is under your seat. The checkbook is with me (Uang ada di bawah tempat dudukmu. Buku cek ada bersamaku)” jawab Arthur.
Putra lalu mengangguk dan sedikit merundukkan tubuhnya.
Kemudian ia menarik sebuah kotak serupa koper dari bawah tempat duduknya pada mobil yang ia tumpangi, yang merupakan mobil pribadi Arthur.
Setelahnya, Putra mengambil dua gepok uang dari dalam kotak tersebut. Lalu menawarkan pada Damian dan Garret apakah mereka mau membawa tambahan uang juga.
Putra kemudian mengangkat kotak berisikan uang persediaan yang dipercayakan pada Arthur itu, dan memberikannya pada Garret yang lalu bertanya pada Damian berapa banyak uang tambahan yang ingin ia bawa—setelah Garret mengambil uang dari dalam kotak tersebut untuk dirinya, sejumlah yang sama dengan Putra.
“Make it same with the amount that you take (Samakan saja dengan jumlah yang kau ambil)”
****
“Want to play in the ordinary spot, or in the exclusive room? (Ingin bermain di tempat yang biasa saja, atau di ruangan eksklusif?)”
Arthur bertanya pada tiga pria yang mempekerjakan dirinya, dan sudah membuat Arthur menjadi bagian dari Putra dan keluarganya sekarang.
Garret mengendikkan bahunya. “Any (Bebas saja)” ucap Garret kemudian, dan Damian langsung menimpali.
“Let’s try the exclusive room. I want to see richest people here and also we need to be known now, right? (Mari kita coba ruang eksklusif. Aku ingin melihat orang-orang kaya di sini dan saat ini kita juga sudah perlu untuk di kenal, bukan?—“
“Okay.”
Garret langsung menyetujui usul Damian.
Putra lalu mengangguk. “Then take all of our supply money in your car, Ar. if they don’t receive check (Kalau begitu ambil semua persediaan uang dalam mobilmu, Ar. Jika mereka tidak menerima cek)”
Bicara kemudian pada Arthur yang langsung mengangguk. Dimana setelahnya Arthur meminta Putra-Damian dan Garret untuk menunggu sejenak, karena ia mau menemui staf kasino sehubungan dengan tiga bosnya yang ingin masuk ke ruang eksklusif kasino.
Karena ada perijinan khusus bagi tiap – tiap orang yang hendak berjudi di ruangan tersebut, yang mana—hanya penjudi kelas atas dengan membawa uang yang cukup banyak tentunya, untuk bermain di dalamnya.
Tak membutuhkan waktu lama bagi Arthur mendapatkan akses untuk tiga pria yang ia akui sebagai bosnya itu agar bisa dapat masuk ke ruangan perjudian yang memiliki akses khusus dan terbatas, karena Arthur yang sudah cukup lama tinggal di ibukota dan bekerja sebagai akuntan—membawanya banyak mengenal orang, khususnya mereka yang menonjol dalam komunitas.
__ADS_1
Hingga di selang beberapa menit berikutnya, Putra-Damian-Garret dan Arthur, telah berada di dalam area yang memiliki beberapa ruangan lain yang di dalamnya ada ragam meja untuk berjudi. Dan meski hari masih bisa dikatakan sore, namun kasino itu secara keseluruhan, sudah memiliki banyak pengunjung yang pastinya adalah orang-orang yang memiliki hobi bertaruh. Bahkan ada yang berharap bisa kaya dengan cara yang instan dengan berjudi.
Well, Putra dan tiga pria yang bersamanya adalah pengecualian dari mereka yang berpikir dapat menjadi kaya dengan cepat melalui perjudian.
****
Singkat kata, Putra-Damian-Garret bahkan Arthur, telah mencukupkan diri mereka untuk berjudi di sebuah ruangan yang eksklusif untuk hal itu pada sebuah kasino tempat empat pria itu kini berada, yang disertai juga oleh dua bodyguard yang mengekori empat pria itu—sisa bodyguard yang ikut serta dari vila, menunggu di luar gedung kasino.
Tiga orang yang berjudi untuk sekedar senang-senang saja, tanpa peduli kalah atau menang--nyatanya meraup beberapa kali kemenangan dalam masing-masing permainan yang mereka mainkan. Lalu bangun dari tempat mereka setelah merasa bosan, karena bertaruh di meja judi--hanya sekedar sarana menghibur diri untuk kesenangan sesaat saja.
Jadi meskipun ketiganya sedang 'di atas angin'--menang hampir berturut-turut, Putra-Damian dan Garret berhenti saat mereka memang ingin berhenti berjudi, selain sudah merasa bosan.
“Want to go to bar downstair, or at this floor lounge? (Ingin pergi ke bar bawah, atau di ruang santai eksklusif pada lantai ini?)..”
“Lounge.” Putra, Damian dan Garret sama menjawab Arthur yang langsung mengarahkan ketiganya menuju ruangan yang dimaksud.
Sebuah ruangan yang fungsi sebenarnya adalah ruang tunggu santai yang dilengkapi makanan mewah, yang namun pada beberapa tempat hiburan—ruangan yang disebut ‘lounge’ itu mengacu pada area minum yang khusus.
Khusus dalam hal ini, ditujukan pada mereka yang berkantung cukup tebal, karena minuman-minuman beralkohol yang ada di lounge tempat hiburan adalah semua yang memiliki kualitas di atas rata-rata. Lalu layaknya tempat hiburan yang memiliki bar dengan jejeran minuman mahal, biasanya akan ada wanita ‘penghibur’ yang disediakan.
Pun, para wanita yang memiliki nilai sangat berlebih dalam bidang menggoda dan memberikan ‘kepuasan’ pada pria. Dimana beberapa dari para wanita penghibur itu, telah mulai ditawarkan pada Putra dan gerombolannya saat mereka telah menempati satu spot dalam lounge tersebut.
****
“Seriously? (Kau serius?)..”
Damian sontak bertanya antusias pada Putra akibat dirinya yang sama terkejut seperti Garret dan Arthur, dimana Putra mengiyakan tawaran seorang pria untuk menunjukkan wanita-wanita andalannya.
“I just want to see if there’s any woman who more beautiful than Gadis (Aku hanya ingin melihat apakah ada wanita yang lebih cantik dari Gadis)..” jawab Putra.
“Then what? You’re going to ‘sleep’ with her if there’s a woman here who more beautiful than your wife here? (Lalu apa? Kau akan ‘tidur’ dengannya jika ada wanita yang lebih cantik dari istrimu disini?)—“
“Maybe.”
Putra menukas cibiran Damian yang orangnya kemudian saling lempar lirik dengan Garret.
“Don’t be that reckless just because you feel upset to Gadis, I remind you.”
(Jangan menjadi gegabah hanya karena kau sedang kesal pada Gadis, aku mengingatkanmu)
Dimana Putra hanya menarik satu sudut bibirnya saja setelah mendengar ucapan Damian yang memperingatkannya.
****
Damian-Garret dan Arthur cukup dibuat terperangah oleh kelakuan Putra saat ini. Karena Putra yang biasanya anti ditemani oleh wanita penghibur, bahkan biasanya juga enggan duduk bersebelahan dengan wanita yang tidak dia kenal sebelum jatuh cinta pada Gadis, kini berubah.
Putra yang sebelumnya mengiyakan tawaran seorang pria yang ingin menunjukkan para wanita penghibur dibawah naungannya yang merupakan terfavorit dalam klub dengan wajah dan penampilan yang pastinya tidak akan ditolak oleh pria manapun kini juga mengiyakan empat orang dari enam wanita yang ditunjukkan dihadapannya, Damian, Garret dan Arthur untuk mengambil tempat di area Putra dan tiga pria yang bersamanya itu berada.
Bahkan satu dari wanita penghibur yang memang diakui Damian, Garret dan Arthur kalau kesemua wanita penghibur itu nampak bukan seperti wanita penghibur biasa karena tampilan wajah dan bentuk tubuh mereka layaknya seorang model, kini dipersilahkan Putra untuk duduk disampingnya.
Membuat Damian dan Garret yang biasanya bersemangat jika ada wanita cantik dan seksi di dekat mereka, kini malah jadi hilang selera. Karena fokus mereka berdua sedang tertuju pada Putra.
Memiliki pemikiran yang sama, andai Putra berdiri dari tempatnya dengan mengajak wanita disamping satu saudara mereka itu yang kini sedang menuangkan minuman beralkohol ke dalam gelas Putra sambil bersikap menggoda.
Putra memang tidak terlihat akan berdiri dari tempatnya. Namun dalam selang beberapa menit kemudian, Damian dan Garret serta Arthur--membola mata ketiganya saat melihat apa yang tengah Putra lakukan pada wanita penghibur dengan label LC VIP pada diri wanita itu yang duduk di sebelah Putra.
✴✴✴✴✴✴✴✴
__ADS_1
To be continue..