
Happy reading ....
*********************
“Papa, where have you been?.... ( Papa darimana saja? )....” Itu Anthony yang segera bertanya saat ia sudah melihat Putra berada disatu bagian butik dimana banyak gaun berwarna putih yang terpajang disana.
Putra langsung saja menjongkokkan dirinya dihadapan Anthony.
“Helping Gadis choosing dress.... ( Membantu Gadis memilih gaun ) ....” Jawab Putra pada bocah kesayangannya itu.
‘Membantu apanya?!. Yang ada dia mencari kesempatan dalam kesempitan!’ Ada hati yang menggerutu dari sosok yang wajahnya ditekuk dan sudah berada dibelakang Putra.
****
‘Cantiknya gaun ini’
Gadis tertegun di depan sebuah Gaun yang dipasang pada sebuah manekin tiang didekat sebuah panggung kecil bertirai yang berdesain seperti panggung peragaan dibawahnya. Ia sedang menunggu Bruna yang sedang mengepas beberapa gaun pengantin di panggung kecil bertirai tersebut.
“What about this one?. ( Bagaimana dengan yang satu ini? )”
Itu suara Bruna yang terdengar saat tirai telah terbuka, dan Bruna sudah mengenakan gaun keempat yang masuk kedalam beberapa gaun pilihannya.
Gadis masih asik memandangi gaun pengantin yang sedang ia kagumi itu.
“I think I like this one than the dress before. ( Aku rasanya lebih suka yang ini daripada gaun yang sebelumnya ).... What do you think Amore Mio?. ( Bagaimana menurutmu Sayang? )”
“You look gorgeous in any dress My Love .... ( Kamu terlihat cantik dengan gaun manapun Sayangku )....”
Addison menanggapi Bruna yang barusan bertanya padanya.
Addison menjawab dengan menampakkan senyumannya, pada wanita yang tidak akan lama lagi ia nikahi itu.
Dan Bruna pun membalas senyuman calon suaminya itu.
“Do you agree with me don’t you Anth?.... ( Kamu setuju denganku bukan Anth? )....”
“Yes ( Iya ), Padre.... I agree with you .... ( Aku setuju denganmu ) ....”
Anthony menyahut dengan antusias pada Addison yang duduk disampingnya pada sebuah sofa panjang yang diletakkan berhadapan dengan panggung bertirai dimana Bruna sedang berdiri disana.
“You will look gorgeous in any wedding dress, Madre. ( Madre akan nampak menakjubkan dengan gaun pengantin manapun )” Sambung Anthony seraya mendekat pada Bruna yang tersenyum lebar.
“How sweet!. ( Manisnya! )” Ucap Bruna pada Anthony dengan merundukkan sedikit tubuhnya. Kemudian senyum Bruna semakin melebar saat Anthony mengecup pipinya. Dan Bruna balas mengecup pipi Anthony.
Lalu Bruna mengalihkan pandangannya pada Gadis.
“What do you think Gadis? This one is fit perfectly in my body isn’t it?....”
( Bagaimana menurutmu Gadis? Yang satu ini lebih sempurna di tubuhku bukan begitu? )....
Namun sepertinya Gadis sedang melamun.
“Gadis....” Dan Gadis kemudian terkesiap saat Anthony menyebut namanya bersamaan dengan tangan mungil Anthony yang menelusup ke telapak tangan Gadis.
Gadis serta merta menoleh ke arah Anthony.
“Iya Anthony?....”
“Madre asked you .... ( Madre bertanya padamu ) ....”
Gadis segera saja menoleh pada Bruna.
“I’m sorry Bruna, what did you asked? .... ( Maafkan aku Bruna, tadi kamu bertanya apa? )....”
Gadis jadi merasa tidak enak pada Bruna.
“No need to say sorry.... I just asked if this one is more fit in my body than the two before .... ( Tidak perlu meminta maaf .... Aku hanya bertanya jika yang satu ini lebih pas di tubuhku daripada yang dua sebelumnya ) ....”
“Hmm....”
Gadis lebih mendekat pada Bruna, sembari memperhatikan dengan detail Bruna dan gaun yang sedang ia kenakan.
“I.... ( Aku ) ....”
“Saya ingin melihat gaun yang itu juga ya?”
Gadis menjeda kalimatnya saat ada dua wanita yang baru saja masuk ke dalam Butik Pakaian Pengantin tersebut.
Lalu menghela pelan nafasnya, sembari menatap ke tempat dua wanita yang baru masuk itu berada.
“I agree with you. This dress is more perfect on you than the two before. ( Aku setuju denganmu. Gaun ini lebih sempurna di tubuhmu daripada dua yang tadi )”
“Well, I guess I’ll take this one.... ( Baiklah, sepertinya aku akan membeli yang ini )....”
__ADS_1
Bruna berucap dengan sumringah, dan Gadis menampakkan senyumnya pada Bruna. Bagaimanapun Gadis juga ikut merasakan kebahagiaan Bruna.
Kemudian Gadis sedikit melirik ke arah tempatnya tadi berdiri memandangi sebuah gaun pengantin yang ia kagumi.
‘Hahh, kenapalah wanita kaya itu memilih gaun yang aku harap dapat aku kenakan jika aku benar-benar menikah dengan Putra nanti’
Gadis membatin lesu, seiring pandangannya yang juga nampak lesu ke arah gaun yang sedang dilepaskan dari tempatnya oleh salah seorang pelayan toko.
“Thank you ( Terima kasih ), Gadis ....” Suara Bruna membuat Gadis kembali mengalihkan perhatiannya pada Bruna.
“My pleasure.... ( Dengan senang hati )....”
Gadis menyahut tulus.
“Eeumm, I think I want to try the last dress for another comparison ....”
( Eeumm, aku rasa aku ingin mencoba gaun terakhir sebagai perbandingan ) ....”
Bruna berucap.
“My Love, I leave you with Gadis, okay?”
( Sayangku, aku tinggalkan kamu bersama Gadis, oke? )”
Addison sudah terlihat berdiri dari tempatnya duduk tadi.
Anthony juga sama ikut berdiri bersama Addison dan menggandeng tangan Padre-nya itu.
“Okay!”
Bruna menyahut cepat pada Addison.
Lalu Addison berbicara pada Gadis, meminta kesediaannya untuk menemani Bruna yang sedang mengepaskan gaun pengantin.
Dan Gadis mengiyakan permintaan Addison dengan juga menampakkan senyumnya.
**
‘Mungkin mereka bosan menunggu ....’
Gadis membatin seraya menyunggingkan senyuman paham, saat melihat Addison dan Anthony beranjak dari tempat mereka, lalu kembali mengalihkan fokusnya pada Bruna.
“Do you mind if I help?....”
Gadis menawarkan dirinya untuk membantu Bruna, sementara Addison dan Anthony sudah berlalu dari hadapannya.
“I just want to ask you for that.... Maybe you can give me some idea if I want to give some adjustment to the dress that I choose. ( Aku baru saja hendak meminta itu .... Mungkin kamu dapat memberikanku saran jika aku ingin
memberikan beberapa penyesuaian pada gaun yang aku pilih ) ....”
Gadis tersenyum pada Bruna.
“You understand what I just said right Gadis?. Or am I talking too fast?”
( Kamu paham apa yang baru saja aku katakan bukan Gadis?. Atau aku berbicara terlalu cepat? )”
Gadis menggeleng seraya tersenyum pada Bruna.
“I understand .... ( Aku mengerti ) ....”
“Great ( Bagus sekali )” Ucap Bruna dan langsung menarik tangan Gadis.
****
Sementara itu di luar Butik..
“Naughty Papa.... ( Papa yang nakal ) ....”
Damian mengeluarkan celetukan, saat Putra sudah bergabung bersamanya, Garret serta Danny diluar Butik.
Putra hanya menanggapi dengan menaikkan satu alisnya sembari menatap Damian, dan menyulut rokok yang sudah terselip di bibirnya.
“Don’t act like you don’t know what I mean ( Jangan bersikap seolah kau tidak paham maksudku )”
“I am ( Memang aku tidak paham maksudmu )” Sahut Putra datar, setelah menghisap batang rokok yang sudah ia sulut, lalu mengepulkan asapnya ke udara.
“Cih!”
Damian spontan berdecih, namun ia cengengesan.
“Then what are you doing in the changing room with Gadis? ....”
( Lalu apa yang kau lakukan bersama Gadis di ruang ganti? )....
__ADS_1
“Do not dodge .... ( Jangan berkelit ) ....”
Garret menimpali.
“We saw you walk with Gadis and the shop assistant to a fitting room and when the shop assistant walk from there, she was walk alone”
( Kami melihatmu berjalan bersama Gadis dan pelayan toko ke arah ruang pas dan saat pelayan toko itu berjalan dari sana, dia berjalan sendiri )
“Then you just seen after ten minutes after. Don’t talk a bullshit if you just waiting outside that room while Gadis fitting clothes.... ( Lalu kau baru terlihat setelah sepuluh menit kemudian. Jangan bicara omong kosong kalau kau hanya menunggu diluar ruangan selama Gadis sedang mencoba pakaian ) ....”
Didetik berikutnya kekehan geli terdengar dari mulut Putra. Sementara tiga pria tampan yang bersamanya juga ikut terkekeh tak berapa lama.
“So tell us, did you already let go your virginity away? ( Jadi katakan pada kami, apa kau sudah melepas keperjakaanmu? )” Seperti biasa, Damian sering bicara tanpa saringan lagi.
“Heemm .... If I’m not made a mistaken in counting, then I think I already lost my virginity for three times by Gadis ( Jika aku tidak keliru dalam menghitung, sepertinya aku sudah kehilangan ke-perjakaan sebanyak tiga kali oleh Gadis )”
Di detik kemudian suara gelakan dari tiga pria yang bersama Putra pun membahana ke udara. Sementara Putra terkekeh saja sembari menikmati batangan nikotin yang ia sesap beberapa detik sekali.
“Bastardo! ( B*jingan! )”
Damian pun mengumpat geli pada Putra.
“So, how does it feel? ( Jadi bagaimana rasanya? )”
“Splendid! ( Luar biasa! )” Sahut Papa Putra tanpa tedeng aling-aling. “Make me get in crave ( Aku sampai ketagihan )”
Dan gelakan tiga pria yang bersama Putra itu kembali terdengar membahana.
****
“Papa....”
“Yes Anth?”
Putra menyahut pada Anthony yang mendekat padanya setelah mereka telah sampai di kediaman, dan sedang menunggu waktu makan malam tiba, dan menunggu juga Bruna dan Gadis menyiapkan makanan untuk semua orang yang berada di Kediaman.
Putra mendudukkan Anthony diatas pangkuannya.
“What is it?.... ( Ada apa? ) ....”
Putra pun bertanya pada Anthony.
“Is it true what Padre told me?”
( Apa benar apa yang Padre katakan padaku? ) ....
“About? .... ( Tentang? ) ....”
Putra menjawab pertanyaan Anthony dengan pertanyaan juga.
“About your plan to marry Gadis on .... ( Tentang rencanamu menikahi Gadis pada ) ....”
“Sshh ....” Putra segera memotong kalimat Anthony.
Anthony spontan melipat bibirnya.
“Let’s that become our secret, okay?”
( Biarkan itu menjadi rahasia kita, oke? )
“So that’s true Papa?.... ( Jadi itu benar Papa? )....”
Anthony berbicara dengan berbisik pada Putra kini.
“Yes it is ( Iya itu benar )”
“Briliant .... ( Sangat keren )....”
Anthony tetap berbicara dengan berbisik pada Putra.
Namun wajah Anthony nampak berbinar bahagia.
“Promise me that you will keep it as a secret?. ( Berjanjilah padaku bahwa kamu akan menyimpan rahasia? )”
“Secret? .... ( Rahasia? ) ....”
Gadis sudah berdiri di belakang Putra dan Anthony ternyata.
Putra dan Anthony kemudian saling lempar tatap.
“What secret?. ( Rahasia apa? ) ....”
****
__ADS_1
To be continue ....