
Happy reading .....
**********************
England,
“GO AND RUN. THEN YOU’LL HEAR THE NEWS OF A BOY FROM SAINT BEES WITH NO HEAD. AND YA, YOUR BIOLOGICAL SON THAT WHAT I MEAN ( PERGI DAN LARILAH. MAKA KAU AKAN MENDENGAR BERITA TENTANG SEORANG BOCAH LELAKI DARI SAINT BEES TANPA KEPALA. DAN YA, ANAK KANDUNGMU YANG KUMAKSUD )!”
Teriakan Putra kala Jaeden sudah masuk ke dalam sebuah mobil yang mengangkut beberapa orang yang entah bagaimana tiba-tiba datang menyerang dengan beberapa orang lain dalam satu truk yang menyerupai sebuah truk tentara, yang kini hampir kesemuanya sudah tewas bersimbah darah karena dibabat habis oleh Putra dan kelompoknya yang memang lebih banyak jumlah dari yang Jaeden lihat dan kira.
“JAYVON! .. RIGHT?! YOUR SON’S NAME?! ( JAYVON! .. BENAR?! NAMA ANAK LELAKIMU?! )” Teriak Putra lagi pada Jaeden yang bertahan di dalam mobil yang sudah ia kuasai kemudinya, namun tidak juga melaju. Membuat Putra menyeringai tajam di tempatnya. Memandangi Jaeden yang Putra tahu berdasarkan informasi dari orang-orangnya yang sudah Putra suruh menyelidiki tentang Jaeden dan kehidupan pribadinya---memiliki seorang anak laki-laki yang amat sangat ia cintai.
Namun keberadaan anak lelakinya itu Jaeden sembunyikan selama ini, yang kemungkinan untuk alasan keselamatan selain mempersiapkan anak itu nantinya untuk menjadi penerus dirinya setelah Jaeden berhasil dengan rencananya untuk merampas harta kekayaan keluarga Kingsley Smith lalu berkuasa tak hanya di London tapi juga di seluruh Inggris.
Selain yang Putra dapatkan informasinya, Jaeden sangat mencintai anak lelakinya itu. Jadi ada kemungkinan juga Jaeden menyembunyikannya di sebuah desa pesisir yang berada di Inggris, adalah juga karena alasan keamanan dan keselamatan anak lelakinya itu sampai waktunya Jaeden rasa tepat untuk mengenalkannya ke publik.
Dan memang sudah akan Jaeden kenalkan ke publik anak lelakinya itu setelah ia merasa percaya diri bahwa telah mengambil alih hampir semua aset keluarga Kingsley Smith, namun belum Jaeden ajak tinggal di mansion milik keluarga almarhum Rery tersebut.
Namun beberapa aset Kingsley dan Rery yang dapat Jaeden manipulasi, sebagian sudah diatasnamakan ke anak lelakinya itu.
**
“JAYVON CATHAL A.K.A JAYVON .J. ZEPETO, IF I’M NOT MISTAKEN ( JAYVON CATHAL ALIAS JAYVON .J. ZEPETO, JIKA AKU TIDAK SALAH ) BORN .. bla .. bla ..” Putra lanjut bicara.
Mengatakan semua informasi tentang anak lelaki Jaeden itu sambil berjalan mendekati Jaeden yang kini sudah di kitari oleh anak buah Putra yang menodongkan senjatanya ke arah mobil Jaeden dengan dua anak buahnya yang tersisa di dalam mobil tersebut dalam keadaan hidup.
Informasi-informasi yang membuat Jaeden meneguk kasar ludahnya, terlebih saat Putra mengatakan satu hal lagi tentang satu hal yang Jaeden juga sembunyikan selama ini.
“A boy who has a beautiful mom names, Fiona ( Anak lelaki yang memiliki ibu cantik bernama, Fiona )”
Putra menyeringai, setelah ia sampai di dekat mobil dimana Jaeden masih bertahan di dalamnya. Yang sebenarnya bisa Jaeden tembak dengan telak dari tempatnya sekarang, namun sial, Jaeden tidak memegang senjata.
Begitu juga dua anak buahnya yang fokus untuk ikut kabur menaiki mobil yang sudah diambil alih Jaeden tanpa mempedulikan lagi soal senjata api yang telah terlepas dari tangan mereka saat ditembaki oleh orang-orang dari kubu Putra.
Dan dengan Jaeden yang seolah membeku di tempatnya dengan tidak melajukan mobil hingga orang-orangnya Putra mengepung mereka, dua orangnya Jaeden itu hanya bisa mengangkat tangannya pasrah di dalam mobil. Sementara Jaeden tetap menempatkan tangannya di kemudi mobil.
**
“Poor woman ( Kasihan sekali )” ucap Putra. “Having a greedy husband who marry another woman and hide her as a wife ( Memiliki suami serakah yang menikahi wanita lain dan menyembunyikan statusnya sebagai istri ) ..”
“Such a badluck for her for having you as her husband, make me want to see her ( Sungguh buruk sekali nasibnya memilikimu sebagai suaminya, membuatku jadi ingin melihatnya ) ..” timpal Accursio yang memang sedari tadi berdekatan dengan Putra untuk saling melindungi kala pasukan Jaeden yang tak seberapa itu menyerang tiba – tiba.
Sama seperti Putra, Accursio nampak santai saja berada di dekat Jaeden. Toh kedua tangan Jaeden dapat terlihat sedang mencengkram kemudi, dan dua orang Jaeden yang tersisa sedang mengangkat tangan mereka.
“If she is really beautiful, and sexy ( Jika dia betul cantik, dan seksi ) ..”
Accursio lanjut bicara.
“I would consider her to be one of my women ( Aku mungkin akan mempertimbangkannya menjadi satu dari wanitaku ) –“
__ADS_1
“HEY!!” Jaeden menyergah tajam dengan dirinya yang keluar dari dalam mobil sambil menatap sengit pada Accursio yang malah terkekeh.
Jaeden mengangkat satu telunjuknya yang ia arahkan dengan tatapan marah kepada Accursio yang terkekeh remeh saja, sementara orang – orang Accursio dan Putra kemudian langsung mengarahkan senjata mereka ke arah Jaeden yang dianggap akan mengancam Accursio.
Bang!
Bang!
**
Putra menyela kegeraman Jaeden pada Accursio dengan dua buah tembakan yang Putra letuskan dari pistolnya, ke kepala dua orangnya Jaeden yang terlihat mengendap untuk kabur.
Lalu mata Putra kembali menatap Jaeden dan menyungging sinis. “Seems that you love that woman ( Sepertinya kau mencintai wanita itu ), heh,” sinis Putra. “But how could you ever dare to disturb Madelaine ( Tapi bisa – bisanya kau berani mengganggu Madelaine )”
Bugh!
Satu tendangan keras telak menghantam perut Jaeden yang berdiri agak timplang akibat luka tembak di kakinya, meski Jaeden menunjukkan sekali geramnya pada Accursio.
“Tried to take her from Rery ( Mencoba mengambilnya dari Rery ) ..” ucap Putra dengan sedikit merunduk lalu mencengkram kerah kemeja Jaeden. “Even you failed and Madelaine felt so abhorent to you, but still ( Walaupun kau gagal dan Madelaine merasa sangat jijik padamu, tapi tetap saja ) ..”
Putra mengetatkan rahangnya.
“I’m sick with that ( Aku muak dengan itu )!”
Bugh!
Satu pukulan di hantamkan Putra ke wajah Jaeden setelah tangan Putra yang lain mencengkram rambut Jaeden lebih dulu.
**
Putra berdecih geram, ketika Jaeden nampak hilang kesadaran setelah Putra kembali melayangkan hantamannya ke wajah Jaeden yang sudah lebam – lebam dengan juga luka beberapa luka sobek yang Putra buat sebelumnya di wajah pria itu.
“Tie him again and cover his head ( Ikat dia lagi dan tutupi kepalanya )!” perintah Putra kemudian.
Yang dengan cepat dilakukan oleh beberapa anak buahnya untuk melakukan perintah Putra tersebut.
“Make sure none of you do anykind of reckless you just like before ( Pastikan tidak ada di antara kalian yang ceroboh lagi seperti sebelumnya )!”
Mengingatkan para anak buahnya yang bisa selamat dari sapaan peluru orang – orangnya Jaeden yang kesemuanya sudah terkapar tanpa nyawa.
“Yes Boss!”
Sahutan serempak pun terdengar dari para anak buah Putra.
“Dev, you tell Thomas to call Holmes and clear up all of this fastly ( Dev, kau beritahu Thomas untuk menghubungi Holmes dan bersihkan semua ini dengan cepat )”
“Okay.”
“And Yo,”
__ADS_1
Putra beralih ke Yona yang langsung menyahut sigap.
“You take care our men who were not survived, and take care also a very proper compensatiton for their family. You know where I put my money ( Kau urus orang – orang kita yang tidak selamat, dan urus juga kompensasi yang sangat pantas untuk keluarga mereka. Kau tahu dimana aku menyimpan uangku )”
“Got that ( Aku mengerti )” sahut Yona kembali dengan sigapnya.
Setelahnya Putra berbicara lagi pada anak buah yang sedang mengurus Jaeden yang tidak sadarkan diri itu.
"Put him into the trunk car that I use ( Letakkan dia di bagasi mobil yang aku gunakan ) -"
**
Putra kini sudah tiba di sebuah pelabuhan yang memiliki akses untuk sampai ke sana melalui jalur bawah tanah.
Di mana di pelabuhan tersebut --- di bagian yang agak menjorok ke dalam dengan banyaknya kontainer – kontainer besar yang tertumpuk, sudah banyak orang – orang Putra yang sudah berada di tempat tersebut sebelumnya, termasuk juga Damian dan Garret.
“What take you guys so long? ( Apa yang membuat kalian begitu lama? ) ..” Damian menyambut kedatangan Putra dan rombongan termasuk juga Accursio. “We’re almost dying cold here ( Kami hampir mati kedinginan di sini ) ..” lanjut Damian.
Dengan wajah Damian yang menunjukkan protesnya pada Putra.
Sementara Putra menanggapinya hanya dengan dengusan geli saja.
“I supposed take some of ladies here to warm me if I know you’re taking this long ( Tahu begitu aku membawa beberapa wanita ke sini untuk menghangatkanku jika kau selama ini baru datang ) –“
“I’ll pay how many ladies for you after this, both here or at Indo. Un pompinaio! ( Aku akan menyewakan banyak wanita untukmu setelah ini, baik di sini ataupun di Indo. Dasar ‘tukang pompa’! )”
“Haha.” Damian spontan tergelak.
**
“Where’s Garret?” Putra bertanya karena tidak melihat Garret bersama Damian.
“A little bit busy ( Sedikit sibuk )”
Damian menunjuk ke arah satu kontainer di sudut terpisah.
Putra mengangguk.
Lalu salah satu anak buah menghampiri Putra untuk menanyakan soal Jaeden yang masih di dalam bagasi mobil yang di tumpangi oleh Putra dan Accursio.
“Take him here ( Bawa dia ke sini )” titah Putra kemudian.
Setelahnya Putra kembali pada Damian dan bertanya.
“Where’s the boy? ( Dimana anak itu? )”
**
To be continue ..
__ADS_1
Terima kasih masih setia.
Ditunggu jempol apresiasinya ..