LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 268


__ADS_3

Note:


Baca dulu episode sebelum mengklik ikon jempol bila berkenan memberikan Like.


Terima Kasih.


****


Happy reading ....


****


London, England


“I thought we’re going to the m*therf*cker’s casino (Aku pikir kita akan pergi ke kasino mililk si keparat itu)?...” Damian berucap saat mobil yang ia tumpangi bersama Putra dan Jules yang mengendarainya\, telah berada di dekat sebuah gedung yang terletak di jantung kota London.


Putra menarik satu sisi sudut bibirnya.


“That place is also belong to a m*therf*cker’s (Tempat itu juga milik seorang keparat)”


Lalu Putra menjawab pertanyaan Damian dengan selorohan. Dan Damian pun terkekeh.


“Ha, you’re right (kau benar juga) –“


Damian kemudian berkata disela kekehannya itu.


“Everyone on Jaedens’s side as m*therf*cker as him (Semua orang yang berada disisi Jaeden sama keparatnya dengan dia)”


Lalu Damian mendengus geli, begitu juga dengan Putra.


“Are we coming in at there now (Apa kita akan masuk kesana sekarang)?” tanya Damian lagi.


“No, later (Tidak, nanti) –“


Putra menjawab seraya menggeleng singkat.


“I want to see that main m*therf*cker’s place (Aku ingin melihat dulu tempatnya si keparat utama)”


“Okay,” sahut Damian.

__ADS_1


Lalu Putra beralih pada Jules.


“Jules ..” panggil Putra pada satu anak buahnya yang duduk di belakang kemudi itu.


Jules dengan sigap menyahut. “Yes Boss? ..”


“Go to the other casino (Pergi ke kasino yang satunya)”


“Yes Boss.”


Jules yang paham tentang tempat yang dimaksud Putra pun dengan segera mengiyakan perintah pria yang ia anggap sebagai Bos Besarnya itu.


“I can admit that m*therf*cker is smart collecting money (Aku akui keparat itu memang pandai dalam mengumpulkan uang)---“


Damian berucap setelah mobil yang ia tumpangi bersama Putra, sampai di sebuah gedung yang mana adalah sebuah kasino yang disinyalir merupakan milik Jaeden pribadi, sambil ia memperhatikan satu spot yang merupakan tempat satu jenis perjudian, yang didalamnya memiliki lagi berbagai macam jenis judi itu.


Putra hanya menanggapi dengan senyuman miring.


“Even his place still crowd after the blizzard and in this cold weather.”


“(Bahkan tempatnya itu masih tetap ramai setelah badai salju dan di cuaca dingin seperti ini)”


“Maybe after all of these finish, I will open a casino business either (Mungkin setelah semua ini selesai, aku juga akan membuka bisnis kasino)”


Damian berceloteh.


“However this is a good business beside the horse race .. not only can collecting money,but can find hotties very easily (Bagaimanapun ini memang bisnis yang bagus selain pacuan kuda .. tidak hanya dapat mengumpulkan uang, tapi bisa menemukan para wanita seksi dengan sangat mudah)”


Dan Damian terkekeh setelah setelah berucap dengan selorohan kalimat dibelakang ucapannya itu.


Lalu Putra mendengus geli setelah mendengar celotehan Damian barusan. Sementara Jules hanya tersenyum tipis saja saat mendengar celotehan Damian tersebut.


“You just choose Dami (Kau hanya perlu memilih Dami) ....” ucap Putra tak berapa lama kemudian. “Which casino that you want. This one, or the one before (Kasino mana yang kau inginkan. Yang ini, atau yang sebelumnya)—“


Putra menoleh dan melemparkan sorot mata dalam ekspresi penuh arti pada Damian.


“And I’ll make sure it becomes yours (Dan akan aku pastikan itu menjadi milikmu)”


Damian pun tersenyum lebar setelah mendengar ucapan Putra barusan.

__ADS_1


“I suggest the first one, because it’s bigger (Aku sarankan yang pertama, karena itu jauh lebih besar)..”


Putra berucap lagi.


Damian masih tersenyum lebar.


“Of course I choose the first one (Tentu saja aku memilh yang pertama)” tukas Damian.


“Good, because I will make this place becomes ashes as soon as possible (Bagus, karena aku akan membuat tempat ini menjadi abu secepatnya)”


Putra menatap nanar pada gedung kasino yang bagian depannya akan tak lama lagi dicapai oleh mobil yang sedang dikemudikan oleh Jules.


Damian pun sama seperti halnya Putra.


“Do you want me to stop there Boss (Anda ingin aku berhenti disana Bos)?”


Suara Jules yang bertanya - saat mobil yang ia kendarai telah dekat dengan bangunan yang merupakan sebuah gedung tempat perjudian itu – dimana di kanan kirinya juga terdapat beberapa gerai selain kasino, mengalihkan lamunan sesaat Putra dan Damian.


“Want to get in here? (Ingin masuk kesini saja?)---“ Damian ikutan bertanya seperti Jules pada Putra.


“Hem---“


“Maybe we can find some things or information inside.”


“(Mungkin kita dapat menemukan sesuatu atau informasi di dalam)”


Damian berkata pada Putra yang sedang nampak menimbang – nimbang.


Tiiinnn.


Namun sebelum Putra memberika jawabannya pada Damian, sebuah suara klakson mobil mengalihkan perhatiannya, berikut Damian dan Jules yang spontan menoleh ke arah mobil yang membunyikan klakson tersebut.


Dimana suara klakson tersebut berasal dari mobil dimana ada Garret dan Devoss di dalamnya, dan Putra, Damian serta Jules menangkap jika Devoss menunjuk ke satu arah.


Ketiganya pun sontak menoleh ke arah yang ditunjuk Devoss dalam mobil yang melaju pelan melewati mobil yang dikemudikan oleh Jules.


“Oh damned, that Gaines (Oh sial, itu Gaines ) ..” gumam Damian. “Hopefully he doesn't notice us (Semoga saja dia tidak memperhatikan kita), Putra..”


**

__ADS_1


To be continue ..


__ADS_2