LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 338


__ADS_3

Happy reading..


England,


“Is that real documents? ( Apakah itu berkas-berkas yang asli )? ....”


Satu pertanyaan dari seorang wanita yang berpenampilan seperti seorang jurnalis itu membuat perhatian semua orang yang ada didekat wanita tersebut tertuju padanya.


“Maybe you to get close here to see if this real docements or not? ( Mungkin anda mau mendekat kesini untuk melihat apakah berkas-berkas ini asli atau tidak? ) ....” Pria yang ucapannya dinterupsi oleh seorang jurnalis wanita itu tak lama merespon ucapan sang jurnalis yang memberikan tatapan sedikit remeh.


“I’m just asking, Sir ( Saya hanya bertanya, Tuan ) ....” tutur jurnalis wanita tersebut, menanggapi tawaran si pria podium.


Sempat terlihat serius – pria yang mendominasi pembicaraan sedari tadi, namun kemudian ia mengulas senyuman di bibirnya.


“Then may I continue? ( Maka apa saya bisa melanjutkan? )” ucap pria yang berdiri di balik podium sementara tersebut.


“Please,” sahut si jurnalis wanita mempersilahkan dari tempatnya duduk, sambil memandang penuh arti pada Pria Podium pemilik acara.


**


Tak seberapa lama kemudian,


“Excuse me, Miss. Are you about to leave ( Permisi, Nona. Apa anda akan pergi )?-“


“Yes ( Iya )”


Seorang wanita berpakaian jurnalis dengan wajah perawakan Eropa namun bukan seperti orang Inggris jika didengar lebih jelas aksennya, menjawab seraya menoleh kala ia ditegur oleh seseorang yang sebelumnya mendominasi pembicaraan dari balik podium sementara.


“I haven’t finish yet. And you will miss something that become a headlines of the newspaper that you are working in ( Saya belum selesai. Dan anda akan melewati sesuatu yang dapat menjadi berita utama dari surat kabar tempatmu bekerja )-“


“I think the newspaper company that I’m working in not fit for this kind of news ( Saya pikir perusahaan surat kabar tempat saya bekerja tidak cocok untuk berita seperti ini )” tukas jurnalis wanita yang aksennya terdengar seperti orang yang berasal dari negara dengan sebutan Negara Kincir Angin.


“Really?”

__ADS_1


Pria Podium itu menanggapi ucapan jurnalis wanita yang tadi sempat juga menginterupsinya dengan tatapan meragukan.


“Yes-“


“And from what newspaper you are ( Dan anda dari surat kabar mana )?-“


“It’s not really important ( Itu tidak terlalu penting )-“


“Sounds that it’s unfamous newspaper ( Terdengar sepertinya bukan surat kabar terkenal )-“


“Consider it is ( Anggap saja begitu )..” sahut si jurnalis wanita tadi lagi, sambil ia tersenyum misterius. Mengabaikan suara kekehan dari orang - orang di dekatnya.


“Feel free to leave then ( Silahkan jika memang ingin pergi kalau begitu )”


Si Pria Podium itu mempersilahkan si jurnalis wanita yang terlihat tidak sendiri itu, karena ada satu pria yang ikut berdiri dan menampakkan gestur mengekori gerak-gerik si jurnalis wanita – yang dianggap orang sekeliling mereka adalah rekan dari jurnalis wanita tersebut.


Sang wanita jurnalis tidak menyahut kala ia dipersilahkan pergi, dan ia mengayunkan langkahnya. “Ah ya, Sir ( Ah iya, Tuan )-“


“Yes?..” Pria Podium itu merespon kala si jurnalis wanita yang tadi nampak sudah hampir pergi itu kemudian menoleh dan bersuara lagi.


“Yes he is. But I’m afraid that boy was gone already too ( Iya memang. Tapi sayangnya, anak itu sudah tiada juga )”


“Are you sure ( Apa kau yakin )?..”


Didetik dimana wajah santai si Pria Podium kini sudah berubah.


“He must consider dead by evidence, if you want to claimed yourself who has right to Kingsley Smith’s wealthy ( Dia harus sudah dianggap meninggal dulu dengan adanya bukti, jika kau ingin mengklaim dirimu yang memiliki hak atas kekayaan Kingsley Smith )”


Si jurnalis wanita berbicara lagi dengan santainya, dan seorang pria berperawakan Amerika nampak sudah akan melangkah mendekati si jurnalis wanita yang sedang mengoceh dengan ekpsresi santai, namun nampak penuh arti di wajahnya.


Namun langkah si pria Amerika di tahan oleh si Pria Podium, atas pertimbangan banyaknya wartawan disekeliling mereka, meski si Pria Podium mulai nampak tak senang – selain was-was dan agak gelisah juga.


Dimana pemandangan itu tertangkap oleh beberapa mata yang berada di tempat mereka masing – masing seraya tersenyum miring. Melihat pria yang tadinya nampak sumringah berbicara di podium selain drama kesedihan duka cita yang dibuat - buat sebenarnya, kini terlihat mulai waspada walau sikapnya dibuat demikian tenangnya di permukaan.

__ADS_1


“And from what I’ve known Kingsley Smith was have a foster son except you which his presence already exist long time before you came to Kingsley Smith Family. Putra Patrick Vinson Junior. ( Dan dari apa yang aku tahu Kingsley Smith memilik anak angkat selain dirimu yang kehadirannya telah ada jauh dari sebelum kau datang ke dalam keluarga Kingsley Smith. Putra Patrick Vinson Junior )”


Si Jurnalis wanita itu menyunggingkan senyuman tipis.


“Am I right?” tekan si jurnalis wanita itu kemudian dengan nada bicara yang santai. “And based on that, he’s more deserved to stand as Kingsley Smith successor – than you ( Dan berdasarkan hal itu, kiranya dia lebih layak untuk berdiri sebagai penerus Kingsley Smith – daripada dirimu )”


Si jurnalis wanita lebih menekankan lagi kalimatnya di akhir, dengan tersenyum tipis. Namun pandangan remeh terlihat sekali ia tujukan pada lawan bicaranya itu.


“It’s getting interesting ( Ini mulai menjadi lebih menarik )”


Mereka yang berdiri di beberapa sudut terpisah yang berjarak dari kerumunan yang macam sebuah konferensi pers itu menggumam dengan senyuman kepuasan yang nampak di wajah mereka.


Sementara ada yang tersenyum puas, disisi lain ada yang sudah mulai saling lempar tatap dengan tegang. Dan ada yang sudah terlihat geram dengan tangan terkepal, terpaku sembari memandang tajam pada si jurnalis wanita yang barusan membeberkan sebuah fakta yang dapat memicu banyaknya pertanyaan dari para wartawan yang ada saat ini disekeliling mereka si pembuat acara – terutama pria yang mendominasi pembicaraan sedari awal.


Dimana selang detik berikutnya, pria berperawakan Amerika mendekati Pria Podium kemudian berbisik di telinganya – lalu anggukan samar nampak dari Pria Podium tersebut. Dimana didetik berikutnya, si pria Amerika nampak diam – diam beringsut keluar dari jejeran orang – orang yang berdiri di belakang Pria Podium, yang sedang nampak menetralkan ekspresinya untuk kembali menghadapi para jurnalis. Lalu pria berperawakan Amerika itu berbicara dengan beberapa pria lain berpenampilan bodyguard.


Yang tak lama setelah itu, mengikuti si jurnalis wanita yang telah melangkah meninggalkan tempatnya bersama pria yang terlihat seperti rekan tempat jurnalis wanita itu bekerja.


Si jurnalis wanita tahu, jika ada pria berbadan besar yang sudah mengikuti setiap langkahnya. Namun malah senyuman yang tersungging di bibirnya. Karena apa yang ia lakukan tadi adalah sebuah pengalihan, untuk mengurangi jejeran bodyguard yang cukup banyak di tempat konferensi.


Yang mana kemudian, jejeran bodyguard yang pergi itu akan diganti dengan bodyguard lain yang merupakan bagian dari si wanita jurnalis. Dimana nanti, para bodyguard pengganti itu akan membuat ‘Acara Inti’ akan mudah untuk pihaknya. Pihak si jurnalis wanita, yang mana adalah Yona. Yang kini sudah menyiapkan ancang – ancang untuk menghabisi beberapa pria yang sedang ‘mengawalnya’ itu.


Lalu di tempat konferensi, pria yang sedari awal mendominasi pembicaraan nampak sedang berusaha membuat segala rumor yang membuatnya dapat tersudut itu – dengan kembali berbicara percaya diri, sambil mengeluarkan beberapa berkas lain yang ia tunjukkan sebagai bukti ucapannya untuk menguatkan posisinya berikut ucapan yang meyakinkan dari mulutnya.


“Putra Patrick Vinson Junior was dead because he was live with Rery Kingsley Smith at Italy, which were slayed at there ( Putra Patrick Vinson Junior telah tewas karena dia hidup bersama dengan Rery Kingsley Smith di Italia, dimana ia dibantai disana )”


Pria Podium itu berbicara dengan begitu meyakinkan.


“I don’t think so ( Aku rasa tidak )..“


Namun didetik berikutnya kalimat interupsi terdengar, mematahkan pernyataan si Pria Podium tersebut.


****

__ADS_1


To be continue ....


__ADS_2