LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 266


__ADS_3

Happy reading ...


************


Salisbury, England ...


“I am didn’t left anything as a chance. But as I said, Jaeden having someone at the place I work in. And if they found that my house is empty and I don’t show up, I’m afraid that can be used to build up a situation. If you guys remember Gaines.“


“( Aku memang tidak meninggalkan apapun sebagai celah. Tapi seperti yang pernah aku katakan, Jaeden memiliki seseorang di tempatku bekerja. Dan jika mereka telah mendapat informasi bahwa rumahku kosong lalu aku tidak muncul, aku khawatir jika hal tersebut dapat digunakan untuk membangun sebuah situasi. Kalau kalian ingat soal Gaines )”


“Well, seems that I really have to go to London by today with no reason to hold it ( Dan yah, sepertinya aku benar-benar harus segera pergi ke London hari ini juga dengan tanpa alasan apapun lagi )”


Putra berucap setelah Hiz berkata panjang lebar tentang ia yang berencana untuk pergi ke London karena merasa waspada tentang kondisi yang dapat terjadi di tempatnya bekerja, selain untuk melihat kondisi rumahnya yang sudah dikosongkan itu sebelum ia pergi ke mansion Putra yang berada di Salisbury ini.


Selain Hiz berencana untuk pergi ke tempatnya bekerja untuk mencegah sesuatu yang sedang ia pikirkan terjadi.


“But you need to stay here Hiz, while I go to London. I’ll send someone to see the condition at you work place, also you residence ( Tapi kau tetap disini Hiz, saat aku pergi ke London. Aku akan mengirim seseorang untuk melihat kondisi di tempat kerja, juga di kediamanmu )” ucap Putra pada Hiz.


“Even you send someone to my work place to see the condition at there, but he can’t get through more inside ( Meskipun kau mengirim seseorang ke tempat kerjaku untuk memeriksa kondisi disana, tapi dia tidak akan bisa masuk lebih dalam )” tukas Hiz. “You know what I mean ( Kau tahu maksudku )” tambah Hiz.


“I know ( Aku tahu ) ...”


Putra menyahut.


“Then you know that I need to go there to avoid if Jaeden’s men inside there, try to take everything at Kingsley account also the deposit box even maybe slowly ( Maka kau paham jika aku harus pergi kesana untuk mencegah orangnya Jaeden disana, mencoba untuk mengambil apa yang ada di dalam rekening Kingsley juga kotak depositnya meskipun secara perlahan )”


Hiz berujar.


“Are you willing to let Jaeden take more from Kingsley even Rery’s ( Memang kau rela jika Jaeden mengambil lagi dari harta Kingsley ataupun Rery )?”


Hiz lanjut bicara lagi, lalu Putra menarik satu sudut bibirnya. “No.”


Setelahnya Putra menjawab singkat dan datar, terkesan santai.


Lalu setelahnya Putra menyeringai. “I will avoid that m*th*rf*ck*r man\, to do the thing like what you thinking ( Aku akan mencegah orangnya si keparat itu, untuk melakukan hal yang seperti kau pikirkan ), Hiz ...”


Putra meyakinkan Hiz, lalu Hiz pun mendesh geli. “Ah I always feel creeps if you smiling like that* ( aku selalu merinding jika kau tersenyum seperti itu ), Putra ...” ucap Hiz kemudian, yang paham arti senyuman Putra yang merupakan sebuah seringai itu pastilah berkenaan dengan penghilangan nyawa seseorang, atau setidaknya penyiksaan luar biasa sulit untuk Hiz bayangkan, yang akan Putra lakukan pada orang yang sudah Putra targetkan.


Putra dan Damian lantas terkekeh bersamaan selepas mendengar ucapan Hiz barusan.


“Seems that you really understand about me, brother ( Sepertinya kau begitu memahamiku, saudaraku )”

__ADS_1


Lalu Putra berucap geli, kemudian menyesap minumannya.


“Haha,” Hiz tertawa garing dan Putra serta Damian terkekeh lagi bersamaan.


“Well, however, I agree if Putra said that you don’t go to London first and show up ( Yah, bagaimanapun, aku setuju dengan apa yang Putra katakan jika kau jangan dulu pergi ke London dan menampakkan diri )---“


Lalu Damian berkomentar.


“Beside\, I’m sure that the news about the place of the organization that cooperate with that m*th*rf*ck*r-who sent to watch and kill you\, is already appear on the surface\, also they’re must be already found the jerk’s leader dead body of that stupid organization.”


( Lagipula, aku yakin jika berita tentang tempat dimana organisasi yang bekerjasama dengan Jaeden-yang dikirimkan untuk mengawasi serta membunuhmu, sudah muncul ke permukaan, termasuk mereka pasti sudah menemukan tubuh si pemimpin brengsek organisasi bodoh itu ).


Damian masih berbicara dan memandang pada Hiz.


“And it was happened in the same time while your residence is empty ( Dan itu terjadi bersamaan dengan kosongnya kediamanmu )----“


Damian lanjut bicara.


“For that I’m sure\, that m*th*rf*ck*r – who maybe already heard about that\, will become very curious with you ( Dan untuk itu aku yakin, si keparat itu – yang kemungkinan besar telah mendengar kabar tersebut, akan menjadi sangat penasaran denganmu )”


Hiz kemudian manggut-manggut. “I’m sure about that ( Aku yakin itu ) ...”


Putra kemudian bersuara. Lalu ia meraih remote control televisi yang tadi Putra letakkan di atas meja dan menekan salah satu tombol hingga suara dari televisi terdengar di ruangan tempat Putra, Damian dan Hiz berada.


Lalu perhatian Damian dan Hiz mengarah pada televisi, yang meskipun gambarnya kadang kala terganggu, namun suara dari dalam televisi yang merupakan satu program berita itu masih cukup jelas didengar.


**


Putra mengecilkan kembali volume televisi sampai habis namun tidak mematikan televisi tersebut, setelah sebuah berita telah selesai ditayangkan.


“Except they will try to take out Kingsley and Rery’s assets that you keep, they now must be try to find news about you consider that have sent two person of that organization to watch you, Hiz”


( Terlepas mereka ingin mengeluarkan aset milik Kingsley dan Rery yang berada dalam pengawasanmu, saat ini mereka pasti sedang mencari berita tentangmu karena mereka telah mengirim dua orang untuk mengawasimu, Hiz ).


Lalu Putra berbicara sambil memfokuskan pandangannya pada Hiz. Namun sikap Putra nampak santai.


“They won’t kill you if you showed up now, but the closest thing that they will do is following you, or take you ( Mereka tidak akan membunuhmu jika kau muncul sekarang, tapi yang paling dekat akan mereka lakukan adalah mengikutimu, atau bahkan menculikmu )”


Putra berucap lagi, dan Hiz berikut Damian langsung manggut-manggut.


Kemudian Putra berdiri. “Hiz..”

__ADS_1


Hiz langsung sedikit mendongakkan kepalanya kala Putra memanggilnya.


“You go to my room and take the envelope on my desk.. put what inside it together with the documents ( Kau pergilah ke kamarku dan ambil amplop yang ada di atas meja kerjaku.. satukan isi dalam amplop tersebut dengan dokumen-dokumen itu )“ ucap Putra seraya menunjuk pada dokumen-dokumen yang tadi ia dan Damian baca.


Dan kini dokumen-dokumen tersebut telah dirapihkan lagi oleh Hiz dan dimasukkan kembali ke dalam map tempat dimana dokumen-dokumen yang Putra siapkan untuk jaga-jaga itu. “Alright.”


Hiz pun bangkit juga dari duduknya.


*****


“Sir.” Jules langsung menyapa Putra dan Damian yang sedang berjalan untuk menyusul Garret dan Devoss yang masih berada di garasi belakang dalam mansion milik Putra dan almarhum kedua orang tuanya.


“Jules. You have enough rest ( Kau beristirahat dengan cukup )?..”


Putra pun menyahut pada sapaan Jules, lalu bertanya. Jules mengangguk seraya tersenyum.


“Yes Sir.”


Kemudian menjawab pada Putra.


“Do you have more information for me ( Apa kau punya informasi tambahan untukku ), Jules?”


Putra bertanya lagi.


“Not yet Sir ( Belum Tuan )” jawab Jules. “We left the place that we threw the guy bodies right away ( Kami lekas meninggalkan tempat kami membuang jasad pria itu dengan segera )”


Putra pun manggut-manggut selepas mendengar jawaban Jules. “Alright then.”


“Boss.”


Richard datang menyapa kala, Putra dan Damian hendak melanjutkan langkah mereka ke garasi.


“How is it ( Bagaimana ), Richard?” tanya Putra pada anak buahnya yang paling kompeten di lapangan itu.


“I think the road is fine if you want to go ( Saya pikir jalanan dapat dilewati jika anda memang ingin pergi )”


Jawaban Richard membuat Putra tersenyum tipis. “Good ( Bagus ) ..” ucap Putra. “I’ll prepare now ( Aku akan bersiap sekarang ) –“


*****


To be continue ..

__ADS_1


__ADS_2