
LIFE OF A MAN PART 281
*******************
Happy reading ...
*******************
London, Inggris ...
“Drive faster and stop in front of the gate, then push the brake harder ( Kemudikan lebih cepat dan berhenti di depan gebang, lalu injak rem sedikit keras ), Jules.”
Putra memberikan perintah pada Jules setelah sebuah mobil yang Putra kenali sebagai salah satu mobil milik Kingsley-ayah kandung Rery, itu telah melaju menuju sebuah properti megah yang mana properti berupa sebuah mansion yang sangat luas itu adalah milik dari keluarga Rery.
***
“It must be not Gaines ( Itu pasti bukan Gaines )-“ ucap Damian saat Jules telah menginjak lebih dalam pedal gas\, untuk menjalankan perintah Putra dengan segera. “But if that Freya\, she will recognize you and could be she will tell that m*therf*cker if you are here ( Tapi jika itu Freya\, dia akan mengenalimu dan bisa saja dia akan memberitahukan si keparat itu bahwa kau ada disini )”
“We’ll see about it ( Kita lihat saja nanti )” sahut Putra.
“Or at least, if their bodyguards consider that we look suspicious when Freya look being threaten then they will attack us ( Atau setidaknya, jika para penjaga mereka beranggapan kita ini mencurigakan saat Freya nampak terancam maka mereka akan menyerang kita ) ..” lanjut Damian.
“Then prepare your gun ( Maka persiapkanlah senjatamu )”
“Haish!” Damian spontan mendesis setelah mendengar ucapan Putra barusan.
Dimana Putra berucap dengan santai dan entengnya, tentang perkiraan Damian akan adanya baku tembak jika keberadaan Putra diketahui.
__ADS_1
Dan apabila memang sudah ada perintah dari Jaeden untuk itu, apabila orang-orangnya melihat Putra.
Tapi teringat lagi akan keberadaan Jaeden yang mengejar ‘Putra’ ke Ravenna, dimana ‘Putra’ yang Jaeden kejar itu sebenarnya adalah Accursio, pertimbangan Damian akan adanya baku tembak jadi sedikit berubah.
Tapi jika perkiraannya akan Freya yang mengenali Putra terjadi, maka beberapa kemungkinan akan terjadi, yah baku tembak kembali menjadi satu diantaranya. ‘What will be, will be ( Yang terjadi, terjadilah )’ monolog Damian dalam hatinya.
Damian memilih untuk mengikuti saja rencana saudara angkatnya itu, dengan sudah menyiapkan senjata sekarang agar dapat langsung digunakan bila memang keadaan yang memaksanya untuk menggunakan senjata apinya itu-sebagaimana Putra yang juga sedang menyiapkan senjatanya, yang kemudian Putra selipkan di salah satu sisi pinggangnya setelah Putra mengecek kesediaan peluru dalam senjatanya tersebut.
***
Jules melakukan sesuai apa yang diperintahkan Putra padanya.
Pria itu mengemudikan mobil yang ia kemudikan dengan sedikit laju ke arah depan gerbang mansion milik keluarga almarhum Rery yang sekarang telah dikuasai oleh Jaeden,
Kemudian Jules langsung mengerem mendadak tepat di depan gerbang mansion milik keluarga almarhum Rery tersebut-tepat disaat gerbangnya terbuka, dan mobil yang diminta Putra untuk diikuti baru saja hendak masuk ke dalam gerbang kemudian berhenti, saat mobil yang dikemudikan Jules itu berhenti mendadak di depan gerbang mansion tersebut.
***
Meski di mata Putra, Jaeden bukanlah seekor singa. Justru Jaeden adalah mangsa, yang ingin pemburunya mainkan dulu sampai puas sebelum dihabisi tanpa ampun, tanpa sisa kalau perlu.
Derit ban dari mobil yang dikemudikan Jules terasa sedikit memulas telinga kala pria itu memberhentikan mobil dengan mendadak sesuai titah Putra di depan gerbang Mansion megah milik keluarga Kingsley Smith.
Dan sesuai dugaan Putra, jika hal yang Jules lakukan itu akan menarik perhatian mereka yang berada di area gerbang Mansion Kingsley Smith tersebut.
***
Mobil yang ditumpangi Putra dan Damian dengan Jules yang mengemudikannya-dimana Jules telah membuat mobil tersebut berhenti di depan Mansion milik keluarga Kingsley Smith itu, langsung membuat dua dari empat penjaga gerbang Mansion tersebut dengan cepat menghampiri mobil yang berhenti di depan gerbang Kediaman majikan mereka itu dengan segera.
__ADS_1
“Hemm...”
“What is it ( Kenapa )?”
Damian sontak bertanya pada Putra, saat salah satu saudara angkatnya itu ia dengar berdehem barusan.
“Seems that mo****fuc**r is replacing all workers here ( Sepertinya si keparat itu telah mengganti semua pekerja disini )” sahut Putra.
Sambil Putra memandang pada dua orang yang sedang mendekat ke arah mobil yang sedang ia tumpangi itu.
***
“What the hell are ( Apa yang ingin kau ) –“ ucap Damian saat Putra telah menarik tuas di sebelah kirinya dan pintu mobil di bagian sisi Putra duduk pun terbuka.
“Just want to make sure if Freya still remember me or not ( Hanya ingin memastikan apa Freya masih mengingatku atau tidak )...”
Putra menjawab Damian sambil ia bergegas keluar dari mobil.
"Oh damned ( sial )!" rutuk Damian dalam gumaman.
***
To be continue ...
Jangan lupa untuk memberikan dukungan apresiasi pada karya ini yaa ...
Terima Kasih.
__ADS_1