LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 174


__ADS_3

Happy reading....


*_*


“C’mon Anth.... ( Ayolah Anth ) ....” Lirih Putra dan kesemuanya saat Damian sedang memberikan pertolongan pertama untuk menyadarkan Anthony yang sudah nampak lemas dan pucat itu.


“Uhuk! Uhuk!” Hingga akhirnya gurat kelegaan pun sedikit nampak, kala Anthony sudah terbatuk dengan mengeluarkan air dari mulutnya.


“Oh Thanks God ... ( Terima kasih Tuhan ... )”


“Pa-pa..”


Suara Anthony terdengar melirih samar memanggil Putra.


Dimana Putra langsung mengangkat tubuh Anthony untuk ia gendong, setelah Damian menepuk-nepuk punggung bocah tampan itu setelah ia terbatuk dengan mengeluarkan sedikit air dari mulutnya.


***


“I really sorry for being negligent watched Anth in the pool Putra ( Aku benar-benar mohon maaf karena lalai mengawasi Anth di kolam renang Putra )” Ucap Garret pada Putra setelah Anthony telah dibawa ke kamar Putra dan Gadis dalam hotel.


Damian juga mengatakan hal yang sama pada Putra seperti halnya Garret barusan. Mereka berdua nampak terlihat sangat menyesal dengan apa yang terjadi pada Anthony di kolam renang beberapa saat lalu. Putra menggeleng pada keduanya. Dia tak nampak marah pada Garret dan Damian, karena Putra tahu jika Anthony yang memang sedikit keras kepala karena ephorianya di kolam renang setelah cukup lama.


“Never mind.... ( Tidak apa-apa .... ) Better you guys go dressed up .... ( Sebaiknya kalian berpakaian .... )”


“Alright.... ( Baiklah .... )”


Garret dan Damian sama-sama mengiyakan ucapan Putra, untuk undur diri sejenak dan kembali ke kamar mereka, guna membersihkan diri dan berpakaian.


***


“How is Anth? .... ( Bagaimana Anth? .... )”


“He’s okay ( Dia baik-baik saja )”


Bruna menjawab pertanyaan Putra dengan tenang, setelah ia memeriksa keadaan Anthony.


Putra sontak langsung menghela nafas lega sembari mendekatkan dirinya pada Anthony yang terbaring di ranjang.


Karena Bruna memiliki ilmu soal pengobatan dan kedokteran, jadi tidak perlu memanggil Dokter dari luar untuk memeriksa keadaan Anthony setelah bocah itu tenggelam.


“I’m sorry for being careless and make you all worry ( Aku mohon maaf karena sudah ceroboh dan membuat kalian semua khawatir )....” Lirih Anthony.


“Never mind Anth.... ( Tidak apa-apa Anth .... ). As long as you are okay now ( Selama kamu baik-baik saja sekarang )”


Putra berbicara dengan lembut pada Anthony dengan Gadis yang berada disisi bocah tampan tersebut, yang juga sudah dikeringkan tubuhnya dan di pakaikan baju oleh Gadis dan Bruna.


****


“I promise I won’t do that again ( Aku janji tidak akan melakukannya lagi ), Papa....”


Anthony berbicara pelan dan lirih sembari menundukkan kepalanya, dimana Putra langsung meraih tubuh Anthony lalu mengecupi pucuk kepala bocah tampan tersebut. “I’m not mad, okay? I just worry ( Aku tidak marah, oke? Aku hanya khawatir )....”


Kemudian Putra mengelus pelan kepala Anthony. “I know. That’s why I feel sorry .... ( Aku tahu. Itulah mengapa aku merasa menyesal ), Papa” Ucap Anthony masih dengan suaranya yang terdengar lirih.


Putra tersenyum pada Anthony yang menatapnya dengan pandangan memelas.


“It’s okay ( Tidak apa-apa ) .... Come here ( Kemarilah )”


Putra pun kembali merengkuh tubuh Anthony yang merengkuh juga tubuh Putra.


“And please don’t get mad to Daddy Dami and Daddy Garret ( Dan tolong jangan marah pada Daddy Dami dan Daddy Garret ), Papa”


“Don’t worry Anth, Papa Putra were not scold to me and Daddy Garret ( Jangan khawatir Anth, Papa Putra tidak memarahiku dan Daddy Garret )” Damian sudah dengan cepat kembali ke kamar Putra.


“It’s right ( Itu benar ) ....”


Begitu juga Garret yang sudah kembali dengan cepat ke kamar Putra.


Keduanya hanya berpakaian saja tanpa membersihkan diri terlebih dahulu, karena merasa khawatir pada Anthony.


Lalu buru-buru kembali ke kamar Putra untuk memastikan kondisi Anthony, karena keduanya merasa bersalah.


“We’re glad that you are okay ( Kami senang kamu tidak apa-apa ), Anth”

__ADS_1


Damian berbicara lagi sembari mendekat pada Anthony, dan bersimpuh di sisi ranjang sembari mengusap pelan kepala Anthony.


“Just don’t ever do the thing that you did in the pool again ( Hanya jangan lagi lakukan hal seperti di kolam renang seperti tadi ), hem?”


Garret pun ikut berbicara lagi.


Anthony segera mengangguk pada dua daddy-nya itu .


“I promise I won’t do that again ( Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi ), Dads ....”


“Good, because you scared us to hell ( Bagus, karena kamu sangat membuat kami begitu ketakutan )”


“I know, and I’m sorry.... ( Aku tahu, dan aku mohon maaf .... )” Lirih Anthony lagi.


“Never mind, Prince ( Tidak apa-apa, Pangeran )” Ucap Damian sembari mengusap pelan rambut Anthony dan Garret mengulas senyuman.


“So, is my beloved grandson wants to have something?.... ( Jadi, apa cucuku tersayang ini menginginkan sesuatu?.... )”


Ramone kini mendekat pada Anthony, setelah tadi dia juga ikut panik dan khawatir. Ramone duduk di tempat dimana Garret duduk tadi, setelah pria itu bangkit dan mempersilahkan Ramone untuk duduk.


“Can I have a big portion of creamy chicken soup, please?.... Because I’m soo hungry! ( Bolehkah aku minta satu porsi besar sup krim ayam?.... Karena aku saangat lapar! )” Ucap Anthony malu-malu. Dan semua orang yang sedang berada bersamanya dalam kamar Putra dan Gadis pun tersenyum lebar.


**


“Sure that you already feeling better? .... ( Yakin kamu sudah merasa lebih baik? .... )” Tanya Putra karena Anthony ingin makan siang bersama yang lainnya di luar kamar.


“Yes Papa, I feel better already! .... ( Iya Papa, aku sudah merasa lebih baik! .... )”


Anthony menjawab dengan sumringah.


Putra pun mengulas senyuman dan mengacak pelan rambut Anthony.


Lalu Putra segera menggandeng tangan Anthony bersama Gadis, dan menyusul yang lainnya ke lantai bawah hotel dimana ada restoran disana.


***


Semua orang yang sudah duduk dalam satu meja jamuan panjang dalam restoran hotel yang letaknya lumayan khusus dan privasi, langsung menampakkan senyum mereka saat melihat kedatangan Putra, Anthony dan Gadis yang akan bergabung menikmati makan siang bersama dengan mereka.


“Hey, Prince! We thought that you will eat at room? ( Kami pikir kamu akan makan di kamar? )” Sapa Addison saat Anthony sudah duduk di kursi yang ditarik Putra untuknya.


Semua orang yang berada didekat Anthony pun kembali tersenyum.


“It’s great! Eat a lot then! ( Itu bagus! Makan yang banyak kalau begitu! )”


Bruna berucap dan Anthony menampakkan senyumnya. Lalu Putra dan Gadis juga mengambil tempat untuk duduk, dan beberapa pelayan langsung menyajikan hidangan ke hadapan masing-masing orang yang menjadi tamu kehormatan mereka hari ini.


****


Mereka yang tadi makan siang bersama, kini berkumpul di ruangan atas yang Ramone sewa khusus hanya untuknya dan Putra berikut keluarganya, yang mana sudah menjadi keluarga Ramone juga sekarang.


Hanya para pria saja yang sedang berkumpul sebenarnya, karena Bruna dan Gadis membawa Anthony untuk beristirahat di kamar.


“Did Anth told you, how he can be drowned suddenly?... because he looks okay before ( Apakah Anth mengatakan padamu, mengapa ia bisa tenggelam tiba-tiba?.. karena dia terlihat baik-baik saja sebelumnya )”


Damian melontarkan pertanyaan pada Putra karena ia sedikit penasaran.


“Yes Anth told me about that ( Iya Anth mengatakannya padaku )”


“Did he got cramped? .... ( Apa ia mengalami kram? .. )”


Damian kemudian bertanya lagi pada Putra.


“Anth said that suddenly he feels like his body was tied very tight... ( Anth bilang jika tiba-tiba dia merasa tubuhnya terikat dengan sangat ketat.. )”


Putra pun menjawab.


Lalu terdengar helaan nafas pendek Putra.


“Just like when Jaeden tied and drowned him in the sea at Ravenna”


( Seperti saat Jaeden mengikat dan menenggelamkannya di laut Ravenna )


Mereka selain Putra langsung saja berdesah lesu sembari geleng-geleng.

__ADS_1


“That’s why Anth suddenly get panic... ( Jadi seketika saja Anth menjadi panik.. )”


“So he still remember about that ( Jadi dia masih mengingat tentang itu )”


“Yes he is .. ( Iya .. )”


“Is Anthony showed that he become trauma just like you ever told me? ...”


( Apa Anthony menunjukkan jika dia trauma seperti yang pernah kau ceritakan padaku? ... )


Ramone ikut bertanya pada Putra.


Putra menggeleng.


“Gratitude, No ( Syukurnya, tidak )” Jawab Putra.


“I feel relieve then.... ( Aku merasa lega kalau begitu .... )”


Ramone berucap, Putra dan lainnya manggut-manggut.


Lalu beberapa pria inlander itu, melanjutkan obrolan mereka dengan bahasan selain Anthony.


**


“Tell me.... are you guys will incur a Bachelor Party tonight? ( Katakan padaku .... apa kalian akan mengadakan Pesta Bujang malam ini? )”


Ramone iseng bertanya, dan para pria muda yang sedang bersama dengannya itu pun terkekeh kecil.


“Ah ya how we can forget about that?! .... ( Ah iya mengapa kita sampai melupakan hal itu?!.... )” Damian nampak bersemangat.


Namun Putra dan Addison menggelengkan kepala mereka.


“C’mon brothers!.... ( Ayolah saudaraku! .... )”


Damian merayu.


“No Dami! .... I don’t think that necessary .... ( Tidak Dami! .... Aku rasa itu tidak perlu.... )”


Putra berucap.


“Agree! .... ( Setuju! .... )”


Addison mendukung ucapan Putra dengan segera.


“Not agree! ( Tidak setuju! )”


“Don’t care! ( Tidak perduli! )”


Putra dan Addison segera menyambar ucapan Garret dan Damian yang tidak setuju tentang penolakan soal Pesta Bujang, sembari melirik sebal pada dua orang yang nampak antusias untuk menggelar Pesta Bujang tersebut.


“Prepare to incur that ( Persiapkan untuk mengadakannya ), Frans!” Seru Damian. “Send some hottiest tonight here ( Kirim beberapa wanita seksi malam ini kesini )”


Dimana Putra dan Addison langsung mendelik pada Damian yang seenaknya meminta Frans, yang memang memiliki klub tersohor di Ibukota dengan banyak koleksi wanita cantik dan seksi di dalamnya.


“Hell No! ( Tidak Boleh! )” Kembali Putra dan Addison sama-sama berseru untuk memberi penolakan, dengan mendelik tajam pada Damian yang sedang cengengesan. Sisanya selain Putra dan Addison juga ikut cengengesan.


“No Bachelor Party, because those ladies are not doing that either ( Tidak ada Pesta Bujang, karena para wanita itu juga tidak mengadakannya )” Tegas Putra.


“Then make it for them also! ( Maka buatkan juga itu untuk mereka! )”


“Agree! ( Setuju! )”


Putra dan Addison sama-sama berdecak, setelah mendengar kalimat saran yang diucapkan Damian, lalu disetujui oleh para lelaki hidung belang yang bersama mereka dengan kompaknya.


“Frans, prepare. Send those sexiest ladies for us, and send those sexiest men for their ladies!.... ( Frans, persiapkan. Kirim para wanita terseksi untuk kita, dan kirim beberapa pria terseksi untuk wanita-wanita mereka!.... )”


Damian bicara tanpa saringan.


“WHAT?!”


Dimana Putra dan Addison langsung memekik kencang.


**

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2