LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 93


__ADS_3

Happy reading...


“But talking about your lady.. ( Tetapi bicara soal kekasihmu itu.. )” Ucap Arthur. “I think, I ever saw her somewhere ..... ( Aku pikir, aku rasanya pernah melihatnya disuatu tempat )...”


“You know?... Your sentences is quite same with Dami and Garret if they were meet beautiful woman.... ( Kau tahu?... Kalimatmu itu sama seperti ucapan Dami dan Garret jika mereka bertemu dengan wanita cantik ) ...”


Putra menimpali.


“Pulp ( Picisan )”


Arthur pun sontak terkekeh.


****


“Tuan Arthur kemana Putra?”


Gadis bertanya selepas ia kembali dari toilet dan hanya ada Putra saja yang ada di meja mereka.


“Dia sedang ada sedikit urusan”


‘Syukurlah .....’


Gadis spontan membatin.


“Dia tidak ikut sarapan bersama kita?”


“Arthur mengatakan dia sudah sarapan saat aku menawarinya tadi”


Gadis manggut – manggut.


“Oh iya, ngomong – ngomong kamu dan Tuan Arthur sejak kapan saling mengenal?”


“Dia membantuku dan keluargaku untuk mengurus beberapa hal” Jawab Putra atas pertanyaan Gadis itu.


“Maksudmu, dia bekerja padamu, begitu?”


“Katakanlah seperti itu”


“Bukankah dia seorang konsultan?”


“Bagaimana kamu tahu? Sepertinya aku maupun Arthur tidak mengatakan profesinya saat berkenalan denganmu?”


Gadis menggigit lidahnya.


“Em, itu, sepertinya aku pernah melihatnya”


‘Ucapannya sama dengan Arthur’ Batin Putra. “Begitu ya?”


Gadis mengangguk.


“Dimana?”


Putra menatap Gadis.


“Entah sih....”


“Jika hanya merasa pernah melihatnya, bagaimana kamu tahu jika Arthur adalah seorang konsultan?”


Gluk!.


‘Mati aku!’


“Hem, Gadis?”


“Apa?”


“Kamu tahu dari mana jika Arthur adalah seorang konsultan?”


“Aku hanya menebak saja sih sebenarnya...”


“Tebakanmu bisa tepat sekali, ya?”


“Yaa itu karena penampilan Tuan Arthur yang aku  lihat seperti itu”


“Heemm ...”


“Dia berpakaian rapih dan bagus sepertimu. Dan biasanya mereka yang berpakaian seperti itu kan, pasti profesinya bukan pekerja biasa...”


“.........”


“Yang aku tahu ya di Ibukota ini orang yang berpenampilan macam Tuan Arthur itu, biasanya seorang akuntan atau pegawai Bank atau pengacara ....”


Putra manggut-manggut.


“Yang terlintas di pikiranku akuntan, jadi ya aku katakan begitu ....” Sambung Gadis.


Putra kembali manggut-manggut.


‘Semoga Putra bisa menerima penjelasanku ...’


Gadis menyunggingkan senyum.


‘Putra ini detail sekali orangnya ternyata, ya?’


Gadis mempertahankan senyumnya.


“Gadis ....”


‘Oh Tuhan, jangan sampai Putra mengajukan pertanyaan yang sulit lagi!’ Gadis membatin was-was. ‘Kenapa mulutku ini suka sekali keceplosan sih?! ...’


Gadis merutuki dirinya sendiri.


“Ya?”


“Apa kamu menginginkan dessert?”


Gadis menggeleng. “Tidak. Aku sudah sangat kenyang....”


“Ya sudah kalau begitu” Sahut Putra.


Putra kemudian memanggil seorang pelayan dengan tangannya untuk melakukan pembayaran.


‘Huufftttt ... syukurlah! .....’


Gadis membatin lega.


‘Aku harus berhati-hati lagi dalam bicara sebelum aku mengatakan sesuatu yang masih ku sembunyikan dari Putra...’


*****


“Apa ini?”

__ADS_1


Gadis bertanya karena ada bungkusan berlogo Restoran tempatnya dan Putra sarapan berikut beberapa kotak di dalamnya, yang diberikan Putra pada Gadis setelah Putra menerimanya dari pelayan yang tadi Putra panggil untuk memberikan Putra tagihan pesanannya di Restoran tersebut.


“Aku memesankan beberapa kudapan tadi...”


Putra menyeruput kopinya.


“Nanti bisa kamu bagikan pada rekan-rekanmu”


“Apa ini sebuah sogokan? ......”


“Apa itu so-......?”


“Uang tutup mulut!......” Timpal Gadis sebelum Putra meneruskan pertanyaannya yang Gadis tahu apa yang ingin Putra tanyakan.


“Aku memberikan makanan, bukan uang......”


Gadis terkekeh.


“Bukankah sama saja? Ini agar mereka tidak bertanya macam-macam padaku kan? ......”


Gantian Putra yang terkekeh.


Lalu Putra sejenak memandangi Gadis sebelum mereka beranjak bangkit dari tempat duduk mereka.


“Apa ada sesuatu di wajahku?” Tanya Gadis.


“Heemmm ......”


Putra hanya menggumam sembari menggerakkan wajah Gadis dengan pelan seperti sedang memperhatikan karena ada sesuatu disana.


“Ada sesuatu ya?......”


Gadis kembali bertanya namun Putra tidak menyahut.


“Bantu aku singkirkan ya?...... aku tidak membawa cermin ......”


Cup!


“Memang ada sesuatu! ......”


Sambar Putra setelah ia mengecup cepat pipi Gadis yang wajahnya langsung merona itu.


“Putra!”


“Sesuatu yang membuatku rindu”


“Sudah aku bilang jangan suka sembarangan menciumku, terlebih lagi ini di tempat umum!”


Gadis melayangkan protes, namun Putra hanya mendengus geli saja. “Habis aku rindu padamu”


Memang sih tidak ada orang disekitar area duduk mereka saat ini, selain pelayan yang sedang berdiri sigap, karena tempat yang biasanya Putra duduki itu merupakan area khusus.


Namun tetap saja Gadis yang tidak terbiasa itu merasa risih serta malu.


“Kamu nih! ......”  Gadis mencebik.


Tapi, meski malu, hati Gadis terasa hangat mendengar pengakuan Putra yang mengatakan jika pria itu merindukannya.


Sama juga seperti halnya diri Gadis yang merindukan Putra.


Andai saja saat ini mereka sedang berada di tempat yang privasi.


Rasanya Gadis ingin sekali memeluk Putra dan menyalurkan kerinduannya pada pria yang sudah melamarnya itu.


Sejenak Gadis dan Putra saling tatap.


“Mengapa memperhatikanku seperti itu?”


“Ah, tidak ......”


“Kamu ingin mencium bibirku, ya?”


“Putraaaa ......”


Gadis mencebik lagi dengan tangannya yang spontan memukul lengan Putra.


Namun Putra malah spontan terkekeh geli.


*****


“Mari ku bawakan” Putra meraih bungkusan makanan dalam genggaman Gadis, dari Restoran tempat keduanya makan tadi saat Gadis dan Putra telah keluar dari sana dan kini berjalan kaki menuju Rumah Sakit yang letaknya memang tidak terlalu jauh dari Restoran tersebut.


“Terima kasih......”


Putra tersenyum saja, sembari satu tangannya yang bebas menggenggam tangan Gadis yang membiarkannya.


Satu, Gadis tidak ingin Putra tersinggung jika ia menepis tangan Putra. Kedua, tak menampik jika Gadis senang dengan Putra menggandeng tangannya seperti itu.


Seolah Putra ingin menunjukkan pada semua orang tentang seperti apa hubungan yang terbaca dari tangan yang saling menggenggam erat itu dengan wajah yang saling melempar tatap dengan senyuman sesekali.


Sekali ini saja Gadis ingin merasa sedikit sombong.


Dicintai dan sudah dilamar oleh seorang pria yang membuat setiap wanita memandang kagum pada pria tersebut, meski sejak hubungannya dengan Putra sudah lebih dalam Gadis kadang risih melihat wanita lain memandangi Putra yang notabene adalah kekasihnya dengan tatapan memuja bahkan menggoda seperti saat di Hotel waktu itu.


Hotel dimana Putra mengajak Gadis menikmati waktu romantis berduaan di atas sebuah kapal layar kecil, sekaligus mendapat sebuah lamaran dari Putra. Jadi, wajar saja selain bahagia, Gadis merasa bangga memiliki Putra sebagai kekasihnya, selain sampai sekarang Gadis terkadang sukar percaya atas keberuntungannya yang dicintai oleh Putra yang dimata Gadis, bak bumi dan langit kehidupannya dengan Gadis.


*****


“Oh iya Putra ......” Panggil Gadis.


“Hemm? .......” Sahut Putra.


“Bukankah biasanya Tuan Danny yang suka membantumu?”


“.........”


“Tapi sekarang kenapa Tuan Arthur yang tadi kamu bilang yang membantu mengurus urusanmu dan keluargamu? ...... Apa kamu memecat Tuan Danny? ......”


“Tidak ...... Danny masih bersama kami......”


“Lalu mengapa Tuan Arthur yang sekarang muncul? ......”


“Danny sedang ada urusan di luar negeri ...... jadi selama dia tidak ada, Arthur yang akan membantu kami”


“Hm, begitu ya?......”


Gadis manggut – manggut.


‘Semoga Tuan Arthur tidak terlalu memperhatikan wajahku ...... Meskipun aku hanya sekilas saja bertemu dengannya waktu itu karena diperkenalkan oleh Pak Surya, itu pun hanya sepintas lalu. Jadi rasanya tidak mungkin Tuan Arthur mengenaliku .....’


Gadis membatin.

__ADS_1


‘Hhh ...... kenapa lah Ibukota yang begitu luas ini malah menjadi begitu sempit untukku???!!’


Gadis berkesah dalam hatinya.


“Ngomong – ngomong Gadis ......”


‘Rasanya aku sudah harus jujur pada Putra jika aku tidak hanya bekerja sebagai seorang perawat......’


Gadis seolah tenggelam dalam pikirannya, hingga tak memperhatikan Putra yang sedang berbicara padanya.


‘Tapi...... apa Putra bisa menerimanya nanti?...... atau Putra akan memandang rendah diriku dan memutuskan hubungan denganku karena malu?......’


Putra yang sadar jika Gadis tidak memperhatikan ucapannya itu langsung saja menatap Gadis dengan bertanya – tanya dalam hatinya.


“Gadis,” Panggil Putra sembari menggerakkan pelan tangannya yang menggenggam tangan Gadis.


Membuat Gadis terkesiap dan tersadar dari lamunannya.


“Ada apa?” Tanya Putra.


“Hm?......”


“Sedang memikirkan apa?” Putra kembali bertanya.


“Ti – dak, aku tidak sedang memikirkan apa – apa” Jawab Gadis.


“Aku bicara padamu tadi, tapi kamu tidak memperhatikan ucapanku”


“Ah, ma – af ......”


Gadis tergugu.


“Ada yang sedang mengganggu pikiranmu?”


Putra memperhatikan wajah Gadis.


“Tidak, bukan apa – apa kok” Sahut Gadis lalu melipat bibirnya, tersenyum sedikit canggung.


“Jangan menyembunyikan sesuatu dariku, Gadis” Ucap Putra. “Aku tahu jika ada orang yang berbohong padaku atau menyembunyikan sesuatu dariku”


Gluk!.


‘Apa dia memiliki indra ke enam?’


“Dan aku sangat tidak menyukai orang – orang seperti itu. Jadi jangan sampai kamu menjadi satu diantaranya”


Gadis menelan pelan lagi salivanya.


Namun kemudian Gadis mengulas senyumnya.


“Aku hanya memikirkan jika aku akan diberondong banyak pertanyaan setelah sampai di ruangan nanti oleh seluruh rekan kerjaku mengenai hubungan kita ......”


“Tepat berarti jika aku memberikan kudapan ini untuk kamu bagi pada mereka. Jika mulut mereka tersumpal dengan makanan mereka tidak akan banyak bertanya nanti”


Gadis terkekeh.


“Begitu khawatirnya kamu dengan pertanyaan – pertanyaan dari rekan kerjamu itu tentang hubungan kita?”


“Sedikit......” Jawab Gadis. “Bukan pertanyaan dari mereka sih yang aku khawatirkan sebenarnya ......”


“.........”


“Tapi Kabar tentang hubungan kita pasti akan menguar dengan cepat di tempatku bekerja. Dan mungkin saja akan ada opini buruk tentangku, karena banyak juga pastinya yang akan berpikir jika aku yang menggodamu ......”


“Mengapa begitu?”


“Yaaahhh mereka kan tahunya aku ini seorang perawat biasa, dan kamu? ...... seorang pria terhormat dari kalangan berada”


“Lalu apa salahnya?” Tanya Putra.


“Yah, opini publik Putra ......”


Gadis menjawab.


“Banyak orang yang masih berpikir jika seorang perempuan biasa menjalin kasih dengan seorang pria dari kalangan berada, maka mereka akan mengatakan jika perempuan itu pasti mengejar harta dan status” Sambung Gadis.


“Dangkal sekali” Sahut Putra.


“Tapi memang itu yang seringnya terjadi kan?”


“.........”


“Kita juga tidak bisa mengatur cara berpikir orang lain yang menilai kita hanya dari luarnya saja, bukan? ...... Dan opini itu sedikit banyak akan sampai padaku, jika mereka tahu aku memiliki hubungan spesial denganmu ......”


Gadis berbicara panjang lebar.


“Seorang pria yang bahkan sekarang berstatus sebagai donatur terbesar disini ...... Jadi sedikit banyak akan ada cibiran yang sampai padaku nanti ......”


Putra terdiam sembari memandangi Gadis.


“Dan aku harus menyiapkan diri untuk itu”


Gadis menyambung ucapannya.


‘Terlebih lagi aku harus menyiapkan diri untuk menghadapi Dokter Ilse!’


Gadis mendengus dalam hati mengingat salah seorang Dokter wanita di Rumah Sakit tempatnya bekerja yang selalu bersikap sentimen padanya itu.


Terlebih Gadis tahu dengan jelas dari sikap Dokter Ilse yang memiliki perasaan khusus pada Putra.


‘Haish! Dokter Ilse pasti akan mencecar bahkan mencibir ku habis – habisan ......’ Batin Gadis was – was.


Lamunan Gadis buyar, karena merasakan sentuhan lembut di pipinya.


“Jika memang begitu kondisinya, maka aku yang akan mengumumkan pada semua orang tentang satu hal”


“Apa itu?”


“Aku yang telah jatuh cinta padamu dan aku yang mengejarmu, bahkan memaksamu untuk menjadi kekasihku karena kamu sering menolakku”


Gadis terkesima.


“Karena kenyataannya, memang aku sangat mencintaimu, Gadis......”


Oh Putra, Gadis melayang tinggi dibuatnya.


*****


To be continue .....


Terima kasih buat kalian yang masih setia ...

__ADS_1


__ADS_2