LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 265


__ADS_3

Happy reading ...


************


Salisbury, Inggris ...


“Why so hurry to go to London ( Mengapa harus tergesa pergi ke London? ) –“


Damian bertanya, karena Putra tergesa ingin pergi ke kota tersebut, sementara masih ada kendala untuk melakukan perjalanan selain cuaca yang sudah mulai kembali bersalju dengan normal.


“*As I said, I want to make that moth3rfuc*r already ‘alone’ while he gets back here ( Sudah aku katakan, aku ingin membuat keparat itu menjadi ‘sendirian’ saat ia telah kembali kesini )”


Putra dengan cepat menyambar ucapan Damian.


“And I think he won’t get here that soon considering the weather even there’s no blizzard at Ravenna. Because airport will be closed temporary and no flight will allowed ( Dan aku pikir dia tidak akan sampai disini dengan cepat mengingat keadaan cuaca meskipun tidak ada badai salju di Ravenna ) –“


“Dami –“


Putra menyambar saat Damian kembali berbicara, yang membujuk Putra untuk menunggu waktu sejenak.


“Sooner clean up the garbage is better ( Membersihkan sampah lebih cepat itu lebih bagus ) ....”


Lalu Putra berkata lagi, dengan kalimat yang penuh makna sarat penegasan, meski ia berbicara dengan santai.


Dan kalau Putra sudah seperti ini, Damian ataupun Garret sudah tidak dapat lagi mencoba untuk membujuk Putra untuk merubah keputusannya.


Setelahnya Damian dan Garret tak lagi berkomentar tentang rencana Putra yang ingin segera pergi ke London.


“Then we need to hear what Richard said about the road after he get back here ( Kalau begitu kita tinggal menunggu informasi bagaimana kondisi jalanan setelah Richard kembali kesini )”


Damian berbicara sekali lagi sebelum ia menyesap minuman dari cangkirnya.


Putra menjawab dengan anggukkan.


“Hiz, could you please bring my papers ( bisakah kau membawakan dokumen-dokumenku? )” Putra beralih kepada Hiz.


“Yes, sure ( Ya, tentu )” Hiz dengan cepat menyahut, lalu ia segera berdiri dan melangkah untuk pergi ke kamarnya.


“I’ll re-check the Jeep ( Aku akan memeriksa Jip kembali )”


Garret tak lama juga bangkit dari duduknya, tak lama setelah Hiz melenggang dari tempatnya.


“I’ll go with you ( Aku ikut denganmu ) ...” Devoss bersuara. “Maybe there’s something I can help ( Mungkin ada yang bisa aku bantu ) ...”


Garret pun mengangguk, lalu ia hengkang bersama Devoss untuk memeriksa kembali mobil Jip milik almarhum ayah kandung Putra, guna kesiapan dan kelayakan mobil tersebut untuk digunakan berkendara.


“Then I will check if there’s something I can do about our phone line ( Kalau begitu aku akan memeriksa jika ada yang dapat aku lakukan sehubungan dengan saluran telepon kita ) ...”


Thomas yang kini bersuara, seraya meminta ijin pada Putra untuk melakukan hal seperti apa yang barusan ia katakan sambil juga memandang pada Damian.


“Yes, please, Thom ...”

__ADS_1


Putra mengiyakan dengan suara, sementara Damian hanya menjawab dengan anggukkan saja.


*****


Hiz tak lama kembali ke hadapan Putra yang hanya tinggal berdua saja bersama Damian di ruangan tempat semua orang tadi berkumpul.


Dan sebuah map ada di dalam genggaman Hiz, yang kemudian langsung ia berikan pada Putra setelah ia mendekat dan langsung diterima oleh Putra.


Putra lalu mengeluarkan isi dari map yang barusan diberikan oleh Hiz padanya.


Lalu Putra membaca seksama, detail isi yang tertulis pada beberapa lembar berkas yang ada di dalam map tersebut.


“Want to make any revision ( Apa ingin membuat revisi )?” tanya Hiz setelah Putra selesai membaca beberapa berkas yang tadi ada di tangannya.


Putra menggeleng sambil ia memberikan lembar berkas terakhir pada Damian, yang ikut membaca berkas dari dalam map yang diberikan oleh Hiz pada Putra tadi.


“I just re-check\, if I don’t miss anything to write in that papers so there’s no any opportunities for that m*therf*ck*r to do something foxy due to Kingsley’ wealthy ( Aku hanya memeriksa ulang, memastikan jika aku tidak melewati hal yang dapat dikukuhkan dalam berkas-berkas itu sehingga tidak ada celah bagi keparat itu untuk berlaku licik sehubungan dengan harta kekayaan Kingsley )”


Putra menjawab pertanyaan Hiz dengan gamblang.


Dan Hiz pun manggut-manggut, bersamaan dengan Putra yang bangkit dari duduknya lalu melangkahkan kaki ke satu sudut ruangan tempatnya berada bersama Damian dan Hiz saat ini.


“However, I wonder ( Bagaimanapun aku penasaran ) ----“


Damian bersuara.


“Why you have to make these kind of papers? ( Kenapa kau harus membuat berkas seperti ini? ) ...”


Damian lalu melanjutkan bicara seraya juga bertanya pada Putra yang sedang membuka penutup dari sebuah kotak kayu.


Putra menyalakan sebuah benda pipih yang merupakan televisi yang tutupnya telah ia buka itu, sambil mendengarkan Damian berbicara.


“And isn’t it Kingsley’s and Rery’s will are enough to break that if that m*therf*ck*r impudently make an announcement about it? ( Dan bukankah surat wasiat Kingsley dan Rery dirasa cukup untuk mematahkan tindakan keparat itu jika dia mengumumkan jika dialah pemilik harta kekayaan Kingsley saat ini? )”


Damian memandang pada Putra, setelah ia berbicara cukup panjang, dengan menjabarkan rasa penasarannya.


Karena Damian memang tidak terlalu masuk campur dalam keluarga Rery saat sebelum kisruh yang terjadi di dalamnya, jadi terkadang ada hal yang Damian kurang pahami dari tindakan yang dilakukan oleh Putra.


Lagipula, selama ini Damian hanya mengurusi bisnis keluarganya saja, dan lebih bisa dikatakan mengawasi saja, karena selebihnya ayah dan kakak lelakinya lah yang mengurus segala yang berhubungan dengan bisnis keluarga mereka itu, yang Damian tidak tahu bagaimana nasib bisnis tersebut sekarang.


****


“Well, I need to prepare every single anticipation to face a fox ( Bagaimanapun, aku harus mempersiapkan segala antisipasi untuk menghadapi seekor rubah )”


Putra menanggapi perkataan Damian barusan sambil ia sibuk menekan beberapa tombol yang ada pada remote televisi di tangannya itu, sambil mata Putra memandang pada layar pipih televisi setelah sebelumnya menoleh sesaat pada Damian.


“Heeemmmm”


Damian berdehem seraya manggut-manggut.


Hiz pun juga ikut manggut-manggut. “You were right Putra, Jaeden such a foxy man beside very greedy and mean ( Kau benar Putra, Jaeden itu adalah pria licik selain ia tamak dan kejam )” ucap Hiz.

__ADS_1


***


“Seems that the blizzard is also disturbing the televison line transmitter ( Sepertinya badai salju juga mengganggu pemancar saluran televisi ) ...”


Putra berucap, karena gambar di televisi yang sedang ia utak-atik salurannya itu tidak ada yang bagus.


“Maybe it covered by the hard snow ( Mungkin tertutupi salju tebal )....”


Damian yang menyahut untuk menanggapi ucapan Putra tersebut.


Putra pun manggut-manggut. “Could be ( Mungkin saja seperti itu ) ...” sahut Putra kemudian.


“But glad that the electricty still normal ( Tapi untungnya listrik normal ) ...”


“Hem ...”


Damian dan Hiz sama-sama berdehem singkat sambil manggut-manggut.


***


“However, if there’s no any blizzard tomorrow, I have to go to London ( Ngomong-ngomong, jika besok tidak ada badai salju lagi, aku harus pergi ke London )---“


“Risky ( Beresiko ), Hiz ...”


Putra dan Damian memotong ucapan Hiz secara bersamaan.


Hiz lalu mengangguk-angguk sambil melipat bibirnya. “I know ( Aku tahu )---“


Hiz berucap kemudian.


“But I have to go to my office, considering that Kinglsey ‘deadly treasure’ there ( Tapi aku harus pergi ke kantorku, sehubungan dengan ‘harta karun mematikan’ milik Kingsley yang ada disana  ) ---“ ucap Hiz yang  sejenak mendengus geli.


“Ya, very ‘deadly’.... but too bad I have to save it for Anth ( Ya, sangat ‘mematikan’ .... tapi sayangnya aku harus menyelamatkan harta sialan itu untuk Anth )” pungkas Putra. “And also for fam who still save and still loyal to Rery and Kingsley ( Dan juga untuk para keluarga yang selamat serta masih setia pada Rery dan Kingsley )”


“Well, that’s why I have to show up at London ( Ya, itulah mengapa aku harus muncul di London ) ----“


Hiz menanggapi ucapan Putra.


"At least at my office ( Setidaknya di kantorku )---" ucap Hiz kemudian.


“You don’t left anything that can open any chance to Kingsley’s and Rery’s assets at there, don’t you? ( Kau tidak meninggalkan apapun yang memungkinkan untuk membuka segala aset Kinglsey dan Rery yang tersimpan disana, bukan? )..”


Lalu Putra melontarkan pertanyaan pada Hiz, yang menggeleng pelan.


“I am didn’t left anything as a chance. But as I said, Jaeden having someone at the place I work in. And if they found that my house is empty and I don’t show up, I’m afraid that can be used to build up a situation. If you guys remember Gaines.“


“( Aku memang tidak meninggalkan apapun sebagai celah. Tapi seperti yang pernah aku katakan, Jaeden memiliki seseorang di tempatku bekerja. Dan jika mereka telah mendapat informasi bahwa rumahku kosong lalu aku tidak muncul, aku khawatir jika hal tersebut dapat digunakan untuk membangun sebuah situasi. Kalau kalian ingat soal Gaines )”


Kemudian Hiz bicara panjang lebar.


“Well, seems that I really have to go to London by today with no reason to hold it ( Dan yah, sepertinya aku benar-benar harus segera pergi ke London hari ini juga dengan tanpa alasan apapun lagi )”

__ADS_1


***


To be continue ...


__ADS_2