
Happy reading .....
🔵🔵🔵🔵🔵🔵
Indonesia .....
“Well .. You never told us about that story of Gadis and that two ladies, so me and Bru didn’t aware. But I’m sorry for that ( Kau tidak pernah mengatakan cerita Gadis yang itu mengenai dua wanita tersebut, jadi aku dan Bru tidak waspada )”
“Never mind ( Sudahlah )”
Putra sedang bercakap bersama dua saudara dan dua orang kepercayaan dirinya dan dua saudaranya itu dalam ruang kerja utama villa mereka yang juga digabungkan dengan perpustakaan, serta lemari tempat penyimpanan barang-barang medis Bruna yang tersekat antara ruang kerja dan perpustakaan.
“But I think what happened with Gadis and that two ladies here, it was just a fortuity ( Tapi aku pikir apa yang terjadi dengan Gadis dan keberadaan dua wanita itu di sini, hanya kebetulan semata )”
Garret yang sebelumnya bicara, kemudian berkata lagi setelah Putra menanggapi ucapan pria itu yang sebelumnya.
Dimana Garret sekedar mengatakan pendapat dari sudut pandangnya.
“I hope so ( Aku harap begitu )” sahut Putra dengan santai.
Namun kemudian tergambar sebuah keseriusan dan penegasan pada ucapan Putra yang berikutnya.
“But if both of them are connected to what happen to Gadis, I won’t forgive them ( Tetapi jika mereka berdua ada hubungannya dengan apa yang sudah menimpa Gadis, aku tidak akan mengampuni mereka )”
Dimana empat pria yang bersama Putra itu kemudian mengangguk kecil menanggapi ucapan Putra. Paham dengan maksud ucapan pria itu tentang tidak adanya pengampunan pada mereka yang Putra curigai telah mencelakai Gadis hingga sampai ia dan istrinya itu kehilangan calon anak pertama mereka, jika kecurigaan Putra benar adanya.
✳✳
“I think that we should plug a closed circuit television here. Can we get that tools in this country ( Aku pikir seharusnya kita memasang kamera pantau. Apa bisa kita mendapatkan peralatan itu di sini ), Ar?” Putra mencetuskan pertanyaan pada Arthur karena dari yang Putra tahu, pria itu sudah cukup lama tinggal di Indonesia.
Jadi Putra anggap Arthur cukup mengetahui apa – apa yang tersedia di negara yang Putra dan keluarganya sekarang tinggali itu.
“No. So far I know it hasn’t available here ( Tidak. sejauh yang aku tahu itu belum tersedia di sini ) ....”
“How about the VCR ( Bagaimana dengan VCR )?” tanya Putra lagi pada Arthur, dimana Arthur pun dengan segera menjawabnya.
“Maybe available. But I think it’s only used for a flight, not available for public since I know even the closed circuit television which is older than VCR at Europe, are not selling here ( Mungkin ada. Tetapi aku pikir hanya baru digunakan dalam penerbangan, tidak tersedia untuk umum karena sejauh yang aku tahu bahkan kamera pantau yang lebih ketinggalan jaman di Eropa, tidak dijual di sini ) ....” jawab Arthur lagi.
Putra dan tiga orang lainnya pun mengangguk kecil menanggapi ucapan Arthur atas informasi yang diberikan tentang alat pantau yang sudah Putra dan para saudaranya kenal, telah digunakan di Inggris.
“Quite aftermost here ( Disini agak terbelakang ), Ya?”
Damian berkomentar. Yang langsung diangguki oleh 4 pria yang bersamanya.
“Try to find informations for that more details ( Coba cari informasi yang lebih detail tentang itu ), Ar ....” Putra yang kemudian angkat suara.
“Okay.”
Arthur pun lekas mengiyakan permintaan Putra barusan.
“And if that like what Arthur said -- those tools are really not available here, then ask Ad to bring some of the closed circuit televison or the VCR when he and Danny want to back here ( Dan jika itu seperti yang Arthur katakan – peralatan itu tidak ada di sini, maka minta Ad untuk membawa beberapa kamera pantau ataupun VCR saat ia dan Danny hendak kembali ke sini ), ya, Dev?” Putra beralih kepada Devoss.
“Yes. Okay.”
Devoss yang barusan diajak bicara Putra pun langsung menyahut untuk menyanggupi permintaan Putra, seperti Arthur.
✳✳
__ADS_1
✳✳
Sekilas tentang Closed Circuit Television ( CCTV ).
Kamera CCTV pertama kali ditemukan oleh Walter Bruch pada tahun 1942 di Jerman.
Dan penggunaan pertamanya adalah untuk sebuah roket jenis V – 2 di masa perang. Lalu CCTV mulai dikomersilkan pada tahun 1949.
Kemudian bisnis CCTV meluas dari Jerman hingga ke Inggris pada tahun 1960.
Namun penggunaan CCTV belum semasif sekarang dan fiturnya pun terbatas.
Serta hasil rekaman CCTV pada jaman itupun belum dapat disimpan seperti saat ini, walau beberapa waktu kemudian ada pengembangan sistem dari CCTV yang lama.
Hanya saja, walau sudah dikembangkan pun alat tersebut masih harus dikontrol secara manual oleh seorang operator.
Dan di tahun 1970 muncul sebuah perangkat bernama VCR ( Voice Cockpit Recorder ) yang lebih mudah aksesnya untuk digunakan, serta harganya pun lebih murah daripada CCTV.
Namun VCR memiliki kekurangannya sendiri, yang memiliki kapasitas penyimpanan terbatas dan kaset perekamnya harus diganti secara berkala.
Dua dekade setelahnya -- pada tahun 1990 – an, muncul alat yang bernama multiplexer. Yakni perangkat untuk menangkap sinyal dari beberapa CCTV dan dapat dikompilasi dalam satu monitor.
Dan di Indonesia sendiri, CCTV baru dikenal sekitar tahun 1995.
Demikian sekilas info.
Semoga bermanfaat.
✳✳
✳✳
“Yes. Okay.”
Putra mengangguk kecil setelah mendengar jawaban Devoss atas permintaannya tersebut.
“Better you go back to Gadis now ( Sebaiknya kau kembali pada Gadis sekarang ) ....” celetuk Damian memberi saran.
“Ya, I’m ‘bout to off now ( Iya, aku juga sudah hendak pergi sekarang ) ....”
Putra pun langsung menanggapi saran Damian itu.
Dan Putra berdiri dari duduknya kemudian.
“See you guys later.”
Putra berpamitan pada Damian, Garret, Arthur serta Devoss.
“Ah, ya.” Namun Putra menyadari sesuatu ketika tangannya ia masukkan ke dalam saku celana rumahannya, ketika ia sudah akan melangkah untuk kembali ke kamarnya dan Gadis.
Sebuah kertas yang dilipat Putra keluarkan dari saku celananya itu.
Kemudian Putra berkata lagi sambil menyodorkan kertas tersebut pada Arthur yang telah Putra dekati.
“Ar, please check the papers of lands and house that we take from that filthy loan shark and give me the papers who’s having this names on it ( Ar, tolong cek surat – surat tanah dan rumah yang kita ambil dari rentenir menjijikkan itu dan berikan aku surat yang memiliki nama - nama ini di atasnya )”
✳✳
__ADS_1
Arthur segera menerima kertas yang disodorkan Putra padanya -- dengan pria itu yang berdiri sebagai etika, meski Putra telah menghampirinya. “Yes, Boss.” Sambil Arthur menanggapi ucapan Putra, dan membaca tulisan pada kertas yang barusan diberikan padanya oleh Putra itu. “I’ll take it to your room after I have it ( Aku akan mengantarnya ke kamarmu saat sudah menemukannya )”
“I’ll better waiting if you will to check it now ( Aku akan menunggu jika kau bersedia memeriksanya sekarang )”
Putra kemudian langsung berujar selepas Arthur bicara.
“Ya, sure. I’ll check it now ( Iya, tentu. Aku akan memeriksanya sekarang ) ....”
Arthur pun langsung mengiyakan permintaan Putra padanya, dengan Arthur yang beranjak dari tempatnya menuju ke sebuah lemari berkas yang ada di dalam ruang kerja utama villa Putra dan keluarganya itu.
Sementara Putra kembali mengambil tempat untuk duduk -- menduduki tempat yang sebelumnya Arthur duduki.
“What is that ( Apa itu )? ....” Damian yang bertanya pada Putra.
“Gadis’ parents and her step mother’s name. She ever told me about ( Nama orang tua dan ibu tiri Gadis. Dia pernah bercerita padaku tentang ) bla .... bla .... bla ....”
Putra lalu sedikit bercerita tentang nama – nama yang tertulis pada kertas yang ia berikan pada Arthur beberapa saat lalu, dan alasan mengapa ia meminta Arthur mencarikan surat berharga yang tertulis atas nama dari salah satu nama dalam kertas tersebut.
“No wonder if you really don’t like them ( Tidak heran mengapa kau begitu tidak menyukai mereka )” komentar Garret setelah Putra selesai bercerita garis besar cerita mengenai Gadis dengan ibu dan saudari tirinya itu, juga tentang surat berharga aset orang tua Gadis yang tergadai pada seorang rentenir yang telah Garret berikut lainnya habisi.
“Beside my hunch, I always have reason for everything that make me feel uncomfortable, if you forget ( Selain firasatku, aku selalu memiliki alasan untuk semua hal yang membuatku tidak nyaman, kalau kau lupa ) ....” timpal Putra. “And I suspect them for the accident of Gadis ( Dan aku mencurigai mereka untuk kecelakaan yang dialami Gadis )”
Garret dan Damian serta Devoss lalu manggut – manggut. “But what their motif by doing something bad to Gadis ( Tetapi apa tujuan mereka dengan melakukan sesuatu yang buruk pada Gadis )?”
Damian lalu berujar seraya bertanya.
“I mean they supposed to be nice to Gadis as wriggler since Gadis become Gadis now ( Maksudku seharusnya mereka bersikap baik pada Gadis atas nama penjilat karena Gadis yang sekarang ) ....” komentar Damian.
Putra, Garret dan Devoss lalu manggut – manggut kecil.
Lalu pembicaraan mereka terhenti karena Arthur telah menyambangi tempat Putra dan tiga lainnya berada. Dimana Arthur langsung memberikan laporan pada Putra. “There’s no paper of this name ( Tidak ada surat atas nama ini )”
Serta Arthur juga menyodorkan kertas yang sebelumnya Putra berikan padanya, yang langsung Putra terima.
"None of these names ( Tak ada satupun dari nama - nama ini )" kata Arthur lagi.
“How can be there’s no paper of these names? Gadis mention the same name of that loan shark that we killed ( Bagaimana bisa tidak ada berkas atas nama – nama ini? Gadis menyebutkan nama yang sama dengan rentenir yang telah kita bunuh ) ....” respons Putra.
“Could be any reasons ( Ada beberapa alasan ) ....” jawab Arthur. “Maybe that loan shark taking loan from Bank and use that some negoitable instruments which been mortgaged to him as assurance to the Bank. Or perhaps it’s already being paid then that papers is already back at Gadis’ step mother ( Mungkin rentenir itu mengambil pinjaman dari Bank dan menggunakan beberapa surat berharga yang digadaikan padanya sebagai jaminan ke Bank. Atau mungkin sudah lunas lalu surat berharga itu sudah kembali ke tangan ibu tiri Gadis ) ---“
“I see,” tukas Putra seraya manggut – manggut kecil.
“Leave that paper here. I’ll double – check it. Or I can go to Gadis village and ask the village chief to get some informations of Gadis family consisting that two ladies ( Tinggalkan saja kertas itu di sini. Aku akan memeriksanya ulang. Atau aku dapat pergi kembali ke desanya Gadis dan bertanya pada kepala desanya untuk mendapatkan beberapa informasi tentang keluarga Gadis termasuk dua wanita itu )”
“Alright then, Gar.”
✳✳
Putra telah mencukupkan urusannya di ruang kerja utama villa, dan kini ia sudah menuju ke kamar pribadinya dan Gadis.
‘Better I see Anth first ( Sebaiknya aku melihat Anth terlebih dahulu )’ batin Putra kala ia telah dekat dengan kamar Anthony yang tepat bersebelahan dengan kamarnya dan Gadis.
Namun kemudian Putra mengernyit, kala melihat pintu kamarnya dan Gadis agak terbuka.
‘I remember I closed the door tightly ( Seingatku aku menutup rapat pintunya )’ bisik Putra dalam hatinya.
✳✳✳✳
__ADS_1
To be continue .......