
Happy reading....
“Are we going back to Indo right after the meeting? .... ( Apa kita akan kembali ke Indo setelah pertemuan? .... )”
Garret bertanya pada Putra, saat dirinya dan Putra sedang dalam perjalanan menuju kediaman pribadi Ramone. Putra nampak manggut-manggut.
“I’d really love to, but have to see what will happen after all of this.... And if everything are okay, we still have to consider the weather for using the plane .... ( Aku sangat ingin, tapi harus lihat dulu apa yang terjadi setelah semuanya ini.... Dan jika semua baik-baik saja, kita tetap harus mempertimbangkan kondisi cuaca untuk menggunakan pesawat.... )”
Garret pun mengangguk paham atas pemaparan Putra.
Keduanya pun kemudian saling terdiam hingga mobil yang Garret dan Putra tumpangi sampai di kediaman pribadi Ramone.
*
“Why you guys still awake?*. ( Kenapa kalian berdua masih terjaga? )”
Putra sontak bertanya pada dua orang yang sedang duduk di ruang tamu kediaman pribadi Ramone, saat ia dan Garret telah tiba di tempat tersebut dan sudah memasuki area dalam kediaman.
“We don’t feel peace before see you guys home.... ( Kami tidak merasa tenang sebelum kami melihat kalian pulang.... )”
Itu Ramone yang langsung menyahut pada Putra.
Ayah baptis Putra itu, segera berdiri saat mendengar suara mobil masuk ke dalam pekarangan kediaman pribadinya.
Ramone menunggu bersama Yonna.
“Don’t one of our men already came here to give you information about us? .... ( Bukankah ada orang kita yang sudah datang kesini untuk memberi informasi tentang kami? .... )” Ucap Putra seraya bertanya.
“Ya, we heard that all of you are okay.... but still I feel worried before I see you guys back here.... ( kami dengar kalian memang baik-baik saja.... tapi tetap saja aku khawatir sebelum melihat kalian kembali kesini.... )”
Putra tersenyum kecil.
“Such an old man.... ( Dasar orang tua.... )” Seloroh Putra.
“Well this old man really care to you, you know?.... ( Orang tua ini sangat menyayangimu, tahu?.... )”
Putra, Garret dan Yonna sama-sama tersenyum geli selepas mendengar ucapan Ramone yang disertai raut wajah sebalnya pada Putra.
“Ya, ya....”
“Also, I have to make sure that you comeback to my daughter in law in one piece plus breathing!....”
“( Sekaligus, aku harus memastikan kalau kau akan kembali pada menantu perempuanku secara utuh serta masih bernafas!.... )”
Ramone menambahkan ucapannya.
“And may grandson will never be sad because losing his Papa! .... ( Dan cucu lelakiku tidak akan pernah bersedih karena kehilangan papa nya! .... )”
“Oh my .... ( Ya ampun .... )”
“What’s wrong? ( Ada apa? ) ....”
Garret, Ramone dan Yonna serempak bertanya.
“No, nothing .... ( Bukan apa-apa .... ) I just remember that I haven’t called Villa since we’re here .... ( Aku hanya ingat jika aku belum menghubungi Villa sejak kami tiba disini ... )” Jawab Putra.
“Ah, you’re right ( iya kau benar )” Timpal Garret. Ramone dan Yonna pun manggut-manggut pelan.
****
“You may go to take a rest first, Gar. I think I want to call Villa now .... ( Kau beristirahatlah duluan Gar. Aku rasa aku ingin menghubungi Villa sekarang ....”
Putra berucap sembari memandang Garret setelah melihat arlojinya.
__ADS_1
“Hem, I think I’ll go with you. I want to talk with Anth .... ( Hem, aku rasa aku ikut saja denganmu. Aku ingin berbicara dengan Anth .... )” Tukas Garret.
“I’m afraid Anth hasn’t woke up yet .... ( Aku rasa Anth belum bangun .... )” Ujar Putra. Ia kembali melirik arloji di tangannya, saat berbicara lagi pada Garret.
Garret pun manggut-manggut. “What time is it at Indo by the way? ( Ngomong-ngomong jam berapa ini di Indo? ) ....” Tanya Garret.
Putra melirik lagi arloji ditangannya.
“Around six in the morning ( Sekitar jam enam pagi )....”
Garret kembali manggut-manggut mendengar jawaban Putra.
*
“Safe line in my room* ( Saluran yang aman ada di kamarku )”
Ramone kemudian mengajak Putra ke kamarnya untuk melakukan panggilan telepon. Dan Putra pun segera mengangguk.
“Say my greeting to all .... ( Sampaikan salamku pada semua .... )” Ucap Garret.
Putra pun mengiyakan.
“Yonna will show your room.... ( Yonna akan menunjukkan kamarmu.... )”
Dan yang bersangkutan langsung membulatkan matanya pada Putra selepas pria itu berbicara pada Yonna, agar dia yang menunjukkan kamar Garret.
“What did you say??!!!! .... ( Kau bilang apa barusan??!!!! .... )”
Yonna spontan juga memekik.
“You hear what I have said ( Kau dengar apa yang tadi aku katakan ) , Yo ....”
“There are dozen maids here. Why should me who show his room?. Beside I don’t know which room that he can used.”
Yonna menyahut malas.
“The room near with your room and Bale’s.”
“( Kamar di dekat kamarmu dan kamar Bale )”
Putra kembali berbicara.
“Now, take him there. ( Sekarang, antarkan dia kesana ).”
Putra menyuruh Yonna untuk mengantarkan Garret ke kamar yang telah disiapkan untuk saudara lelakinya itu.
“I won’t! ( Aku tidak mau! )”
Yonna pun menolak.
“Feel free to omit my command .... ( Silahkan saja mengabaikan perintahku.... )”
Mata Putra menyorot pada Yonna.
“I will make you become a housewife.”
“( Aku akan membuatmu jadi ibu rumah tangga )”
Putra menegaskan pernyataan dengan tatapannya.
“Try me. ( Coba saja )”
“Hish!”
__ADS_1
Dan Yonna hanya bisa mendesis sebal dan kesal pada perintah Putra, berikut pernyataan saudara satu ayah angkat dengannya itu, yang sulit untuk ia bantah lagi, jika sudah menatapnya seperti tadi.
Yang Yonna tahu, meski Putra cukup perduli padanya, namun ucapan kakak angkatnya itu tidak dapat dianggap main-main. Jadi, daripada dirinya harus memegang pisau dapur berikut celemek dan berkutat di dapur, lebih baik dia mengantar pria yang di mata Yonna cukup menyebalkan ini.
Yang Yonna tidak tahu saja, jika sebenarnya Putra hanya sedang menggodanya tadi. Karena Putra tahu, Yonna tidak menyukai Garret yang sejak awal bertemu sudah sering menggoda Yonna yang notabene dapat dikatakan anti dengan pria.
Apalagi pria genit seperti Garret, dalam pandangan Yonna. Namun bukan berarti juga Yonna penyuka sesama jenis.
Yonna hanya tidak tertarik menjalin hubungan. Baginya seperti ini keadaan dirinya yang tanpa pasangan itu lebih baik.
“Follow me! ( Ikuti aku! )” Seru Yonna yang langsung melangkahkan kakinya lebar-lebar dari hadapan Putra dan Ramone.
Kedutan pun terlihat di sudut bibir Putra dan Ramone memperhatikan Yonna yang berjalan dengan kesal itu. Dimana Garret mengekorinya sembari mesam-mesem.
“Hey, baby, why so hurry? .... ( sayang, kenapa begitu terburu-buru? .... )” Suara Garret yang sedang berjalan itu terdengar sedang menggoda Yonna.
“.......”
“Are you feel impatience to spend this cold night with me, hem????....”
“( Apa kamu tidak sabar untuk menghabiskan malam yang dingin ini bersamaku ) , hem????....”
Garret terdengar menggoda Yonna lagi.
“Shut your f*ck*n’ mouth! ( Tutup mulutmu! )”
Seruan kasar pun juga terdengar keluar dengan cepat dari mulut Yonna.
Dan kini Putra serta Ramone pun terkekeh kecil melihat dua orang yang macam kucing dan tikus itu.
“I think they’re suitable for each other .... ( Aku rasa mereka cocok satu sama lain .... )” Celetuk Ramone.
Putra pun mengiyakan ucapan Ramone barusan dengan anggukan sembari tersenyum geli.
“Dasar pemaksa!.”
Sekelebat memori singgah di ingatan Putra.
‘Baru beberapa hari. Bahkan belum satu minggu. Tapi aku sudah merindukanmu, Gadis.’
**
Dahi Putra nampak sedikit berkerut saat ia tengah duduk, dengan gagang telepon yang menempel di telinganya.
Dan itu berlangsung selama beberapa saat. Setelahnya, Putra sedikit menjadi merasa gelisah.
Rasa gelisah yang disertai rasa penasarannya, karena sambungan telepon aman ke Villa yang berada di Indo, bernada sibuk saat Putra sudah berkali-kali menghubungi nomor pada saluran tersebut.
Putra mencoba sekali lagi. Memutar tombol angka pada pesawat telepon yang sedang ia gunakan dalam kamar pribadi Ramone tersebut. Namun sama saja, saluran masih terdengar sibuk. Putra sedikit merasa was-was sekarang.
Putra meletakkan gagang telepon kemudian, namun ia terdiam seperti sedang tepekur.
Dan itu tidak luput dari pandangan Ramone.
“What’s wrong?.... ( Ada apa?.... )” Ramone pun langsung bertanya.
“I feel something isn’t right is happening.... ( Aku merasa sesuatu yang tidak beres sedang terjadi ... )”
Putra menjawab Ramone dengan nada suara yang pelan. Membuat Ramone menjadi ikut merasa was-was, karena ia tahu jika insting anak baptisnya ini sangatlah kuat.
*
To be continue .....*
__ADS_1