
Happy reading .....
***************
England.....
Suara rentetan tembakan terdengar di sebuah jalanan sepi yang terarah ke sebuah rumah tahanan terkeji di Inggris.
Membuat orang-orang yang berada di dalam mobil yang ditembaki itu spontan merunduk untuk melindungi diri.
Termasuk juga seorang pria, yakni Holmes, dan dua anak buahnya yang berada di dalam satu mobil anti peluru.
“STUPID!”
Holmes langsung berseru cepat seraya mengumpat, ketika ia mendengar ada juga suara senjata yang ia duga adalah tembakan balasan dari anak buahnya.
“REMIND THOSE MORONS FOR NOT SHOOTING THOSE PEOPLE THAT SHOOTED US ( INGATKAN PARA ORANG BODOH ITU UNTUK TIDAK MENEMBAKI BALIK ORANG YANG MENEMBAKI KITA )!”
Holmes kembali berseru tajam di dalam mobil yang ia tumpangi, dengan dirinya yang melotot geram kepada anak buahnya yang duduk di kursi penumpang depan pada mobil yang sama dengannya. Dimana anak buah tersebut kemudian langsung menanggapi Holmes dengan patuh, dan langsung meraih sebuah alat telekomunikasi dua arah.
**
“Hit the brakes suddenly and swerve ( Injak rem dengan mendadak dan langsung banting setirnya )!”
Holmes langsung berbicara pada anak buahnya yang bertindak sebagai supir setelah ia selesai berseru dengan satu anak buahnya yang lain, yang tadi ia berikan perintah.
“NOW ( SEKARANG )!”
“Yes, Sir.”
Supir Holmes pun langsung menyahut cepat, seraya ia melakukan hal yang sebelumnya Holmes perintahkan padanya.
“And tell the others to stop the car also but don’t get out ( Dan katakan pada yang lain agar menghentikan juga mobil tapi jangan keluar )!”
Holmes kembali memberi perintah pada satu anak buahnya yang duduk di kursi penumpang, dan pria tersebut langung melakukan apa yang atasannya itu perintahkan.
**
Mobil yang ditumpangi Holmes bersama dua anak buahnya telah berhenti dengan posisi mobil yang miring di atas jalanan.
Dan satu mobil yang ditumpangi anak buah Holmes yang lain, yang mana mobil itu posisinya berada di depan mobil tahanan yang mengangkut Jaeden di dalamnya, sedikit terperosok ke pinggir jalanan yang mereka lalui itu.
Sementara mobil tahanan itu sendiri, oleng kemudian rebah ke samping karena pengemudinya tidak mampu mengendalikan mobil tersebut untuk tetap stabil saat ban mobil tersebut di tembaki semua bannya oleh dua orang yang mendapat tugas dari Yona untuk itu.
Holmes tetap tinggal di dalam mobilnya, ketika mobil yang tumpangi itu telah berhenti. Begitu juga dua mobil lain yang ditumpangi anak buahnya, dimana kesemuanya mematuhi perintah Holmes dengan tidak keluar dari mobil mereka. Bahkan ketika ada satu mobil yang mendekati Holmes pun, tidak ada satupun anak buahnya yang berani keluar dari dalam mobil mereka tanpa ada perintah dari Holmes melalui ajudannya.
**
“Hello, Sir. I’m sorry for the inconvenience ( Halo, Tuan. Saya mohon maaf atas ketidaknyamanannya )” adalah Yona yang bicara pada Holmes ketika mobil yang ia tumpangi berhenti di dekat mobil Holmes, lalu Yona mengetuk kaca mobil Holmes setelah ia turun dengan segera ketika mobil yang ditumpanginya itu berhenti.
“It doesn’t matter. Now just do what you want to do before another patrol who doesn’t know anything come ( Itu tidak masalah. Sekarang lakukan saja apa yang harus kau lakukan sebelum ada mobil patroli lain yang tidak tahu menahu datang )..”
__ADS_1
Holmes lalu bicara dengan cepat pada Yona yang langsung mengangguk, lalu bergegas pergi dari hadapan Holmes.
**
Yona kemudian meraih alat komunikasi lalu bicara melalui alat itu.
“Wait until that man out by himself from the prisoner car ( Tunggu sampai pria itu keluar sendiri dari mobil tahanan )”
Yona menurunkan perintah. Dan perintahnya langsung diiyakan oleh anak buah yang terhubung dengannya pada alat telekomunikasi tersebut.
“He’s a fox. And he will avails the situation. Just step aside, cause he might took the officer gun ( Dia itu licik. Dan dia pasti akan memanfaatkan situasi. Menyingkirlah terlebih dahulu, karena dia bisa saja sudah merampas pistol milik petugas )”
**
Sementara mobil yang ditumpangi Holmes di belakang mobil tahanan dimana Jaeden ada di dalamnya dengan dua orang petugas yang merupakan anak buah Holmes berhenti dengan posisi ban yang masih menempel di aspal begitu juga dua mobil lain yang mengawal mobil tahanan--walau satu mobil sedikit terperosok di pinggir jalanan, namun mobil tahanan yang membawa Jaeden telah rebah menyamping.
Karena anak buah Holmes yang mengemudikan mobil tahanan tersebut tidak dapat menguasai setir saat ban mobil tersebut ditembaki oleh beberapa orang yang ditugaskan untuk menembaki ban mobil tahanan itu hingga mobil tersebut rebah ke salah satu sisi dengan cukup keras namun tidak sampai berguling.
“Argh.. f*c*!”
Adalah Jaeden yang mengerang seraya mengumpat, ketika saat mobil rebah dengan keras di atas jalanan di bawahnya, Jaeden juga terpental keras di dalam mobil tersebut.
**
Dan kini Jaeden yang posisinya berada di atas jendela mobil tahanan yang mengangkutnya itu meringkuk seraya mengerang dan mengumpat sambil memegangi kepalanya yang terbentur keras pada satu bagian mobil saat ia terpental tadi ketika mobil oleng dan rebah di atas jalanan.
Jaeden tak lama coba menguasain dirinya, kemudian berusaha bangkit dari posisinya meski kepalanya ia rasakan masih pusing. Serta badannya yang juga ikut terbentur benda keras di dalam mobil ia rasakan sakit juga. Namun Jaeden coba mengabaikan rasa pusing di kepala dan sakit akibat benturan di tubuhnya itu.
Jaeden lalu menggumam geram tertahan.
Setelahnya Jaeden celingukan, melihat kondisi dalam mobil tahanan tempatnya berada setelah ia mampu berdiri.
‘But I don’t see anyone ( Tapi aku tidak melihat ada orang )’ batin Jaeden saat celingukan juga melihat kearah luar mobil tahanan yang membawanya. ‘Ah whatever!’
**
Jaeden langsung mengarahkan matanya ke bagian depan mobil di mana dua petugas ada di sana, dan nampak juga tumbang seperti dirinya tadi dengan suara ringisan yang terdengar samar dari kedua petugas yang berada di dalam mobil tahanan itu.
‘I have to harness this chance ( Aku harus memanfaatkan kesempatan ini )’ Jaeden membatin setelah melihat kondisi dua petugas yang menjaganya itu. “ARGH!” Jaeden berteriak dan memposisikan dirinya berjongkok di tempatnya, sambil memegangi kepalanya.
“Better you see, maybe he get injured badly ( Sebaiknya kau lihat, mungkin dia terluka parah )”
‘Just like what I expected ( Tepat seperti yang aku perkirakan )’ batin Jaeden. Ia menyeringai samar ketika mendengar ucapan salah seorang petugas.
Jaeden sudah memiliki rencana di kepalanya. Ia pun bersiap kala pintu keamanan yang memisahkan tahanan dalam mobil dengan petugas terdengar sedang dibuka.
“AKH!” Dan tak lama kemudian, petugas yang mengecek kondisi Jaeden itu langsung Jaeden cengkram lehernya dengan tangan Jaeden yang masih terborgol dengan posisi Jaeden yang menggunakan rantai borgol untuk mendesak petugas itu.
“Stay right where you are or I’ll kill him ( Tetap di tempatmu atau aku akan membunuhnya )!” ancam Jaeden pada petugas satunya yang sudah menyusul rekannya ketika ia mendengar suara pekikan rekannya itu. “Now throw your gun to me ( Sekarang lemparkan senjatamu itu padaku )!”
Jaeden memberikan perintah, dengan ia yang masih mencengkram leher satu petugas yang nampak mencoba menahan cekikan Jaeden yang menggunakan rantai borgol, karena itu yang dapat petugas itu lakukan saat ini.
__ADS_1
Yang bersangkutan tidak dapat menggunakan pistol di pinggangnya, karena pistol tersebut sudah dengan cepat di tarik Jaeden, saat petugas itu mendekati Jaeden yang berpura-pura kesakitan sebelum Jaeden merubuhkan dan melingkarkan tali borgol di leher satu petugas tersebut.
“Now open my handcuff ( Sekarang buka borgolku )!”
Jaeden kemudian memberi perintah pada petugas yang sedang ia sandera.
“Don’t make any suspicious move or I blow your friend’s head ( Jangan membuat gerakan mencurigakan atau aku ledakkan kepala temanmu )!”
**
Jaeden melirik ke arah depannya ketika ia menyandera satu petugas dengan tangannya kini sudah memegang pistol milik petugas yang bertugas menjaganya di dalam mobil tahanan setelah borgolnya di buka, dengan satu tangannya yang masih membegal leher si petugas yang sedang ia sandera itu.
Jaeden kemudian menyuruh satu petugas lain yang sudah mengangkat tangannya setelah Jaeden memintanya, untuk membuka lebar pintu penghubung antara bagian depan dengan bagian tempat narapidana mobil tahanan tersebut.
‘This pistol won’t break the glass ( Pistol ini tidak akan bisa memecahkan kacanya )’ batin Jaeden sambil memperhatikan kaca mobil tahanan bagian depan. “Go and open the driver’s door ( Pergi dan buka pintu kemudi )!” perintah Jaeden pada petugas yang tidak ia sandera.
Petugas yang diperintahkan oleh Jaeden itu mengangguk lalu bergerak, karena Jaeden menekan ujung pistol ke kepala rekannya yang ia sedang di sandera oleh Jaeden.
Bang!
Jaeden lalu melepaskan satu peluru ke punggung petugas yang telah membukakan pintu mobil kemudi yang posisinya berada di atas setelah Jaeden mengekori dengan cepat satu petugas itu.
Petugas yang ditembak punggungnya oleh Jaeden pun seketika tumbang. Lalu Jaeden menyuruh petugas yang ia sandera untuk lebih dulu merangkak naik untuk keluar dari pintu yang sudah dibuka itu.
Bang!
Jaeden melepaskan satu tembakan lagi ke kaki petugas yang sudah ia tembak punggungnya untuk memastikan agar pria itu tidak berusaha menggapainya dari belakang saat ia mengekori petugas yang sedang berusaha keluar dari mobil tahanan tersebut.
Selanjutnya Jaeden mengancam petugas yang tadi ia cekal lehernya, agar pria itu tidak berusaha lari darinya. “I can easily shot your head from my place if you try to do something stupid ( Aku dapat dengan mudah menembak kepalamu dari tempatku jika kau mencoba untuk bertindak bodoh )”
Tatapan Jaeden yang mengancam itu membuat petugas mau tidak mau mengangguk mengiyakan untuk melakukan apa yang pria itu katakan. Selain dari itu, dia sudah melihat Jaeden tak ragu untuk menembak rekannya.
“Move slowly and tell me if you see anyone ( Bergerak perlahan dan katakan padaku jika kau melihat ada orang )”
Petugas itu pun mengangguk patuh.
Jaeden sudah menjulurkan kakinya selepas petugas yang ia ancam itu telah keluar dari dalam mobil tahanan.
Namun tepat saat Jaeden hendak menarik petugas itu karena ia ingin menggunakan petugas tersebut sebagai sanderanya, kepala Jaeden sudah tertempel sebuah ujung senjata.
“Foxy but slow ( Licik tapi lamban )”
Yona yang sudah dengan cepat menodong kepala Jaeden dengan pistol, setelah dengan cepat ia membuat senjata yang dipegang Jaeden lepas dari genggaman pria itu.
BUGH!
Setelahnya Jaeden dipukul keras tengkuknya oleh Yona yang tenaganya macam tenaga pria itu.
*****
To be continue...
__ADS_1