LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 279


__ADS_3

LIFE OF A MAN PART 279


*****************************


Happy reading ...


*******************


London, Inggris ...


BOOM!


Sebuah ledakan yang cukup besar terdengar dari satu bagian dalam Kasino disaat Putra hendak dipaksa untuk menghadap pada Mickey Pitts yang telah bersama dengan Bosnya, yang merupakan pemilik Kasino tempat Putra dan kawanannya berada saat ini.


“WHAT THE HELL?!”


Si pemilik kasino langsung berteriak kala ledakan ia dengar dan getaran dari ledakan tersebut juga ia rasakan.


Putra tahu jika itu si Pria Chicago yang bernama Fisher yang berteriak kencang kala ledakan di satu bagian dalam Kasinonya itu terjadi.


Dan bersamaan dengan itu, listrik di seluruh bagian Kasino pun padam dengan cepat. Dan Kasino menjadi gelap gulita, dimana riuh kepanikan kemudian menggema bersamaan dengan gerakan cepat para tamu yang berusaha menyelamatkan diri mereka yang panik dan takut setelah adanya ledakan.


“Ik eerst ( Aku duluan ) –“ Dimana sebuah suara dengan mengucapkan kalimat dalam bahasa Belanda terdengar di dekat Putra berdiri.


****


“Ik ben vlak achter je ( Aku tepat di belakangmu ) ...” Dan sahutan yang juga menggunakan bahasa Belanda kemudian terdengar, diucapkan dengan santai.


Dimana itu adalah Putra yang menanggapi ucapan Devoss yang sudah dengan cepat berada di dekatnya setelah suara bom terdengar berikut listrik yang padam.


Sudah memang satu dari bagian rencana Putra dan mereka yang bersamanya di Kasino milik si Pria Chicago.


Yang mana Devoss berucap setelah meraih tas yang ada disisi kanan dan kiri Putra pada lantai yang sedang Putra pijak.


Dan tas itupun bergerak estafet dari tangan Devoss dan ke satu anak buah yang sudah diberi kode untuk mendekat sebelumnya.


****


Putra berjalan santai diantara para tamu Kasino yang berhamburan tunggang langgang karena panik dan ketakutan.


Putra juga mendengar kepanikan Mickey Pitts dan Bos Besarnya, sekaligus Mickey memerintahkan anak buahnya yang menjaga Putra tadi mengecek keberadaan Putra yang tadi mereka ‘jaga’.

__ADS_1


Namun nada kemarahan tertangkap di indera pendengar Putra yang berjalan diantara para tamu yang berhambur panik dari dalam Kasino agar cepat segera dapat keluar dari sana-dimana nada suara kemarahan itu adalah suara Mickey yang mungkin geram karena Putra sudah lepas dari ‘penjagaan’ dua anak buahnya yang ia tugaskan untuk ‘menjaga’ Putra tersebut.


“Do not think about that guy. Better you check what was happened ( Jangan pikirkan pria itu. Lebih baik kau periksa apa yang telah terjadi )! ----“ suara ‘The Chicago Guy’ terdengar gusar.


Dan Putra menyungging miring.


“Now I will get double lost if the guests just walk away like that without paying anything ( Sekarang aku akan mendapat kerugian berlipat jika para tamu pergi begitu saja tanpa membayar apapun )!”


Samar-samar masih terdengar ‘The Chicago Guy’ di telinga Putra yang berjalan santai, namun dengan langkah yang lebar menuju pintu untuk keluar dari dalam Kasino.


“And someone go to the chips counter then find out amount of my money there ( Dan seseorang pergilah ke konter chip lalu cari tahu jumlah uangku disana )!”suara ‘The Chicago Guy’ yang gusar itu sayup-sayup terdengar lagi di belakang Putra.


Putra kian menyeringai hingga kakinya telah sampai di luar pintu masuk Kasino yang sudah ramai orang.


***


A Flashback ...


“Make an explosion that can make the electricty on that building off (Buat ledakan yang dapat membuat listrik mati)” (Putra).


“I don’t remember if we bring some bombs (Aku tidak ingat jika kita membawa bom)?” (Garret).


“I bring two (Aku membawa dua)” (Devoss).


“Keep your eyes and ears on Jules (Mata dan telingamu tetap awas Jules) ...” (Putra).


“Yes, Boss.” (Jules).


“Make sure the car engine is on when me and Dami get out from there (Pastikan mesin mobil telah menyala saat aku dan Dami keluar dari sana), Jules.” (Putra).


“Got that (Paham), Boss.” (Jules).


Flashback off ...


****


Jules memang paham apa yang Putra perintahkan padanya sebelum Putra dan Damian berikut Revel masuk ke dalam Kasino, lalu diikuti oleh Devoss setelah beberapa menit berselang, dengan dua orang anak buah Putra yang juga ikut serta untuk membantu memeriksa sambil menyisir keadaan, sekaligus membantu para Bos mereka yang berada di dalam Kasino.


Satu rekan Revel juga sudah ada di dalam Kasino sebelum Putra dan rombongannya masuk, dan sudah juga mendapat pemberitahuan dari Revel tentang keberadaan Putra dan lainnya di dalam Kasino.


Revel memberitahukan segala rencana Putra pada rekannya itu, yang langsung dipahami oleh sang rekan, yang bertindak sebagai mata untuk Revel-sekaligus berkomunikasi dengan Revel menggunakan kode mereka, karena rekan Revel itu tidak punya akses untuk dekat dengan Putra, selain belum berkenalan.

__ADS_1


Dan apapun itu, yang jelas rencana Putra berjalan dengan sangat lancar. Apa yang Putra rencanakan dan inginkan telah ia lakukan dan dapatkan dari ‘The Chicago Man’ yang merupakan sekutu besarnya Jaeden itu-yang mungkin tidak dapat dikatakan besar lagi, karena Putra sudah membuat ‘The Chicago Man’ itu merugi dengan begitu banyaknya dalam kurun waktu tiga hari berturut – turut.


Putra tersenyum tipis, setelah melihat jika Jules telah siap menunggunya dengan mobil yang sudah siap melaju dan Damian yang tak lama ada di belakang Putra kemudian.


Setelahnya, Putra dan Damian sama-sama masuk ke dalam mobil yang disupiri oleh Jules.


Senyum pun merekah di wajah Putra dan Damian yang telah berada kembali di dalam mobil yang mereka tumpangi sebelumnya.


Tersenyum juga saat mobil yang sudah dengan cepat dilajukan oleh Jules setelah melewati mobil yang ditumpangi oleh Devoss serta Garret, dan keduanya telah duduk manis di kursi penumpang belakang.


“Your friend is become a rich man tonight (Kawanmu menjadi orang kaya malam ini), Jules.” kekeh Damian saat dia melihat Revel dan rekannya berada di simpang jalan yang sedikit tertutup. “You should ask him to share with you (Kau harus memintanya untuk berbagi denganmu)---“


Putra mendengus geli dan Jules terkekeh. “I’ll choke him if he don’t want to share with me (Aku akan mencekiknya jika dia tidak mau berbagi denganku)”


Putra dan Damian kemudian tertawa setelah mendengar celetukan Jules, sambil memberikan kode pada Revel dan rekannya untuk mengikuti mobil yang ia kendarai, karena Revel dan rekannya itu tidak tahu dimana letak pasti Mansion pribadi milik Putra yang berada di Salisbury.


Dan dengan perasaan puas, baik Putra dan kawanannya melaju dari Kasino tempat mereka berada tadi untuk kembali menuju ke Mansion milik Putra yang berada di Salisbury dengan kendaraan yang mereka tumpangi masing-masing.


Putra dan Damian lalu serentak menoleh, ketika suara sirene mobil polisi serta mobil pemadam kebakaran terdengar dari arah belakang mobil mereka.


“Hopefully Garret didn’t left anything that can create a difficulty for us (Semoga saja Garret tidak meninggalkan apapun yang dapat membuat kesulitan untuk kita) ...”


Damian berucap saat melihat beberapa mobil polisi datang tergesa dan berhenti di depan Kasino milik ‘The Chicago Man’ itu.


“Don’t you worry brother, Garret won’t left anything that can create a difficulty. As the same way like he never let his stover left in those women he slept with (Kau jangan khawatir saudaraku, Garret tidak akan menyisakan apapun yang dapat membuat kesulitan. Sama seperti dia tidak akan meninggalkan jejak benihnya pada setiap wanita yang pernah dia tiduri)...”


Putra menjawab Damian dengan celetukan yang nyeleneh, hingga membuat Damian terkekeh geli.


Putra pun ikut terkekeh juga pada akhirnya, sambil dirinya bersandar landai di kursi penumpang belakang mobil yang ia tumpangi bersama Damian tersebut.


Jules melajukan mobil dalam kecepatan rata – rata untuk pergi ke Mansion Putra yang berada di Salisbury.


Dan Putra serta Damian menikmati saja perjalanan, hingga kemudian setelah mobil yang dikemudikan Jules sudah lumayan jauh dari Kasino milik The Chicago Guy, sebuah mobil melaju dengan kecepatan di atas rata –rata, melewati mobil yang di kemudikan oleh Jules tersebut.


Dan mobil yang melaju dengan kecepatan rata – rata tersebut, mendapatkan perhatian dari Putra yang kebetulan sedang menoleh ke jendela mobil yang ia tumpangi bersama Damian, dan mobil tersebut bergerak di arah kemana kepala Putra sedang menoleh. Dimana Putra langsung mengernyit tajam.


Hingga kemudian terdengar suara Putra menurunkan perintah pada Jules, setelah sepenggal ingatan sampai di otaknya.


“Follow that car (Ikuti mobil tadi), Jules!”


***

__ADS_1


To be continue....


__ADS_2