LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 295


__ADS_3

Happy reading...


************


London, Inggris,


Mobil yang dikemudikan Rus telah melaju jauh dari Hotel tempat para Tuan dan rekan – rekannya mengeksekusi sekelompok orang yang berada di area depan lobi luar Hotel tersebut, dan kini Rus membawa mobilnya terus melaju dengan cepat untuk benar – benar menjauh dari Hotel dan pergi ke titik pertemuan untuk berkumpul yang telah ditentukan.


“You got company behind (Ada yang mengikutimu dibelakang)”


Suara Damian terdengar dari protofon yang kini sedang dipegang oleh Jules saat ini.


Dan bersamaan dengan itu..


Bang!


Bang!


Bang!


“**1*!” Putra dan Devoss sama – sama mengumpat, kala mobil mereka kemudian disapa oleh timah – timah panas dari belakang.


Jules dan Rus pun sama-sama ikut mengumpat secara spontan.


“We can’t back you guys up, ‘cause we’re in the sama situation (Kami tidak dapat membantu kalian, karena kita berada di situasi yang sama)!”


Suara Damian terdengar lagi.


“Got that!....” sahut Putra, sambil ia merunduk dan berusaha menembak balik mobil yang ada dibelakang mobil yang ia tumpangi dimana beberapa orang didalamnya sedang menembaki mobil Putra.


**


“Go right (Belok kanan), Rus!”


Putra berseru pada Rus seraya mengarahkan jalan yang harus ia tempuh untuk membawa mobil yang pria itu kemudikan ke tempat yang kiranya leluasa untuk Putra membalas serangan, selain menghindari ada orang yang tidak bersalah terkena peluru nyasar.


Putra yang paham betul seluk beluk London-meski sudah lama tidak tinggal dan berkunjung ke kota itu, mengarahkan dengan cekatan anak buahnya yang bertugas sebagai supir saat ini.


Rus pun dengan cekatan juga menyetir mobil yang ia kemudikan itu agar orang-orang yang berada di dalam mobil pada arah belakang mereka itu tidak dapat menembak dengan tepat. Dan juga Rus bersikap waspada agar dirinya juga tidak terkena tembakan.


**


Namun setelah mobil yang dikemudikan Rus berbelok ke arah yang ditunjuk Putra, Putra sedikit mengernyit.


Pasalnya mobil yang menembaki mereka tidak kunjung datang, namun sayup – sayup suara senjata terdengar, meski tak lama hilang.


Meski begitu, Putra dan tiga orang yang bersamanya tetap siaga, karena siapa tahu mobil yang ditengarai berisikan anak buah dari musuh mereka itu mengambil jalan lain untuk menghadang mobil yang dikemudikan oleh Rus itu.


Bang!


Bang!


“Just like what I thought (Seperti yang kukira)”


Putra menggumam, karena tahu – tahu ada satu mobil yang menembaki mereka dari arah depan.


Putra dan tiga orang yang bersamanya itu pun segera merundukkan kepala dan tubuh mereka, dan Rus langsung membuat mobil yang ia kemudikan itu kemudian mundur secara spontan ia lakukan untuk melindungi diri serta satu rekan dan dua tuannya dari terkena kepingan – kepingan tajam peluru lawan.


Namun kemudian ucapan Jules membuat Putra yang sedang memperhitungkan posisi untuk menembak, akhirnya melirik dengan cepat ke arah depan kaca mobil.


“It’s a different car (Itu mobil yang berbeda)” ucap Jules.


Dan Putra pun juga menyadari jika yang dikatakan Jules memang benar.


“Then where’s the first before (Lalu mana yang sebelumnya)?” tanya Devoss dengan cepat.


“Don’t know and not (Tidak tahu dan tidak)—“ Putra menjawab pertanyaan Devoss.


Namun tidak selesai karena perhatiannya teralih pada sebuah motor dengan mesin dua silinder yang tahu – tahu ada di depan mobil yang Putra tumpangi itu.


“Who’s that (Siapa itu)?---“


Devoss pun segera bertanya.


Karena ia merasa tidak ada mereka dari kawanannya yang menggunakan motor.


“Can’t you recognize (Apa kau tidak dapat mengenali)?”


Putra menjawab dengan tersenyum sambil ia memperhatikan seseorang yang menembaki dengan brutal mobil yang menghadang mobil yang sedang Putra tumpangi itu.


Devoss mengernyit seraya menoleh pada Putra. Lalu ia beralih memperhatikan sosok seseorang yang telah selesai dengan kegiatannya menembaki secara brutal mobil yang berisikan beberapa orang, yang menembaki mobil yang ditumpangi oleh Putra dengan tiga orang lain yang bersamanya.


Dan didetik berikutnya Devoss pun tersenyum. Ia sudah dapat mengenali seseorang yang tiba – tiba datang dengan sebuah motor ber CC besar, yang mana adalah seorang wanita.


“The cold women who ever exist in this world, and heartless (Wanita paling dingin yang ada di dunia, serta tidak punya perasaan)” Devoss kemudian berucap dan Putra tersenyum geli.


Lalu menyuruh Jules dan Rus untuk menurunkan senjata mereka, dimana seseorang bermotor itu sedang berjalan ke arah mobil yang ditumpangi oleh Putra dan tiga orang yang bersamanya itu. “What a surprise (Sungguh sebuah kejutan)” ucap Putra saat dia keluar dari dalam mobil yang ia tumpangi itu.


**

__ADS_1


“Even blizzard can’t hold you to come here (Bahkan badai salju tidak dapat menahanmu untuk datang kesini), Yona.” Ucap Putra pada wanita yang tiba-tiba datang dengan sepeda motor dan membantunya menghabisi beberapa orang dalam mobil yang menghadang mobil yang ditumpangi Putra.


“Well I’m just a daughter who always do what my father told me too and because he’s worried about his big son. And also I’m here for my Big Boss, so I won’t be considered eat blind wages (yah aku hanya seorang anak perempuan yang selalu menuruti apa kata ayahku yang mengkhawatirkan anak lelaki tertuanya. Dan juga aku disini untuk Bos besarku, jadi aku tidak dianggap makan gaji buta)”


Seseorang bermotor yang membantu Putra itu bicara panjang seraya berseloroh. Dimana seseorang itu adalah Yona, saudara satu pengasuhan ayah baptisnya-Ramone, di Belanda.


Putra terkekeh kecil.


“Such a good sister and employee (Sungguh adik dan karyawan yang baik)”


Yona mendengus geli, lalu Putra memeluknya.


“Better hold the hug if both of you want to hold each other longer, because we need to go away from here first (Sebaiknya tunda dulu sesi berpelukan kalian jika ingin lebih berlama-lama, karena kita harus segera pergi dari sini)”


Putra dan Yona pun sama-sama mendengus geli selepas mendengar ucapan Devoss. “Let’s go then (Ayo kita pergi kalau begitu)” ucap Putra yang bergegas masuk ke mobil yang tadi ia tumpangi, dan Yona kembali ke motor yang ia kendarai saat muncul.


Rus melajukan kembali mobil yang sedang ia kemudikan, dan Yona mengikuti di belakang. Tak lama mobil yang di tumpangi oleh Damian dan Garret juga tampak di belakang Yona.


**


“Easy baby (Tenang sayang)!” seru Garret yang berada di dalam mobil yang sama dengan Damian, saat Yona mengarahkan senjatanya ketika melihat satu mobil yang muncul kala Yona telah berada di atas motornya. “It’s me! Your future husband (Ini aku! Calon suamimu) –“ goda Garret.


“Pig!...”


Yona membalas godaan dari Garret dengan umpatan sinis.


“I love you too! –“ balas Garret dengan tetap menggoda Yona sambil terkekeh dari dalam mobil.


**


“Where’s Revel (Dimana Revel)? –“


Putra bicara di protofon karena ia tak melihat satu mobil lagi yang merupakan kawanannya di belakang mobil anak buahnya yang lain.


“Last time his car was stop to hold their people who try to chase us Sir (Terakhir kali mobilnya berhenti untuk menahan orang-orang mereka yang ingin mengejar kita Tuan)” satu anak buah Putra menjawab pertanyaan di protofon.


“Spread and meet at TBW (Berpencar dan bertemu di TBW)...”


Putra menurunkan perintah. Dan anak buahnya yang tersambung di protofon langsung menyahut sigap.


“Jules, try to reach Revel (Jules, coba membuat kontak dengan Revel)”


“Yes, Boss.”


**


“We’ve got company (Kita kedatangan teman)!” seru Damian dari balik protofon. Dimana mereka yang berada di depan mobil yang di tumpangi Damian segera menoleh ke belakang.


Lalu suara tembakan mulai terdengar.


Putra dan kawanannya pun mempersiapkan senjata mereka.


“Wait (Tunggu)!”


Putra bersuara.


“Tell them for not shooting (Katakan pada mereka untuk tidak menembak), Jules! It’s Police (Itu Polisi)!”


Putra menurunkan perintah dengan cepat yang langsung dipahami oleh Jules yang kemudian langsung berbicara di protofon, setelah menyadari suara sirene yang kemudian ditegaskan oleh Putra beberapa mobil dibelakang mereka.


Dan mereka semua yang mendengar suara Jules di balik protofon pun mendengarkan apa yang Jules katakan sesuai dengan perintah Putra.


“They’re shooting us (Mereka menembaki kita)!”


Suara Damian terdengar gusar dari balik protofon.


“I know.” Sahut Putra.


“What now then Sir (Bagaimana sekarang Tuan)?”


Rus yang tengah menyetir dengan cepat bertanya pada Putra yang kemudian mendengus.


“Maintain a distance (Jaga jarak)!”


Putra kembali menurunkan perintah.


“Turn ahead near the street lights, there’s a small road on your right (Di belokan depan dekat lampu jalan, ada jalanan kecil di sebelah kananmu), Rus—“


Putra lanjut lagi bicara dengan cepat.


“Get there (Mengarah kesana)!---“


“Yes Sir!...” sahut Rus sigap dan cepat.


**


Tangan Rus bergerak dengan sigap di kemudi, mengikuti perintah Putra sebelumnya untuk masuk ke dalam sebuah jalanan kecil yang Putra katakan.


Dan mobil-mobil lain yang berisikan kawanan Putra, termasuk Yonna yang menggunakan motor mengikuti arah mobil yang dikemudikan oleh Rus.

__ADS_1


Rus tadinya berpikir jika Bos Besarnya itu salah prediksi akan jalanan yang ia arahkan untuk dilalui-namun Rus tidak berani menginterupsi perintah sang Bos Besar.


Karena pada kenyataannya pemikiran Rus salah, yang mengira jika Bos Besarnya yang baru selain Accursio itu salah prediksi. Jalanan kecil yang Rus pikir adalah jalan buntu nyatanya adalah sebuah jalan tikus, dimana di ujungnya ada jalanan besar yang terhampar.


Memang benar yang Thomas katakan padanya sebelum ia dan beberapa rekannya turun langsung untuk mendampingi seorang Putra Vinson Junior-nama Putra yang anak buah Accursio ketahui, untuk tidak membantah setiap perkataan Putra.


Karena apa yang Putra katakan dan perintahkan, sudah pasti melalui prediksinya yang awas. Itu yang Thomas pernah sampaikan pada Rus-yang Rus ingat dengan baik, serta rekan-rekannya.


Dan itu yang dialami Rus sekarang.


Pria itu menerka Putra salah prediksi, namun nyatanya Bos Besar barunya selain Accursio itu dapat berpikir dengan sangat cepat.


“Turn left ahead and gain speed after we’re out, then turn right after the Bank (Belok ke kiri dan tambah kecepatan setelah kita keluar, lalu belok kanan setelah gedung Bank)!” Seru Putra.


“Yes Sir!”


“Yes Boss!”


Rus dan Jules sama-sama menyahut sigap.


Rus fokus pada kemudi, sementara Jules memberitahukan pada mereka semua yang terhubung dalam protofon.


Tepat seperti dugaan Putra, jika mobil Polisi yang mengejarnya dan kawananannya itu melambat akibat tidak memprediksikan adanya jalan tikus yang Putra ambil.


Namun sayangnya ada kendala yang kemudian menghadang jalan keluar didepan mobil yang dikemudikan Rus.


“We’re blocked Sir (Kita terkepung Sir)!” Jules berseru dengan sangat cepat.


“Stop!”


Putra balas berseru dan menurunkan perintah.


Dan Rus pun segera menginjak rem dengan cepat.


**


Kini mobil Putra dan rombongannya terjebak di dalam satu jalan tikus, karena pada ujung depan dan belakang mereka, telah tertutup aksesnya oleh banyak mobil polisi.


“What we’re gonna do now ( Apa yang akan kita lakukan sekarang )?!” Devoss berbicara dengan cepat pada mereka yang sedang bersamanya pada situasi yang sedikit genting. Dimana mereka sudah terkepung depan belakang, oleh banyaknya Polisi yang bersenjatakan lengkap serta sudah mengarahkan senjata mereka ke arah Putra dan kawanannya yang masih berada di dalam mobil mereka.


“How Police come that fast (Bagaimana Polisi bisa secepat ini)?!”


“I think they’re were set up (Aku pikir mereka telah dipersiapkan)”


Damian menyahut dari balik protofon.


“Ya you were right (kau benar), Dami.”


Putra pun mengiyakan prediksi Damian.


“Look who’s with them (Lihat siapa yang bersama mereka)”


Setelah Putra samar-samar melihat seseorang yang ia kenali diantara para Polisi yang sudah mengepungnya dan kawanan, serta ada salah seorang yang bicara di pengeras suara yang meminta Putra dan kawanannya itu untuk menyerahkan diri.


Lalu ancaman tembak di tempat keluar dari mulut salah seorang petugas Polisi yang sedang berbicara di pengeras suara tersebut.


“I really don’t assume that m*therf*cker from Chicago can involve police here ( Aku sungguh tidak menduga jika keparat dari Chicago itu dapat melibatkan polisi disini )!” Damian angkat suara.


“Are we going to fight those police ( Apa kita akan melawan para polisi itu )?”


Giliran Garret yang bersuara.


“If we shoot them\, then it will make them believe that we are rebellion or else. Don’t know what that m*therf*cker told them about us ( Jika kita menembaki mereka, maka itu akan membuat mereka percaya jika kita adalah pemberontak atau apapun itu. Entah apa yang keparat itu katakan pada mereka tentang kita )...”


Devoss merepet panjang.


“There only two options ( Hanya ada dua pilihan )---“ kata Putra.


“No options ( Tidak ada pilihan )!”


Namun ucapan Putra terpotong.


“Yona!”


“Fight them ( Lawan mereka )!”


“Yona!”


Bang!


Bang!


Bang!


Suara letusan senjata kemudian terdengar bersahutan.


“PUTRA!”


**

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2