LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 360


__ADS_3

Happy reading .....


***************


Inggris....


“Open your eyes, m*therfucker ( Buka matamu, keparat )” ucap Putra pada seseorang yang tangannya menyatu ke depan dan terpasang sebuah borgol yang melingkar di pergelangan tangan orang yang sedang Putra ajak bicara tersebut, dengan dua orang anak buah Putra yang menjaga orang dengan tangan terborgol itu.


Dia yang terborgol tangannya itu, yang mana adalah Jaeden.


Dipaksa berlutut saat sudah dibawa ke area bagian tengah yang atasnya membentuk void pada ujung tangga lantai dua mansion milik Kingsley Smith, setelah tadi Putra sempat memukuli wajahnya dengan lumayan membabi-buta pada sebuah ruangan yang ada di mansion milik Kingsley Smith tersebut.


“Recognized those dead bodies ( Mengenali jasad-jasad itu )? –“


“What –“


“And look around you. Your men you said ( Dan lihat sekelilingmu. Orang-orangmu kau bilang ), huh?”


*


Beberapa waktu sebelumnya....


“You don’t have options Patrick Junior.... I know the reason why you won’t kill me now.... You need my sign for several things due the Kingsley’s wealthy.”


( Kau tidak punya pilihan Patrick Junior.... Aku tahu alasan mengapa kau tidak mau membunuhku sekarang.... Kau memerlukan tanda tanganku untuk beberapa hal yang menyangkut kekayaan Kingsley )


Putra menyungging miring menanggapi cerocosan seorang pria yang adalah Jaeden itu.


“Hem.“


Lalu Putra berdehem samar. Sementara Jaeden terus merepet.


“And when you take me out of here, you also have no options. Because my men ( Dan saat kau membawaku keluar dari sini, kau juga tidak punya pilihan. Karena orang-orangku )-“


“Your men....”


Putra menukas Jaeden yang masih melanjutkan cerocosannya itu.


BANG!


BANG!


BANG!


BANG!


Namun suara tembakan yang bersahutan terdengar sebelum Putra menyelesaikan kalimatnya.


“Heem.”


Putra berdehem kemudian.


“Handcuff him ( Borgol dia )....”


“Yes, Boss.”


Tiga orang anak buah Putra itu menyahut sigap, menanggapi perintah Putra yang segera mereka laksanakan-----yakni memborgol Jaeden.


Yang mana orangnya terkekeh pongah dengan menatap remeh pada Putra. Lalu Jaeden berucap, “Seems that my men is already start the party with your men if you have some more down there than these three morons ( Sepertinya orang-orangku sudah memulai pesta dengan orang-orangmu jika kau memiliki beberapa lagi dibawah selain tiga orang bodoh ini )....”


“Heh.... Just make sure that your heart is okay, because I will very dissapointed to God if he took your life before I torture and give you so much pain just like what you did to Rery, Madelaine and Anthony ( pastikan saja jantungmu aman, karena aku akan sangat kecewa pada Tuhan jika ia mengambil nyawamu sebelum aku menyiksa dan memberikanmu penderitaan yang teramat seperti yang telah kau lakukan pada Rery, Madelaine dan Anthony )....”


Putra berucap setengah menggumam sembari ia tersenyum miring.


“Take him. I want to see his men ( Bawa dia. Aku ingin dia melihat orang-orangnya )”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini....


“Open your eyes, m*therfucker---Recognized those dead bodies ( Buka matamu, keparat--- Mengenali jasad-jasad itu )? -”

__ADS_1


“What –“


“And look around you. Your men you said ( Dan lihat sekelilingmu. Orang-orangmu kau bilang ), huh?”


“.......”


“I bet you are that so stupid cannot realized if those bodyguard of yours, they’re all dead ( Aku bertaruh jika kau memanglah sebodoh itu sampai tidak menyadari jika para bodyguard mu itu, mereka semua sudah mati )”


Putra memandang hina pada Jaeden yang nampak masih sibuk dengan keterkejutannya melihat beberapa jasad yang adalah orang-orang yang tadi datang bersamanya---sambil Putra berbicara itu.


Dimana di ujung bawah tangga, memanglah sudah terkapar beberapa orang yang telah di tembak mati oleh Yona dan beberapa anak buah Putra lainnya.


Sementara para bodyguard Jaeden pada mansion milik Kingsley Smith telah juga kesemuanya dihabisi lebih dulu oleh Yona bersama para anak buah Putra lainnya, termasuk yang selama ini menyamar dan membaur dengan para bodyguard Jaeden.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Putra menyeringai melihat ekspresi Jaeden yang nampak terkejut dengan apa yang matanya dapati itu.


Wajah Jaeden yang nampak pias memandangi jasad-jasad yang ia kenali sebagai orang-orang yang datang bersamanya beberapa saat yang lalu, merupakan hiburan tersendiri bagi Putra.


"Confuse ( Bingung ), huh?.. why they're look like yours? ( kenapa penampilan mereka nampak seperti orang-orangmu? ).." tunjuk Putra ke beberapa pria berpenampilan jelas sebagai bodyguard.


"They're -"


"Are our men ( Adalah orang-orang kami ).."


"How -"


"How can be? ( Bagaimana bisa seperti itu? ).."


Putra terus saja menukas ucapan Jaeden yang masih kiranya nampak sangat terkejut dengan keadaan sekarang.


"Just one answer ( Hanya ada satu jawaban ) -"


"Because you are a dumbass ( Karena kau seorang bodoh dungu ) -"


"Indeed ( Benar sekali )" tukas Putra yang menimpali celetukan Accursio yang mengolok Jaeden.


Dimana selanjutnya, Putra dan Accursio terkekeh sinis bersama juga dengan Yona, sambil memandang sangat remeh pada Jaeden yang wajahnya sudah pias.


Putra sendiri yang telah berdiri miring di tengah susunan anak tangga, melirik ke arah Jaeden yang nampak sedang hilang kata itu.


"Rich guy wannabe ( Orang kaya baru ) .."


Putra yang sedang melirik Jaeden itu berucap .


"Just thinking how to collect money and conquer Kingsley's and Rery's also their family wealthy without pay attention to around you ( Hanya memikirkannya cara mengumpulkan dan merampas harta Kingsley, Rery serta keluarga mereka tanpa memperhatikan sekelilingmu ) .."


"......."


"You're too naive ( Kau begitu naif ), Jaeden Zepeto."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Putra masih memandang remeh dan hina selain sinis pada Jaeden yang masih diam menatapnya.


Sudah muak sebenarnya Putra pada pembunuh Rery berikut istri dan banyak saudara Putra yang pro pada Rery.


Namun Putra harus menyabarkan dirinya yang sudah gatal ingin menyiksa fisik Jaeden lalu menghabisinya dengan cara yang paling menyakitkan, karena Putra ingin melihat Jaeden hancur terlebih dahulu secara mental, hingga pria itu merasakan penyesalan tak berujung sampai Putra memberikan ajal bagi pria itu.


Lalu melihat Jaeden merutuki dengan sangat kenaifan dan kebodohannya sendiri. Yang sebentar lagi akan kian Putra lihat hal itu, setelah nanti ia akan menunjukkan sesuatu pada Jaeden yang pasti akan membuat pria itu amat sangat terperangah saking terkejutnya.


" And that is your big mistake, beside your stupidity ( Dan itu adalah kesalahan terbesarmu, selain kebodohanmu)...."


Putra meneruskan ucapan yang sebelumnya.


"Of A greedy until you don't realized if half or your men in this mansion are replaced already ( Dari sebuah keserakahan hingga kau tidak menyadari jika setengah dari orang-orangmu di mansion ini telah tergantikan) -"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Putra memberikan penekanan pada setiap ucapannya ke Jaeden.

__ADS_1


"And you also choose the same stupid allies just like you ( Dan kau memilih sekutu yang juga sama bodohnya denganmu )"


Kembali Putra menekankan ucapannya pada Jaeden dengan remeh dan sinis, selain kalimat olokan yang juga keluar dari mulut Putra teruntuk orang yang menjadi sumber dendam terbesarnya.


"And half of them are dead, which rest already been fated that they're have no faith of future ( Dan setengah dari mereka sudah mati, dimana setengahnya sudah ditakdirkan untuk tidak memiliki takdir di masa depan )"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"How pity ( Kasihan sekali )"


Putra menuntaskan olokannya pada Jaeden.


"Clean all of this, make everything just like before those here ( Bersihkan semua ini, buat semua seperti sedia kala )"


"And what should do with these bodies? ( Lalu jasad-jasad ini mau diapakan? )--"


"Call Holmes or his son ( Hubungi Holmes atau anaknya )"


"Okay."


Yona yang sebelumnya menimpali perintah Putra dengan bertanya soal jasad-jasad sekutu Jaeden itu kemudian menyahut sigap setelah mendapat jawaban tegas dari Putra.


"Take him ( Bawa dia )..." kemudian Putra bersuara lagi dengan matanya yang tertuju kepada tiga anak buah yang sedang menjaga ketat Jaeden.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"I want to show you another stupidity you have ( Aku ingin menunjukkan kebodohanmu yang lain )"


Putra kembali berujar sambil ia kemudian mengayunkan langkahnya menuju ke satu arah yang berada di lantai bawah mansion Kingsley Smith tersebut.


Yang mana ucapan Putra barusan itu ditujukan untuk Jaeden. Dimana Jaeden kemudian langsung di dorong kasar oleh salah seorang anak buah Putra yang sedari tadi menjaganya dengan ketat itu.


Jaeden yang sudah tak banyak bicara selepas kenyataan yang ia dapatkan beberapa saat lalu itu tak punya pilihan untuk mengikuti dan patuh, mengingat dia sendirian sekarang di mansion yang selama ini ia kuasai dan gadang-gadangkan sebagai miliknya setelah membunuh Kingsley Smith.


Bahkan Jaeden tidak melihat para maid ilegal yang ia pekerjakan di mansion tersebut menggantikan para maid lama yang juga sudah dihabisi oleh anak buah Jaeden dibawah perintahnya.


Jadi Jaeden memang tidak punya pilihan untuk manut pada Putra sekarang ini yang entah mengapa masih membiarkannya hidup.


Tangan yang terborgol, lalu tiga orang yang ketat menjaganya lewat pandangan mata dan sikap sigap dengan senjata api di tangan ketiganya, belum lagi Accursio yang berada di belakangnya.


Dengan juga beberapa anak buah lain di belakang Accursio. Sungguhlah membuat Jaeden tiada daya dan upaya untuk melarikan diri dari Putra dan orang-orangnya saat ini. Namun begitu, mata Jaeden sesekali melirik keadaan sekitarnya untuk mencari celah agar dapat kabur.


'Rery's room ( Kamar Rery )? ..'


"Excuse me to enter your room ( Aku permisi untuk memasuki kamarmu ), Rery."


Lamunan Jaeden dan pemikirannya untuk mencari celah kabur seketika teralihkan saat ia mendengar Putra yang nampak menggumam itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Putra sedikit terbawa perasaan ketika sudah berada di depan kamar seseorang yang begitu berarti dengan arti tersendiri bagi Putra atas kehadiran seorang Rery dalam hidupnya.


Dan kamar Rery tersebut tentunya membuat Putra mengingat kembali segelintir kenangan saat ia dan Rery masih hidup damai dalam mansion tersebut sebelum kedatangan Jaeden.


Enggan rasanya Putra memasuki kamar almarhum orang yang sudah memperlakukannya dengan sangat baik seperti adik kandungnya sendiri. Sungkan lebih tepatnya, walau Rery telah tiada.


Namun ada sesuatu yang ingin Putra tunjukkan pada Jaeden di kamar salam paviliun istimewanya Rery itu. Yang Putra yakini jika apa yang akan ia tunjukkan pada Jaeden dalam kamar tersebut, pastilah akan membuat Jaeden sangat terkejut.


Lalu Jaeden pasti akan habis-habisan merutuki dirinya sendiri setelah Putra menunjukkan sesuatu yang ada di dalam kamar Rery tersebut. Yang seharusnya jika Jaeden lebih teliti, Putra rasa Jaeden tidak akan sampai mengejar dan membunuh Rery.


Tapi tidak tahu juga. Karena atas nama orang tamak, segala hal yang bahkan sudah jauh berlebih dari orang lain akan dirasa selalu kurang. Dan meski jika Jaeden tahu mengenai hal yang akan Putra tunjukkan padanya ini, Putra rasa Jaeden tetap akan memburu Rery atas kecemburuannya pada segala hal yang Rery miliki.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara Putra telah membuka lebar-lebar pintu kamar lama almarhum Rery saat sang tuan yang sudah merangkap sahabat dan saudara itu masih menempatinya.


"Seems that you'd already messed up this room before, m*therfucker ( Sepertinya kau sudah mengacak-acak kamar ini sebelumya, keparat ) ...."


Putra berucap sambil menahan geramnya pada Jaeden ketika melihat keadaan kamar Rery yang sedikit berbeda dari yang sebelumnya Putra ingat.


"But seems you haven't found something very precious in this place ( Tapi sepertinya kau belum menemukan sesuatu yang sangat berharga di tempat ini )-"

__ADS_1


...----------------...


...To be continue........


__ADS_2