LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 400


__ADS_3

Happy reading .....


*******************


“Take a good care of your two Mommies and the baby inside Mama Gadis’s belly, okay? ( Jaga dua ibumu dan bayi di dalam perut Mama Gadis, oke? )"


“Sure I will ( Tentu saja aku akan menjaga mereka ), Papa!.. Without you ask me that, I will always take a good care of them while you’re not around ( Tanpa Papa meminta itu padaku, aku akan menjaga mereka saat Papa tidak disini )”


“Well, how proud I am to you, then ( Wah, betapa bangganya aku padamu, kalau begitu )..”


“Of course you have to ( Tentu saja Papa harus bangga padaku )..”


---


“By the way, Papa –“


“Yes, Anth?”


“Why you, Daddy Dami and Padre don’t use the plane that we used when we’re got here for the first time ( Kenapa Papa, Daddy Dami dan Padre tidak menggunakan pesawat yang kita gunakan saat pertama kali kita datang ke sini )?”


“It only used for something very urgent ( Itu hanya akan digunakan untuk sesuatu yang sangat mendesak ), Anth..”


“I see ( Oh seperti itu )”


“Is there anything that you want to ask ( Ada lagi yang ingin kau tanyakan )? –“


“No, Papa..”


“Alright then.”


---


“Kalau begitu, aku berangkat sekarang ya Gadis? –“


“Iya. Hati-hati –“


“Pasti –“


“Jika memungkinkan, saat kamu sampai di Inggris nanti, langsung menghubungiku ya?”


“Iya istriku sayang.”


****


Indonesia,


‘Putra ini..’ Gadis yang sedang membatin. ‘Menghubungiku hanya sekali saja..’


Gadis juga sedikit bersungut.


‘Apa dia tidak berpikir jika aku merindukannya?.. bahkan rinduku berkali lipat sekarang karena anak kami ini..’


Masih menggerutu, padahal baru beberapa jam yang lalu dia bicara dengan Putra di telepon.


‘Dasar Papa Putra tidak peka!’


Lalu Gadis menghela nafasnya dengan sedikit berat.


‘Eh tapi kita tidak boleh seperti ini ya, Nak?’


Gadis lalu sedikit menunduk dan tersenyum sambil mengelus perutnya.


‘Papa Putra kan sedang menyelesaikan urusannya? Dan urusannya itu menyangkut masa depan dan kebahagiaan kita juga. Lebih baik kita doakan agar Papa Putra segera pulang kesini dalam keadaan baik-baik saja.’


****


“Gadis –“


“Eh, Bru.”


“Feeling nauseous ( Merasa mual )?..”


Bruna yang datang ke tempat Gadis yang sedang duduk sendirian di halaman belakang villa mereka itu bertanya seraya ia mengambil duduk di dekat Gadis.


“Just a little bit. But only this morning ( Hanya sedikit. Tapi hanya pagi tadi )” jawab Gadis. “Dan tidak lama..”


Bruna yang sudah mengerti Bahasa Indonesia atas dirinya yang cepat mempelajari ragam hal itu mengangguk paham setelah mendengar satu kalimat Gadis yang menggunakan bahasa tersebut.


****


“Because I’m sure, that Putra is.. a.. the one.. who feel.. feel ( Karena aku yakin, kalau Putra yang.. yang.. merasakan.. merasakan )..”


Gadis lalu bicara dengan terbata pada Bruna.


‘Tadi mual yang Bruna katakan itu apa ya Bahasa Inggrisnya?..’

__ADS_1


Gadis bermonolog dalam hatinya kemudian.


Meski ia cukup paham Bahasa Inggris, namun kepahaman Gadis terbatas pada kata-kata standar yang biasa dipergunakan sehari-hari, itupun jangan ucapan yang panjang.


****


‘Ck. Aku harus belajar Bahasa Inggris lagi dengan lebih terperinci saat Putra kembali nanti. Bruna dan lainnya terkadang menyebutkan kata-kata yang bahkan aku belum pernah dengar sebelumnya.’


Gadis yang masih bermonolog dalam hatinya, dengan wajah yang sedikit bersungut. Dan itu tidak luput dari perhatian Bruna. Hingga satu saudari Putra itu mengulum senyum gelinya melihat ekspresi Gadis.


“Nauseous ( Mual )”


Bruna lalu bersuara.


“That word that you want to say right ( Kata itu yang ingin kamu ucapkan bukan )?..”


Setelahnya Bruna memandang Gadis dengan tersenyum.


Lalu Gadis pun cengengesan agak salah tingkah.


****


“I really need to study English more and more, because there are so much difficult words that you and the others usually use ( Aku harus lebih giat belajar Bahasa Inggris, karena banyak sekali kata-kata susah yang sering kamu dan lainnya gunakan )..” keluh Gadis.


Bruna pun tersenyum lagi.


“Don’t you mind about that ( Tidak perlu kamu pikirkan soal itu ), Gadis”


“But I will look stupid if I don’t know that difficult words and I will make all of you feel ashame ( Tapi aku akan terlihat bodoh kalau aku tidak tahu kata-kata sulit itu dan aku akan membuat kalian merasa malu )”


****


“Never think like that ( Jangan pernah berpikir seperti itu ), Gadis –“


“But –“


“Putra will be upset if he hear that.”


( Putra akan kesal jika mendengarnya )


Bruna kembali berujar.


Mengingatkan Gadis tentang salah satu sifat Putra.


“You know that Putra hates if you humbled yourself ( Kamu tahu Putra benci jika kamu merendahkan diri kamu sendiri )..”


Gadis lalu menghela nafasnya sedikit berat, dan mengangguk kemudian.


Bruna mengelus lengan Gadis.


“We proud, beside very happy to have you in this family ( Kami bangga, selain bahagia memilikimu di keluarga ini ), Gadis..”


Sambil Bruna berkata lembut. Dan Gadis pun tersenyum sama lembutnya pada Bruna.


“Thank you, Bruna.”


“Don’t mention it ( Tidak perlu berterima kasih begitu )”


Bruna menanggapi ucapan terima kasih Gadis padanya itu.


“I say thank you, because all of you want to accept me in this family ( Aku berterima kasih, karena kalian semua mau menerima aku di keluarga ini )..”


“How can we don’t accept a beautiful and kind woman like you, who also sincere ( Bagaimana kami tidak menerima wanita secantik dan sebaik kamu, yang juga tulus ), Gadis?..”


“Iiiihhh..” sahut Gadis yang kemudian nampak agak tersipu karena kalimat Bruna yang berupa pujian itu. “You make me fly ( Kamu buat aku terbang saja ), Bruna,” tambah Gadis. Dan Bruna terkekeh kecil.


“However, Gadis..“ kata Bruna selepas ia terkekeh.


“Iya, Bru?..”


“Me and Garret are about to go to see some of gardens this noon. And from what I heard, that place is quite far from here ( Aku dan Garret akan pergi untuk melihat beberapa perkebunan menjelang sore nanti. Dan dari apa yang aku dengar tempatnya agak sedikit jauh dari sini ) –“


“May I go too ( Aku boleh ikut juga tidak )?” tukas Gadis.


Bruna mengulum senyum.


“I just about to ask you if you want to go with us ( Aku baru saja ingin bertanya apakah kamu ingin ikut bersama kami )”


Lalu Gadis pun menampakkan cengirannya, merasa sedikit tidak enak karena menginterupsi ucapan Bruna yang tersenyum geli melihat cengiran Gadis dengan mengucapkan maaf karena telah memotong ucapan Bruna.


“I become chatty since pregnant ( Aku menjadi cerewet sejak hamil )”


Gadis yang sadar diri.


“The baby’s father is chatty remember ( Ayah bayi itu kan memang cerewet kan )?”

__ADS_1


Bruna pun menimpali ucapan Gadis, dimana mereka kemudian membicarakan Putra setelahnya.


‘Ah aku jadi merindukan Putra lagi, kan?..’


Gadis lalu membatin sendu, lalu menghela nafasnya macam sedang merasakan lelah hati.


“Missing him, hem ( Merindukannya ya )?”


Bruna yang melihat perubahan wajah Gadis yang menjadi agak sendu itu berujar dengan dugaannya.


Gadis pun mengangguk polos, dan Bruna tersenyum lagi.


Lalu mengelus pundak Gadis kemudian. “Beside become more chatty, you become more emotional ( Selain menjadi lebih cerewet, kamu juga menjadi gampang terbawa perasaan ), hm?..” kata Bruna kemudian karena melihat mata Gadis yang juga agak berkaca-kaca.


“I am..”


Gadis menyahut sambil mengangguk polos sekali lagi.


“Don’t worry, he’ll be home soon ( Jangan khawatir, dia akan segera pulang )..”


Gadis lalu mengangguk setelah mendengar perkataan Bruna yang nampak yakin dengan apa yang ia katakan.


“In a good condition ( Dalam keadaan baik-baik saja )..” kata Bruna lagi. “Trust me..”


Sekali lagi Gadis pun mengangguk mengiyakan ucapan Bruna. Dengan hatinya yang merasa lega karena ia percaya ucapan Bruna, yang pastinya tahu betul kemampuan salah satu saudara angkatnya itu dalam menjaga dirinya sendiri.


****


“Bru,” panggil Gadis pada Bruna yang duduk bersamanya di kursi penumpang belakang mobil, ketika mereka bersama Garret dan Anthony akan pergi ke tempat yang merupakan perkebunan---seperti yang sempat Bruna katakan pada Gadis beberapa jam sebelumnya.


“Yes?..” tanggap Bruna.


“Perkebunan---eum, gardens, I mean –“


“Bicara saja dengan Bahasa Indonesia, Gadis..”


Garret yang menyambar untuk bicara itu, ketika Gadis meralat ucapannya dengan bahasa Indonesia.


“I quite understand ( Aku cukup mengerti ), hanya belum fasih untuk terbiasa menggunakannya saja.”


Garret yang duduk di kursi penumpang depan bersama Anthony itu menyambung kalimatnya. Dia sangat intens belajar Bahasa Indonesia belakangan ini.


Lalu atas dasar dirinya memang cepat belajar jika itu menyangkut sebuah bahasa satu bangsa, Garret tidak menemui kesulitan yang berarti. Hingga dia sudah mampu berbicara dengan Bahasa Indonesia, walau terkadang masih terbata.


“Bru also more understand about your language now. And if there are some words that she doesn’t understand, I’ll explain to her ( Bru juga sudah lebih mengerti tentang bahasa kamu sekarang. Dan jika ada beberapa yang tidak dia mengerti, aku yang akan menjelaskan padanya )..”


Gadis pun menyahut mengiyakan ucapan Garret tersebut.


****


“What did you want to say before then?”


( Apa yang tadi ingin kamu katakan sebelumnya? )


Bruna kemudian angkat suara setelah Garret selesai berkata.


“Tidak Bru, aku hanya ingin bertanya saja,” sahut Gadis. “Daerah tempat perkebunan yang kamu bilang itu, di daerah mana?”


Gadis bertanya kemudian.


“Ala something?..”


Bruna menjawab sambil mengendikkan bahunya.


“Alamendah? –“


“Ah ya! It is! Right, Gar?”


Bruna menukas ucapan Gadis, sambil bertanya untuk lebih meyakinkan pada Garret.


“Yes it is ( Iya benar )” tanggap Garret.


“You know that area ( Kamu tahu daerah itu )?..” Bruna kembali beralih kepada Gadis.


Gadis mengangguk pelan.


“That.. my village ( Itu.. desaku ) ..”


Gadis menjawab pertanyaan Bruna dengan suara yang agak samar.


Dengan ketakutan yang menyelinap di dalam hatinya. ‘Bagaimana jika aku bertemu dengan Ibu dan saudara tiriku itu?..’


********


To be continue.....

__ADS_1


__ADS_2