LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 287


__ADS_3

Noted: Baca dulu episode sebelum memberikan LIKE / COMMENT ( jika berkenan ).


Terima kasih masih setia.


***


Happy reading..


Salisbury, Inggris...


“Can you get information about that Thom ( Apa kau bisa mendapatkan informasi tentang itu Thom )?”


Putra dan mereka yang bersamanya pada Mansion lama milik Putra dan almarhum kedua orang tuanya kini sudah berkumpul kembali setelah mengistirahatkan diri mereka setelah kembali dari London.


Thomas mengangguk. “But I need picture ( Tapi aku membutuhkan foto ), Boss ...”


Putra yang kini sedang berada dalam ruang makan Mansion bersama yang lainnya untuk mengisi perut mereka itu nampak berpikir. Lalu Putra beralih pada Hizkia.


“Do you know how to get it ( Apa kau tahu bagaimana mendapatkannya ), Hiz?”


“That kid doesn’t live with his father ( Anak itu tidak tinggal bersama ayahnya )?”


Hiz menjawab pertanyaan Putra.


“From what I’ve know, No. Jaeden will make an announcement of his first kid, in the celebration that he wants to hold ( Dari apa yang aku tahu, Tidak. Jaeden akan mengumumkan tentang anak pertamanya itu, pada perayaan yang akan dia selenggarakan )”


“Well it’s hard to get a picture of that kid then ( Kalau begitu sulit untuk mendapatkan gambar anak itu )” tukas Damian. “But maybe, as a father, he must had a picture of his kid right ( Tapi mungkin, sebagai ayah, dia pasti memiliki gambar anaknya bukan )?” tambah Damian.


Dan mereka yang bersama Damian pun manggut-manggut selepas mendengar ucapan pria itu.


“So it means, could be that kid’s photograph is in Rery’s Father Mansion ( Jadi itu artinya, bisa saja foto anak itu ada di dalam Mansion milik ayahnya Rery )?”


“Then we need to search it there right away ( Kalau begitu kita perlu mencarinya disana dengan segera )” tukas Putra. “We need to get in at Kingsley’s Mansion ( Kita perlu masuk ke Mansion milik Kingsley )” tambah Putra.


Dan semua yang bersama Putra pun segera menoleh ke arahnya.


“Are you sure about that ( Apa kau yakin dengan itu )?” Damian memastikan.


“Yes.”


Putra menjawab dengan nada dan sikap yang santai saja.


“If you said so ( Jika kau berkata begitu ) ---“


“Plan ( Rencana )? ---“


Damian menanggapi jawaban Putra dengan sikap ‘Ya sudah’.


Lalu Garret yang juga sama halnya dengan Damian-dimana ia berpikir kalau Putra sudah mengambil keputusan, hal itu biasanya sudah tidak bisa diganggu gugat. Jadi Garret tidak akan menyergah. Diapun memilih akan ikut saja rencana Putra.


Toh Putra sudah pasti telah memikirkan matang-matang setiap hal yang ingin dan akan dilakukannya,


“Well ( Begini ) ---“


“Wait ( Tunggu )”


Hizkia menyambar saat Putra hendak bicara.


“What’s is it ( Ada apa ), Hiz?”


“Wait here ( Tunggu sebentar ) .....” jawab Hiz.


Dan Hiz bangkit dari duduknya.


Putra dan empat pria yang bersamanya kemudian saling lempar tatap.


***


Hizkia bangkit dari duduknya dan nampak melangkah cepat keluar dari ruang makan dalam Mansion lama putra, setelah ia menyambar seraya menyergah ucapan Putra yang ingin menjelaskan rencananya untuk mendapatkan foto dari anak pertama Jaeden. Karena Putra menginginkan informasi tentang anak tersebut.


Hizkia kembali lagi ke ruang makan pada Mansion lama Putra setelah beberapa menit kemudian, dengan sebuah map di tangannya.


“Here ( Ini )” ucap Hiz seraya ia memberikan map yang ia bawa itu kepada Putra. “I ever asked someone to take some pictures of Kingsley’s Mansion and write any information that connected with that ( Aku pernah menyuruh seseorang untuk mengambil beberapa gambar Mansion milik Kingsley dan mencatat segala informasi yang berhubungan dengan itu )”


“........”


“I was focus to what Jaeden did and people that he met regarding his business ( Aku hanya fokus pada apa yang Jaeden lakukan dan orang-orang yang ia temui dimana berhubungan dengan bisnisnya )”

__ADS_1


Putra membuka map yang diberikan Hizkia padanya, sambil mendengarkan ucapan pria itu yang sedang menerangkan sesuatu. Dengan Putra yang juga mulai memeriksa apa yang ada di dalam map yang diberikan Hizkia padanya itu.


“I didn’t pay attention to the information of Jaeden’s personal life, but I remember that my man was ever wrote about that in his report ( Aku tidak memperhatikan informasi soal kehidupan pribadi Jaeden, tapi aku ingat jika orangku pernah menulis tentang hal itu dalam laporannya )”


Hizkia masih berbicara, dengan dia yang kemudian mendudukkan dirinya kembali di tempatnya duduk sebelum ia sempat pergi dari sana sebentar untuk mengambil map yang berisikan beberapa berkas informasi berikut beragam foto.


Putra terlihat sedang melihat beberapa foto di dalam map tersebut selagi Hiz berbicara.


Lalu foto-foto yang telah Putra lihat, ia letakkan di permukaan meja di hadapannya.


“Any of that kid pictures ( Ada gambar dari anak itu )?”


Garret bertanya seraya meraih foto-foto sudah Putra lihat, setelah Putra meletakkan beberapa foto yang sudah ia lihat itu ke atas permukaan meja di dekatnya.


Putra mengangguk samar.


Dan Garret kemudian lebih memperhatikan foto-foto yang sudah ia pegang dan Damian juga turut serta untuk melihatnya.


“Is this boy \, was that mot*er*uck*r’s son ( Apa bocah ini, anak lelaki si keparat itu )?”


Garret memegang satu foto yang sisanya dipegang oleh Damian.


Lalu Garret membalikkan foto yang dipegangnya itu ke arah Putra.


“I believe so ( Aku rasa iya )”


Putra menyahut, lalu Garret membalikkan foto itu lagi dan Damian menyambar foto tersebut dari tangannya.


Damian pun memperhatikan foto tersebut. “His face a little bit blur in this photograph ( Wajahnya sedikit buram di foto ini )----“


Lalu Damian berkomentar.


“And there’s only one of that kid’s face from those photographs ( Dan hanya ada satu foto yang terdapat wajah anak itu dari sekian foto )”


Garret berujar, sambil ia kembali melihat foto-foto yang tadi sudah ia lihat. Damian pun nampak manggut-manggut mengiyakan perkataan Garret.


“Seems that we are have to search that kid photograph in Kingsley’s Mansion. I believe that mot*er*uck*r must be have some at there\, or even maybe he put in the photo frame of happy family.”


( Sepertinya kita memang harus mencari foto anak itu di Mansion milik Kingsley. Aku yakin si keparat itu pasti memiliki beberapa disana, atau bahkan mungkin dia menempatkan di bingkai foto gambaran keluarga bahagia ).


Damian melontarkan cibiran sinis yang ditujukan untuk Jaeden.


“Never ( Tidak pernah )”


“Well\, there’s no other way to get inside Kingsley’s Mansion to search and find that mot*er*uck*r’s son clear photograph\, and find out if that kid is really not live with his father at there ( Kalau begitu, sepertinya  tidak ada cara selain masuk ke Mansion milik Kingsley untuk mencari dan menemukan foto yang jelas dari anak si keparat itu, sekaligus mencari tahu apakah benar anak itu tidak tinggal bersama ayahnya disana )”


Garret kembali bersuara, sisanya manggut-manggut kecuali Putra.


“Since you really curious with that kid ( Sehubungan kau begitu penasaran dengan anak itu )”


Garret kembali bersuara sambil menatap Putra yang tersenyum miring dengan samar.


“Are you going to kill that kid also ( Apa kau juga akan menghabisi anak itu )?” tanya Hizkia.


“Eye for eye ( Mata untuk mata ), Hiz.” Jawab Putra datar. “Eye for eye----“ ulang Putra. “He just need to feel what Anth ever felt and feel ( Dia hanya perlu merasakan apa yang Anth pernah rasakan sampai sekarang )”


Putra berujar datar dan dingin.


“And see his luck later ( Dan lihat keberuntungannya nanti )”


“........”


“Will he lucky to survive like Anth or not ( Apakah ia akan seberuntung Anth untuk bertahan atau tidak )”


Lima orang yang berada di dekat Putra pun diam saja, jika ekspresi Putra sudah sedatar dan sedingin itu.


Terutama Damian dan Garret yang jauh mengenal bagaimana Putra lebih dari tiga lainnya. Jika Damian dan Garret dapat menjadi orang yang tega tanpa memandang gender untuk mereka yang ingin dihabisi jika memang diperlukan, Putra lebih tega dari mereka.


Putra kejam, jika berhubungan dengan sesuatu yang mengusiknya teramat sangat.


Lebih-lebih Jaeden tak hanya sekedar mengusik Putra, namun menciptakan duka yang begitu dalam di hati si ‘Api Hitam’ itu.


Hingga menciptakan dendam yang begitu membara dalam hati Putra pada Jaeden. Dan atas dendam itu, yah siapapun yang berhubungan dengan Jaeden, tidak akan juga Putra lewatkan.


Pria atau wanita, bahkan seorang bocah sekalipun.


Terlebih bocah tersebut adalah anak dari orang yang telah membunuh sahabat yang sudah Putra anggap layaknya kakak kandungnya, yang memperlakukan Putra seperti juga adik kandungnya.

__ADS_1


Yang mana ayahnya tak hanya membunuh seseorang yang Putra sangat kasihi itu setelah orang tuanya, Jaeden juga telah membunuh istri dari pria yang bak seorang kakak bagi Putra, dan mencoba menghabisi Anthony-bocah laki-laki yang sudah Putra anggap sebagai anaknya sendiri dari sejak bocah itu lahir ke dunia.


Jadi jika Putra akan menjadi begitu kejam, apa mau dikata?.


Damian dan Garret hanya dapat memakluminya saja. Begitu kira-kira yang ada dalam pikiran keduanya.


****


Tak ada yang menyergah ucapan Putra yang menanggapi pertanyaan Hiz tentang apa rencana Putra pada anak lelaki Jaeden. Apapun yang nantinya akan Putra lakukan pada bocah lelaki yang kiranya Damian, Garret, Hizkia, Devoss, bahkan Thomas anggap tidak beruntung hidupnya karena menjadi seorang anak dari orang yang mengusik seorang Putra-kelima pria itu hanya dapat memakluminya saja.


Yang mungkin saja, akan dihabisi oleh Putra, atau dibuat menderita hidupnya.


Entahlah-pikir Damian dan empat lainnya. Entah apa yang akan dilakukan Putra pada bocah lelaki yang usianya dua atau tiga tahun diatas Anthony itu, saat ini hanya Putra dan Tuhan yang tahu.


Kelima pria yang bersama Putra itu hanya tinggal menunggu Putra mengeluarkan titahnya saja untuk bagaimana mereka selanjutnya akan bergerak.


“So ( Jadi )---“


Devoss bersuara.


“Are you himself who wants to get in to that Mansion or ( Apa kau sendiri yang ingin masuk ke Mansion tersebut atau )---“


“That kid is not in Kingsley’s Mansion ( Anak itu tidak ada di Mansion milik Kingsley )---“


Putra memotong ucapan Devoss.


Dan didetik berikutnya Putra lanjut bicara.


“I think I know where he is ( Sepertinya aku tahu dimana dia )”


Putra mengambil lagi foto berisikan gambar dimana ada gambar seorang bocah yang diduga kuat adalah anak laki-laki Jaeden yang belum lama terungkap jika Jaeden memiliki seorang anak laki-laki entah dari wanita yang mana. Putra tak mau peduli soal siapa ibu dari seorang bocah yang merupakan anak kandung Jaeden itu, sesuai dengan informasi yang sudah dia dapat sebelumnya.


“Saint Bees,” ucap Putra dengan wajahnya yang terlihat yakin.


****


“What about Gaines ( Bagaimana dengan Gaines )?-“


Damian melontarkan pertanyaan pada Putra selepas mereka selesai membahas tentang anak lelaki Jaeden, dan siapa yang ditugaskan untuk mengambil anak tersebut di daerah yang Putra telah sebutkan tadi. Daerah yang merupakan desa pesisir.


“Later ( Nanti )”


Putra menjawab cepat.


“Let him busy helping that ‘Chicago Guy’ after we screwed his Casino ( Biarkan dia sibuk membantu si ‘Pria Chicago’ setelah kita mengacaukan Kasino pria itu )”


“I’m sure he is ( Aku yakin begitu ) ....” sahut Damian seraya ia mendengus geli.


“If that ‘Chicago Guy’ has a big lost\, then Gaines as that that mot*er*uck*r’s right hand\, which I believe it right\, then it will make him suffer a headache\, regarding that his Boss is not around ( Jika si ‘Pria Chicago’ menderita kerugian yang besar, maka Gaines sebagai tangan kanan si keparat itu, yang mana aku yakini itu benar, maka hal itu akan membuatnya sakit kepala, apalagi Bosnya sedang tidak berada di tempat )”


Putra kembali  berbicara.


“So let Gaines to do what he wants to do, before we surprise him.”


( Jadi biarkan Gaines melakukan apa yang ia kehendaki, sebelum kita memberikannya kejutan ).


“How I’m waiting that moment ( Betapa aku menantikan saat itu )” tukas Damian.


“And I’m waiting the moment we’re finish here then get back home ( Dan aku menunggu saat kita selesai disini lalu kembali ke rumah )”


****


“You guys totally spent a good time at that ‘Chicago Guy’ Casino ( Kalian benar – benar menghabiskan waktu yang menyenangkan di Kasino milik ‘Pria Chicago’ itu ), huh?....” ucap Hizkia, disela mereka berkemas untuk bergegas pergi dari Mansion lama Putra yang berada di Salisbury tersebut.


Hizkia tersenyum lebar saat berkata, melihat banyaknya uang yang di tunjukkan Putra dan Damian, yang mereka dapatkan dari Kasino milik salah seorang sekutu Jaeden yang telah mereka kelabui, sekaligus dibuat sedikit hancur Kasinonya oleh dinamit yang diledakkan oleh Garret.


“You guys totally rob him and Jaeden ( Kalian benar – benar merampoknya dan Jaeden )”


Hizkia kembali berbicara dengan masih tersenyum lebar sambil geleng – geleng, setelah melihat beberapa tas lain yang berisikan uang yang tak kalah banyaknya dari gudang anggur dalam Mansion lama Putra tersebut.


Yang mana uang tersebut memang Putra dan kawanannya ambil dari tempat bisnis si ‘Pria Chicago’ yang sebelumnya telah mereka hancurkan lebih dulu - dimana Jaeden juga mendapatkan imbas dari kerugian yang dibuat oleh Putra dan kawanannya itu, di tiga tempat yang mereka telah hancurkan.


“This is nothing from what they have rob from Rery.... from us ( Ini belum seberapa dari apa yang telah mereka rampok dari Rery.... dari kita ), Hiz....”


Putra bersuara.


“They still owe their lives ( Mereka masih hutang nyawa )------“

__ADS_1


****


To be continue .....


__ADS_2