
Happy reading....
🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀
London, England,
Mobil yang ditumpangi Damian dan Devoss berikut dua anak buah mereka, serta satu pria yang masih belum sadarkan diri itu, telah sampai di dekat sebuah hunian yang tergolong mewah pada suatu daerah di London, Inggris. Namun mobil yang ditumpangi Damian dan Devoss di kursi penumpang belakangnya itu tidak langsung memasuki hunian tersebut.
Ke empat orang yang sadar di dalam mobil itu masing-masing memindai area sekitar hunian dengan mata mereka yang merupakan tempat tinggal dari pria yang sebelumnya telah dibuat tidak sadar oleh Damian dengan memukul keras tengkuk pria yang sudah dianggap sebagai pengkhianat besar oleh Damian dan para saudaranya.
“Make him a little bit more comfy ( Buat dia sedikit lebih nyenyak ), Dev,” ucap Damian pada Devoss dengan segera setelah matanya memindai area sekitar.
“As your wish, Boss ( Sesuai keinginan anda, Bos )”
Devoss pun dengan cepat menyahut. Kemudian Devoss mengeluarkan masker wajah yang kemudian ia kenakan, lalu mengeluarkan sebuah sapu tangan dan sebuah botol kecil dengan cairan bening di dalamnya dari dalam saku mantelnya.
Yang kemudian dibuka tutup botol yang berisikan cairan bening yang adalah obat bius, yang kemudian Devoss tuangkan ke sapu tangan yang sudah juga ia keluarkan dari mantelnya tersebut. Setelah Damian dan dua orang lainnya menutup hidung mereka dengan sapu tangan milik masing-masing.
“Tell one car to get around of his house and clear up any suspicious person ( Katakan pada satu mobil untuk berkeliling di area sekitar rumahnya dan bersihkan jika ada orang yang mencurigakan )“
Damian berucap setelah beberapa saat ia menutup hidungnya dengan sapu tangan yang kemudian Damian lepaskan setelah ia menghitung waktu hawa obat bius sudah tidak mempengaruhi udara di sekitarnya.
“Yes, Boss,” sahut dua orang di kursi penumpang depan, yang kemudian berbicara di alat komunikasi mereka dengan kelompok lainnya setelah Devoss memberikan alat komunikasi tersebut pada anak buah yang duduk di kursi penumpang samping pengemudi.
****
Sementara itu di mobil yang ditumpangi oleh Putra dan Accursio berikut dua anak buah mereka yang lain.
*“**Are you sure that he will go back to Kingsley Smith’s mansion from there?**( Apa kau yakin dia akan kembali ke mansionnya Kingsley Smith dari sana? ) –“-Accursio.*
“Very sure.. Because he has something that become a reason for him to go back there ( Karena dia memiliki sesuatu yang menjadi alasan untuknya kembali ke sana ) –“-Putra.
“Even if he knows that you were there? ( Meskipun dia tahu kau ada di sana? ) –“-Accursio
“He won’t know about it ( Dia tidak akan tahu soal itu ) –“-Putra.
“I’m not sure about that ( Aku tidak yakin akan hal tersebut )---Because we’ve been followed ( Karena kita sedang diikuti )”-Accursio.
-
“But seems that they’re who were inside that car, will be another human with very bad luck today ( Tapi sepertinya mereka yang ada di dalam mobil tersebut, akan menjadi tambahan manusia yang memiliki nasib yang sangat buruk hari ini )”-Accursio.
“They’re mistake following a wrong man ( Kesalahan mereka yang mengikuti pria yang salah )”-Putra.
****
BRAAAKK!!
__ADS_1
Lalu sepersekian detik berikutnya, suara keras seperti sebuah tabrakan hebat terjadi di belakang mobil yang Putra dan Accursio tumpangi.
Putra dan Accursio nampak sama sekali tidak kaget dengan kejadian yang terjadi di belakang mereka, begitu juga dua anak buah yang berada di dalam satu mobil dengan dua tuan besar mereka itu.
“Let me know if we already arrive at Kingsley’s mansion ( Beritahu aku jika kita sudah sampai di mansionnya Kingsley )”
Putra berucap selepas suara keras yang memang adalah sebuah tabrakan yang terjadi di belakang mobil yang sedang ia tumpangi bersama salah satu saudaranya dan dua orang anak buah yang ada di kursi depan.
Setelah suami Gadis itu tersenyum miring dengan matanya yang terpejam selepas tabrakan yang beberapa detik lalu terjadi di belakang mobil yang ia tumpangi.
Sahutan mengiyakan lalu terdengar dari dua anak buah yang ada di kursi depan mobil yang Putra dan Accursio tumpangi itu, atas respons mereka terhadap ucapan salah satu tuan mereka itu yang sepertinya sedikit mengantuk di mata kedua orang anak buah tersebut.
Disaat yang sama Accursio mengulum senyuman sambil dirinya menggumam sambil memandang pada Putra yang sedang memejamkan matanya itu, dimana Putra sedang memikirkan kedua orang yang amat dan paling dicintainya di dunia.
Anthony dan Gadis.
Accursio melirik arloji di pergelangan tangannya selepas ia menggumam.
****
“Better you plumb your sit because we have something in few seconds ( Sebaiknya kau tegakkan dudukmu karena akan ada sesuatu yang mendekat dalam beberapa detik )” ucap Accursio selepas ia melirik jarum jam yang bergerak di arlojinya.
“Heem.”
Putra hanya berdehem malas menanggapi ucapan Accursio barusan. Namun begitu, Putra sudah membuka kedua matanya dan juga menegakkan duduknya.
Lalu sedetik kemudian,
Rentetan peluru terdengar, sekaligus desingan tajamnya terasa dari sisi kiri mobil yang ditumpangi Putra dan Accursio serta dua anak buah mereka.
****
Kembali ke tempat dimana ada Damian dan Devoss disana.
“Tell one car to get around of his house and clear up any suspicious person ( Katakan pada satu mobil untuk berkeliling di area sekitar rumahnya dan bersihkan jika ada orang yang mencurigakan )“
Damian berucap memberikan perintah kepada salah satu anak buahnya yang telah memegang alat komunikasi yang telah diberikan Devoss padanya, ketika mobil yang ia tumpangi bersama Devoss dan dua anak buahnya berikut Gaines yang masih tidak sadarkan diri serta juga diberikan bius tambahan agar pria itu tidak segera terbangun setelah sebelumnya dipukul oleh Damian.
Karena jika Gaines siuman ketika ia sudah tiba di tempat tinggalnya, bisa jadi dia akan berteriak meminta pertolongan sehingga akan dirasa merepotkan bagi Damian dan orang-orang yang menyertainya untuk menyelesaikan urusan dendam pada para pengkhianat yang sudah ditandai baik oleh Putra dan para saudara-saudaranya, juga oleh orang-orang yang berada dipihak Putra dan kawanan.
“Yes, Boss,” sahut dua orang di kursi penumpang depan, yang kemudian berbicara di alat komunikasi mereka dengan kelompok lainnya setelah Damian menurunkan perintah padanya. Sementara Damian dan Devoss sedang merapihkan posisi Gaines yang tadi dibiarkan tersungkur di bawah kaki mereka.
Setelah Damian dan Devoss selesai membereskan posisi Gaines, Damian meminta kedua anak buahnya itu keluar dari mobil dan ia yang kemudian duduk di belakang kemudi mobil milik Gaines sementara Devoss tetap di tempatnya.
****
“Pacificated his place right when I take this car in, and when they were get distract ( Amankan tempatnya disaat aku membawa mobil ini masuk, dan saat mereka teralihkan )” titah Damian pada satu anak buah yang menjadi pemimpin beberapa anak buah yang menyertainya ke tempat tinggal Gaines.
__ADS_1
“Yes, Boss.”
Satu anak buah perwakilan itupun menyahut sigap menanggapi perintah Damian.
Lalu setelahnya bergerak cepat menyampaikan perintah Damian tersebut kepada para rekannya yang tidak pergi menyisir area luar sekitar tempat tinggal Gaines.
“How about the maids, Boss ( Bagaimana dengan para pelayan, Bos )?....”
“Just make them unconsious if they are usual worker ( Hanya buat mereka tidak sadar saja jika mereka hanya pekerja biasa )”
“Yes, Boss.”
****
“Woo, hold on ( Woo, tahan )” ucap Damian ketika ia di todong senjata oleh salah satu dari dua penjaga yang ada di bagian gerbang tempat tinggal Gaines sambil Damian mengangkat tangannya. “We’re just taking you guys Boss home ( Kami hanya membawa Bos kalian pulang )” ucap Damian lagi.
“Get out of ( Keluar dari ) ---“
“Don’t move ( Jangan bergerak )”
Belum selesai satu penjaga rumah Gaines itu bicara pada Damian yang tadinya hendak ia suruh keluar dari dalam mobil begitu juga Devoss yang sama kena todong senjata oleh satu rekan penjaga gerbang Gaines tersebut, anak buah Damian sudah dengan cepat menyelusup dan mendekat ke tempat dua tuan mereka yang sedang di todong senjata api oleh dua penjaga gerbang tempat tinggal Gaines itu.
“Today is your unlucky day, Dudes ( Hari ini bukanlah hari keberuntunganmu, Kawan )....”
“Finish them ( Habisi mereka berdua )”
Damian segera bicara selepas Devoss berucap dengan nada mengejek pada dua penjaga gerbang tempat tinggal Gaines yang senjatanya telah dirampas dengan paksa oleh anak buah Damian dan Devoss.
"But inside ( Tetapi di dalam )"
Damian lalu dengan cepat lagi berbicara setelah menurunkan perintah yang sebelumnya.
“And drag this a$sh0l3 ( Dan seret si brengsek ini )“
Setelahnya Damian menunjuk Gaines yang masih tidak sadarkan diri.
Anak buah Damian dan Devoss yang lengang, menyisir tiap bagian rumah tanpa terkecuali dengan senjata api di tangan mereka.
“Throw away you all guns, or I ask my man to slice you Boss throat ( Buang senjata kalian semua, atau aku akan menyuruh orangku untuk mengiris leher Bos kalian )“ ucap Damian ketika ia sudah berada di pintu utama tempat tinggal Gaines.
Dimana satu orang anak buah Damian dan Devoss tengah memegangi Gaines yang masih belum tidak sadar, dengan sebuah pisau tentara yang satu anak buah duo D itu letakkan dengan sangat dekat di leher Gaines. Lalu menyeringai puas ketika dari arah belakang semua pengawal pribadi Gaines yang ada di dalam tempat tinggal pria pengkhianat itu, dengan cepat dihabisi oleh orang-orangnya.
"Now tight him ( Sekarang ikat dia )" titah Damian pada anak buahnya sambil menunjuk Gaines.
"Waking him up now, Boss ( Bangunkan dia sekarang, Boss )?-"
"Yes please," ucap Damian seraya tersenyum lebar memandang pada Gaines yang telah diikat di sebuah kursi.
__ADS_1
*****
To be continue ...