
Happy reading..
*Pada suatu waktu
“When you are going to marry her? ( Kapan kamu mau menikahinya? ) ..”*
“After you and Ad of course, why?.. ( Setelah kau dan Ad, kenapa memangnya? )”
“Want to know my Idea? ( Mau tahu ideku? )..”
“What idea, Bru? ( Ide apa, Bru? ) ..”
“Your marriage and Gadis .. ( Pernikahanmu dan Gadis ) ..”
“.........”
“Make it in the same day with my marriage and Ad ( Jadikanlah itu dihari yang sama dengan pernikahanku dan Ad )”
“What?! ( Apa?! )”
“Surprise her!.. ( Berikan dia kejutan! )..”
“I’m not sure about that ( Aku tak yakin soal itu )”
“And what makes you feel like that? ( Dan apa yang membuatmu merasa seperti itu? )”
“....”
“Was Gadis has special request about the marriage?.. ( Apakah Gadis memiliki permintaan khusus sehubungan dengan pernikahan? ) ..”
“No ( Tidak )”
“Then? ( Lalu? )”
“I think Bru’s idea is such a good thing ( Aku pikir idenya Bru itu bagus )”
“Ya I think the same way too ( Ya aku juga berpikir seperti itu ) ..”
“Look, Gadis has no family. And her nurses friends will be help in my marriage and Ad ( Begini, Gadis kan tidak memiliki keluarga. Dan teman-teman perawatnya akan membantu di pernikahanku dan Ad ) ..”
“....”
“Than we have to be bother in close time, let’s cut it ( Daripada kita repot dalam waktu yang berdekatan, lebih baik kita pangkas ) ..”
“....”
“Then, you and all of us has a lot of time for our main aim. And in the same way, Gadis already become your wife and Anth will be so much happier. And you can be more calm, don’t you? ( Dengan itu, kamu dan kita semua akan memiliki lebih banyak waktu untuk tujuan utama kita. Dan dalam waktu yang sama, Gadis sudah menjadi istrimu dan Anth akan lebih berbahagia. Dan kau dapat lebih merasa tenang, bukan begitu? ) ..”
“....”
“Your happiness and your focus will walk in the same time ( Kebahagiaan dan konsentrasimu akan berjalan bersamaan )..”
“Agree ( Setuju )”
“Heeemm....”
“I think that sweet thing that you can do for Gadis. Surprise her with a marriage. I believe she won’t refused or run before wedding, when the time is come ( Aku pikir itu suatu hal yang manis yang dapat kau lakukan untuk Gadis. Berikan dia kejutan dengan sebuah pernikahan. Aku yakin dia tidak akan sampai menolak atau lari sebelum pernikahan, jika saatnya tiba nanti ) ..”
“....”
“A little bit shock maybe ( Mungkin sedikit syok saja )..”
“....”
“Just believe me, that is worthed. Don’t you want to marry Gadis as soon as possible? ( Percayalah padaku, itu setimpal. Bukankah kau ingin menikahi Gadis secepatnya? )..
“I am .. ( Iya ) ..”
“Then say yes to my plan ( Maka katakan iya untuk rencanaku )”
“But Gadis has a close friend outside the hospital.. And she must be want them to be attended when she get married ( Tapi Gadis memiliki teman dekat di luar rumah sakit.. Dan pasti dia ingin mereka hadir saat dia menikah ) .. ”
“Tsk. Just meet them and talk about the plan for surprising Gadis ( Tsk. Temui saja mereka dan bicarakan tentang kejutan untuk Gadis ini )”
“....”
“I believe that they will be very happy and willing to help ( Aku yakin mereka akan bahagia dan bersedia membantu )”
“....”
“Then you talk to Neni and all of Gadis’s nurses friends. Which is I’m so sure that they will be very excited for this ( Lalu kau bicara pada Neni dan semua teman perawatnya Gadis. Yang mana aku yakin mereka akan sangat antusias sekali dengan ini )”
“I don’t know ( Aku tidak tahu ), Bru ..”
“....”
“Honestly, I’m quite confuse, and don’t know how to prepare it ( Jujur saja, aku sedikit bingung, dan tidak tahu bagaimana untuk menyiapkan nya ) ..”
“Leave it to me ( Serahkan saja padaku )”
“Yes or no, first ( Iya atau tidak, jawab dulu )”
“Hem, if you say yes, you just do what I told you ( Hem, kalau kau katakan iya, kau hanya melakukan apa yang aku katakan )”
“So, your decision Putra? ( Jadi, keputusanmu Putra? )”
“....”
“Yes or no? ( Iya atau tidak? )”
“Yes ( Iya )”
__ADS_1
*
Saat ini
“You heard what I just said Gadis, you also get marry today..... ( Kamu dengar apa yang baru saja aku katakan Gadis, kamu juga akan menikah hari ini ).....”
‘Oh Tuhan ..... aku mau pingsan!’
Gadis seketika limbung.
“Hey Gadis!”
Bruna segera memekik kecil, begitu mereka yang melihat Gadis nampak limbung di tempatnya.
Bruna memegangi Gadis yang nampak sedikit limbung dengan tangan Gadis yang juga nampak spontan memegang pinggiran meja rias.
“Apakah aku sedang bermimpi?” Gumam Gadis.
“What did you say? ( Kamu katakan apa barusan? )...”
Bruna spontan saja bertanya karena mendengar Gadis menggumam.
“Do you hear what she just said? ( Apa kamu mendengar apa yang dia baru saja katakan? )”
Bruna spontan bertanya pada salah seorang dari staf perias yang berada didekatnya karena Gadis tak menjawabnya.
Gadis nampak tercenung, dengan gurat wajah yang tak percaya campur syok.
“She said if she is dreaming ( Dia bilang apa dia sedang bermimpi ) ...” Kata salah seorang yang mengerti bahasa Inggris.
‘Hihihihi, just like what I thought that Gadis must be get shocked ( Hihihihi, seperti dugaanku kalau Gadis pasti syok )’ Batin Bruna yang merasa geli sendiri.
Bruna mengulum senyumnya, lalu memanggil Gadis yang sedang tercenung karena memang benar Gadis syok saat ini.
“Hey, Gadis ...”
Bruna mengelus lengan Gadis yang sedang duduk terbengong-bengong itu.
“Hey, don’t you feel happy? ( Hey, tidakkah kamu merasa bahagia? )...”
“Bruna ...”
“Yes? ... ( Iya? ), Gadis?”
Gadis sudah tak lagi nampak tercenung sekarang, dan Gadis menatap Bruna dengan tatapan seperti orang yang memelas.
“You just kidding right? ( Kamu hanya bercanda kan? )”
Bruna mengukir sebuah senyuman di wajahnya, lalu ia menggeleng.
“I ... must be dreaming ... ( Aku ... pasti sedang bermimpi ) ...”
Gadis menggumam.
“Hurt? ( Sakit? )”
Gadis mengangguk pelan sembari mengusap lengannya dengan masih tetap menatap Bruna dengan raut wajahnya yang belum berubah.
Bingung, tak percaya, syok dan memelas. Semuanya bercampur di wajah Gadis saat ini.
“It means this is not a dream ( Itu berarti ini bukan mimpi )” Ucap Bruna sembari mengulum senyumnya.
Lalu Bruna menyentuh pelan pipi Gadis dengan tersenyum teduh.
“You and Putra will also get marry today... I’m sorry, because this is my idea to make your wedding and Putra is a surprise for you...”
“( Kamu dan Putra akan menikah hari ini ... Aku mohon maaf karena ini adalah ideku untuk membuat pernikahanmu dan Putra menjadi sebuah kejutan untukmu )...”
Bruna berucap.
“I wish you don’t mind ( Aku harap kamu tidak keberatan )”
“....”
“I really wish that... ( Aku sungguh sangat berharap seperti itu ), Gadis”
“....”
“Because my brother loves you that much and I want both of you are together and marry as soon as possible. Me and others want Putra to be happy, and his happiness beside Anth, is you”
“( Karena kakak lelakiku sangat mencintaimu dan aku ingin kalian bisa bersama dan menikah secepatnya. Aku dan lainnya ingin Putra bahagia, dan kebahagiaan lainnya selain Anth, adalah kamu )”
“*Bruna, I*... ( Aku )...”
“Please don’t refuse, Gadis. You have to see how happy Putra today ( Tolong jangan menolak, Gadis. Kamu harus lihat betapa bahagianya Putra hari ini ) ...”
Bruna kini menjadi khawatir, karena Gadis menundukkan wajahnya dan nampak ragu.
“I know you must be get shocked, but don’t you love my brother and want to marry him too? ( Aku tahu kamu pasti terkejut, tetapi tidakkah kamu mencintai kakakku dan mau menikah dengannya juga? )...”
“I am ( Iya memang )...” Jawab Gadis sembari mengangguk. “And I don’t know what to say now... ( Dan aku tidak tahu harus berkata apa sekarang )...”
“I don’t want to push you, really. But if you refused, I can’t stand if I have to see a dissapointment and sadness in Putra’s face... ( Aku tidak mau memaksamu, sungguh. Tapi jika kamu menolak, aku tidak akan tahan melihat wajah kekecewaan dan kesedihan Putra ) ...”
“Oh Bruna, I don’t know what to say because I’m shocked you know? Very shocked until I don’t know what to say ( Oh Bruna, aku tidak tahu harus berkata apa karena aku sangat syok kamu tahu? Sangat syok sampai aku kehilangan kata-kata ),”
“Oh Gadis ...”
Bruna mengusap lengan Gadis yang tubuhnya sedikit terlihat bergetar saat ini.
“But you must know, that it’s unbelieveable for me... ( Tapi kamu harus tahu, jika ini sukar dipercaya untukku ) ...”
__ADS_1
Gadis mengangkat wajahnya, lalu menatap Bruna dengan mata Gadis yang sudah basah. Mereka yang ada bersama dua wanita itu hanya diam namun menatap haru pada keduanya.
“So unbelieveable, until I don’t know how to describe my happiness right now... ( Sungguh sukar dipercaya, sampai aku tidak tahu bagaimana harus menggambarkan kebahagiaanku saat ini ) ...”
“So it means that you are willing ( Jadi itu artinya kamu bersedia ), Gadis?” Tukas Bruna dengan mata berbinar dan wajahnya yang menjadi sumringah.
Gadis pun mengangguk dan tersenyum sembari mengusap air matanya yang sudah jatuh ke pipi.
“Oh Gadis ...” Bruna segera memeluk Gadis dengan haru dan sebulir air mata bahagianya juga sudah jatuh ke pipi Bruna.
“Thank you ( Terima kasih ), Bruna...” Ucap Gadis setelah ia mengurai pelukannya dan Bruna.
“No Gadis. Thank you”
Bruna menggeleng dan menyahut.
Kemudian senyuman bahagia nan lebar terbit di wajah Bruna.
“Alright, now you continue your preparation, and wear that beautiful wedding dress ( Baiklah, sekarang kamu lanjutkan persiapanmu, dan kenakan gaun pengantin yang cantik itu )”
Gadis mengangguk dengan tersenyum.
“I think you also need to touch up your make up ( Aku rasa kamu harus membetulkan riasanmu ), Bruna ...”
“Ah! You are right! ( Ah! Kau benar! )”
Bruna segera bercermin dan para staff pun tersenyum.
Lalu dengan sigap para penata rias, membetulkan sedikit riasan Bruna dan juga Gadis yang pipinya sempat basah dengan air mata.
Selanjutnya, Bruna memeriksa lagi penampilannya secara keseluruhan dan Gadis kembali di pegang oleh penata rambut agar juga segera siap seperti layaknya Bruna.
***
Damian datang bersama Anthony, Danny dan beberapa pengiring pengantin wanita, yang merupakan teman-teman Gadis yang bekerja sebagai perawat di rumah sakit tempat Gadis pernah bekerja dulu.
Dimana sedikit kebisingan bahagia sempat tercipta, sebelum Damian membawa Bruna keluar dari ruang ganti pengantin wanita tersebut. Diikuti oleh Danny dan para pengiring pengantin.
Pujian datang dari mulut Damian dan Danny serta teman-teman Gadis tersebut pada Bruna dan Gadis, meski Gadis belum memakai gaun pengantinnya. Serta Anthony yang nampak berbinar-binar tentunya.
“You must be very shocked, hem? ( Kamu pasti sangat syok, hem? )”
Damian mengeluarkan godaan pada Gadis.
“Don’t ask... ( Jangan ditanya ) ...” Ucap Gadis sembari geleng-geleng, lalu mereka semua terkekeh.
“Don’t go anywhere okay?. Me or Garret will comeback here to take you after Bru and Ad finish do the solemn promise”
“( Kamu jangan kemana-mana oke?. Aku atau Garret akan kembali lagi kesini untuk membawamu setelah Bruna dan Ad mengikat janji suci )”
Gadis pun mengangguk dan tersenyum pada Damian.
“Okay” Kata Gadis.
“By the way, the man that will become your husband in a few moment, is nervous to hell now ( Ngomong-ngomong, pria yang akan menjadi suamimu dalam waktu yang tidak lama lagi, sudah sangat gugup setengah mati sekarang ) ..”
“Really?.. ( Benarkah? )..” Ucap Gadis seraya bertanya pada Damian yang baru saja memberikannya informasi, tentang siapa lagi jika bukan Putra.
“Hu’um ..”
Damian manggut-manggut.
“Even he’s afraid if you run away, when you know that he will marry today ( Bahkan dia takut kamu kabur, saat tahu jika ia akan menikahimu hari ini ) ..” Kekeh Damian.
Gadis pun terkekeh mendengar penuturan Damian barusan. Lalu tak berapa lama Damian membawa Bruna bersamanya untuk menuju ke altar di mana tak jauh dari ruang ganti pengantin wanita tersebut, Ramone yang akan menjadi pendamping Bruna untuk mengantarnya ke Altar sudah menunggu disana.
***
Mata semua orang tertuju berikut senyuman lebar saat melihat Bruna sudah nampak di lorong Altar beralaskan karpet berwarna merah, dimana di ujung sana, Addison sudah menunggu dengan wajah bahagianya bersama dengan seorang pemuka agama yang akan menikahkannya dengan Bruna.
“How is Gadis? ( Bagaimana dengan Gadis? )”
Putra langsung bertanya dengan berbisik pada Damian, yang sudah bergabung dengannya untuk berdiri sebagai pendamping pengantin pria selepas ia sudah menyerahkan Bruna pada Ramone yang mendampingi Bruna sebagai seorang ayah dari mempelai wanita.
Sementara Anthony berjalan di depan Bruna dan Gadis sembari membawa keranjang berisikan bunga dengan tersenyum lebar dan menaburkan bunga-bunga tersebut setiap ia melangkahkan kaki.
“She .. looks doubted. She even hasn’t wear the wedding dress.. ( Dia .. terlihat ragu. Dia bahkan belum mengenakan gaun pengantinnya ) ..” Ucap Damian dengan suara yang dibuat khawatir sambil tersenyum getir.
Sedikit melirik Putra, sembari matanya juga memperhatikan prosesi upacara pernikahan Bruna dan Addison, lalu Damian sedikit mendekatkan mulutnya di telinga Putra.
“I’m afraid Gadis try to run away .. ( Aku khawatir Gadis mencoba untuk kabur ) ..” Bisik Damian.
Dimana Putra sontak membelalakkan matanya.
“Check if there are any windows in the brides change room, and put a lot of men in in front of the room, and around of this place.. ( Periksa jika ada jendela di ruang ganti pengantin wanita, dan tempatkan banyak penjaga di depan ruangan tersebut, serta seluruh tempat ini ) ..”
Putra yang langsung memanggil Arthur setelah ia mendengarkan ucapan Damian itu, berbicara dengan pelan namun penuh penegasan yang diselimuti kekhawatiran dalam dirinya, jika kekhawatiran Damian soal Gadis mencoba kabur akan terjadi.
Arthur pun menyahut mengiyakan.
“Now Ar! ( Sekarang Ar! )” Perintah Putra dengan tajam, namun dengan nada suara yang sebisa mungkin dia tahan.
“O-okay” Arthur pun langsung bergegas untuk melakukan yang Putra minta.
Sementara tanpa di sadari Putra, Damian dan Danny saling lirik sambil menahan tawa mereka melihat wajah panik dan khawatirnya Putra saat ini, bahkan Putra sudah nampak gelisah.
“You are so lucky that be able to see his stupid face, Dan.. ( Kau beruntung dapat melihat wajah bodohnya, Dan )..”
Damian berbisik geli pada Danny yang benar-benar sekuat tenaga menahan tawanya saat ini melihat wajah Putra yang selalunya dingin dan tegas itu kini sedikit agak pias dan orangnya nampak gelisah.
“What a rare moment ( Sungguh momen yang langka ) ..” Gumam Danny dengan sangat pelan, sambil menahan geli di perutnya.
__ADS_1
***
To be continue ...