
Happy reading...
*************
London, Inggris
Putra memicingkan matanya, saat mobil yang ia tumpangi sudah berada di sebuah jalanan yang membawahi sebuah sungai. Dimana jika dari arah mobil yang Putra tumpangi datang bersama Jules dan satu anak buah lainnya, jalanan tersebut mengarah ke sebuah Menara Jam yang berusia ratusan tahun. “What is it (Kenapa), Boss?”
Devoss yang menyadari jika Putra sedang memperhatikan sesuatu di sebelah kanannya, lantas bertanya pada pimpinannya itu. “Turn around and follow that car (Putar balik dan ikuti mobil itu), Rus!”
Pertanyaan Devoss dijawab Putra secara tidak langsung oleh yang bersangkutan saat Putra meminta anak buah yang mengemudikan mobil yang ia tumpangi itu untuk memutar balik dan mengikuti sebuah mobil bertipe Jgr dengan warna perak keabu-abuan.
**
“Pass that car slowly (Lewati mobil itu dengan perlahan), Rus.” Ucap Putra pada anak buahnya yang berada di balik kemudi. Dan anak buah yang Putra panggil dengan Rus itu menyahut sigap seraya ia mengangguk. Lalu Rus melakukan apa yang Putra perintahkan padanya.
Putra meminta Devoss bertukar posisi, karena ia melihat dari dekat siapa yang berada di dalam mobil yang Putra sedang ikuti dan akan disalip perlahan oleh Rus. Putra sedikit menegakkan tubuh dalam duduknya dan memiringkan posisi, sambil matanya memicing memperhatikan kaca mobil bermerek Jgr dengan warna perak keabu-abuan itu.
Kaca mobil yang sedang Putra telisik orang yang berada di dalam mobil tersebut sedikit gelap dari luar, namun tak segelap kaca mobil yang Putra tumpangi.
“How good are you in driving (Seberapa piawai kau dalam mengemudi), Rus?” tanya Putra pada anak buahnya yang duduk dibalik kemudi itu.
“Tell me what you want me to do, and I will do it with no hesitation, Sir (Katakan padaku apa yang anda ingin saya untuk lakukan dan saya akan melakukannya tanpa keraguan, Tuan)”
Rus menjawab penuh keyakinan, dan Putra menyungging puas.
“Let the Jgr pass us (Biarkan Jgr itu melewati kita)”
Putra memberikan titahnya pada Rus.
Rus pun dengan sigap mengikuti titah Putra.
“Then tailgating after (Lalu ekori setelahnya)”
Putra memerintahkan Rus untuk menempatkan mobil yang ia kemudikan itu dibelakang mobil yang sedang Putra incar itu.
"Hit, when I told you to (Tabrak, saat aku menyuruhmu)"
“Yes, Sir!”
Rus yang paham maksud perintah Putra itu, langsung menyahut sigap, serta bersiap.
**
“It move slower, Sir.”
“(Mobil itu melambat, Tuan)”
Rus berucap, setelah ia selesai melihat pada kaca spion di tengah mobil.
Putra, Devoss, berikut Jules pun spontan menoleh ke arah mobil yang sedang Putra incar itu.
Lalu Putra berdecih sinis. “Get slower too (Melambat juga), Rus...” titahnya kemudian.
**
“Pull over (Menepilah)...”
Putra kembali menurunkan titah pada Rus.
“Yes, Sir—“
“It’s stop (Mobil itu berhenti)”
Devoss berucap, sambil ia menatap ke arah luar jendela mobil belakang.
“Is the person inside know that we’re following so he make that car stop (Apakah orang yang berada di dalam mobil tahu kita mengikuti makanya dia memberhentikan mobil itu)?...”
“I believe not because of that (Aku yakin bukan karena itu)”
Putra segera menjawab pertanyaan Devoss.
“That traitor just can’t hold to get out his junior out of his pant (Pengkhianat itu hanya tidak dapat menahan untuk segera mengeluarkan juniornya dari dalam celana) ---“ ucap Putra.
Devoss manggut-manggut, karena paham maksud ucapan Putra.
“So the target is not alone (Jadi si target tidak sendirian)?” cetus Devoss.
Putra berdehem samar. “Hem ---“
__ADS_1
“Then, what now (Lalu, bagaimana sekarang)?”
Devoss segera bertanya lagi.
“You’re asking (Masih bertanya)?”
Putra menjawab Devoss dengan balik bertanya seraya ia menoleh remeh pada pria yang merupakan orang kepercayaan Ramone itu.
“Ya you want to kill the person behind the wheel of the Jgr ... but there’s also a woman with that person (Iya kau ingin membunuh orang yang berada di balik kemudi Jgr itu ... tetapi ada seorang wanita yang bersamanya) ----“
Devoss menyahut.
“So (Lalu?)”
“Are you let her go or (Apa kau akan membiarkannya pergi atau)----“
“Depend on my mood (Tergantung suasana hatiku)----“
“Alright then (Baiklah jika begitu)..”
“Pull back slowly (Mundur perlahan), Rus.”
“Yes, Sir.“
Rus pun tanpa membuang waktu langsung melakukan apa yang barusan Putra minta ia untuk lakukan.
“And stop right in front of that Jgr (Dan berhenti tepat di depan Jgr itu)---“
“Yes, Sir.“
Rus menyahut sigap.
“Turn off the light (Matikan lampu)”
***
Putra keluar melalui pintu mobil yang ada di sebelah kirinya.
Diikuti oleh Devoss dan Jules, serta Rus. Lalu Putra menyungging miring melihat mobil yang orang didalam mobil tersebut adalah orang yang sedang Putra incar, sedikit bergoyang.
“Too enjoy (Terlalu menikmati) ...”
Devoss menggumam sambil ia memperhatikan apa yang tersaji di balik kaca mobil bermerek Jgr itu, setelah ia dan Putra berada di dekat mobil tersebut.
Yang sedang nampak asing bercumbu, dengan orang yang berada di atas pangkuan dia yang duduk di kursi kemudi-yang adalah seorang wanita, sedang nampak terlihat menaik-turunkan tubuhnya.
“Until he doesn’t realize that the angel of death has nearby (Sampai dia tidak menyadari jika malaikat maut sudah dekat)” sambung Devoss dalam gumaman sinisnya. Putra yang mendengar gumaman Devoss itu menyungging miring.
***
Tok.. Tok..
Devoss mengetuk santai jendela yang berada pada samping kursi kemudi, yang orangnya benar-benar tidak menyadari jika sudah ada beberapa orang yang katakanlah mengepung mobilnya.
Dimana sepersekian detik setelah Devoss mengetuk kaca mobil tersebut, mobil Jgr yang sempat bergoyang itu kembali diam, dengan kaca mobil yang diketuk Devoss kemudian diturunkan dari dalam.
Lalu wajah seseorang yang membuka kaca mobil-yang adalah pengemudi mobil tersebut terlihat oleh Devoss yang sedang berdiri di samping pintu mobilnya itu, terlihat dengan ekspresi ketidaksukaan, sementara wanita yang berada dipangkuannya dengan penampilan yang sudah acak-acakan sedang merapihkan penampilannya, namun tidak beranjak dari posisinya.
“Who the hell are you (Siapa kau sialan)?! ...” Pria yang berada duduk di kursi kemudi mobilnya itu fokus pada Devoss dan langsung menyemprot Devoss dengan pertanyaan bercampur umpatan. Dia tidak menyadari keberadaan tiga orang lainnya yang bersama Devoss dimana ketiga orang itu berdiri diposisi yang berbeda-beda.
Devoss menyungging miring. “Assistance of the the death angel (Asistennya malaikat kematian)..” ucap Devoss kemudian sambil menodongkan ujung laras pistolnya, tepat menempel di kepala si pengemudi Jgr yang wajahnya langsung pucat pasi. Dan wanita yang berada diatas pangkuan pria tersebut juga langsung terkejut dan ketakutan.
“You need to be faster (Kau harus lebih cepat)”
Suara Jules terdengar saat pria yang kepalanya ditodong senjata oleh Devoss itu hendak bergerak ke sebelah kirinya, dimana ada kotak berisikan sebuah senjata api disana. Namun Jules sudah dengan cepat mengambil senjata api tersebut lebih dahulu.
“Please, I don’t have any relation with him. We’re just having fun (Tolong, aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya. Kami hanya bersenang-senang)” wanita yang merupakan partner s3k$ pria pengemudi Jgr itu berucap dengan mengiba pada Jules yang sudah menariknya kasar sampai ia keluar dari mobil.
Wajah wanita tersebut sudah ketakutan melihat wajah Jules yang nampak dingin sambil memeganginya yang juga berontak hendak melepaskan diri. Wanita tersebut baru saja hendak lagi membuka mulutnya, nampak ingin berteriak meminta pertolongan.
Namun ...
Buk ...
Hantaman di tengkuk wanita tersebut membuatnya langsung tak sadarkan diri.
Kemudian tubuh wanita yang sudah lunglai itu dibawa oleh Jules yang segera memasukkannya ke dalam bagasi mobil yang dikemudikan oleh Rus, setelah Rus membantu Jules untuk mengikat tangan dan kaki wanita yang tak sadarkan diri itu, yang juga disumpal mulutnya dengan ikatan kain, lalu di tutup kepalanya dengan kain hitam.
Sementara itu berlangsung, di dalam mobilnya, si pengemudi Jgr itu sudah nampak sengit memandang pada Devoss yang diam setelah mengatakan dirinya adalah asisten dari malaikat maut dan masih menempelkan ujung senjata apinya di kepala si pengemudi Jgr tersebut.
__ADS_1
“Who the hell are you people and what you all want (Siapa kalian sialan dan mau apa)?!---“
Si pengemudi Jgr kembali bersuara dengan mengumpat saat melihat Jules menarik kasar wanita yang bersamanya, hingga tubuh mereka yang masih bertautan intim itu juga terlepas paksa, lalu ia sempat juga melihat partner wanitanya itu telah tak sadarkan diri lalu dimasukkan ke bagasi mobil yang ada di depan mobilnya.
Devoss tak menanggapi pertanyaan pria pengemudi Jgr yang sudah nampak panik dan ketakutan itu.
“DON’T YOU GUYS KNOW WHO I AM (APA KALIAN TIDAK TAHU SIAPA AKU)?!” Kini si pengemudi Jgr itu berteriak pada Devoss, dan hendak melarikan diri ke sisi kursi penumpang yang ada di sebelah kanannya.
Namun niatan si pengemudi Jgr yang sedang ditodongkan senjata kepalanya oleh Devoss itu tidak dapat ia laksanakan. Karena...
Sret!
Kepalanya tertarik kasar kebelakang dengan cepat dan kasar, lalu tertahan di sandaran kursi mobil yang pengemudi Jgr itu duduki.
Yang entah sejak kapan ada seseorang yang telah duduk di kursi penumpang belakang mobilnya, dan kini orang tersebut tengah menjerat lehernya dengan sebuah tali hingga nafasnya terasa sesak.
“I know.” Kata orang yang sedang menjerat leher si pengemudi Jgr tersebut, yang adalah Putra. “I know who are you (Aku tahu siapa kau)---” tambah Putra, yang sudah sedikit memajukan dirinya, lalu berbisik di telinga si pengemudi Jgr yang sedang berusaha keras melepaskan jeratan tali yang kuat di lehernya tersebut.
Si pengemudi jaguar itu mendelik tajam, namun penasaran pada orang yang sedang mencekiknya dengan tali itu. Dan dia berusaha untuk menggerakkan kepalanya untuk melihat orang yang sedang mencekiknya itu-namun tidak bisa, karena kepalanya benar-benar tertahan dengan kuat.
Jadi si pengemudi Jgr itu hanya dapat menggerakkan bola matanya saja, selain tangannya mencengram kuat lengan Putra yang tak kendur kekuatannya dalam menjerat leher si pengemudi Jgr yang wajahnya sudah memerah itu.
“A f*c*in’ traitor (Pengkhianat laknat)..” sambung Putra.
Disaat dimana si pengemudi Jgr itu langsung terlihat nampak syok selain ia sudah kian sulit bernafas, kala dimana Putra berbicara lagi, Devoss membelokkan kaca spion mobil Jgr tersebut hingga pantulan wajah Putra dapat dilihat oleh si pengemudi Jgr tersebut.
“Y-you (K-kau)?!----“
Pengemudi Jgr itu terbelalak.
“Vin-Vinson.. Ju.. nior?..”
“Still remember me (Masih mengingatku), hem?..”
“H-how.. how ----“
“Traitor (Pengkhianat)?”
“Plea-se-I-can-ex-plain ----“
Si pengemudi Jgr itu memohon dengan suara yang sudah terputus-putus.
“Explain everything to Rery (Jelaskan semuanya pada Rery) –“ Putra menyungging miring.
Dan didetik berikutnya..
Sreet!.
Putra menambah tenaganya untuk menguatkan jeratan tali yang ia pegang ke leher si pengemudi Jgr tersebut, yang kemudian berontak kencang, namun bahunya di tahan oleh Devoss agar mobil Jgr tersebut tidak bergoyang dengan kencang lalu menciptakan kecurigaan, meskipun jalanan di sekitarnya nampak sepi.
Si pengemudi Jgr itu mulai menggelepar, dengan kedua tangannya yang kembali dapat meraih lengan Putra mencengkram dan menepuk-nepuk lengan Putra tersebut yang tentunya tidak berarti sama sekali untuk Putra. Jeratan tali yang ia tekan kuat di leher si pengemudi Jgr tetap ketat mengikat leher pria itu.
Bahkan ditiap detiknya Putra makin ketatkan dan ketatkan. Hingga didetik berikutnya, cengkraman tangan pria si pengemudi Jgr itu kian melemah, disusul dengan tubuhnya yang kemudian mengejang lalu benar-benar lunglai di detik berikutnya dengan mata yang terbuka tajam, dan lidahnya yang sedikit terjulur keluar.
Pria si pengemudi Jgr itu telah meregang nyawa di tangan Putra dengan cara yang mengenaskan. Namun begitu Putra belum melepaskan cengkraman atas jeratan tali di leher pria yang sudah tidak bernyawa itu.
“Putra.” Suara Devoss terdengar memanggil Putra. “Putra, he’s dead already (dia sudah mati)” ucap Devoss lagi karena Putra terdiam dengan tangannya yang masih memegang kuat tali yang menjerat leher pria si pengemudi Jgr, padahal pria itu sudah Devoss pastikan benar-benar sudah mati. “Putra.”
“Drowned this traitor with his car (Tenggelamkan pengkhianat ini bersama dengan mobilnya) –“ Putra yang sempat nanar itu kemudian berucap saat ia tersadar dikala Devoss menyentuh lengannya sambil menyebut nama Putra.
Putra melirik sebentar pada pria yang masih ia jerat lehernya dengan tali walaupun pria itu sudah tewas dengan mengenaskan. Baru ia meloloskan tali yang ia pakai untuk menghabisi pria yang tewas dengan ekspresi menyeramkan itu dan mengantongi tali tersebut sambil ia keluar dari mobil yang pengemudinya telah Putra habisi dengan tangannya sendiri itu.
Putra melenggang santai dari dalam mobil Jgr. Namun apa yang Putra lakukan berikutnya membuat Devoss mendelik.
Stab!.
“Just make sure that he really dead (Hanya memastikan jika dia sudah benar-benar mati)”
Putra berucap datar saja setelah menusuk si pengemudi Jgr yang sebenarnya memang sudah tewas itu.
Lalu Putra tersenyum tipis pada Devoss yang sedikit menelan air liurnya karena Putra nampak benar-benar seperti malaikat maut yang tak memiliki ampun, meski pada mayat sekalipun.
“I don’t left any risk (Aku tidak meninggalkan sedikitpun resiko)” ucap Putra santai sambil mencabut pisau miliknya dari dada si pengemudi Jgr, yang kemudian lumuran darah segar dipisaunya itu, Putra usapkan ke pakaian si pengemudi Jgr itu sendiri.
Baru setelahnya Putra berjalan santai ke mobil yang sebelumnya ia tumpangi, sambil kembali mengingatkan jika ia ingin pria si pengemudi Jgr yang telah tewas di tangannya itu di tenggelamkan berikut dengan mobilnya juga.
Devoss membatin sedikit ngeri sambil memperhatikan Putra yang gurat wajahnya nampak biasa-biasa saja setelah menghabisi seseorang, bahkan masih menusuk orang tersebut yang telah tewas hanya untuk memastikan jika targetnya itu benar-benar tidak ada kesempatan untuk hidup lagi.
‘What a creepy man (Sungguh pria yang menakutkan)’
__ADS_1
***
To be continue....