LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 246


__ADS_3

Happy reading....


**********************


Salisbury, Inggris


“Do you think that the m*ther***ker will do when he didn’t find Anth’s body? ( Apa menurutmu yang akan si keparat itu akan lakukan jika dia tidak menemukan tubuh Anth? ) ..”


Damian bertanya pada Putra.


Putra mengangkat kedua bahunya. “But whatever it is, his head will be getting dizzy because of it ( Tapi apapun itu, setidaknya kepalanya akan menjadi pusing karena hal tersebut )” ucap Putra kemudian.


***


“But will he just stay still at Ravenna if he already heard to what already happen in his place at Newcastle? ( Tapi apa dia akan tetap berada di Ravenna jika dia sudah mendengar apa yang telah terjadi pada tempatnya di Newcastle? )”


Devoss yang sedang berada di tempat yang sama bersama Garret dan Damian itu angkat suara sehubungan dengan topik pembicaraan mereka.


“He will come here as soon as possible I’m sure. Regarding to these money ( Dia akan langsung datang kesini secepatnya aku yakin. Sehubungan dengan uang-uang ini )”


Garret yang menanggapi ucapan Devoss yang juga berupa pertanyaan itu.


“Then we have to ‘prepare’ from now ( Maka kita harus bersiap dari sekarang )”


Putra menimpali.


Tiga orang yang bersama Putra itupun manggut-manggut.


“But before, we need to make sure. Wait until Sio give some new information.”


“( Tapi sebelumnya, kita perlu memastikan. Tunggu sampai Sio memberikan informasi terbaru )”


Putra berucap sambil melirik arloji di tangannya.


“I told him to give any kind information before this evening ( Aku mengatakan padanya untuk menyampaikan informasi apapun sebelum sore ini )”  sambung Putra.


***


“Maybe Thom will bring some of information from Sio ( Mungkin Thom akan membawa beberapa informasi dari Sio )” ucap Putra, karena memang Thomas akan langsung menghubungi Accursio setelah pria itu menyimpan uang bagian untuk Bosnya dari Putra.


“Could be ( Bisa saja )” timpal Garret.


“Hopefully good thing ( Semoga saja sesuatu yang bagus )”


Damian ikut menimpali.


Putra pun manggut-manggut santai, lalu berdiri untuk mengambil sebotol minuman beralkohol dari dalam rak pada gudang anggur tempatnya berada saat ini.


Dan setelahnya, Putra melihat-lihat kembali dua peti yang berisikan senjata pemberian Accursio.


***


“Sir ( Tuan )”


Seorang pria datang ke gudang anggur ke tempat dimana Putra, Damian, Garret dan Devoss berada saat ini.


“Yes Richard?”


Putra menyahut, seraya menyebut nama pria yang datang kehadapan-nya itu.

__ADS_1


Pria yang datang kehadapan Putra tersebut adalah salah satu anak buah kiriman Accursio juga, yang semalam ikut serta bersama Putra untuk menghancurkan tempat yang menjadi target mereka.


Dan satu anak buah yang bernama Richard itu baru saja kembali dari Newcastle-kota di mana sebuah bar yang di belakangnya adalah sebuah gudang yang dialokasikan untuk tempat pembuatan dan penampungan zat adiktif yang akan diperjualbelikan-untuk mendapatkan informasi dari kondisi bar tersebut saat ini.


“What you’ve got from there? ( Apa yang kau dapat dari sana? )” tanya Putra pada Richard.


Richard pun mulai mengatakan semua informasi yang ia dapat saat ia mencari tahu tentang informasi terbaru sehubungan dengan target mereka, yang telah mereka hancurkan semalam.


Lalu Putra terlihat manggut-manggut saat Richard mengatakan padanya semua informasi yang telah dia dapatkan dari tempat yang dia datangi tadi, pada sebuah daerah di Kota Newcastle.


“And ‘The Chicago Guy’? ( Lalu si ‘Pria Chicago’ itu? )” tanya Putra lagi.


“I didn’t see him there ( Aku tidak melihatnya disana )”


“Heeem....”


Putra berdehem, kembali manggut-manggut.


Selain, jika wajahnya menggambarkan, bahwasanya Putra sedang memikirkan sesuatu di kepalanya.


“Maybe he’s still in his place at US ( Mungkin dia masih berada di negaranya di Amerika )” timpal Garret.


“Maybe.” sahut Putra. “But who cares? ( Tetapi siapa yang perduli? )” tambah Putra dengan nada suara yang datar.


“But if he’s not in England, I’m sure he will come soon right after he heard about his unshaped place ( Tetapi jika dia tidak sedang berada di Inggris, aku yakin dia akan segera datang tepat setelah dia mendengar berita tentang tempatnya yang sudah tidak berbentuk ) ---“


Devoss bersuara. Dimana Garret dan Damian menyungging sinis kemudian.


“Just one place which unshaped ( Hanya baru satu tempat saja yang tidak berbentuk )” celetuk Putra.


“Right ( Benar ).” Timpal Damian. “We're so kindly by letting the Bar stand still ( Kita masih cukup baik dengan tetap membiarkan Barnya tetap berdiri )”


“Right, with dead bodies and empty safe ( Benar, dengan mayat-mayat dan brankas yang kosong )...”


Garret menimpali, lalu ia terkekeh kecil, begitu juga Damian dan Devoss.


Sementara Putra hanya mengangkat sedikit satu sudut bibirnya dengan ekspresi yang dingin.


***


Beberapa saat kemudian


Thomas yang tadi undur diri untuk menyimpan tas berisikan uang bagian Accursio, lalu menghubungi Bos-nya melalui sambungan telepon rahasia itu telah kembali ke dalam gudang anggur, tempat dimana Putra, Damian, Garret dan Devoss berada, berikut satu anak buah yang tadi menyampaikan informasi pada Putra.


“Any information from your Boss ( Ada informasi dari Bosmu ), Thom? ..”


Putra segera bertanya pada Thomas yang telah mendekat padanya.


“Yes Sir ( Iya Tuan )” jawab Thomas.


“And what’s the information? ( Dan apa informasinya?)”


Putra langsung bertanya lagi pada Thomas.


“Mister Accursio said, that the guy Jaeden already finished at the dock there and left there with empty hand.”


“ ( Tuan Accursio mengatakan, bahwa pria yang bernama Jaeden itu telah selesai di dermaga sana dan pergi dengan tangan kosong )”


Putra pun manggut-manggut setelah mendengar ucapan Thomas. “Then?” kembali Putra bertanya pada Thomas. “He’s still there? ( Dia masih disana? )”

__ADS_1


“Yes he’s still at Ravenna, Sir ( Iya dia masih berada di Ravenna, Tuan )”


Thomas menjawab dengan sigap. Dimana mata Putra langsung terpaku pada wajah Thomas, seperti sedang meminta pembenaran, atau ada sedikit rasa kurang percaya atas apa yang Putra dengar dari Thomas.


‘Fishy ( Mencurigakan )’


Putra membatin.


Dia terdiam, seperti Putra sedang memikirkan sesuatu di dalam kepalanya.


“Don’t see like that mot***fuc**r want to leave Ravenna soon? ( Tidak terlihat seperti dia akan meninggalkan Ravenna dengan cepat? ) ....”


“I don’t know about that further, Sir ( Aku tidak tahu lebih lanjut mengenai hal itu, Tuan ) ....” jawab Thomas.


“Heem ....”


“But Mister Accursio said, that guy seems want to meet a police minister at Ravenna ( Tetapi Tuan Accursio mengatakan, jika pria itu sepertinya ingin menemui pejabat kepolisian di Ravenna )”


Putra kembali terdiam sejenak.


“Sounds fishy, isn’t it? ( Terdengar mencurigakan, bukan begitu? )..”


Ternyata Damian memiliki pemikiran yang sama dengan Putra.


Putra pun manggut-manggut, begitu juga dengan Garret dan Devoss. “You call Hiz ( Kau pergi hubungi Hiz ), Dam.” titah Putra pada Damian yang memang mengenal pria yang Putra sebut namanya tersebut.


“Tell him to come here? ( Memintanya untuk datang kesini? )..” tanya Damian pada Putra untuk memastikan.


“No..”


Putra menjawab cepat.


“Tell him that we will meet him at his home ( Katakan padanya kita akan menemui dirinya di rumahnya )”


Lalu Putra meneruskan jawabannya.


Damian pun mengangguk.


Meski dari pembicaraan sebelumnya tentang hal jika pria yang merupakan bagian dari mereka itu kemungkinan sedang ‘diawasi’ oleh Jaeden yang menugaskan salah satu orangnya untuk itu, namun Damian tidak mempertanyakan alasan Putra akan mendatangi rumah pribadinya Hiz.


Karena Damian paham, jika Putra pasti sudah memiliki rencana di kepalanya, selain Putra pastinya sudah memperhitungkan untuk setiap keputusan dan langkah yang diambilnya.


“While, we will ‘visit’ some of Kingsley Smith loyal family that still breathing until now ( Sekalian kita ‘mengunjungi’ beberapa anggota keluarga setia Kingsley Smith yang masih bernafas saat ini ).....”


Putra bangkit dari duduknya.


***


*To be continue ....



Terima kasih untuk kalian yang masih setia baca dan nunggu update-an karya ini.*


Mohon maaf dua hari kemarin kosong update, karena sedang fokus ke karya othor yang lainnya, yang masih on going juga, sehubungan dengan ‘kejar target’.


Terima kasih sekali lagi, dan harap maklum.


Loph Loph,

__ADS_1


Emaknya Queen.


__ADS_2