
Happy reading ...
🔘🔘🔘🔘🔘
London, England
“COVER ME! ( LINDUNGI AKU! )”
Putra berseru kencang, dan seruan itu tertuju pada mereka yang berada di dekatnya.
Dimana Putra sudah menyiagakan dirinya menggenggam sebuah senapan sub-mesin berpeluru penuh di tangannya.
Dan Damian, Garret serta Devoss pun langsung saling lempar tatap saat Putra telah keluar dari balik pilar tempatnya menamengi diri dan melangkah ke bagian tengah lantai bangunan tempat mereka berada saat ini untuk lebih dekat menghadapi para anggota suatu organisasi yang masih terus berdatangan dari lantai atas tersebut.
Orang-orang yang memang disinyalir adalah para anggota dari komplotan organisasi kriminal yang sarangnya sedang didatangi Putra dan kawanannya itu, memang terus berdatangan dari lantai atas.
Dan diperkirakan memang sangat banyak, karena orang-orang itu terus berdatangan dari arah lantai atas yang diperkirakan ada lima lantai lagi di atas bagian bangunan tempat Putra dan kawanannya berada saat ini.
Dan nampak juga ada beberapa yang kompeten dari para anggota suatu organisasi kriminal tersebut, karena dapat menghindari serangan dari Putra dan kawanannya.
Bahkan mereka masih dapat memberikan serangan balasan ke arah Putra dan mereka yang berada di dekat Putra. Namun begitu, Putra tak terlihat gentar, apalagi panik.
“I won’t waste my time to wait all of them! ( Aku tidak mau menghabiskan waktuku menunggui mereka! )”
Putra menggumam.
“*S*t! ( Sial! )Putra!”
Damian dan Garret mengumpat kecil secara bersamaan.
Karena sesaat setelah Putra mengatakan untuk minta dilindungi, ia sudah keluar dari balik pilar dan berjalan cepat dengan memajukan kakinya ke arah dimana banyak para anggota organisasi kriminal itu berdatangan dari lantai atas.
Putra tak puas hati jika harus terus menunggu musuh mendatanginya, walau balasan akan dapat dia berikan tepat sasaran.
Sedikit banyak Putra memang tak sabar kalau harus membuang waktunya ‘menunggu bola’. Jadi sekarang ia maju, ke arah dimana para anggota organisasi kriminal itu berdatangan dengan menggenggam kuat senjata mesin di kedua tangannya yang sudah siap untuk memuntahkan peluru, saat Putra menekan trigger senapan tersebut.
“What an impatience man! ( Benar-benar pria yang tidak sabaran! )” rutuk Damian yang langsung mengekori Putra saat satu saudara angkatnya yang seolah tidak takut mati itu telah melangkah maju dengan sudah mengokang senjata yang Putra genggam di tangannya itu. Damian diikuti Garret yang melesat juga ke belakang Putra untuk melindungi saudara angkat mereka itu dan berdiri membelakangi Putra bersama Damian.
Meski rasanya musuh hanya datang dari arah depan, namun tetap Damian dan Garret berdiri dengan tubuh serta mata yang waspada ke setiap arah dihadapan mereka. Dan Devoss juga sudah pasang badan di dekat Damian dan Garret dengan sikap waspada juga, seperti kedua orang yang sedang melindungi Putra saat ini. Damian, Garret dan Devoss bergerak begitu gesit dan cekatan.
Dan walaupun ada beberapa anak buah mereka yang berada dalam posisi untuk melindungi mereka yang berada di dalam ruangan, tetap saja kewaspadaan diri sendiri harus selalu dipasang sampai perang peluru ini selesai dengan satu pihak yang tak lagi mampu untuk melawan.
🔘🔘
Sementara itu, Putra yang telah melangkah maju tanpa terlihat ragu apalagi takut, sudah menekan trigger senapan sub-mesin berisikan ratusan peluru yang tak lama muntah dari tempatnya, ke setiap arah dimana Putra mengarahkan senjata tersebut setelah beberapa langkah ia keluar dari balik pilar tempatnya menamengi diri sebelumnya.
Putra langsung menembaki lawan didepannya tanpa ampun.
Jangankan yang berusaha mendekat, bahkan Putra mengarahkan senjatanya ke arah atas dan ke arah tangga secara beruntun.
Seolah Putra sama sekali tak mau memberikan kesempatan bagi mereka yang tersisa di lantai atas untuk sampai ke bawah dan berhadapan dengannya. Karena memang Putra tak mau membuang waktunya lama-lama di sarang organisasi kriminal tersebut, yang disinyalir adalah sekutu dari Jaeden.
Makanya ingin Putra habisi tanpa sisa, segala hal yang menyangkut bala bantuan Jaeden, sebelum yang bersangkutan kembali ke Inggris.
🔘🔘
“Crazy! ( Dasar gila! )” rutuk Damian sambil mendengus geli saat melihat aksi Putra yang memberedel senjatanya dengan membabi buta ke arah lawan tanpa gentar sedikit pun.
Bagaimana tidak gila menurut Damian, jika dengan santainya-meski tangan dan mata serta tubuh Putra bergerak dengan sigap dan seolah terlatih untuk sinkron satu sama lain, berdiri di tengah ruangan, lalu memuntahkan peluru dengan begitu cepat dengan tubuhnya yang bergerak memutar dan melesat dalam sepersekian detik gerakan.
Dan disetiap detiknya, terdengar alunan desingan senjata dari tembakan beruntun dimana suara tersebut didominasi oleh senapan sub mesin yang sedang Putra gunakan. Hingga sampai alunan desingan senjata dari peluru Putra yang bak rangkaian alunan musik itu perlahan meredam hingga berhenti, setelah tidak ada lagi gelagat balasan dari pihak lawan, yang sepertinya telah habis terbantai oleh senjata Putra, yang pelurunya sulit untuk dihindari itu.
Putra mendengus sinis, sambil ia menurunkan senjata yang telah selesai ia gunakan. Lalu ia menyungging miring sambil menatap pada sekelilingnya.
“Totally sick! ( Benar-benar sakit! )” cibir Garret sambil mendengus geli, saat Putra telah selesai membantai tanpa ampun.
“Just shorten time ( Hanya mempersingkat waktu )”
Putra menyahut enteng.
“Let’s go check upstairs maybe we find some good things?!”
( Ayo periksa ke atas mungkin kita dapat menemukan hal-hal yang bagus?! ).
Damian mengusulkan dan Putra pun mengangguk.
🔘🔘
Putra dan Damian menapaki anak tangga, dengan satu dua orang anak buah yang mendampingi mereka berdua, di depan dan belakang Putra dan Damian.
“Not bad ( Lumayan ) ...” cetus Damian saat ia dan Putra serta dua anak buah mereka sudah menapaki tiap lantai untuk memeriksa keadaan.
“Six to four are okay, Sir! ( Lantai enam sampai dengan empat aman Tuan )”
Jules nampak muncul menghampiri Putra dan Damian serta dua anak buah mereka yang sedang berada di lantai tiga bangunan.
__ADS_1
“Anyone left? ( Ada yang tersisa? )”
Putra bertanya pada Jules yang langsung menggeleng.
“No one on that floors Sir ( Tidak ada orang di tiga lantai tersebut Tuan )”
Jules memberikan laporan sesuai dengan pengamatan serta pengecekan yang ia dan beberapa rekannya lakukan, setelah mereka yakin jika pertarungan senjata telah selesai, saat suara desingan senapan tak lagi terdengar.
Jadi Jules dan beberapa rekannya, langsung merangkak masuk dari luar ke bagian atas bangunan. Lalu dengan cepat dan waspada serta cekatan, memeriksa tiap lantai, dari lantai tempat ia dan beberapa rekannya masuki kemudian berpencar untuk memeriksa.
“Heeemmm ...”
Putra berdehem dalam.
“What is it? ( Ada apa? )”
Damian sontak bertanya, karena Putra nampak sedang berpikir.
Putra pun menoleh pada Damian.
“Did you hear what one guy said at front before?”
( Apa kau mendengar apa yang dikatakan satu pria di depan sebelumnya? )
Putra balik bertanya pada Damian.
“He said that the man that I let go must to face their Boss ( Dia mengatakan bahwa pria yang aku lepaskan harus menghadap pada Bos mereka )”
Namun Putra menjawab sendiri pertanyaannya dengan cepat.
“Hemm ... So it means one of those bodies is him? ( Hemm ... Jadi itu artinya dia satu diantara jasad-jasad itu? )” jawab Damian yang paham maksud Putra.
“I doubted it. Be ( Aku meragukannya. Ka ) ---“
Putra sedang menimpali ucapan Damian sambil melayangkan pandangannya.
“Putra!”
Namun sebelum Putra selesai dengan kalimatnya dan dia hendak menyisir lantai tempatnya berada sekarang, suara Garret terdengar dari lantai bawah.
“Better get down here! ( Sebaiknya turun kesini! )” Garret kembali berseru setelah sebelumnya memanggil Putra dari tempatnya berdiri.
Putra pun segera mengayunkan langkahnya untuk turun dari tempatnya berada sekarang dan menghampiri Garret.
“Check every room, and bring it to me if you guys find something interesting ( Periksa setiap ruangan, dan bawakan padaku jika kalian menemukan sesuatu yang menarik )”
“Yes Sir.” Jawab Jules dan beberapa rekannya.
🔘🔘
"We found him try to run from the outside stairs ( Kami menemukannya hendak kabur dari tangga luar )"
Richard memberi laporan.
"Hemm .." sahut Putra dengan deheman saja.
“Let me guess, you’re the Boss ( Biar aku tebak, kau adalah Bosnya )...” ucap Damian saat ia dan Putra telah sampai di tempat mereka sebelumnya berada.
Damian yang maju untuk mendekat pada seorang pria yang ditemukan oleh Richard dan beberapa rekannya yang tadi menyertainya menyisir bagian luar bangunan tempat mereka berada saat ini.
“Who the hell all of you?! ( Siapa sebenarnya kalian?! )”
Seorang pria yang dipaksa berlutut, berucap sambil memandang tajam pada Damian, lalu pada seluruh orang yang ada dihadapannya saat ini.
Pria itu juga nampak geram. “Do you know who you guys messed with?! ( Apa kalian tahu kalian berurusan dengan siapa?! )”
Kata pria yang sedang berlutut itu, dan kakinya yang tertekuk dibelakang diinjak oleh Garret dan Devoss, selain tangannya yang sudah diikat dengan sebuah tambang yang Devoss temukan di salah satu sudut bagian ruangan bangunan yang habis mereka bantai penghuninya dan hanya menyisakan satu orang.
“Who? You? The leader of these dead clowns? ( Siapa? Kau? Pemimpin para badut-badut yang sudah mati ini? )”
Putra angkat suara sambil menyungging miring.
“You will join your man just a little bit moment ( Kau akan bergabung dengan orang-orangmu ini sebentar lagi )”
Putra menyambung ucapannya.
Pria dengan tubuh yang tidak terlalu besar namun cukup atletis itu malah terkekeh.
“You won’t brave to do anything to me, if you know who is person behind me ( Kau tidak akan berani melakukan apapun padaku, jika kau tahu siapa orang dibelakangku )”
“Hemmm. Is that so? ( Begitukah? )” cibir Putra. “You want to say, if I killed you, than the person behind you will come after us? ( Kau ingin mengatakan, jika aku membunuhmu, orang yang berada dibelakangmu akan mengejar kami? )”
Putra lanjut berkata.
“Not only one, let me tell you ( Tidak hanya satu, biar aku katakan padamu )—“ ucap pria yang sedang ditawan Putra dan kawanannya ini. “And what you have done here, will totally pissed them off. Especially 'The Big One' ( Dan apa yang telah kau lakukan disini, akan sangat membuatnya marah. Terutama 'Sang Bos Besar' )”
__ADS_1
Pria tersebut menyambung kalimatnya. Dan Putra hanya mencebikkan bibirnya sambil manggut-manggut.
“This place is same with the one that we destroyed at first Sir ( Tempat ini sama seperti satu yang telah kita hancurkan Tuan )”
Richard bersuara.
“I see ..”
Putra pun manggut-manggut.
“*How many factory of that kind of s*t your Boss have, beside send people to watch and planning to kill one of my man? ( Ada berapa pabrik kotoran macam ini yang Bosmu punya, selain mengirim orang untuk mengawasi serta berencana untuk membunuh satu orangku? )” ucap Putra.
“Confused ( Bingung ), heh?!” cibir Damian.
“Who ( Siapa ) ---“
“Hizkia, you know? ( kau kenal? )....”
Putra masih menyungging miring.
“And if you want to ask about the factory at NC, we’re the one who destroy it, and this place will be the second.”
( Dan jika kau ingin bertanya tentang pabrik yang berada di NC, kamilah yang menghancurkannya, dan tempat ini akan menjadi yang kedua ).
Tampak keterkejutan di wajah pria yang sedang ditawan oleh Putra dan kawanannya ini. Namun tak lama ia berucap sinis dan remeh.
“You all dig in your own grave ( Kalian semua menggali kuburan kalian sendiri )----“
“Are we? ( Iya kah? )” sambar Putra yang memotong ucapan si pria tawanan tersebut.
“You really have a big guts ( Kau benar-benar bernyali ), huh?!” sinis si pria tawanan. “Do you know ( Apa kau tahu ) ---“
“Jaeden Zepeto?” sambar Putra. "And also Gaines? ( Dan juga Gaines? )"
“You ( Kau )—“
“Of course I know ( Tentu saja aku tahu )”
“Who the hell are you??! ( Siapa sebenarnya kau??! )”
Pria tawanan itu kini nampak waspada. Lalu Putra menyeringai.
“Let me write it for you”
( Biar aku tuliskan untukmu ).
Dimana didetik berikutnya, suara lolongan kesakitan terdengar menggema di dalam ruangan bangunan tempat Putra dan kawanannya berada saat ini.
“AARGGHHHH!!!! ...”
“But too bad, seems that you don’t have any chance to read that ( Tapi sayang sekali, karena sepertinya kau tidak akan sempat membacanya )”
Putra berucap datar dengan menyungging miring, setelah mengukir beberapa huruf di kening pria yang menjadi tawanannya itu, dengan pisau milik Putra.
“Because I will send you as a message ( Karena aku akan mengirimmu sebagai pesan )—“ ucap Putra lagi. “We’re not waiting your ‘Big Man’ come after us. But we are, who will come to them and hunt them down until there’s nothing left ( Kami tidak akan menunggu ‘Bos Besar’ mu datang pada kami. Tapi kamilah, yang akan mendatangi mereka dan memburu habis sampai tidak ada lagi yang tersisa )”
Putra menegakkan dirinya. Matanya mengarah pada Garret.
“Blow this place, and bring out all useful things, then sent him to his Boss place!”
( Ledakkan tempat ini, dan bawa keluar apa yang berguna, lalu kirim dia ke tempat Bosnya! ).
Putra menjauh dari tempatnya.
“Don’t make a hole in his head ( Jangan membuat lubang di kepalanya )”
Tepat setelah Putra berucap barusan dan menjauh dari pria yang menjadi tawanannya itu, suara desingan tajam peluru kemudian terdengar beberapa kali. Bersamaan dengan ambruknya pria yang menjadi tawanan Putra dan kawanannya tadi.
Dimana peluru dari pistol Garret dan Devoss telah membuat banyak lubang di tubuh pria tersebut. Dan Putra tersenyum miring, serta nampak puas.
“Bring his body and throw in at Jaeden’s Casino. Let him guess my message ( Bawa tubuhnya dan buang di Kasino milik Jaeden. Agar dia menebak pesanku )”
Putra berucap sambil kakinya membalikkan jasad pria yang tadi menjadi tawanannya.
“I wonder\, if that m*therfuck**r Jaeden\, can guess what PAV means ( Aku penasaran, jika si keparat Jaeden dapat menebak apa arti dari PAV ) ..”
Lalu Putra menyeringai sambil memandang sebentar tiga huruf yang ia ukir di dahi pria tawanannya tadi, yang kini sudah tak bernyawa dan bersimbah darah.
“These, for our brothers. For you and Madelaine, Rery.. Just a little bit more, for me to give Jaeden a horrible death, and make him suffer a lot before.”
( Ini, untuk para saudara kita. Untukmu dan Madelaine, Rery.. Hanya tinggal sebentar lagi, untukku memberikan kematian yang menyakitkan untuk Jaeden, dan membuatnya sangat menderita sebelum itu ).
🔘🔘🔘🔘🔘🔘
To be continue ...
__ADS_1
Like, jika berkenan.