LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 438


__ADS_3

Happy reading .....


🔵🔵🔵🔵🔵🔵


Indonesia,


“Langsung beristirahat jika memang sudah mengantuk dan tidak perlu menungguku kembali untuk kamu pergi tidur ...“ Putra yang berkata, pada Gadis saat Anthony sudah diminta untuk pergi tidur saat --- katakan saja, jam malamnya Anthony sudah sampai.


“Tapi ada ...“ Gadis hendak menyergah, karena ada yang ingin ia sampaikan pada Putra terkait hubungan mereka berdua yang saat ini agak dingin itu.


“Jika takut bosan di kamar sendirian, kamu dapat bersama Bru dan Anth dulu di kamar Bru dan Ad.”


Namun, belum sempat Gadis selesai mengucapkan kalimat yang ingin ia katakan pada Putra, suaminya itu sudah keburu bicara lagi.


Lalu ucapan Putra yang berikutnya, membuat hati Gadis cukup mencelos dibuatnya. “Bahkan silahkan saja jika kamu ingin bergabung tidur bersama Bru dan Anth,” kata Putra dengan datarnya.


🔵


Gadis terdiam memandangi Putra setelah ucapan suaminya itu yang terkesan tidak ingin menghabiskan malam bersamanya dengan mempersilahkan Gadis untuk tidur bersama Bruna dan Anthony jika memang Gadis mau.


“Karena aku rasa aku akan sibuk memeriksa banyak hal malam ini yang belum sempat aku periksa selama aku berada di Inggris, selain aku perlu menyelesaikan beberapa hal karena kemungkinan aku akan kembali ke sana dalam waktu dekat –“


‘Alasan!’ tukas Gadis ketus. Namun di dalam hatinya saja.


“Urusanku di Inggris belum sepenuhnya selesai. Aku pulang juga karenamu.” Sambungan ucapan Putra saat Gadis tengah membatin.


‘Jadi maksudnya dia merasa terpaksa begitu pulang ke sini???? ...’


Gadis bermonolog lagi dalam hatinya dengan sinis sekarang, namun ekspresi wajahnya tidak menampakkan kesinisan di hadapan Putra.


🔵


Ingin sekali Gadis mempertanyakan maksud ucapan Putra yang secara tidak langsung menghindarinya walaupun Putra memberikan alasan yang masuk akal.


“Ya sudah kalau begitu. Aku permisi ...“


Namun pada akhirnya ucapan itu yang keluar dari mulut Gadis.


Dimana istri Putra itu sadar, jika ada Damian – Garret – Ramone – Arthur dan Devoss bersamanya dan Putra saat ini.


🔵


“Ya sudah ayo, aku akan mengantarmu –“


“Tidak perlu –“


“Jangan mem –“


“Bru! –“


Gadis langsung memiringkan tubuhnya dan memanggil Bruna yang sudah tengah akan menaiki anak tangga, setelah Gadis dua kali memotong ucapan Putra.


“Wait for me (Tunggu aku) –“


🔵


“Aku permisi kalau begitu, Putra.”


Gadis lalu beralih lagi pada Putra setelah ia bicara pada Bruna dengan berseru kecil dari tempatnya.


“Dami, Gar, Vader, Arthur, Dev,”


Kemudian dengan cepat menoleh ke arah mereka yang Gadis sebutkan itu.


“Aku permisi –“


“Please, Dear ...”


“Good night, Gadis ...”


“Good night, everyone –“


“Jangan lupa minum obatmu –“


“Ya. Selamat malam ... Putra –“


“Selamat malam ... dan ingat ucapanku tadi, jika memang kamu ingin tidur –“


“Iya aku ingat ... aku permisi sekarang –“


🔵


“I smell a tenseness (Aku mencium ketegangan) ...” celetuk Damian sambil memandang pada Putra selepas kepergian Gadis yang sudah meniti tangga utama villa bersama Bruna dan Anthony.


“She’s still mind about how the way I treat that two women (Dia masih mempermasalahkan tentang bagaimana perlakuanku pada dua wanita itu)”


“Maybe because she didn’t see how the way her step sister try to persecute you just like what you said (Mungkin karena dia tidak melihat bagaimana saudari tirinya itu mencoba menggodamu seperti yang kau katakan) ...”

__ADS_1


Garret yang kemudian angkat suara, setelah Putra menanggapi celetukan Damian dengan wajah suami Gadis itu yang nampak datar.


“Even it’s clearly seen, how flirty that woman is (Meskipun jelas terlihat, betapa genitnya wanita itu) ... from her attitude and dressing (Dari sikap dan caranya berpakaian) –“


“Which like a hore (Yang mana seperti seorang pelacur) –“


“Haha ...” tukas Damian dengan tawa atas ejekan Putra yang tertuju pada Madya itu.


“Street prostitute not the expensive one (Pelacur jalanan bukan yang mahal) –“


“But she has big boops (Tetapi dia memiliki pa****ra yang besar)” Garret yang menukas ucapan Putra.


Dimana Putra langsung berdecih sinis dan berekspresi jijik. “There’s a lady escort who has body just like a model and has a very beautiful face in Loui and I even can get her service for free if I want. Top to toe, she’s has 9 physically. How can I interest with Gadis’ step sister who can make me feel nauseous by only hear her voice (Ada seorang wanita panggilan berpenampilan seperti model dan sangat cantik di Loui dan aku bahkan bisa mendapatkan jasanya secara gratis jika aku mau. Dari ujung rambut hingga kaki, dia memiliki nilai 9 secara fisik. Bagaimana aku tertarik pada saudari tirinya Gadis yang bahkan suaranya saja membuatku mual) –“


“Haha ...”


Damian dan Garret tergelak. Sisanya tersenyum geli setelah mendengar ucapan Putra barusan.


“That hore not that worthy to make me made a trump reason just because I want to make her get out from here and that rude ... But Gadis seems doubted to what I said... And that make me a little bit pissed off (Pelacur itu tidak setinggi itu untuk membuatku memberikan alasan yang mengada – ada hanya karena aku ingin dia keluar dari sini sampai sekasar itu ... Tapi Gadis seperti meragukan perkataanku... Dan itu membuatku sedikit kesal)”


🔵


Wajah Putra yang tadinya datar, kini nampak jengkel.


“Plus, Gadis seems ignoring me (Ditambah, Gadis sepertinya mengacuhkanku)“


Putra lalu mengeluh.


“I told her everything about me but she’s still don’t understand (Aku sudah mengatakan padanya semua tentangku, tapi dia masih tidak paham) ...”


🔵


“However Son, don’t be too hard to Gadis. She even know you less than a year. And she’s not coming or living in our ‘world’ (Bagaimanapun Nak, jangan terlalu keras pada Gadis. Dia bahkan mengenalmu kurang dari satu tahun. Dan dia tidak berasal atau hidup ‘di dunia’ kita) –“


“Vader was right (Vader benar)”


“I know (Aku tahu) but Gadis too naive (tetapi Gadis begitu naif)”


“Just be patience. Because Gadis never live in the 'world' like us, than she needs time to understand how the way we thinking (Bersabarlah. Karena Gadis tidak pernah hidup 'di dunia' yang kita jalani, maka dia membutuhkan waktu untuk memahami cara berpikir kita  –“


“Mohon maaf, Tuan - Tuan.”


Pak Abdul datang menginterupsi ke tengah Putra dan lima pria lainnya yang sedang duduk bersama dan mengobrol itu.


“Ya, Abdul?...” Ramone yang mendahului lima pria lainnya untuk menanggapi Pak Abdul yang datang menyela obrolan mereka.


“Baiklah, terima kasih, Abdul.”


Ramone lagi yang menyahut.


“It must be Ad (Itu pasti Ad)...” timpal Putra, dimana ia kemudian berdiri dari duduknya.


“Feel free if you all want to get rest. I’ll be on den.”


(Silahkan saja jika kalian ingin pergi beristirahat. Aku akan ke ruang kerja)


🔵


“What news (Ada berita apa)?... don’t say that the motherfuckr is still alive* (jangan katakan kalau si keparat itu masih hidup)...” tanya Damian pada Putra selepas satu saudara angkatnya yang telah ditunjuk sebagai pemimpin dalam keluarga baru mereka itu telah selesai berbicara di bilik rahasia dan terhubung pada sambungan telepon dengan Addison pada sebuah saluran rahasia yang disebut Putra dan para saudara angkatnya sebagai ‘saluran aman’.


“If that’s is happen, I’ll go to England right now. And make sure that he’s dead in my hand. Really.”


(Jika itu yang terjadi, aku akan langsung pergi ke Inggris sekarang juga. Dan memastikan dia mati di tanganku. Benar-benar mati)


Putra segera menanggapi ucapan Damian. Dimana yang bersangkutan kemudian mengucapkan sebuah kalimat lagi, “Well if it is, this time we should to mutilate him (Jika memang seperti itu, kali ini kita harus memutilasinya)”


“Good idea (Ide yang bagus)”


Putra pun segera menimpali perkataan Damian itu.


Lalu Putra dan Damian terkekeh bersama, berikut juga Garret, Arthur dan Devoss yang memilih mengekori Putra ke ruang kerja utama—karena belum mengantuk, terkecuali Ramone yang memilih untuk pergi ke kamarnya guna beristirahat.


🔵


Damian, Garret, Arthur dan Devoss memang memutuskan untuk mengikuti Putra ke ruang kerja utama untuk membunuh waktu.


Belum mengantuk dan sedikit bosan, adalah alasan Damian dan Garret untuk memutuskan berkumpul saja di ruang kerja sambil mengobrol santai dengan ditemani oleh minuman beralkohol yang memang ada terpajang dalam sebuah lemari pada ruang kerja utama.


Sementara Arthur dan Devoss mengekori saja, meski mereka pun sama merasa seperti Damian dan Garret.


Dimana Arthur dan Devoss hanya belum mengantuk saja, kalau bosan sih tidak. karena Arthur dapat membunuh bosannya dengan pekerjaan, untuk saat ini limpahan pekerjaan yang diberikan Putra dan para saudaranya.


Sementara Devoss pun masih juga bisa membunuh bosannya dengan mengerjakan tugasnya sebagai orang kepercayaan Ramone, meski Ramone mengatakan padanya untuk santai saja sehubungan Devoss baru kembali dari Inggris karena menemani Putra dan Damian. Atau membantu Arthur dengan pekerjaan yang ditangani  pria itu.


Namun kiranya Damian dan Garret meminta Arthur dan Devoss untuk duduk dan bercengkrama santai saja. Dan kedua pria itu pun ya mengikuti titah dua pria yang mereka anggap sebagai bos mereka.


Putra pun tak mempermasalahkan jika Arthur dan Devoss ingin bersantai, meski dia sendiri akan mengecek beberapa berkas dan ragam urusan mengenai dirinya dan keluarganya dalam hal apa saja yang nanti akan mereka lakukan setelah semua mengenai hak Anthony telah selesai, terutama di negeri kelahiran Gadis ini.

__ADS_1


Hanya saja, meski terkesan bekerja, Putra pun nampak santai selepas ia berbicara di sambungan telepon dengan Addison, lalu bertukar selorohan dengan Damian.


Dan kini Putra telah duduk di sebuah area yang didominasi sofa dalam ruang kerja utama. Bersama dengan Damian, Garret, Arthur dan Devoss.


Dimana dihadapan mereka masing-masing, ada gelas berisikan minuman beralkohol yang botolnya di letakkan di tengah meja setelah lima pria itu menuangkan sebagian isinya ke dalam gelas mereka.


Putra menyesap minumannya barang seteguk lalu meletakkan kembali gelasnya yang masih ada sisa minuman di dalamnya ke atas meja, kemudian Putra bertanya pada Garret.


“So Gar, what information you get according that Gadis parents names? Since there is no paper of their names here whereas Gadis said that her parents marketable securities is pawn to donkey names Baskoro. And even no papers name above that her step mother and sister, from those we took from that donkey?”


(Jadi Gar, informasi apa yang kau dapat sehubungan nama orang tua Gadis? Sehubungan tidak adanya nama mereka dalam surat-surat ini padahal Gadis mengatakan jika surat-surat berharga keluarganya digadaikan pada keledai bernama Baskoro itu. Dan bahkan tidak ada juga berkas yang beratas namakan ibu dan saudari tirinya?)


Dimana setelahnya, Garret pun menjelaskan secara detail pada Putra, dengan memberikan kelengkapan informasi dari informasi yang sudah Garret dapatkan sebelumnya.


Putra lalu manggut-manggut. Kemudian ia berkomentar setelahnya.


“It makes me curious then. Beside suspicious that two women are fooling Gadis about that marketable securities (Membuatku jadi penasaran kalau begitu. Selain curiga jika dua wanita itu telah membodohi Gadis perihal surat-surat berharga tersebut)”


“Fooling in what means? Because you haven’t told us the whole story between Gadis and that two women (Membodohi dalam arti yang bagaimana? Karena kau belum menceritakan pada kami keseluruhan cerita antara Gadis dan dua wanita itu)”


Atas ucapan Damian tersebut, Putra akhirnya menceritakan tentang keseluruhan latar belakang mengenai permasalahan Gadis dan ibu serta saudari tirinya itu.


Alasan, mengapa Putra begitu tidak menyukai ibu dan saudari tiri Gadis, meskipun menurut Gadis dua orang itu telah meminta maaf atas kesalahan mereka di masa lalu pada Gadis.


Hingga Gadis berpendapat jika keduanya telah berubah, meski tanpa mengetahui status Gadis sebelumnya, yang sekarang memiliki suami yang kaya raya—hanya saja Putra tidak sependapat dengan Gadis.


Pun jika benar berubah, tetap Putra memiliki perasaan yang tidak nyaman tentang keduanya.


Dan dugaan Putra itu diperkuat dengan percobaan dari saudari tiri Gadis yang mencoba merayunya.


“So in other means, they were trying to capitalise Gadis anew if things about pawned Gadis’ parents marketable securities is just their common sense (Jadi dalam kata lain, mereka mencoba memanfaatkan Gadis dari semula jika hal mengenai surat-surat berharga milik orang tua Gadis yang digadaikan itu hanya akal-akalan mereka saja)?”


Garret berkomentar setelah Putra menyelesaikan ceritanya, dimana Putra kemudian manggut-manggut setelah mendengar komentar Garret tersebut.


“Too bad I just remember about it just now. Because If I realized it before, I will directly interrogate them in front of Gadis about that (Sayang sekali aku baru mengingat hal itu sekarang. Karena jika aku menyadari hal itu sebelumnya, aku akan langsung menginterogasi mereka di hadapan Gadis mengenai hal tersebut) –“


🔵


“Mohon maaf jika saya mengganggu, Tuan-Tuan...”


Pak Abdul yang sebelumnya mengetuk pintu ruang kerja utama yang tertutup rapat itu, kini sudah ada di dalamnya setelah dipersilahkan untuk masuk.


“Jika kau kesini guna meminta ijin untuk beristirahat dan juga para pelayan lainnya, silahkan saja Pak Abdul...”


Putra pun berujar.


“Terima kasih, Tuan Putra. Tapi saya ingin memberitahu jika ada yang menelepon ke telepon villa dan ingin berbicara dengan anda, Tuan –“


“Siapa?” tukas Putra bertanya.


“Dokter Ridwan, katanya, Tuan Putra...”


“Oh, baiklah. Aku akan menerima teleponnya kalau begitu...”


“Baik, Tuan,” jawab Pak Abdul.


“Who is he?”


“Gadis’ doctor –“


“You asked him to check what inside the tea?”


(Kau memintanya untuk mengecek apa yang ada di dalam teh itu?)


Damian kembali bertanya pada Putra.


“Yes –“


🔵


🔵


“Tuan – Tuan...”


“What’s--- eum\, ada apa\, Pak Abdul?”


“Dimana Tuan Putra?...”


“Itu, Tuan, anda semua lebih baik pergi ke lantai bawah, karena selepas menerima telepon,Tuan Putra nampak marah dan langsung berjalan buru-buru sambil memanggil Rayyan.”


“What’s happened(Apa yang terjadi)?”


“Pak Abdul said Putra’s look angry after he received the call(Pak Abdul mengatakan Putra nampak marah setelah selesai bertelepon)”


“Perhaps, that’s connected with the tea seed which his suspiciousness is right(Mungkin, itu ada hubungannya dengan serbuk teh yang mana kecurigaannya benar)?”


🔵🔵🔵🔵🔵🔵

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2