LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 382


__ADS_3

Happy reading .....


***************


Bandung, Indonesia ...


“Take My Hand ..”


Suara dentingan piano dan suara Putra yang melantunkan lagu, masih terdengar, dan acara dansa dadakan tercipta kemudian.


Anthony berdansa bersama Gadis, lalu Bruna berdansa bersama Addison. Suasana hangat nan bahagia lebih tercipta dalam satu hunian mewah nan megah tersebut.


***


“For I .. Can’t help .. Faliing in love .. With you ..”


Suara tepuk tangan langsung terdengar setelah Putra menyelesaikan permainan piano yang disertai nyanyian persembahannya untuk Gadis.


“Aku terkejut sekali kamu dapat bermain piano dan bernyanyi dengan merdu ternyata, Putra ..” ucap Gadis setelah Putra menjauhkan tangannya dari tuts piano, namun Putra masih duduk di tempatnya.


“Kamu suka? –“


“Sangat. Indah sekali ..”


Gadis dengan cepat menyahut.


"Jangan lupa 'hadiah' nya."


Dan dengan cepat juga Putra berbisik di telinga Gadis yang ia sudah tarik perlahan untuk duduk di sisinya.


“Encore!” celetuk Damian. Dan Putra mendengus geli saja.


“No, thank you,” geleng Putra.


***


“Oh c’mon Papa, once again, please ( Oh ayolah Papa, sekali lagi, ya? ) ..”


Anthony merengek untuk ikutan membujuk Putra yang sebelumnya menolak permintaan Damian untuk bermain piano dan menyanyi sekali lagi.


Putra mendengus geli, karena Anthony memberikan ekspresi memelas nan imut padanya.


Dan setelahnya ia mengiyakan permintaan Anthony, kemudian Putra duduk lagi di kursi piano.


Sejak dulu, meski terkadang ia bersikap datar pada Anthony --- namun tetap, Putra jarang sekali menolak permintaan bocah tampan itu. Terlebih sekarang, dirinya telah menjadi seorang ayah bagi Anthony yang telah menjadi yatim piatu dimana Putra merasa jika sedikit banyak --- hal itu adalah salahnya.


Jadi, sebisa mungkin --- Putra akan mengabulkan setiap permintaan Anthony, apalagi permintaan kecil seperti yang baru diminta oleh anak angkat kesayangannya itu.


Namun untuk permintaan yang dirasa berat, Putra akan memberikan pengertian pada Anthony.


Meski begitu, Putra akan tetap memikirkan serta mempertimbangkan permintaan Anthony yang tidak ringan.


Karena Putra telah berjanji pada dirinya sendiri, akan melakukan apapun demi membahagiakan Anthony. Dan atas dasar itu, setiap permintaan Anthony tidak akan Putra lewati.


Sebisa mungkin akan Putra wujudkan. Apalagi karena Gadis sedang hamil sekarang. Putra tidak ingin jika Anthony sampai mengira, jika kehadiran anaknya dan Gadis itu --- walau belum lahir, akan membuat Putra berkurang kasih sayangnya pada Anthony.


‘No. I’ll make sure it never happened ( Tidak. Akan aku pastikan itu tidak pernah terjadi )’ Yang Putra katakan dalam hatinya.


“Would you, Papa??  Play one more song? ( Mau, tidak Papa?? Memainkan satu lagu lagi? )–“


“Sure!”


***


Di malam yang merupakan sebuah malam hari raya suatu kepercayaan itu, Anthony berikut keluarga barunya --- katakanlah begitu, menghabiskan waktu hingga hampir dini hari dengan kebahagiaan yang meliputi canda tawa riang penuh kebahagiaan.


Berdansa hampir sepanjang malam dengan permainan piano yang tersedia dalam kediaman mereka, yang dilakukan tak hanya oleh Putra, tapi juga oleh Ramone dan Danny yang juga piawai dalam bermain piano.


Hingga kemudian canda tawa itu berhenti, ketika Anthony sudah nampak lelah dan terlihat mengantuk. Namun senyum bahagia masih nampak di wajah bocah tampan itu, berikut para orang dewasa yang bersamanya.

__ADS_1


***


“Let’s go to sleep now ( Ayo pergi tidur sekarang )”


Putra berucap pada Anthony yang sudah menguap beberapa kali itu.


“But I still want to dance ( Tetapi aku masih ingin menari ), Papa.”


Anthony masih bertahan dengan keinginannya, dan belum menyambut uluran tangan Putra.


“Haish –“


“One more song ( Satu lagu lagi ), Papa ..”


Anthony berucap lagi ketika Putra mendesis jengah.


***


Namun pada akhirnya, Anthony mau juga dibujuk untuk segera pergi ke kamarnya setelah diiming-imingi jika dia akan dibawa untuk berjalan – jalan ke Ibukota esok hari.


“Come, let me take you to clean up and change ( Ayo, aku antar kamu untuk membersihkan diri dan berganti pakaian ) ..” tawar Damian.


“Okay, Daddy Dami –“


“Alright then, good night everyone.”


“( Baiklah kalau begitu, selamat malam semua )”


Putra bertutur, setelah Anthony telah digendong oleh Damian.


“Good –“


“By the way Papa ..”


Anthony yang berada dalam gendongan Damian itu menginterupsi mereka yang ingin menjawab ucapan Putra.


“Just like our deal, that I sleep with Mama, and you sleep in my room ( Seperti kesepakatan kita, jika aku tidur dengan Mama, dan Papa tidur di kamarku ) ..”


“Just like I said, no deal about it ( Seperti yang aku telah katakan, tidak ada kesepakatan untuk itu )” sahut Putra.


“Ah, Papa ..”


“Dami, take that chatty boy into his room ( bawa anak cerewet itu ke kamarnya )” canda Putra dan Anthony mencebik.


“Selfish Papa ( Papa yang egois ) ..” protes Anthony.


“Haish.”


Putra kembali berdesis jengah.


Kemudian Putra terkekeh lagi bersama yang lainnya.


“Or at least I sleep with you and Mama, okay ( Atau setidaknya aku tidur bersamamu dan Mama, oke )?”


“Ya, tomorrow.”


Putra menjawab dengan setengah menggumam, setelah Anthony berucap sembari di bawa Damian dalam gendongan.


Lalu setelahnya Putra meraih tangan Gadis.


***


“Jangan kejam pada anaknya.”


Gadis berucap saat Putra telah menggenggam tangannya dan telah lagi berpamitan pada yang lain, dimana kesemuanya satu per satu membubarkan diri mereka untuk pergi ke kamar masing – masing.


“Bukannya kejam. Tapi kan aku juga ingin melepas rindu padamu –“


“Bukannya dengan kamu datang malam ini kita sudah terhitung melepas rindu? –“

__ADS_1


“Ya, you’re right, Mrs. Putra ( Iya, anda benar, Nyonya Putra ) ..”


Putra menukas ucapan Gadis.


“Tapi aku ingin melepas rindu dengan anakku.”


“Ah itu –“


“Aku kan harus ‘mengunjungi’ nya agar dia mengenalku –“


“Aku rasa itu tidak mungkin, Putra ..”


“Jangan katakan jika kamu sedang mendapat tamu bulanan?”


Putra yang was – was.


Sementara Gadis tersenyum geli.


“Kamu ini, katanya pintar? –“


“Memang –“


“Lalu kenapa kamu berpikir kalau aku sedang mendapat tamu bulanan? –“


“Karena jika kamu sedang tidak dapat aku ‘rasakan’, kamu kan sedang mengalami hal itu? ..”


“Tapi tidak ada orang hamil yang menstruasi –“


“Hah! Bagus sekali! Jadi aku dapat sering – sering ‘mengunjungi’ anakku setelah urusanku di Inggris tuntas!”


Putra yang sumringah.


“Ayo! Aku sudah tidak sabar –“


“Tidak bisa malam ini –“


“Aku akan membujuk Anth tidur di kamarnya malam ini, atau tidur bersama orang tuanya yang lain ..” tukas Putra.


Gadis menggeleng.


“Tetap tidak bisa –“


“Apa kamu sedang enggan denganku? ..”


“Jangan sensitif seperti itu ..”


Gadis berucap sambil mengelus pipi Putra.


“Habis kamu terkesan menolakku? –“


“Aku bukannya menolak. Tapi itu sebuah keharusan kalau kamu tidak boleh menyentuhku –“


“Apa maksud kamu? ..”


“Kandunganku masih muda sekali usianya –“


“Lalu?”


“Ya karena itu, dari saat usia kandunganku ini sampai dengan tiga atau empat bulan ke depan, hubungan suami istri tidak dapat dilakukan dulu ..” terang Gadis.


“Apa katamu??? ..” Putra langsung mendelik tajam setelahnya.


“Papa Putra sabar ya? ..”


Gadis tersenyum dengan manisnya.


“Demi anak kita, Papa Putra disarankan untuk ‘berpuasa’ melakukan hobi Papa Putra itu selama tiga sampai empat bulan ke depan –“


“Oh Tuhaann –“

__ADS_1


******


To be continue .....


__ADS_2