
Happy reading .....
🔵🔵🔵🔵🔵🔵
England,
“Check if there’s any who still alive, and bring them to us ( Periksa jika ada yang masih hidup, dan bawa mereka pada kami )”
Adalah Putra yang berujar, setelah sesi adu tembak dengan sekelompok orang dengan jumlah yang cukup banyak dan datang menyerang Putra dan kelompoknya dengan rentetan tembakan di sebuah pelabuhan itu—telah selesai. Dimana kemenangan, tentu saja ada di pihak Putra.
“Yes Boss!” sigap para anak buah yang mendengar perkataan Putra barusan. Yang menganggap jika perkataan Putra itu adalah sebuah perintah.
Lalu mereka melaksanakannya dengan segera.
“Just three of them who still breathing ( Hanya mereka bertiga yang masih bernafas )” Yona yang berujar.
Ketika beberapa anak buah yang menyisir mobil-mobil para musuh dan area sekitarnya, telah selesai dengan tugas mereka tersebut.
🔵
Tiga orang yang kondisinya---yang kesemuanya memiliki luka tembak di tubuh mereka itu, di dorong dengan kasarnya oleh anak buah Putra dan saudaranya ke atas tanah di dekat kaki para tuan mereka tersebut---hingga sempat terjerembab keras ke atas tanah di dekat Putra, Damian dan Accursio.
“Tell us ( Katakan pada kami )..”
Putra yang kemudian angkat suara, sambil memandang pada tiga orang yang barusan di dorong kasar ke hadapannya-Damian dan Accursio itu.
“Who send you all? ( Siapa yang mengirim kalian semua? )” sambung Putra. Dengan sebatang rokok yang sudah terselip di bibirnya, lalu Putra sulut ujung rokoknya itu.”We might condone you guys life if you all telling the truth ( Kami mungkin mengampuni nyawa kalian jika kalian mengatakan yang sebenarnya )..”
“Cih!----“
Bang!
Suara letusan senjata terdengar, tepat setelah satu suara decihan keluar dari salah satu mulut ketiga orang yang termasuk dalam gerombolan yang menyerang Putra dan kawanannya beberapa saat yang lalu itu.
🔵
“Damned Yo!”
Accursio yang bersuara.
Selepas Yona melepaskan satu peluru dari pistol milik salah satu orangnya, yang Yona rampas dengan cepat.
“I’m sorry, brother ( Maafkan aku, kakak )..” sahut Yona. “I just hate people with a lot of behaviour ( Aku hanya benci orang yang banyak tingkah )”
Accursio mendengus geli kemudian setelah mendengar ucapan Yona yang datar barusan itu, termasuk juga wajahnya yang datar setelah melubangi kepala orang.
__ADS_1
Putra dan Damian pun sama seperti Accursio yang mendengus geli melihat sikap masa bodoh Yona dengan suara yang datar itu, padahal dia baru saja membunuh orang. Sesuai dengan sebutannya dalam ‘keluarga Ramone’, yakni Algojo Wanita.
Karena Yona dapat menghabisi orang dengan sekejap mata tanpa segan. Orang-orang yang Yona anggap pengganggu, atau saat Ramone belum melimpahkan kekuasaannya pada Putra---Yona akan menghabisi setiap target yang di minta Ramone untuk ia ‘urus’, dimana orang-orang itu kebanyakan adalah orang-orang yang menargetkan Ramone untuk dibunuh.
“Now both of you may choose. Want to misbehaving and end just like this one of your pal, or answer my brother’s question ( Sekarang kalian berdua silahkan pilih. Ingin banyak tingkah dan berakhir seperti satu kawan kalian ini, atau bicara )..”
Damian yang kemudian angkat suara.
Dengan menyundul dagu salah seorang pria dari rombongan musuh yang masih bernyawa serta sudah dipaksa berlutut di hadapannya, Putra juga Accursio---menggunakan ujung senjata api yang masih Damian pegang. Sambil Damian menatap tajam pada pria yang dagunya ia sentuh dengan ujung senjata tersebut.
“Hem?”
Damian menekankan.
Yang mana orang yang sedang Damian tekan itu, kemudian terbata bicara.
“I-I’ll talk..”
🔵
Setelah pria yang dagunya di todong senjata api oleh Damian itu tergagap menjawab Damian, ia kemudian bicara tentang siapa orang yang menyuruhnya---dan menjawab pertanyaan-pertanyaan lain yang dicetuskan Putra, Damian serta Accursio secara bergantian dengan rekannya yang juga ketakutan dibunuh jika ia tidak bicara.
“Was he here? Or he’s waiting at somewhere? ( Apa dia ada di sini? Atau dia menunggu di suatu tempat? )----“
“He-s.. here----“
“One of you get up and show our men the person ( Satu dari kalian berdiri dan tunjukkan pada orang kami, orang itu )”
“Ye-s..”
Salah satu pria dari pihak musuh menyahuti ucapan Putra setelah ia saling tatap dengan temannya, selepas Accursio meminta ia dan satu temannya itu---menunjukkan orang yang dimaksud.
Kemudian satu diantara dua pria dari pihak musuh yang sedang berlutut di hadapan Putra, Damian serta Accursio---berdiri setelah mendapat tekanan dari Yona untuk segera bangkit dan melakukan apa yang sebelumnya Putra perintahkan pada pria itu.
“Even if that person is dead, just bring him here ( Meskipun orang itu mati, bawa saja dia kesini )” ucap Damian.
🔵
“Boss..” sapa salah seorang anak buah Putra yang tadi mengawal satu orang pria dari pihak musuh, yang mereka amankan untuk mencari seseorang---yang ditengarai adalah pemimpin mereka. “This guy said, this person that his leader ( Pria ini mengatakan, kalau orang ini adalah pimpinan mereka )”
Dengan satu anak buah Putra dan para saudaranya itu menunjuk seorang pria yang sudah menjadi jasad, yang di seret oleh dua rekannya---dan dua lagi mengawal ketat pria dari pihak musuh yang disuruh untuk menunjukkan pimpinannya.
Putra, Damian, Accursio dan Yona langsung memandang kepada satu jasad pria yang tubuhnya banyak di penuhi luka tembak.
“Better you’re not lie to us ( Sebaiknya kau tidak berbohong pada kami )”
__ADS_1
“N-o!..” satu pria pihak musuh langsung menyergah Accursio yang bertanya dengan memberikan pandangan menusuk pada satu temannya yang masih hidup itu. “This man is Rogerson ( Orang ini Rogerson )..”
“Ye-s, Sir, he is our leader ( I-ya, Tuan, dia pimpinan kami )..” pria yang dikawal ketat oleh dua anak buah Putra itupun segera menimpali ucapan temannya yang meyakinkan kalau yang dia tunjukkan adalah orang yang benar.
“Who’s above him, then? ( Siapa atasannya, kalau begitu? )” lalu Putra bertanya, sambil memandang pada dua orang pria dari pihak musuh tersebut---yang kompak menggeleng.
“We don’t know, Sir..”
Salah seorang pria tersebut kemudian langsung menjawab pertanyaan Putra.
“As far as we known, Rogerson and Mister Jaeden’s are cousin ( Sejauh yang kami ketahui, Rogerson dan Tuan Jaeden adalah sepupu )..”
🔵
“Stan missed one at Saint Bees ( Stan melewatkan satu di Saint Bees )”
Damian berucap setelah mendengar ucapan salah seorang pria dari pihak musuh yang sedang ia dan kelompoknya amankan itu.
“We all stay in Bradford Sir. And the day when he found all of his family at Saint Bees are killed, he sent some of us to watch around Mister Jaeden until some of us got information about what happened to him, some of us infiltrate inside WF and continue message between Rogerson and Mister Jaeden for today’s plan ( Kami semua tinggal di Bradford Tuan. Dan saat dia menemukan semua keluarganya di Saint Bees telah di bunuh, dia mengirim beberapa dari kami untuk mengawasi di sekitar Tuan Jaeden hingga setelah beberapa kami mendapatkan informasi tentang apa yang terjadi padanya, salah seorang dari kami menyusup ke WF dan menyambung pesan antara Rogerson dan Tuan Jaeden untuk rencana hari ini )”
Salah seorang menanggapi ucapan Damian yang menyebutkan satu kota di mana dari informasi yang di dapat, semua orang yang memiliki hubungan keluarga dan kerabat dengan Jaeden tinggal di salah satu kota di Inggris tersebut---termasuk anak dan istrinya yang ia sembunyikan setelah masuk ke dalam lingkup keluarga Rery, dengan rencana yang sudah Jaeden susun dengan sangat rapih bersama beberapa orang keluarga dan kerabatnya, untuk mengacaukan semua hal yang ada di sekitar ayah kandung Rery. Dan Jaeden sendiri bertugas untuk membuat Kingsley dan Rery yang memang tidak akrab sebagai anak dan ayah itu, semakin jauh.
Lalu berlanjut kepada tragedi dalam keluarga Kingsley Smith yang Putra anggap sebagai hutang nyawa Jaeden pada Rery, yang hari ini akan ia tagih.
🔵
“Finally ( Akhirnya )..” adalah Jaeden yang berkata, setelah ia melihat dua pria yang ia kenali siapa. Dan Jaeden juga tersenyum lebar kepada dua orang itu.
Brugh!
Jaeden mendorong salah satu pria yang mengawalnya ketat bersama satu rekannya, lalu merampas pistol pria yang ia dorong itu yang kemudian ia tembakkan ke tubuh pria pemilik pistol tersebut dengan sembarang---asal kena ke tubuh satu anak buah Putra untuk ‘melumpuhkan’ pria itu.
“What are you guys waiting for?! Shot him! Where the hell is Rogerson?! ( Apa yang kalian tunggu?! Tembak dia?! Dan dimana Rogerson?! )” seru Jaeden sambil melotot ke arah dua pria yang ia ketahui adalah orang dari pria yang dia maksud, sambil menodongkan senjata ke arah satu anak buah Putra yang sebelumnya sigap langsung menarik keluar senjatanya setelah rekannya di dorong dan di tembak oleh Jaeden.
Jadi satu anak buah Putra itu, posisinya kini saling todong senjata dengan Jaeden.
Dengan anak buah Putra tersebut, yang juga waspada pada dua orang yang belum lama muncul ke dalam ruangan tempatnya diminta Putra untuk menahan Jaeden di sana. Sampai Putra kembali setelah ‘melayani’ musuh saat terdengar suara rentetan senjata beberapa saat yang lalu.
Bang!
Bang!
Dua letusan senjata api lalu terdengar.
🔵🔵🔵
__ADS_1
To be continue...