LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 239


__ADS_3

Happy reading ....


*********************


Salisbury, Inggris....


“First plan? ( Rencana awal? )”


Itu Damian yang bertanya pada Putra.


Kala Damian tengah duduk bersama Putra, Garret dan Devoss, setelah mereka selesai makan.


“Say greeting to our ‘faithful family’ ( Memberi salam pada ‘keluarga setia’ kita )” jawab Putra.


Dimana kata yang ditekankan Putra adalah mereka yang bermakna sebaliknya. Tiga orang yang sedang bersama Putra pun mengangguk paham.


“Only them who really involved or— ( Hanya mereka yang benar-benar terlibat at-- )”


“Vanish all ( Lenyapkan semua )...”


Putra memotong ucapan Damian.


“Do not left any ( Jangan sisakan satupun )”


Putra menyambung ucapannya, dan Damian memfokuskan matanya sejenak pada Putra.


“You mean not left any ( Yang kau maksud tidak menyisakan satupun )—“


“Every betrayer who involved with Jaeden no matter what. Being pushed or not, harmed or unharmed, still, they have to pay ( Setiap pengkhianat yang terlibat dengan Jaeden mau bagaimanapun kondisinya. Dipaksa atau tidak, diancam atau tidak diancam, tetap, mereka harus membayarnya )....” potong Putra.


“Even their family? ( Keluarga mereka sekalipun? )”


“Even their family.”


▪▪▪▪


“Them\, are caused Anth lost his family\, his beloved parents\, tried to be killed and get a bad trauma. Even Jaeden who did that. But what those people have decided\, and having connection with Jaeden even they’re just standing that mo*********r’s side and not directly involved to Rery’s and Madelaine’s death\, also Anth’s attempted of murder\, that makes them are all same with that mo*********r in my eyes.”


( Mereka, telah ikut menyebabkan Anth kehilangan keluarganya, orang tua tercintanya, menjadi korban percobaan pembunuhan dan mengalami trauma yang buruk. Meskipun Jaeden yang melakukan itu semua. Tapi keputusan orang-orang itu, dan memiliki hubungan dengan Jaeden meskipun mereka hanya berdiri disisi keparat itu dan tidak terlibat langsung atas kematian Rery dan Madelaine, dan percobaan pembunuhan yang dialami Anth, itu membuat mereka sama saja seperti si keparat Jaeden itu di mataku ).


Putra berkata datar, dengan sorot mata yang dingin.


“For what happened to Rery, Madelaine and our brother, everyone who are still standing and alive until today should undergo the same thing like Rery, Madelaine, and our brother who already died in the horrible way....”


( Apa yang telah terjadi pada Rery, Madelaine dan para saudara kita, mereka yang masih berdiri dan hidup sampai hari ini harus mengalami hal yang sama seperti halnya Rery, Madelaine dan para saudara kita yang tewas dengan cara yang mengerikan itu.... ).


“......”


“For what Anth was been through, those betrayer’s kids must to through the same thing with Anth ( Untuk apa yang telah Anth alami, anak-anak para pengkhianat itupun harus mengalami hal yang sama sebagaimana Anth ).”


“......”


“Eye for eye ( Mata untuk mata ).”


Sorot mata dingin Putra masih mendominasi dalam setiap ia berucap.


“But I don’t want any of that betrayer’s family member are left. I want them vanish from this world. All of them. With no exception.”


( Tetapi aku tidak ingin satupun anggota keluarga dari para pengkhianat itu ada yang tersisa. Aku ingin mereka lenyap dari dunia ini. Semuanya. Tanpa terkecuali ).


▪▪▪▪


“Who is he? ( Siapa dia? )”


Damian yang sedang bersama Garret dan Devoss serta Putra, dimana mereka sedang berbicara setelah mendengar cerita perihal sesuatu yang kelam yang pernah Putra alami saat masa remajanya, lalu berbicara serius soal rencana mereka selama berada di Inggris itu, langsung bertanya saat seorang pria berkumis dengan berperawakan Inggris datang ke tengah-tengah mereka.


“Accursio’s ( Orangnya Accursio )” jawab Putra.


“I thought a man that you ordered to watch Kingsley’s mansion was Vader’s? ( Aku pikir orang yang kau perintahkan untuk mengawasi kediaman Kingsley adalah orangnya Vader? )” kata Damian.


“It is ( Iya memang ) ....” jawab Putra lagi.


“Is he coming with a message from Accursio at Ravenna? ....”


( Apa dia datang untuk menyampaikan pesan dari Accursio dari Ravenna? .... )


Gantian Garret yang bertanya.


“No ( Tidak )” jawab Putra lugas. “We will call Accursio right after Dev has been ready preparing the phone line ( Kita akan segera menghubungi Accursio setelah Dev selesai mempersiapkan sambungan telepon )”


Devoss pun segera berdiri dari tempatnya.


“I will prepare it now ( Aku akan menyiapkannya sekarang )”


Devoss berucap, lalu ia melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan tempatnya berada.


“Then, this man? ( Lalu pria ini? )” tanya Garret lagi.


“For a report of course ( Tentu saja untuk laporan )” jawab Putra.


“About? ( Tentang? )” Damian yang bertanya.

__ADS_1


“Freya.”


“I see..”


Garret dan Damian manggut-manggut.


▪▪▪▪


“Seems that what you have guess about Freya is right ( Sepertinya apa yang kau duga mengenai Freya itu benar )..”


Damian berbicara saat melihat isi dari dalam amplop yang dibawa oleh pria yang Putra katakan sebagai anak buahnya Accursio.


“If she lived underpressure with that mo*********r\, I don’t think that she can walk freely like this to enjoy her woman time..”


( Jika dia hidup dibawah tekanan dengan si keparat itu, aku pikir dia tidak akan bisa untuk menikmati waktu senggangnya sebagai wanita.. )


Putra menyungging sinis saja mendengar ucapan Garret barusan, namun Putra belum lagi berkomentar setelah melihat beberapa foto yang Putra perhatikan, lalu pandangan Putra nanar kemudian.


“Want to make sure? ( Ingin memastikan? )..” tawar Damian sambil menatap pada Putra yang sedang duduk dengan bersandar pada sandaran sofa yang ia duduki sembari menyilang kakinya.


“Of course ( Tentu saja )”


Putra menyahut.


"But later ( Tetapi nanti )" cetus Putra.


“If your guess about Freya is totally right, then what you going to do to her?”


( Jika dugaanmu mengenai Freya benar adanya, lalu apa yang akan kau lakukan padanya? )


Damian bertanya.


“What should I do to every betrayer..”


( Hal yang seharusnya aku lakukan pada setiap pengkhianat.. )


▪▪▪▪


Devoss telah kembali lagi ke tengah-tengah Putra, Damian, Garret serta satu orang Accursio yang tadi datang dengan membawa laporan dari informasi yang Putra minta melalui salah satu saudara angkatnya dari pihak Ramone itu.


“The phone line is ready ( Saluran telepon sudah siap )”


Devoss berucap.


Putra, Damian serta Garret pun mengangguk.


▪▪▪▪


Damian dan Garret pun kembali mengangguk. “Will you call Hiz too? ( Apa kau akan menghubungi Hiz juga? )” tanya Damian.


“Not now ( Tidak sekarang )”


“But he knows that we come to England today, right? ( Tapi dia mengetahui jika kita datang ke Inggris hari ini, bukan? )”


Damian bertanya dan Putra mengangguk.


“Is Hiz know about this place? ( Apa Hiz mengetahui perihal tempat ini? ).....”


Damian kembali bertanya. Dan kali ini Putra menggeleng.


“No. Better not ( Tidak. Sebaiknya juga tidak )”


Putra berucap.


“We don’t know if that mo*********r probably put someone to watch Hiz ...”


( Kita tidak tahu jika keparat itu mungkin saja menempatkan seseorang untuk mengawasi Hiz ... )


“Ya, you were right ( Iya, kau benar ), Putra.” Tukas Garret.


“I’ll try to call Sio ( Aku akan mencoba menghubungi Sio )” kata Putra.


Lalu ia melangkah pergi dari ruangan tempatnya berada bersama Devoss, yang ikut pergi meninggalkan ruangan tersebut bersama Putra.


▪▪▪▪


Setelah kurang lebih setengah jam, Putra kembali lagi ke tempat dia berada tadi sebelum pergi ke kamar Devoss, untuk melakukan panggilan pada Accursio yang berada di Ravenna, karena Devoss memasang saluran telepon rahasia di kamar yang telah disediakan Putra pada mansion-nya yang berada di Salisbury ini.


“Tell us, are everything in Ravenna going just like your plan, and how the way we expected? ( Katakan pada kamu, apa segala yang berjalan di Ravenna sesuai dengan rencanamu, dan sesuai dengan yang kita harapkan? ) .....”


Garret langsung melempar pertanyaan pada Putra, saat saudara angkatnya itu telah kembali ke hadapannya dan Damian.


“Yes ( Iya ).”


Putra menyahut cepat.


“Then? ( Lalu? )..”


Gantian Damian yang bertanya.


“That mo*********r still chasing ‘Me’. Sio is playing ‘hide and seek’ now with him ( Keparat itu masih mengejar ‘Diriku’. Sio sedang bermain ‘petak umpet’ bersamanya saat ini )”

__ADS_1


Garret dan Damian lalu sama-sama terkekeh sinis.


“I can imagine how curious that mo*********r is now ( Aku bisa membayangkan betapa penasarannya keparat itu sekarang )...”


“He must be ( Pastinya begitu ) ...” Garret menimpali ucapan Damian dan Putra menyungging miring.


Putra tidak membawa dirinya untuk duduk.


“Is there any probability if that mo*********r will try to attack Sio?”


( Apa ada kemungkinan jika keparat itu akan mencoba untuk menyerang Sio? ).


“Could be ( Mungkin saja )”


Putra menanggapi pertanyaan Damian.


“But I don’t think so. I’m pretty sure that mo*********r want to get ‘Putra’ alive\, considering that he need him due the Rery’s will and his father ... That mo*********r must be think to get ‘Putra’ than he had to become busy to find people for making a fake testament of Rery’s and his father\, which is not that easy to get someone who are really able to make that fake testament which very near with the original.”


( Tapi kurasa tidak. aku sangat yakin jika keparat itu ingin mendapatkan ‘Putra’ hidup-hidup, sehubungan dengan surat wasiat Rery dan ayahnya ... Keparat itu pasti berpikir untuk mendapatkan ‘Putra’ daripada dia harus repot mencari orang-orang yang dapat memalsukan surat wasiat Rery dan ayahnya, yang mana tidak mudah mendapatkan orang yang benar-benar bisa membuat surat wasiat palsu yang persis sama dengan aslinya ).


Garret kemudian berkomentar panjang lebar.


Putra dan Damian pun manggut-manggut.


“Well, whatever it is, we have our own things to do here ...”


( Yah, apapun itu, kita punya hal tersendiri yang harus kita lakukan disini ... ).


Putra berkata.


“And for that, better we rest ourself very well now, because we will through a pretty tiring day today ( Dan untuk itu, sebaiknya kita mengistirahatkan diri kita lebih baik sekarang ini, karena kita akan melewati hari yang cukup melelahkan hari ini )”


“Okay.”


Damian, Garret dan Devoss menjawab bersamaan.


“What clearly thought, that he won’t stay forever in Ravenna to ‘chase me’.”


( Tapi yang jelas, jika ia tidak akan tinggal selamanya di Ravenna untuk ‘mengejarku’ ).


“You were right ( Kau benar ) ...” timpal Garret.


“But before he comeback here, I want to make him already ‘alone’.”


( Tapi sebelum ia kembali kesini, aku ingin membuatnya sudah menjadi ‘sendirian’ ).


Putra berkata dengan dingin.


"Well, we're going to 'say hello', to those 'faithful people? ( Kalau begitu, kita jadi 'menyapa' para 'orang-orang setia' itu? ) ..."


Damian berucap.


"Of course. But we need to do 'some greetings' apart from them before...."


( Tentu saja. Tetapi kita perlu melakukan 'beberapa sapaan' terlepas dari mereka sebelumnya.... )


▪▪▪▪


Newcastle, Inggris....


“Are you sure, you don’t want more backup to get there, Sir? ( Apa anda yakin, jika anda tidak membutuhkan bantuan lebih dari ini untuk kesana, Tuan? ) ...” ucap salah seorang anak buah Accursio, yang merupakan seorang informan juga.


“Very sure ( Sangat yakin )” Putra menjawab dengan yakin.


Saat ini Putra sudah berada di salah satu kota di Inggris selain dari Salisbury.


“Even for me, me, myself and my two brothers here, are enough to mess up also destroy their ‘factory’ ( Bahkan menurutku, aku, diriku sendiri dan dua saudara lelakiku ini, rasanya cukup untuk mengacak-acak sekaligus menghancurkan ‘pabrik’ mereka ).”


“Indeed ( Benar sekali )”


Damian dan Garret menyahut bersamaan.


“Can you hold a gun and have a good skill in shooting ( Apa kau bisa memegang senjata dan menembak dengan baik ), Dev? ....” Putra berbicara pada Devoss.


“Well, you can try me ( Yah, kau bisa mencobaku ), Boss!” Devoss pun menyahut.


“Plus one, then ( Tambah satu, kalau begitu )”


Putra berucap pada orangnya Accursio tersebut, yang sudah mempersiapkan beberapa orang yang disiapkan Bos-nya untuk membantu Putra untuk menyelesaikan urusannya.


“And I have four good shooter with me also ( Dan aku juga memiliki empat penembak jitu juga bersamaku )”


Putra menunjuk empat orang pilihan Ramone yang datang bersama ke Inggris dengan Damian, Garret dan Devoss.


“Already more than enough to destroy not only ‘drugs factory’, but destroy everything connect with it just in one night ( Sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan tidak hanya ‘pabrik narkoba’, tetapi juga menghancurkan segala yang berhubungan dengan itu hanya dalam satu malam )”


Dan seringai, tampak di wajah Putra, Damian, serta Garret.


"Prepare your 'toys', Boys ( Persiapkan 'mainan' kalian, anak-anak )"


▪▪▪▪

__ADS_1


To be continue....


__ADS_2