
Happy reading....
England....
Setelah berkutat cukup lama dengan rasa mual di perutnya-hingga Putra kemudian muntah-muntah dengan hebatnya hingga membuat ia lemas, pada akhirnya Putra dapat juga menguasai dirinya yang sempat lemas di kamar mandi itu.
Kala Putra terus-terusan merasa ingin memuntahkan isi perutnya, walaupun dirasa telah habis. Karena yang keluar melalui mulut Putra, hanya tertinggal cairan saja. Disaat mual hebatnya masih mendera dan Putra tak berdaya menghentikannya.
Putra membasuh dulu wajahnya yang nampak pucat itu dengan air dari kucuran wastafel, lalu berkumur dengan sangat banyak, untuk menghilangkan aroma muntahan di mulutnya.
***
Putra yang tak kunjung muncul dari dalam kamar mandi itu membuat dua orang yang punya peran penting dalam kawanan selain empat lainnya, yakni Garret dan Thomas-lumayan membuat khawatir keduanya.
Tapi kemudian Garret dan Thomas merasa lega, ketika melihat knob pintu kamar mandi bergerak.
“I thought you passed out ( Aku pikir kau pingsan )!” celetuk Garret saat pintu kamar mandi kemudian terbuka, dan Putra muncul dari dalamnya.
“Cih!” decih Putra, menanggapi celetukan Garret yang langsung cengengesan. Berbeda dengan Thomas yang nampak sedikit tegang, karena merasa membuat kesalahan.
Ya, kesalahan akan kondisi Putra yang nampak alergi pada dua jenis makanan yang tadi sempat tersaji di atas meja panjang pada sebuah ruangan serbaguna dalam markas, diantara beberapa jenis makanan lainnya.
“I beg for your pardon, Boss ( Kumohon maafkan saya, Boss )....” ucap Thomas takut-takut. “I forgot if you are allergic to mashed potato and curry puff ( Saya lupa jika anda alergi pada mashed potato dan curry puff )-“
“Never mind, Thom. I feel better now.... And I actually don’t have an allergic to that two kind of foods.... But for now, until I don’t know for how long, just don’t make it those two near with me, would you?”
( Tidak apa, Thom. Aku sudah merasa lebih baik sekarang.... Dan sebenarnya aku tidak alergi pada dua jenis makanan itu.... Tapi untuk sekarang, sampai aku tidak tahu kapan, jangan membuat dua jenis makanan itu dekat denganku, bisa bukan kau lakukan itu? )
Putra berbicara datar saja, berkesan santai, namun ada penekanan dalam ucapannya barusan itu pada Thomas.
***
Thomas tentu saja langsung menyahut dan mengangguk patuh pada ucapan Putra itu padanya, yang baginya adalah sebuah peringatan. Hal kecil memang, tapi di mata Thomas, Putra itu sebelas dua belas dengan Bosnya yang satu lagi.
Sukar diprediksi, jadi lebih baik setiap perkataanya seyognya dipatuhi. Dan itu yang selalu Thomas lakukan terhadap Putra. Mau tugas utama atau tugas yang tidak penting, judulnya Thomas akan mengiyakan, kecuali dia diminta untuk menyuarakan pendapat.
Selebihnya, hanya ucapan, ‘Yes, Boss’ yang akan Thomas ucapkan untuk setiap perkataan Putra. Seperti saat ini. “Yes, Boss.... forgive for faux pas I did ( maaf atas kecerobohan yang telah saya lakukan )” ucap Thomas.
Putra menanggapi ucapan Thomas dengan anggukan kecil.
***
Setelahnya, Thomas mempersilahkan Putra untuk kembali ke ruang serbaguna dalam markas mereka itu. Karena dua makanan yang Thomas anggap sebagai makanan yang membuat salah satu Bos Besarnya itu alergi, telah buru – buru ia singkirkan ketika Putra berlari ke kamar mandi.
“The smell was also gone already ( Baunya juga sudah hilang )..” Garret menimpali ucapan Thomas yang memberitahukan Putra jika pria itu telah menyingkirkan dua jenis makanan yang membuat Putra merasa mual dengan hebat, hingga Putra tidak sanggup menahan untuk memuntahkan isi perutnya.
“Later I eat ( Nanti saja aku makannya )-“
__ADS_1
“Are you sure? ( Apa kau yakin? )..” tukas Garret.
“Hemm-“
“Not feeling hungry? ( Tidak merasa lapar? )”
“Hungry.”
Putra segera menjawab pertanyaan Garret.
“But I need to get away rest of the vomit in my mouth first ( Tapi aku perlu menghilangkan terlebih dahulu sisa bau muntah di mulutku ini )..”
Putra lanjut bicara.
Garret pun mengangguk.
“Give me your cigars ( Berikan padaku rokokmu )-“
“Wait ( Tunggu )-“
“You left it in the car?”
“( Kau meninggalkannya di dalam mobil? )”
“No, I put it on the table (Tidak, aku meletakkannya di atas meja )”
Putra menanggapi dengan deheman.
“I’ll go get it, then ( Saya saja yang akan mengambilkannya, kalau begitu )....”
“Yes, please.”
Putra dan Garret sama – sama menanggapi Thomas yang mengajukan diri untuk mengambil rokok milik Garret.
“Better you continue eating ( Sebaiknya kau melanjutkan makanmu saja ), Gar,” ujar Putra saat Thomas telah pergi dari hadapannya dan Garret untuk mengambilkan rokok di tempat yang Garret maksud.
“Alright then ( Baiklah kalau begitu )” sahut Garret.
“I’ll catch up after I finish one ( Aku akan menyusul setelah menghabiskan satu batang )”
Putra berujar lagi.
“Okay.”
Garret menyahut sebelum hengkang dari hadapan Putra.
“Do you want me to get a Doctor for you ( Apa anda ingin saya memanggilkan Dokter untuk anda ), Boss? ...”
__ADS_1
Putra segera menggeleng setelah mendengar tawaran Thomas yang telah kembali datang kehadapannya dengan sebungkus rokok dan sebuah pemantik di tangannya, yang kemudian langsung Thomas berikan kepada Putra. “No need ( Tidak perlu ), Thom.”
Thomas pun mengangguk.
“You go eat Garret, then ( Kau pergi saja makan bersama Garret )” titah Putra pada Thomas kemudian.
***
“Any news from St. Bees ( Ada berita dari St. Bees )?” tanya Putra setelah ia selesai dengan satu batang rokok, lalu ia kemudian beringsut ke ruang serba guna, dimana ada Garret dan Thomas di sana.
“Yes, Boss-“
“Any harm situation ( Ada situasi yang mengancam )?”
“No, Boss-“
“That m*therf*cker still don’t know if his son not at his place now ( Si keparat itu masih tidak menyadari jika anak lelakinya tidak berada di tempatnya sekarang )?”
Putra terus bertanya pada Thomas.
“No, Boss-“
“I thought based on the information I’ve heard, he loved his son that much ( Aku pikir dari informasi yang aku dengar, dia sangat mencintai anak lelakinya itu )?”
“It’s right Boss, but based on what Stan get, Jaeden just visit his son once in month, and sometimes spent one or two days with him. Jaeden wants his son totally learn about all things that could be useful to help him manage everything that he has now in future. Because that boy will Jaeden announced as his legal heir.”
“( Itu benar Bos, tapi dari apa yang Stan dapatkan informasinya, Jaeden hanya mengunjungi anak itu sebulan sekali, dan sesekali menghabiskan waktu satu atau dua hari bersamanya. Jaeden ingin anak lelakinya itu benar – benar mempelajari semua hal yang dapat berguna untuk membantunya mengatur semua yang ia punya di masa depan. Karena bocah itu akan diumumkan sebagai pewaris resmi dirinya )”
Thomas menjawab panjang lebar, dimana Putra kemudian terkekeh sinis. “Heir my @$$ ( Pewaris apanya )?!” ucap Putra dengan begitu sinisnya juga. “Let alone Kingsley’s wealthy that supposed to become Rery’s and Anth ( Jangankan hartanya Kingsley yang seharusnya menjadi milik Rery dan Anth ) ..”
Putra lanjut bicara.
“Even his part that Kingsley gave in legal way, I won’t let him or his descendat have it.”
“( Bahkan bagiannya yang memang diberikan oleh Kingsley secara sah, tidak akan aku biarkan dia dan keturunannya memiliki bagian harta tersebut )”
Putra tersenyum miring.
“Even I don’t know if the descendants of that m*therfuck*r will stay in this world ( Aku juga tidak apakah keturunan dari si keparat itu akan tinggal di dunia ini )-“
“Do you planning to vanish that boy too ( Apa kau berencana untuk menghabisi bocah itu juga )?” tanya Garret.
“Depends on my mood later ( Tergantung suasana hatiku nanti )” ucap Putra dengan dingin.
***
To be continue ....
__ADS_1