LIFE OF A MAN

LIFE OF A MAN
PART 227


__ADS_3

Happy reading....


đź’ đź’ đź’ đź’ 


Suara imut seorang bocah dengan masih menggunakan piyama tidurnya, terdengar di dalam kamar Putra dan Gadis.


Membuat dua orang pemilik kamar yang masih berbaring di atas ranjang mereka itu,  dengan cepat membuka mata mereka.


“Se-lamat pagi Papa, Mama!” Anthony menyapa dua orang tua angkat kesayangannya yang masih berada di atas ranjang mereka, namun sudah bangkit duduk.


“Hey, Anth!”


“Anthony!”


Putra dan Gadis sama-sama menyapa Anthony, setelah keduanya sempat terkesiap sesaat karena sedikit terkejut dan cemas dengan kondisi tubuh mereka yang keduanya pikir belum lagi berbusana, karena kelelahan main kuda-kudaan semalam, bahkan hingga dini hari.


Tapi ternyata tubuh mereka sudah terbalut dengan pakaian kembali, meskipun Putra hanya memakai celana rumahan saja, tanpa mengenakan atasannya. Namun tetap aman. Jadi Putra dan Gadis tidak kelimpungan saat Anthony sudah mendekat ke ranjang mereka.


Putra pun langsung memberikan kecupan selamat pagi di kening Anthony yang sudah me-nyelempit di ruang antara Putra dan Gadis di atas ranjang orang tua angkatnya itu.


Gadis juga melakukan hal yang sama seperti Putra pada Anthony dengan memberikan kecupan selamat pagi pada bocah tampan tersebut. Tak hanya kecupan, Gadis juga memberikan pelukan pada Anthony.


“Are you leaving today Papa? ( Apa Papa jadi akan pergi hari ini? )”


“No Anth, I will go tomorrow ( Tidak Anth, aku akan pergi esok hari )”


“Yeay!!!” Anthony mengangkat tangannya ke udara dengan riang.


Membuat Putra dan Gadis spontan menarik sudut bibir mereka.


“It means that me and Mama can spend one more day with you! ( Itu artinya aku dan Mama akan dapat menghabiskan waktu satu hari lagi denganmu! )” seru Anthony. "Also with all Daddies who'll go with you! ( Juga dengan para Dad yang akan pergi bersamamu! )"


“Of course ( Tentu saja )” ucap Putra sembari merengkuh Anthony.


“Papa?...” panggil Anthony.


“Yes?...” sahut Putra.


“Christmas in in this month right Papa? ( Natal itu dibulan ini kan Papa? )...”


“Yes it is ( Iya benar )”


Putra menjawab dengan pasti pertanyaan Anthony.


“It’s about half of the month ( Sekitar setengah bulan lagi )”


“Can we held a christmas in this country? ( Bisakah kita merayakan natal di negara ini? )...” tanya Anthony sembari menatap Putra, lalu menatap Gadis.


“Sure we can ( Tentu saja kita bisa merayakan nya ), Anthony” jawab Gadis dengan tersenyum.


“Are you already come home when the christmas arrive here, Papa? ( Apa Papa akan sudah kembali pulang kesini saat natal tiba? )...”


Putra terdiam. Pertanyaan Anthony barusan, rasanya sukar untuk dirinya jawab. “Come here ( Kemari )” Putra meletakkan Anthony ke atas pangkuannya.


Anthony langsung menatap lekat pada Putra yang telah memangkunya itu. Putra mengelus kepala Anthony dengan lembut, seraya ia tersenyum.


“You’re a smart and a good boy, right? ( Kamu adalah anak yang pintar dan baik, bukan begitu? )”


Putra berucap dan Anthony mengangguk. “Yes I am ( Tentu saja ) , Papa!”


“Good ( Bagus )”


Putra menanggapi ucapan Anthony.


“And I hope you will understand to what I said ( Dan aku berharap kamu memahami apa yang aku katakan )...”


Putra masih mengelus lembut kepala Anthony, dan Gadis masih berada bersama dua pria tampan berbeda usia itu. Memperhatikan interaksi keduanya.


“I really sorry to say this, that I can’t give you a promise if I can comeback here on christmas ( Aku benar-benar mohon maaf kalau harus mengatakan ini, bahwasanya aku tidak dapat menjanjikan mu jika aku akan dapat kembali kesini saat natal )”

__ADS_1


Putra menarik sudut bibirnya.


“One thing that I can promise you, is I will do my best to make it happen ( Satu hal yang dapat aku janjikan padamu, adalah aku akan sangat mengusahakan hal itu )..”


“I understand ( Aku mengerti ), Papa...”


Anthony menyahut cepat.


“I really sorry ( Aku benar-benar minta maaf ), hem?”


“Don’t be sorry Papa, I can understand why you can’t give me a promise if you can comeback here at christmas ( Tidak perlu meminta maaf Papa, aku bisa mengerti kenapa Papa tidak dapat berjanji padaku jika Papa dapat kembali kesini saat natal )...”


Anthony mengelus pelan wajah Putra.


“You will punish the bad guy who killed Daddy and Mommy ( Papa kan hendak membunuh orang jahat yang telah membunuh Daddy dan Mommy )...”


Anthony nampak menjadi serius wajahnya.


“He has a lot of men with him. That’s why he can out do and also kill all of uncles who are in our house that day ( Dia punya banyak orang bersamanya. Itulah kenapa dia dapat mengalahkan dan juga membunuh semua paman-pamanku yang sedang berada di rumah kami hari itu ) ..”


Putra melipat bibirnya, lalu kembali tersenyum pada Anthony, dimana Gadis yang merasa terenyuh sekaligus mencelos hatinya mendengar perkataan Anthony, kini mendekatkan dirinya pada Anthony sembari mengelus pelan punggung bocah tampan tersebut. Kemudian menempelkan kepalanya dikepala Anthony.


Putra dan Gadis kini mengapit Anthony. “I will kill that bad guy and all of his men with no hesitation. ( Aku akan membunuh orang jahat itu dan juga orang-orangnya tanpa ragu ),” tegas Putra namun dengan nada suara yang lembut pada Anthony. “I promise you that ( Aku janjikan itu padamu ), Anth,” sambung Putra, lalu mengecup kembali kening Anthony.


“Yes ( Iya ), Papa,” tanggap Anthony.


Putra dan Gadis sama-sama menarik sudut bibirnya.


“I know you must be able to kill that bad guy ( Aku tahu pasti Papa dapat membunuh orang jahat itu )”


“For sure! ( Pasti! )”


“I’m sure! Because I know Papa is so formidable! Even Papa can fight better that Daddy who often lose from you! ( Aku yakin itu! Karena aku tahu Papa sangat hebat! Bahkan Papa dapat bertarung lebih jago daripada Daddy yang sering kalah darimu! )”


Anthony berceloteh.


“Hhhh, Daddy is too often making out with Mommy, that’s why he’s not practice a lot and often lose from you when you both do a fight exercise ( Daddy itu terlalu sering bermesraan dengan Mommy, jadi dia kurang latihan sehingga dia sering kalah dari Papa saat kalian sedang berlatih tarung ) Daddy.. Daddy..”


Sementara Gadis tersenyum lebar.


Putra merengkuh erat Anthony kemudian mencium dua kali kening bocah tersebut.


Setidaknya Putra sedikit merasa lega, karena Anthony tak lagi mengingat kedua orang tuanya dengan kesedihan.


“If Daddy Rery was here, I believe he won’t spare you for mocked him just like what you did ( Jika Daddy Rery disini, aku yakin dia tidak akan mengampunimu karena mengejeknya seperti tadi  )..”


Putra berkelakar.


“And  ( Dan ) ..”


Putra menjeda ucapannya.


“He will tickling you like this! ( Dia akan menggelitiki mu seperti ini! )”


Putra dengan cepat menghujani pinggang Anthony dengan gelitikan nya hingga membuat Anthony tergelak sampai terjatuh di atas ranjang dengan tubuh yang bergerak-gerak menahan geli atas gelitikan Putra dengan tawanya yang terdengar lepas.


Mengawali hari mereka dihari ini, sebelum berpisah esok dengan canda bahagia.


**


Author’s POV


Satu hari ini benar-benar dihabiskan oleh Putra dan mereka yang tinggal bersamanya di Villa sebagai waktu keluarga.


Dari pagi hingga sore hari, Putra dan keluarganya itu menghabiskan waktu di luar Villa bersama-sama tanpa terkecuali.


Membuat wajah satu bocah tampan nampak sumringah sepanjang mereka berjalan-jalan dan berkeliling naik mobil di kota tempat Villa yang merupakan kediaman mereka berada. Dan tentu saja wajah sumringah Anthony menular pada mereka yang menyertainya berjalan-jalan dan berkeliling di Pusat Kota dalam daerah yang sama dengan Villa mereka, meski jarak tempuhnya juga tidak dekat.


Tapi tentu saja tidak sejauh apabila harus ke Ibukota, meskipun jauh lebih lengkap tempat wisata disana.

__ADS_1


Putra dan keluarganya itu tidak sampai pergi ke Ibukota, karena dirasa akan menyita cukup waktu, sementara jadwal keberangkatan Putra untuk meninggalkan negeri tempatnya berada sekarang adalah esok hari.


Jadi, menghindari adanya kendala yang berarti, Putra memutuskan tidak perlu ke Ibukota , meskipun besok dia akan pergi juga ke Ibukota bersama Damian dan Garret, karena pesawat yang akan mereka gunakan akan berangkat dari Bandara yang berada di Ibukota.


Hanya saja Putra tidak mau Gadis dan Anthony memiliki resiko kembali ke Villa tanpa dirinya, meskipun ada Addison dan Bruna, juga Danny dan termasuk Arthur. Dan meski mereka sudah memiliki cukup banyak anak buah yang dipekerjakan.


Tapi tetap saja, Putra tidak mau ada resiko. Jadi ia memilih untuk berangkat dari Villa saja esok hari, meskipun cukup jauh dari Bandara dan mungkin harus bangun pagi-pagi sekali.


Lebih baik seperti itu – kalau menurut Putra.


Daripada dia harus cemas sepanjang perjalanannya di pesawat karena mengkhawatirkan Gadis dan Anthony dalam perjalanan dua orang kesayangannya itu dari Ibukota ke Villa, jika mengantarkan kepergiannya bersama Damian dan Garret ke Bandara yang ada di Ibukota.


Jadi lebih baik Putra berangkat dari Villa saja, serta memastikan dua orang itu, yakni Anthony dan Gadis, tidak boleh meninggalkan Villa sampai ia kembali lagi.


Author’s POV off


***


Hanya sampai siang hari saja, Anthony dan para orang tua angkatnya berada di Pusat Kota, dalam satu daerah provinsi yang sama dengan Villa mereka berada.


Setelah puas berkeliling dengan mobil lalu berjalan-jalan di Pusat Kota sembari menikmati apa yang tersedia disana, membeli jajanan dan sedikit berbelanja, Anthony dan para orang tua angkatnya itu kemudian mampir ke Restoran keluarga mereka, yang kini sudah semakin terlihat eksitensinya.


Restoran mereka itu kini lebih ramai dari sebelumnya, dan menjadi tempat tujuan pertama bagi para khalayak menengah ke atas untuk mengisi perut mereka. Namun belum sampai berpikir untuk membuka cabang di tempat lain, untuk Restoran milik Putra dan keluarganya itu.


Karena Putra dan para saudaranya, ingin menjajaki dan memiliki bisnis dalam bidang lainnya, juga di daerah yang berbeda dari provinsi tempat tinggal mereka sekarang. Meskipun satu bisnis lain yang sedang di rintis adalah perkebunan teh, berikut pabriknya yang sedang masih dalam tahap pembangunan saat ini.


“Are we straight going back to Villa after this? ( Apa kita akan langsung kembali ke Villa setelah ini? )” Itu Bruna yang bertanya, saat ia telah menyelesaikan makan siangnya dengan para keluarganya itu di Restoran milik mereka.


“We’re planning to visit the factory, actually ( Kami berencana untuk mengunjungi pabrik, sebenarnya ) ..” Damian yang menjawabnya. Dan Garret, Putra serta Addison pun mengiyakan ucapan Damian itu.


“But if you, two Madams and this one Young Master want to go back to Villa, then we will take three of you back at there ( Tapi jika kalian, dua Nyonya dan satu Tuan Muda ingin kembali ke Villa, maka kami akan mengantar kalian kembali kesana ) ..”


Putra menimpali ucapan Damian.


“Beside, the factory area is through our Villa ( Lagipula, daerah pabrik berada melewati Villa kita )”


Putra menyambung kalimatnya.


“You guys can directly back to Villa if feeling tired ( Kalian dapat kembali ke Villa jika sudah merasa lelah ) ..” tambah Putra. “But me and this guys, will still visit the Factory right after we take you at Villa ( Tapi aku dan para pria ini, akan tetap mengunjungi Pabrik setelah mengantar kalian kembali ke Villa )..”


“But I want to go visit the Factory ( Tapi aku ingin ikut pergi ke Pabrik )” Anthony bersuara.


“You’re not feel tired? ( Apa kamu tidak merasa lelah? ), hem?...”


“Not at all! ( Tidak sama sekali! )”


Anthony menyahut mantap.


“Alright then ( Baiklah jika begitu )”


Putra pun mengiyakan permintaan Anthony.


“Aku juga ikut ya? ...” Gadis bersuara.


“Apa kamu tidak merasa lelah? ...”


“Tidak,” Gadis menjawab dengan cepat pertanyaan Putra.


Putra menarik sudut bibirnya. Paham, mengapa Gadis nampak bersikeras untuk ikut kemana Putra pergi hari ini.


Putra kemudian membawa kepala Gadis bersandar di pundaknya.


“Jangan terlalu memaksakan dirimu. Aku janji tidak akan lama berada di Pabrik. Hanya ingin melihat sejauh mana pembangunannya..”


Gadis menggeleng pelan.


“Aku kan sudah bilang, kalau aku tidak ingin sedetik pun jauh darimu hari ini ...”


Dimana ucapan Gadis, membuat Putra sedikit menghela nafasnya berat.

__ADS_1


***


To be continue ..


__ADS_2