
LIFE OF A MAN PART 282
*******************
Happy reading ...
*************
London, Inggris ...
“Hemm...”
“What is it ( Kenapa )?”
Damian sontak bertanya pada Putra, saat salah satu saudara angkatnya itu ia dengar berdehem barusan, kala mobil yang dikendarai Jules telah berhenti di depan gerbang Kediaman milik mutlak Kingsley Smith dan keluarga intinya.
“Seems that mo****fuc**r is replacing all workers here ( Sepertinya si keparat itu telah mengganti semua pekerja disini )”
Putra menanggapi pertanyaan Damian yang sedang menelisik dirinya saat dua orang berpenampilan bodyguard di gerbang Kediaman keluarga Rery, sedang berjalan cepat mendekati mobil yang ia tumpangi dan sudah diberhentikan Jules dengan cara seperti yang Putra perintahkan pada anak buahnya yang mengemudikan mobil yang Putra dan Damian tumpangi itu.
“It is Freya I guess ( Aku rasa itu memang Freya ) –“
Damian menggumam sambil ia mencuri-curi pandang ke arah mobil yang tadi ia dan Putra ikuti bersama Jules, dan mobil itupun juga berhenti walau pagar tinggi dan lebar di Kediaman keluarga Rery itu telah terbuka dengan lebarnya juga.
“Heemm...”
Putra berdehem.
“What the hell are ( Apa yang ingin kau ) –“ ucap Damian setelah menelisik mobil yang ia perhatikan dari tempatnya, dimana Damian menangkap wajah seorang perempuan yang ia kenali dalam pandangannya itu sedikit mengeluarkan kepalanya dan memandang ke arah mobil dimana ada dirinya dan Putra di dalamnya.
Dan Putra telah menarik tuas di sebelah kirinya, dimana pintu mobil di bagian sisi Putra duduk itu pun terbuka. “Just want to make sure if Freya still remember me or not ( Hanya ingin memastikan apa Freya masih mengingatku atau tidak )...”
Putra menjawab Damian sambil ia bergegas keluar dari mobil.
"Oh damned ( sial )!" rutuk Damian dalam gumamannya setelah ia terkesiap, kala menyadari jika Putra akan keluar dari mobil karena berencana untuk menemui wanita dalam mobil yang tadi mereka ikuti itu.
“You keep staying inside ( Kau tetap didalam ), Dami ---“ ucap Putra dengan cepat pada Damian.
Dimana Damian yang tadinya hendak juga keluar dari mobil, mau tidak mau mengurungkan saja niatnya.
“You too ( Kau juga ), Jules... stay at your place ( tetaplah di tempatmu )”
__ADS_1
♣
“I’m very sorry for the inconvenience ( Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini )”
Putra langsung berbicara setelah tubuhnya telah benar-benar keluar dari mobil sambil memandang pada dua dari empat orang yang berperawakan seperti bodyguard, dimana keduanya kini berada lebih dekat pada mobil Putra.
“My driver wrong to understand the direction I told, then he got panic when I got angry to him. So, very sorry ( Supir saya salah mengartikan arah yang saya katakan, lalu dia menjadi panik saat saya memarahinya. Jadi mohon maaf )”
“Okay.”
Salah seorang pria berperawakan bodyguard itu kemudian menyahut pada Putra.
"But ----"
“Saul, what’s is going on ( apa yang sedang terjadi )?” suara seorang wanita terdengar berbicara-memotong salah seorang pria yang sebelumnya hendak bicara.
Wanita tersebut berbicara seraya bertanya pada salah satu bodyguard Mansion milik keluarga Rery yang kini tengah berhadapan dengan Putra itu.
Putra memasang telinganya saat mendengar suara wanita tersebut.
Lalu Putra mencari celah untuk melirik ke tempat wanita yang bersuara itu.
“My driver lost his focus ( Supir saya kehilangan fokusnya )” ucap Putra yang memundurkan selangkah dirinya, lalu memandang ke arah wanita yang barusan bertanya pada salah satu bodyguardnya itu, namun hanya kepalanya saja yang terlihat menyumbul dari jendela mobil.
♣
Jules pun sama halnya dengan Damian. Salah satu anak buah Putra itu nampak sekilas terlihat santai di posisinya, namun ia juga telah bersiap siaga seperti halnya Damian. Pasalnya Jules tahu dimana ia dan dua Bosnya berada sekarang.
Jadi tanpa perlu harus disuruh bersiaga oleh Putra dan Damian pun, Jules sudah otomatis membuat dirinya berada dalam posisi tersebut, agar dia bisa bertindak cepat, jika ada hal ricuh yang terjadi kemudian. Jadi sebagaimana harus siaga, mata Jules nampak memperhatikan gerak gerik Putra dari tempatnya seperti halnya Damian yang fokus memperhatikan sambil membaca situasi.
♣
‘I wish that she didn’t get out from car ( Aku harap dia tidak keluar dari mobil )’
Damian membatin, kala Putra nampak berbicara dengan mengarah pada wanita yang ada di dalam mobil dalam pandangannya itu.
‘F*-*k!’
Didetik berikutnya Damian segera mengumpat, karena harapannya tidak terjadi, dimana pintu mobil yang mereka ikuti tadi kemudian terbuka lebar, dan seorang wanita dengan gaun mahal keluar dari dalam mobil tersebut.
“Whatever it is, better you off from here Sir, because it’s private land ( Apapun itu, sebaiknya anda segera pergi dari sini Tuan, karena ini lahan pribadi )...”
__ADS_1
‘Fuhh.’
Damian menghembuskan nafas lega di tempatnya duduk, kala wanita yang ia kenali wajahnya itu keluar dari mobilnya, namun hanya berdiri saja di samping mobil yang wanita itu tumpangi setelah keluar dari dalamnya.
Wanita yang Damian dan Putra kenali sebagai Freya itu memang berbicara pada Putra, namun ia tidak mendekati Putra.
“Yes Ma’am –“
Putra menyahut, sambil menggerakkan sedikit kepalanya dengan juga memegangi topi newsboy yang ia kenakan untuk memberi hormat dari seorang pria pada seorang wanita.
“But can you give just a little bit more time for my driver checking my car ( Tetapi bisakah anda memberikan sedikit waktu saja agar supir saya dapat memeriksa mobil saya ini )?-“
“Not too long ( Jangan terlalu lama )” jawab wanita yang dikenali oleh Putra sebagai salah seorang keluarga Rery yang memiliki nama belakang yang sama dengan ayah kandungnya Anthony itu, pada Putra.
“It won’t ( Tidak akan )” sahut Putra dari tempatnya.
Lalu wanita yang Putra dan Damian rasa kenali bernama Freya itu menganggukkan kepalanya dengan samar pada Putra, kemudian ia langsung masuk kembali lagi ke dalam mobil yang ia tumpangi. Dan mobil tersebut melaju ke area dalam Kediaman milik keluarga Rery itu setelahnya.
‘Handsome ( Tampan )’ batin wanita yang tadi bicara dengan Putra, dimana ia sempat sejenak memperhatikan wajah Putra saat mereka berbicara. ‘I wish I can meet him again someday, but not around here ( Aku harap dapat bertemu dengannya lagi suatu hari, tapi tidak di sekitar sini )’. Wanita itu membatin lagi.
Dengan wanita yang dikenal sebagai Freya Smith itu tersenyum samar di tempat duduknya. Sementara Putra sejenak memperhatikan mobil yang ditumpangi Freya tersebut yang melaju pelan ke arah dalam Kediaman yang merupakan milik Rery secara mutlak itu, sebelum ia meminta Jules untuk berlagak mengecek mobil.
Selepas Jules telah selesai berlagak mengecek mobil, Putra pun bergegas masuk ke dalam mobil dan berganti posisi duduk dengan Damian, karena Putra masuk dari pintu mobil yang berada di sisi kanan Damian.
Kemudian Jules melajukan mobil dengan normal, untuk kembali ke mansion milik Putra yang berada di Salisbury.
Devoss dan Garret serta beberapa orang yang menyertai Putra dan tiga orang yang dominan mendampinginya, juga sudah tak lagi dalam mode waspada dari jarak mereka tadi yang memperhatikan Putra berinteraksi dengan beberapa orang yang berada di gerbang kediaman milik keluarga Rery, yang mana hak mutlak kepemilikan seharusnya adalah milik Rery setelah sang ayah wafat, apabila Rery masih hidup.
“Freya looks a little bit different than from the last time I met her ( Freya terlihat sedikit berbeda dari yang terakhir aku bertemu dengannya ) ...” ucap Damian pada Putra setelah Jules melajukan mobil yang ia kemudikan dari gerbang kediaman almarhum Kingsley Smith. “Maybe that because she changes her hair color ( Apa mungkin karena dia mengganti warna rambutnya )?”
Putra menyungging miring. “No.”
Dan didetik berikutnya Putra menanggapi ucapan Damian soal wanita yang mereka kenal sebagai Freya.
“She is look different with Freya that we’ve known, because she is not Freya ( Dia memang terlihat berbeda dengan Freya yang kita kenal, karena dia memang bukan Freya )---“
*
To be continue...
Terima kasih masih setia.
__ADS_1
Dan selama menunggu karya ini update, silahkan mampir ke karya Emaknya Queen yang lain, jika memang berkenan.